Review: Underwater





Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Penerbit: Spring
Tebal: 330 halaman

***
Sinopsis
Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.

Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar
***
Review
Tokoh utama novel ini adalah Morgan gadis SMA, yang memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya via online dirumah. Mungkin awal-awal kalian baca novel ini bertanya-tanya apa yang meninmpa Morgan sehingga mengakibatkan dia harus memiliki ketakutan terhadap dunia luar - selain Ibu dan Adiknya, Ben - dan apartemennya, Morgan tidak berpikir dia bisa hidup jika harus keluar dari tempatnya sekarang. Bagi dia, rumahnya atau apartemen mereka ini satu-satunya tempat teraman.

Inilah yang terus-menerus berputar dikepalaku - what is wrong with Morgan, apa sih yang sebenernya terjadi pada tanggal 15 Oktober, kenapa dia terus-terusan teringat kejadian buruk itu, aku nyaris hopeless saking penasarannya dengan Morgan, bahkan aku sampai browsing dan nanya ke Om Google - sayang aja hasilnya juga kurang bisa menjawab rasa penasaranku tentang kejadian 15 Oktober yang dialami Morgan di novel ini.

Awalnya aku mengira, Morgan hanya shock hebat dan mengalami trauma karena kejadian buruk yang dialaminya dimasa lalu - sehingga dia jadi mengurung diri dirumah, tapi rasanya lebih kompleks dari itu deh. Karena untuk sekedar melangkah keluar rumah aja Morgan gak sanggup melakukannya. Dia bisa tiba-tiba terkena serangan panik hanya dengan melihat tayangan berita di televisi. Jika hal itu terjadi, dia harus segera menelan obat daruratnya. Kondisi yang cukup parah, klo mengingat dia dulunya adalah gadis yang punya banyak teman, berprestasi juga pintar. The big question then, kejadian apa yang mengakibatkan Morgan jadi seperti ini?

Di novel ini lebih menceritakan bagaimana perjuangan Morgan untuk kembali ke kehidupannya dulu dengan bantuan orang-orang sekitarnya. My fav one of course Evan, tetangga barunya yang punya hobi berselancar ~ (imajinasiku langsung terarah ke Fathir dong, yaa kuakui emang kamus cowok ganteng dikepalaku kurang update, tapi ya bodo amat yah ~ Fathir ganteng titik) So yes, Evan  = Fathir, case closed. Thank GOD lho orang-orang seperti Evan itu hadir di kehidupan Morgan, I love his character by the way ~ sangat optimis dan baik hati. Sweet. More than that, aku juga suka peran Ibu Morgan dan juga Brenda, si Psikiater. Semua karakter di novel ini gak ada yang menyebalkan ~ bahkan aku sempat deg-deg-an jika saja Taylor adalah si tokoh antagonisnya, tapi ternyata aku salah. Fiuh!

Anyhow, aku suka banget sama novel ini ~ seolah menekankan berkali-kali seburuk apapun kejadian yang menimpa kita ~ selalu ada orang-orang yang akan membantu kita menghadapi segalanya ~ kalimat "you are not alone" itu benar adanya. Dan kita tidak bisa terus-menerus merasa bahwa cuma kita seorang yang menderita ~ everyone hurts too ~ in another ways.
Nobody is really alone in this world.
Bagaimanapun juga kita tidak boleh menutup mata terhadap kejadian seperti yang dialami Morgan dan ayahnya, karena orang-orang seperti mereka hanyalah korban yang butuh pertolongan, bukan malah sebaliknya.

Very recommended novel, layak masuk TBR kalian ~ terutama yang suka banget topik psikologi (PTSD and/or panic disorder), mental illness, letting go.

Oia, lewat event ini aku juga dapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ke Penulis lho, Marisa Reichardt ~ dari 3 pertanyaanku ada 2 pertanyaan yang dijawab, and I am so HAPPY, karena jawaban Marisa merupakan jawaban terpanjang lhooo, let's find out:

Q: Apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki pengalaman serupa seperti Morgan?


A: Saya mudah cemas, dan saya mengalami kecemasan berlebih seperti itu hampir seumur hidup saya. Bahkan ketika saya masih remaja dan tidak menyadari apa yang terjadi. Saya yang sekarang bisa melihat ke belakang dan menyadari bahwa saya ternyata mengalami gangguan kecemasan berlebih. Saya tidak pernah mengalami gejala yang separah Morgan, tetapi saya merasa seolah saya mengenal Morgan dengan sangat baik.

Q: Saya bertanya-tanya tentang ayah Morgan. Apakah sebagian besar pejuang yang pulang dengan selamat dari medan perang akan mengalami apa yang dia alami, memiliki masalah mental dan trauma? Saya penasaran akan seperti apa novel ini seandainya karakter utamanya adalah ayah Morgan, atau mungkin Aaron.


A: Saya tumbuh besar di sebuah kota militer, jadi dulu saya (sampai sekarang juga) sering menjumpai para anggota militer AS yang menghadapi trauma psikologis akibat perang. Sama seperti bentuk-bentuk lain dari trauma, PTSD sifatnya sangat pribadi dan bentuknya tidak sama pada masing-masing orang. Tidak semua anggota militer mengalami PTSD, dan mereka yang mengalaminya, tidak semua memiliki pengalaman yang sama seperti yang dialami ayah Morgan. Namun semua itu merupakan masalah penting yang butuh mendapat perhatian dan penanganan.

Mengenai sudut pandang yang berbeda, saya senang Anda tertarik mendengar kisah ini dari perspektif karakter lain. Ada sebagian dari diri saya yang dengan senang hati ingin menceritakan kisah ini dari perspektif Taylor. Saya benar-benar bisa melihat,bagaimana dengan membawa sudut pandang orang pertama Aaron akan sangat mencerahkan dan akan menjawab banyak pertanyaan tentang alasannya melakukan apa yang dia lakukan. 

Pilihan saya untuk menulis dari sudut pandang Morgan datang karena saya merasa, setiap kali saya melihat (dan sayangnya sampai sekarang masih terus melihat) berita tentang penembakan massal, fokusnya adalah pada penembak dan tidak begitu banyak pada korban. Kisah-kisah ini cenderung menghilang setelah beberapa minggu dan saya selalu ditinggalkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang terjadi pada para korban selamatnya. Itu sebabnya saya ingin menulis kisah saya dari sudut pandang korban selamat yang mencoba menavigasi kembali hidupnya setelah insiden terjadi.

Gimana? Seru banget kan? Pastinya! Yuk, share pengalaman kamu membaca novel ini, can't wait to hear from you guys ^^

Untuk melihat pertanyaan lain dari para Host Blogtour, sila kunjungi blog mereka masing-masing yaa ~ dan jangan lupa juga untuk mengumpulkan potongan puzzle (seperti dibawah ini) di masing-masing postingan mereka ~ karena nantinya potongan puzzle itu akan kalian pakai untuk GA Final di Fanpage Penerbit Spring.

Jadi WAJIB dikumpulkan ya potongan puzzle.nya ~ setelah komplit terus kalian susun dan jangan lupa UPLOAD di Fanpage Penerbit SPRING (ketika GA FINAL diumumkan oleh mereka) ~ so, yes ~ biar gak ketinggalan kalian wajib pantengin Fanpage Penerbit Spring ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Hadiahnya, tentu aja Novel Underwater ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


PS: GA Final tgl 30 April 2017

Thanks for reading, feel free to leave comments ~ any comment ^^



5 Tips untuk Bookstagram Pemula


Sekarang ini, komunitas pecinta buku tidak hanya seputar Blog dan Vlog ~ bahkan Instagram juga sudah mulai dipenuhi oleh mereka yang menyebut dirinya #bookstagrammer ~ bahkan siapapun yang melihat feed mereka (apalagi para #bookstagrammer luar negeri) pasti langsung ileran ~ indikasi wajar sih sebenernya ~ mengingat deretan foto yang ada di halaman mereka hampir semuanya so aesthetic (aku sedang menghindari menyebut kata instagrammable ~ karena maknanya kurang ngena).

Nah, klo kamu kebetulan aja, seorang pelahap/pecinta/penggila buku dan punya hobi fotografi terselubung, gak ada salahnya lho menunjukkan ke komunitas kamu, buku-buku koleksimu ~ daripada mubazir (yang cuma berdiam diri di rak dan hanya kamu seorang yang mengagumi mereka, ya kan?)

So, whats your must do as a new bookstagrammer, ini dia tips dari aku: (feel free to add more)

Foto

Karena kita menggunakan media Instagram ~ tentu aja fokusnya adalah pada foto, kedua baru captionnya. So, yes! The great picture is a MUST ~ bahkan meskipun kamu hanya memasang foto tanpa caption kamu masih bisa mendapatkan likes dan klo beruntung some comments (itu klo foto kamu memang menarik perhatian) #ugh

Tapi terkadang beberapa orang yang tidak peduli mengenai hal ini ~ yang mereka pikirkan adalah saya harus memposting sesuatu atau aku akan kehilangan follower, atau alasan lainnya. Jadi ya, asal jepret deh. Hasilnya, foto burem, pencahayaannya kurang, intinya gak menarik sama sekali lah (meski objeknya cukup menarik). Itu beneran bikin langsung ilfil ~ bawaannya udah males mau baca caption, apalagi scroll feednya.

So, bukan artinya kalian harus punya kamera mahal kelas DSLR gitu ~ tapi mengetahui basic fotografi itu gak dosa kok. Jangan memaksakan diri harus upload sesuatu ke instagram kalian ~ tapi foto yang di upload kualitasnya masih kurang.

Tema
Ini sih gak wajib ya ~ tapi banyak bookstagram yang memakai tema tertentu disetiap foto mereka, tapi kalau aku sih prefer beberapa tema biar tidak monoton. Tema lain yang umum digunakan oleh para bookstagrammers antara lain, tema perjalanan, bunga, pakaian yang terinspirasi buku, warna tertentu dan pelangi. Kalo aku lebih suka tema minimalis ~ dengan gak terlalu banyak props (red: properti) dengan warna yang terang (tidak gelap) ~ I dont like dark picture, terlalu banyak bayangan dan kurang pencahayaan, sejenis itu, not my fave one ~ I am not Dark Eater by the way *lol*

Jangan terobsesi dengan jumlah follower

Untuk bookstagram pemula ~ ngomongin follower itu nggak banget deh, ahahaha ~ yah get real aja lah kawans, masa foto baru belasan kalian udah mikirin pengikut sih? Kalau page kalian menarik, follower itu bakalan datang dengan sendirinya, serius deh.

Hashtag

Nah, ini dia nih yang membawa peran penting untuk nambah jumlah follower ~ penggunaan hashtag! Gunakan hashtag yang umumnya digunakan oleh para senior bookstagram di setiap postingan mereka ~ karena banyak orang yang mencari sesuatu berdasarkan hashtag. Aku biasanya menyimpan daftar hashtag di memo HP, jadi tinggal copas klo mau pakai ~ beberapa bookstagram meletakkan hashtag mereka di kolom komentar ~ why? biar sedap dipandang aja kolom caption, jadi hanya info yang penting aja yang ditampilkan di caption.

Beberapa orang ada yang suka meletakkan hashtag bersamaan dengan caption, kadang jumlah hashtag yang dipakai banyak banget ~ kesannya kok jorok ya kalo aku ~ sometimes panjang hashtag.nya bisa melebihi panjang kalimat di caption *lol*

Challenge

Satu lagi cara untuk mendapatkan follower, ikut monthly challenge yang diadakan bookstagrammer lainnya ~ selain itu, jangan lupa untuk like atau komen di akun yang kalian follow ~ hey?! siapa yang gak suka likes dan komen?

Last words! Jadi diri sendiri ~ tapi kenali juga sekitarmu, jangan harap kalian bisa mendapatkan banyak likes atau follower kalau kalian tetap mempertahankan jati diri sendiri dengan foto-foto yang burem dan gak menarik sama sekali.

That's all ~ keep reading and have a nice weekend ๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–

Review: Holy Mother


Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 284 halaman
Terbitan: Oktober 2016

Sinopsis:
Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Review:
I love this book! and I love Akiyoshi Rikako!
Oke, jadi kemarenan sempat baca yang judulnya Girls in The Dark -- iya yang sekarang difilmkan itu, kali ini aku dibuat awe lagi dengan Holy Mother, bener-bener nggak kepikiran sama sekali, Akiyoshi keren banget bikin twist ceritanya -- aseli kece badai.

Tokoh utama di novel ini ada dua (klo menurutku) Honami dan Makoto -- karena sepanjang 284 halaman, dua orang inilah yang paling banyak diceritakan. Honami sendiri adalah seorang ibu yang berusia 46 tahun dengan 1 anak perempuan berusia 3 tahun bernama Kaoru. Kehidupannya yang tenang selama 3 tahun terakhir mendadak berubah menjadi kecemasan semenjak terjadinya peristiwa pembunuhan anak laki-laki berusia 5 tahun di sekitar tempat tinggal.nya. Korban tersebut dibunuh kemudian alat kelaminnya dipotong dan ada bekas kekerasan seksual. Apa yang membuat pihak berwajib kebingungan adalah, tidak bisa ditemukan bukti apapun yang menempel di tubuh korban, artinya pembunuh.nya akan susah ditemukan. Ditengah-tengah proses penyelidikan yang semakin mengarah ke satu orang, tiba-tiba terjadi pembunuhan kedua. Penyelidikan polisi rasanya seperti kembali ke titik nol, karena ketika pembunuhan kedua itu terjadi, tersangka sedang berada di ruang interogasi.

Honami semakin dihantui ketakutan yang mencekam, dia sangat khawatir jika nanti terjadi sesuatu pada putrinya, dan dia bertekad dalam hati akan melakukan apapun untuk melindungi putri satu-satunya itu.

"Jika sebelum kelahiran anak itu dalam kuasa Tuhan, maka sesudah lahir, anak itu ada dalam kuasa sang Ibu. Kalau setelah ini dia bisa melahirkan anak, Honami bertekad dia akan melindungi anaknya dengan seluruh jiwa dan raganya. Apapun yang terjadi, dia akan terus melindungi anaknya sampai tetes darah penghabisan". (hal. 148)

Buku ini rasanya lebih sesuai untuk pembaca dewasa atau dewasa muda, bukan karena banyak adegan mesum.nya, tapi istilah-istilah seputar kehamilan dan organ bagian dalam tubuh, serta beberapa bahasan explicit rasanya kurang sesuai untuk pembaca remaja, terlebih penjelasan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku, it's kind of creepy.

Oia, gak dianjurkan baca buku ini ketika lagi menyantap makan pagi, siang atau malam, tapi klo ada yang bisa membagi otak kanan dan kiri dengan sangat baik rasanya ya gak papa sihhh.

Lalu, siapa itu Makoto?

Makoto disini diceritakan sebagai anak SMA yang memiliki kehidupan normal layaknya anak seusianya, dia juga bekerja part-time sebagai pegawai supermarket dan mengajar kendo bagi anak-anak TK dan sekolah dasar. Ketika kabar mengenai pembunuhan itu sampai ditelinganya, dia cukup khawatir -- karena Makoto adalah penyayang anak-anak. Dia tidak suka melihat anak kecil disakiti, terutama jika anak perempuan yang terluka.

Dari sini ada yang bisa menebak tidak kira-kira bagaimana ending dan siapakah pembunuh anak-anak tadi?

I rekomend this book, buat kalian pecinta novel thriler dan suspense. Akiyoshi emang jagonya bikin twist yang bikin kita melongo (kaya orang bloon) dan rasanya pengen re-read. Aku sendiri ketika akhirnya selesai baca buku ini cuma bisa bilang "Oh, may GOD! ini gila banget!"

dan inilah kalimat favoritku sekaligus penutup review kali ini -- go grab your books and share with me! aku pengen tahu komentar kalian ^^v

"Disini juga ada....
....seorang Ibu yang rela menjadi Iblis untuk melindungi putrinya"

ARC: Underwater [Short Review]


Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Editor: Ayu Yudha
Penerjemah: Mery Riansyah
Penerbit: Spring
Tebal: 330 halaman

Sinopsis:

Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.

Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar.

Review: Meet Lame


Judul Buku : MEET LAME
Pengarang : CHRISTIAN SIMAMORA
Terbit : NOVEMBER 2015
Halaman : x + 296 hlm
Genre : Contemporary Romance 
Kategori : Novel Dewasa

Sinopsis:
Saat ini, aku sedang terlibat perasaan dengan dua orang cowok sekaligus.

JANIEL…
Bahkan sampai detik ini pun, Janiel masih belum ada tanda-tanda ngeh mengenai betapa patah hatinya aku karenanya. Yah, aku memang nggak ada rencana untuk memberi tahu sih—buat apa juga? Memangnya situasi bakal berubah? Memangnya Janiel punya perasaan terpendam juga padaku sehingga pernyataan cintaku itu mendorongnya untuk memutuskan Putri dan memacariku?

DANIEL…
Di hari perpisahan itu, aku melakukan sesuatu yang percuma juga untuk aku sesali. Daniel Kelvin Vincensius—itu nama panjangnya—mencuri ciuman dan keperawananku pada hari yang sama. Meninggalkan Indonesia beberapa jam kemudian. Membiarkan aku bertanya-tanya tentang arti kebersamaan singkat itu selama bertahun-tahun… sampai akhirnya aku capek sendiri.

JANIEL atau DANIEL?
Atau lebih baik nggak dua-duanya saja? Aku lagi nggak kepengen bermain-main dengan perasaan dan kebahagiaanku sendiri. Apalagi karena kamu dan aku sama-sama tahu: love hurts, love gives you pain.

You know what… FUCK LOVE! Maybe this is for the best. Sekian dan terima kasih.

Tertanda,

AKU YANG LAGI STRES SENDIRI

Review:
Novel ini bercerita tentang 3 tokoh utama, si Aku, Janiel dan Daniel (wow, its rhyme, I'm surprised). Karena sampai akhir cerita identitas si Aku ini tetap rahasia, jadi biar mudahnya saya asumsikan si Aku ini adalah Aku - eerrr, me, myself, Winda, duh! saya mulai gak jelas.

Meet Lame sendiri bercerita tentang Aku yang dihadapkan sama dua pilihan sulit (red: para lelaki tampan yang berusaha mendapatkan Aku) ada Janiel teman jaman SMP.nya dan Daniel bekas tetangga sebelah rumahnya. Janiel yang merupakan cinta masa remajanya dulu tiba-tiba saja hadir di kehidupan Aku lagi setelah lama tidak bertemu, anehnya kehadiran Janiel masih menimbulkan perasaan cinta yang selalu disimpan Aku rapat-rapat. Alasannya klise, Aku tidak ingin hubungan persahabatan mereka rusak karena pernyataan cintanya. Jadi, ketika saat ini Janiel hadir kembali di kehidupannya, Aku kembali berharap. Sayangnya, Janiel sudah mempunyai pacar. End of story? Nope. Masih jauh dari kata selesai.

Diwaktu yang hampir bersamaan, Daniel juga kembali datang dihadapan Aku sebagai tetangganya (lagi). Kembalinya Daniel dari Singapura, membawa kenangan buruk yang berusaha dilupakan Aku, tapi semakin Aku berusaha melupakan atau menjauh dari Daniel, dia selalu gagal - karena hatinya menolak melakukan apa yang kepalanya perintahkan.

“Karena bagi aku pribadi, mencintaimu bukan sekadar perasaan—tapi juga komitmen. Ada tanggung jawab yang menyertainya. Sesuatu yang nggak aku sadari dua tahun lalu.” ~Daniel, hal. 208

Kegalauan Aku tidak berhenti di Daniel seorang, karena rupanya penulis sengaja membuat twist yang cukup bikin kita jeles berat sama Aku (termasuk saya). Diperebutkan oleh dua orang laki-laki yang dulu (bahkan sampai sekarang) memenuhi isi pikiran dan hatinya, yang membuat Aku betah berlama-lama hidup sendiri. Intinya, diperebutkan oleh laki-laki yang kamu suka banget sejak lama, dan gak cuma satu tapi DUA laki-laki. Keren kan? Sesaat saya jadi membayangkan Bella-Edward-Jacob (but, hey - Edward gak ganteng, Jacob is #dijambakfansEdward).

credit: Jane Bookienary

Kalian akan dibuat penasaran sama pilihan akhir yang akan di ambil oleh Aku, saya sendiri sempat deg-deg-an, duh siapa ya yang dipilih Aku, klopun bukan Daniel berarti Janiel, apa jangan-jangan dia mau embat dua-duanya #sigh what a creep! Etapi, enggak dong, Aku cuma milih satu orang, at least saya bisa bernafas lega, berarti kan laki-laki satunya bisa buat saya #plakkk
"Seandainya dia nggak bisa memberi apa yang lo mau, gue nggak mau lo khawatir. Gue ada disini untuk lo"~Daniel, hal. 125
"Pintu hati lo masih terbuka. Peluang gue dan dia masih sama besar. Dan selama itu terjadi, gue masih punya kesempatan untuk bikin lo berhenti mikirin dia"~Janiel, hal. 244
dan quote favorite saya dari keseluruhan novel ini adalah:
"Orang yang punya waktu untuk ribut dengan masalah orang lain, sebenarnya sedang menghindari keharusan mengurusi masalah diri sendiri.....Jalani saja hidup ini baik-baik, selalu berusaha menghindari kemungkinan merugikan orang lain" ~Aku, hal. 217
My Thought:
Awalnya saya sempat mengira novel ini masih satu seri dengan #jboyfriend - rupanya saya salah. Meet Lame salah satu karya Chrismor yang berdiri sendiri seperti novel sebelumnya, Shit Happens (kalian sudah baca? Saya sudah - ini novel Chrismor yang pertama kali saya punya #infopentinggakpenting).
Jalan cerita Meet Lame juga lebih ringan dan mudah diikuti oleh pembaca yang baru pertama kali membaca karya penulis. Bagi saya yang sudah beberapa kali membaca seri #jboyfriend sebelumnya (Guilty Pleasure, CO2, ASOT) memang terasa sekali bedanya - yah selain konten dewasa, para tokoh di novel ini lebih "terjangkau" ahahaha..how to say. Para tokoh di novel ini, bukan dari kalangan atas dengan serentetan barang mewah dan branded yang menyertai mereka. Tapi lebih membumi, dengan pekerjaan sebagai seller online shop dan sebagai owner distro, sepanjang cerita pun hampir tidak ditemukan barang-barang branded yang bahkan namanya sangat asing (iya saya memang sekampungan itu, so?), kalau ada itupun diceritakan klo barang tersebut KW dan hasil shopping di ITC.

Baca novel ini cukup refreshing - seriusan! Karena ya alasan itu tadi, terus menerus membaca #jboyfriend secara maraton bisa bikin saya berhalusinasi berlebihan tentang pria-pria yang ideal (red: hawt dan nikahable, euh - ada di KBBI gak ya)

Saya suka tokoh Aku disini - dia menyenangkan, Rasanya seperti membaca buku harian si Aku, ditulis dengan bahasa yang dia banget, berikut kepolosan yang kekonyolan khas penulis. So entertaining. Untuk Daniel dan Janiel, uwh, mereka 11-12, sama-sama hawt - tapi yaa, menurut aku porsi Janiel di novel ini agak kurang yah, interaksinya dengan Aku kurang - bahkan ketika mereka sedang kencan, tidak banyak hal yang bisa diceritakan. Tiba-tiba saja kencan itu berakhir. Eh? Saya sampai kaget saking singkatnya momen kencan mereka (gak fair, huhuhuhu #abaikan).

Menjelang akhir halaman saya sendiri masih sangsi akan pilihan Aku, saya pikir dia tidak akan memilih keduanya, rupanya lagi-lagi saya salah, hohoho *keren lah buat penulis. love it* Saya harap masih ada tambahan beberapa halaman lagi di akhir, I want moreeeeeee. Tapi bukannya Epilog saya malah menjumpai teaser Tiger on My Bed. Ulalala..jadi pengen secepatnya baca itu novel. *tinggal comot di rak*

So, ada yang sudah baca Meet Lame? Share pengalaman kalian dong...
Se yaaa ๐Ÿ’‹
Designed by FlexyCreatives