Review: Nimona

Judul: NIMONA
Penulis: Noelle Stevenson
Penerjemah : Yudith Listiandri
Penerbit: Spring
Tebal: 272 halaman


Hai holla - hari ini aku akan melanjutkan review Nimona yah - kalau kalian belum baca review sebelumnya, silahkan klik link ini..

Kalo sebelumnya aku sempat bilang Nimona ini adalah seorang pengubah bentuk kan yah, dan Blackheart adalah tuannya, sementara itu ada juga Goldenloin yang berperan sebagai musuh bebuyutan Blackheart - tapi rupanya harapanku di review sebelumnya mengenai hubungan keduanya terkabul lho, yash!

Baca buku ini rada sedih gimana gitu - bukan sedih yang sampe nangis gimana gitu ya, cuman terharu. Hubungan antar tokohnya ini bikin pembaca (red: aku) mellow..ceritanya dan konfliknya juga cukup ringan - jadi klo ditanya what is this all about.

Sisa ceritanya ini lebih ke menceritakan bagaimana usaha Blackheart dan Nimona untuk menghancurkan institusi - walaupun ada juga bagian sedihnya ketika Nimona ditangkap institusi dan Blackheart dijebloskan ke penjara bersama Goldenloin. Tapi yang bikin mewek justru menjelang ending - huhuhuhu #edisibaper

Diceritakan juga mengenai alasan kenapa Goldenloin melukai Blackheart sehingga mengakibatkan dia kehilangan satu tangannya, sebenarnya alasan ini udah bisa ditebak diawal cerita - tapi yah syukurlah akhirnya Blackheart mengetahuinya dari Goldenloin sendiri, dari awal juga sudah bisa diketahui klo sebenernya Goldenloin ini tidak benar-benar membenci Blackheart, juga sebaliknya. Ini nih, jenis persahabatan kaya gini ini yang bikin aku baper maksimal. Hahahaha.

Klo kalian lagi butuh referensi bacaan ringan dan novel grafis - I recommend this book, cukup ringan dan bisa selesai dengan sekali duduk, nggak bosenin juga, karena Nimona ini emang ngeselin banget karakternya - dan Blackheart juga Goldenloin, ahh mereka ini - baca sendiri deh.

Pesan moralnya tentang persahabatan cukup dominan - dan saya suka! banget!

Review: The Dead Returns



Judul: The Dead Returns
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Terbit: Agustus 2015
Tebal: 252 halaman


SINOPSIS:
Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing.
Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin,
aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja.
Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas.
Total 35 orang.
Salah satunya adalah pembunuhku

REVIEW:
Ini buku ketiga karya Akiyoshi Rikako yang aku baca, pertama kali baca itu Girls In The Dark (yang rencananya bakal re-read karena dulu pas baca aku gagal paham) terus bacaan yang kedua Holy Mother, bikin mengangga sama twistnya (saya suka - saya suka). So, klo dicompare sama The Death Returns, beda yah, meski sempat bikin kaget ketika bukan cuma dua orang yang waktu itu jatuh dari tebing, melainkan tiga. SHOCK! Tentu ajah.

Jadi novel ini menceritakan tentang si Komaya Nobuo yang bukan murid populer dan pandai bergaul, tiba-tiba saja menghadapi kematian mendadak, dia di dorong jatuh dari tebing oleh seseorang yang tidak dia ketahui siapa, sesaat sebelum dia benar-benar sampai di dasar tebing Koyama mendengar seseorang berteriak dari atas hendak membantunya, tapi nasib berkata lain, orang tersebut juga ikut terjungkal jatuh dari atas tebing. Jadi keduanya sama-sama bernasib sial, perbedaannya hanyalah Koyama sengaja di dorong (artinya ada orang yang ingin membunuhnya) sedangkan orang satunya yang juga ikut terjatuh, dia hanya kebetulan bernasib buruk saja.

Tapi siapa sangka kalau ternyata Koyama tidak meninggal, dia mendapati dirinya terbangun dari rumah sakit dengan beberapa perban dan gips, hanya saja - orang-orang yang mengelilinginya ketika dia membuka mata, bukanlah orang-orang yang dia kenal. Dia sama sekali tidak mengenali mereka. Mereka pun memanggilnya dengan nama lain, Shin-chan. Memangnya siapa Shin-chan?

Iyah, benar sekali Koyama Nobuo - berada di tubuh orang lain, mereka bertukar tubuh, satu-satunya informasi yang didapat Koyama ketika dirinya siuman adalah "anak yang meninggal itu...kasihan sekali" (hal. 44) - bisa dibayangkan ya apa yang ada dipikan Koyama Nobuo saat itu - dia berpikir tubuhnya sudah mati, dengan membawa arwah tubuh yang ditempatinya saat ini.

Jadi tekad satu-satunya adalah, Koyama harus menemukan siapa pembunuhnya - sebab alasan kenapa Koyama bisa datang ketebing saat itu adalah karena dia mendapatkan pesan dari seseorang yang ditempelkan dimejanya, bisa disimpulkan bahwa orang itulah yang hendak membunuh Koyama, dan karena pesan itu ditemukan di meja Koyama, artinya itu dilakukan oleh teman sekelasnya, tapi siapa, dan kenapa dia harus membunuh Koyama?

Sampai disini saja ya - selebihnya kalian harus membaca kelanjutannya - karena klo dibeberkan disini maka ceritanya jadi gak asik lagi, kalian harus ikut merasakan juga dong, sensasi kaget dan deg-deg-an seperti yang aku rasakan, ahahaha #devilishsmirk

Oia, here's my fav quote:
"Rasanya aku juga harus meminta maaf, termasuk pada Sasaki-kun dan Arai-kun, karena aku menghakimi sifat mereka hanya dari penampilannya, bahkan sebelum aku berbincang dan mengenal mereka dengan baik" (hal. 95)

Very rekomended novel, pokoknya!
So far, aku selalu suka karya Akiyoshi Sensei, kejutannya gak biasa!

[ARC] Nimona


Judul: NIMONA
Penulis: Noelle Stevenson
Penerbit: Spring
Tebal: 272 halaman

SINOPSIS

Nimona adalah seorang pengubah bentuk muda yang bisa berubah menjadi apa saja. Bersama dengan Lord Blackheart, mereka ingin membuktikan bahwa Sir Ambrosius Goldenloin dan Institusi Penegakan Hukum dan Kekesatriaan bukanlah pahlawan yang mereka pikirkan.

Namun, saat rencana-rencana kecil mereka berubah menjadi sebuah pertarungan sengit, Blackheart menyadari bahwa kekuatan Nimona sangat tidak stabil dan misterius, sama seperti masa lalu gadis itu. Dia juga harus menerima bahwa keliaran Nimona mungkin lebih berbahaya daripada yang dia pikirkan.

SHORT REVIEW

Hai there, masih dengan semangat yang sama ketika tempo hari mendapatkan kesempatan menjadi ARC dari Penerbit Spring, dan ini adalah kali yang kedua, I am so Happy dan Excited. Jadi Nimona ini adalah novel grafis atau komik, oke dibagian ini saya lumayan terkejut, karena sama sekali tidak berpikir bahwa buku ini adalah komik, bukan karena tidak suka, justru saya suka banget! (saya pecinta komik dan manga #infoajah)

Sort of, seperti yang tertera pada bagian belakang novel ini, dibagian Sinopsis, disebut bahwa Nimona adalah seorang remaja yang bisa merubah wujudnya menjadi apapun (kecuali BENDA MATI) dan yang entah bagaimana tiba-tiba saja dia sudah terlibat dengan Sir Blackheart dan semena-mena menyerahan diri begitu saja untuk menjadi asisten Blackheart (dari sini saya sudah mulai suka dengan karakter Nimona, dia cuek abis - slonong boy, hwkwk)

Sebagaimana umumnya ARC, kami hanya akan diberi cuplikan awal dari keseluruhan novel, dan yang saya dapat juga baru 90 halaman pertamanya saja – jadi belum bisa menyimpulkan Nimona ini misinya tentang apa, tapi klo membaca dari awal halaman, rasanya saya bakalan suka cerita ini, ada unsur misteri, suspense juga crime.nya – dan Ballister Blackheart sendiri juga tokoh yang sangat menyenangkan – meski dia ini seorang penjahat entah kenapa klo diceritakan dari sudut pandang dia, jadinya seperti penjahat yang baik hati, ahahaha #kesimpulansepihak

Diceritakan disini kalau Ballister memiliki musuh bebuyutan (yang awalnya mereka berdua adalah teman baik) – sedih bener ya, teman jadi musuh (saya tahu banget gimana perasaan Ballister, been there before atau mungkin ampe sekarang #ahem #curcolterus), oke jadi Ballister dan Goldenloin ini saling bermusuhan dengan alasan yang masih belum jelas (belum baca sampai akhir kawans) – meskipun bermusuhan entah kenapa rasanya mereka berdua tidak benar-benar saling membenci, kalian tahu istilah benci tapi sayang? Yah kurang lebih seperti itulah hubungan keduanya.



Overall saya suka buku ini, dan gak sabar (pake banget) baca kelanjutan cerita petualangan Nimona dan Blackheart, serta gimana usaha mereka menghadapi Institusi, diam-diam saya juga berharap klo Goldenloin dan Blackheart bisa balikan lagi sebagai sahabat, uhuy!

Oia, kalian pasti bertanya kan, gimana bisa remaja seperti Nimona bisa menjadi seorang-pengubah-bentuk? You’ve gotta read this! Super recommended! Dan bagi yang mau mendapatkan diskon 30% - bisa langsung order via OWLBOOKSTORE, promonya cuma sampai 4 Juni 2017 lho.

 Promo OWL Book Store





[Blog Tour] Review Buku + GIVEAWAY


Judul: Majo & Sady vol.2
Penulis: Jung Chul Yeon
Terbit: Maret 2017 (Penerbit Haru)
Tebal: 298 hal.

SINOPSIS

Sady, si wanita karier dan Majo, sang suami yang mengurus rumah tangga—kembali lagi dengan cerita sederhana yang dipenuhi humor dan menggugah perasaan.

Kisah parody kehidupan sehari-hari masyarakat Korea Selatan usia 20-30 tahunan, yang tanpa disadari memiliki pesona tak terbatas.
Saat menikmati kisah mereka, pasti semakin ingin menikah!

***

REVIEW

Kalo kalian sudah membaca Majo & Sady yang vol.1, pasti udah tahu mengenai asal muasal komik ini muncul di Korea - well, tapi klo belum tahu ya gpp sih, kalian bisa kepoin blog salah satu host yang tergabung dalam rangkaian blogtour kali ini ya.


Saya selalu suka K-Toon (label komik Korea) dari Penerbit Haru, baik itu seri Blood Type atau yang satu ini, Majo & Sady, ahahaha (kok cuma dua sih Win, ada banyak sebenenrnya salah satunya, HJ Story, Cat & Dog ~ tapi favorit saya ya cuma 2 itu tadi) #okeabaikan

Jadi komik ini soal apa ya?
Tentang kehidupan sehari-hari pasangan suami istri (yang dilustrasikan sebagai kelinci dan beruang ~ untuk lebih ngena lagi, mereka sepeti Cony and Brown di Line)
Komik ini lucu banget (tapi gak selucu Blood Type, yang bisa bikin ngakak nggak tahu malu) untuk level kelucuan Majo & Sady masih terbilang wajar, meski tetap bikin orang yang duduk disebelah jadi mikir aneh.

Lebih banyak menceritakan tentang kehidupan rumah tangga pasangan suami-istri di Korea sana, serta keseharian mereka (termasuk juga kebiasaan impulsif Istri yang gak tahan untuk belanja online #uhukuhuk #ahem #benerinkerah)

Meskipun Majo & Sady ini berangkat dari kisah nyata yang juga dialami komikusnya, tapi ceritanya nggak membosankan lho justru bikin penasaran, kira-kira hal ajaib apa yang bakal dilakukan Majo atau titah apa yang akan dilontarkan Sady, aduh pasangan ini bener-bener deh.

Untuk yang belum tahu siapa ini Majo, dia adalah sang suami yang bekerja dari rumah sebagai komikus dan juga mengurus rumah tangga. Sedangkan Sady, sang istri, adalah wanita kantoran yang sebagian besar waktunya banyak habis di luar rumah/kantor untuk urusan pekerjaan. Jadi, mereka ini bisa dibilang saling bertukar peran. Seru kan? Bisa kebayang dong gimana heboh dan kekonyolan interaksi diantara pasangan suami-istri ini.

Tapi meskipun K-Toon ini menceritakan tentang Majo dan Sady, sebagai Suami Istri, tapi tetap bisa dinikmati oleh siapa aja kok, tidak ada konten yang terlalu vulgar atau gimana, yah selain klo mereka tinggal satu rumah itu aja sih. Justru malah asik aja klo dibaca oleh yang belum menikah, jadi bisa mengantisipasi atau mungkin meniru apa yang dilakukan pasangan ini di kehidupan nyata dengan pasangan nantinya, muahahaa #digetok ~ di vol 2 ini juga ada foto-foto yang disertakan oleh komikusnya, mungkin biar lebih terasa real ya? Foto itu diambil ketika mereka sedang Wisata ke Itaewon, banyak bertebaran foto makanan dan street food (adeuw, beneran bikin mupeng)

Eh, tahu tidak kalo di Korea itu ada Cafe Majo & Sady
I bet kalian jadi pengen liburan ke Korea setelah ini, well, saya sih pengin banget.



sumber: orica.net


***

GIVEAWAY

Nah, sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau membaca review singkat ini, akan ada hadiah untuk kalian dari Penerbit Haru, yaitu 1 buah notes kece Majo & Sady. Yuk, simak caranya (dijamin gak ribet) - saya juga gak suka dengan GA yang ribet (curcol):


  1. Klik “suka/like” di fanpage Penerbit Haru follow juga blog ini (biar kalian gak ketinggalan info giveaway lainnya)
  2. Follow akun twitter dan instagram @Penerbit Haru
  3. Follow akun instagram @roempibuku
  4. Share post/ tulisan ini ke akun media sosial kamu (twitter) atau jika kamu pengguna instagram repost info mengenai GIVEAWAY yang ada di IG @roempibuku di akun kalian. Jangan lupa juga sertakan hastag #MajoSady1and2
  5. Tulis data kamu di kolom komentar dibawah ini dengan menyertakan nama, akun yang dipakai untuk share info giveaway ini (bisa akun twitter/FB/instagram), alamat e-mail, serta domisili.
  6. Periode giveaway ini berlangsung selama 5 hari, yaitu 20-24 Mei 2017.
  7. Giveaway hanya berlaku bagi yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia ya
  8. Pengumuman pemenang akan dilakukan segera setelah giveaway berakhir.
  9. Itu ajah ^^


***

Final Blogtour & Giveaway

Untuk final GIVEAWAY ini Penerbit Haru akan memberikan Novel Majo & Sady #1 dan Majo & Sady #2 untuk 2 orang pemenang (masing-masing 1) di akhir rangkaian blogtour.
Seperti ciri dari Penerbit Haru, kalian diminta mengumpulkan semua kepingan puzzle huruf dari tiap host blogtour mulai dari awal hingga akhir periode blogtour #MajoSady1and2. Final blogtour ini akan diadakan di Fanpage Penerbit Haru. Jadi, pastikan kamu juga gak ketinggalan untuk mengunjungi fanpage mereka.

So, ini dia kepingan puzzle huruf dari saya:



Review: I Want To Eat Your Pankreas



Judul: I Want to Eat Your Pancreas
Penulis: Sumino Yoru
Penerjemah: Khairun Nisak
Penerbit: Haru
Tanggal terbit: Maret 2017
Jumlah halaman: 309



Awalnya aku agak dibuat dilema sama judul novel ini– semacam, apakah aku bakal baca buku tentang kanibalisme? atau serial murder? Ternyata bukan – syukurlah #fiuh

Dari gossip yang beredar katanya novel ini termasuk yang memenangkan banyak reward lho – penjualannya cukup fantastis – dan bahkan sudah diadaptasi ke sebuah film, tahu Shun Oguri kan, iya doi yang memerankan si ***** - kun itu, emang wajahnya Shun cocok sih yaa – lempeng tanpa ekspresi, ngomong-ngomong, kalian sudah nonton film.nya belum? (etdah, ini kenapa malah bahas hal yang lain sih)

“Menurutmu, ada kemunginan aku tidak membutuhkan pankreasku?” (hal. 9)
(that was – an absurd question, hwkwk)

“Aku akan mandi. Jangan mengintip. Aku melepaskan kulit manusiaku saat mandi” (hal. 121)

Jadi novel ini sebenarnya tentang apa sih?
(baca sinopsisnya) –hwkwkwk, I’m telling you the truth tho, klo mau tahu ya baca sinopsisnya (kidding)

Novel ini menceritakan tentang hubungan pertemanan antara cowok-introvert dengan cewek-extrovert (karakter keduanya sangat bertolak belakang—memang, justru itu yang menjadikan novel ini menarik). Cowok-introvert, sebut saja Aku, secara kebetulan menemukan buku harian milik Sakura Yamauchi, teman sekelasnya yang divonis akan meninggal 1 tahun kedepan, karena pankreasnya yang tidak bisa berfungsi normal lagi. Berawal dari situlah kedekatan Sakura dan Aku terjalin. Sakura sendiri merupakan pribadi yang menyenangkan sangat berkebalikan dengan Aku yang cenderung menutup diri dan tidak punya teman. Singkatnya, Sakura sangat disukai oleh banyak orang dan Aku, tidak.

Karena itu, banyak teman sekelas yang tidak suka ketika keduanya terlihat semakin akrab dari hari kehari—bahkan berita kalau Aku dan Sakura berpergian jauh bersamapun sempat membuat seisi kelas makin tidak menyukai Aku. Let say, “Hai kamu Si Bongkok, jangan ambil Esmeralda kami” –kurang lebih seperti itulah rekasi mereka (maafkan analogiku yang cukup memprihatinkan).

To be honest, pace membacaku terbilang agak lambat ketika membaca novel ini—cukup terganggu dengan sebutan tokoh Aku yang kelewat rumit diucapkan (bahkan lebih rumit dari Dia-Yang-Namanya-Tidak-Boleh-Disebut) hehe –tapi aku suka sekali dengan dialog antara Aku dan Sakura (diatas juga sudah kubilang tadi) Aku yang cenderung sarkastik dan Sakura yang innocent, asal nyeplos—apalagi jika berbicara mengenai kematian yang sering kali tidak pada tempatnya, benar-benar menghibur, hehehe.

“Aku suka makan jeroan. Bila ditanya apa makanan favoritku, akan kujawab jeroan. Aku suka sekali jeroan!”
“Jadi apa yang harus kukatakan kalau kau menyombongkan diri begitu?”
“Duh, tadi lupa pesan nasi putih. Kau mau?” (hal. 31)

“Bisa tidak kita jangan membicarakan perlakuan terhadap mayat sambil makan daging (yakiniku) begini?”
“Pankreasku, boleh kau makan, kok”
“Kau dengar tidak?” (hal. 33)


(aku benar-benar terhibur dengan dua tokoh ini—really, bahasa yang mereka gunakan juga cara keduanya berkomunikasi—benar-benar berlawanan, seolah-olah enggan untuk memahami satu dengan lainnya, tapi justru dengan cara itu keduanya bisa cocok, lucu sekali kan?—duh, mendadak aku jadi kangen sama my best buddy—hwkwkwk)

Apa yang membuat aku kaget plus tercengang adalah—momen ketika Sakura meninggal, benar-benar diluar pemikiranku, twist.nya perlu diacungi jempol, paling suka bagian ini—sekaligus bagian paling nyesek *siapin tisu*dan satu lagi bagian favorit aku di novel ini adalah—ketika akhirnya tahu siapa nama Aku, huwaaaahh—gemes, namanya ternyata cute *eh—abaikan yang barusan*

Kalau disimpulkan novel ini banyak pesan moralnya—terutama tentang persahabatan dan memanfaatkan hidup di sisa umur yang kita miliki, bacaan yang ringan sangat direkomendasikan—at least kalian akan terhibur dengan pembicaraan antara Aku dan Sakura, dan juga tentang pandangan hidup Sakura sendiri terhadap penyakitnya—ending.nya sangat menyentuh (yah meski gak sampe banjir air mata sih)—btw, aku juga suka surat wasiat yang ditulis Sakura.

Especially this part:
“Kau takut menjadikanku sebagai  seseorang yang ada dikehidupanmu, kan?
Kau takut menjadikanku yang akan hilang suatu saat nanti sebagai seorang ‘teman’ atau seorang ‘pacar’
Tidak usah takut. Apapun yang terjadi, manusia harus tetap berhubungan baik dengan manusia lainnya. Sama seperti kita sampai saat ini.”
Designed by FlexyCreatives