Curhat: Curhatan si Blogger Buku


*belum mulai, tapi konsentrasi uda keburu rusak karena lagu Vina Panduwinata*

Hari ini diperingati sebagai Hari Blogger Nasional, saya termasuk salah satu dari sekian ribu blogger yang ikutan bersuka cita, entah suka cita yang cuma ikut-ikutan atau benar-benar suka cita, terserah deh - pokoknya saya ada diantaranya, hehe..

Pertama kali akrab dengan dunia blog dari sekitar tahun 2007 (umm..kalo gak salah) tapi waktu itu blog masih dipakai sebatas media curhat, mengeluarkan uneg-uneg dan ngoceh sesuka hati.

*sekarang konsentrasi dirusak sama lagu Amy SEARCH*

*sebelum ada lagu aneh lagi yang merusak konsentrasi, kita cepetin aja yah curhatannya*

Share: Genre Novel Fiksi #1

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat penasaran sama yang namanya genre suatu novel, gara-garanya ada proyek baca bareng yang digelar oleh BBI dengan tema Historical Romance (disingkat Hisrom biar seru), berhubung saya ini belum lama bergelut di dunia perbukuan - jadi agak telmi deh waktu teman-teman pada bercericau (tweeting) tentang Hisrom. Jadi deh saya simpan rasa penasaran itu dan bertekad mencari tahu genre-genre umum novel fiksi (biar agak pinter dan gak telmi gitu ceritanya, xoxo)

Curhat: Dilema Lelang Buku

Hai semuanya..Mohon Maaf Lahir dan Batin ya temans, maafkeun kalau absen saya selama ini kelamaan - sangat kelamaan malah *ampuni saya yaah*

Berhubung saya juga sedang tidak dalam kondisi fit untuk menulis resensi - kali ini saya mau posting soal yang ringan-ringan aja dulu *gapapa kan* hehe..kebetulan saya punya gangguan kepala yang harus di curahkan - ini tentang Book Bid or Book Auction or Lelang Buku, why?!

Ceritanya kemarin-kemarin saya iseng ikut Book Bid yang digelar oleh Penerbit dan beberapa TB Online - alasa saya ikut ya cuma satu - suka sama buku yang sedang dilelang *what else?* Dan inilah tragedi yang umumnya terjadi saat proses lelang tersebut berlangsung - banyak peserta yang menawar tanpa tedeng aling-aling dan seringnya mereka menggila dengan harga yang dipasang - ngga sedikit yang masang kelewat jauh dari harga sebelumnya, saya..? cuma bisa menahan diri untuk tidak membanting laptop atau melempar handphone >_<

Perpustakaan Ijul (yuliono): My Giveaway: Buku Gratis Buat Yang Mau

Review: Hansel dan Gretel - Lomba Resensi Buku Serambi 2011

Judul: Hansel dan Gretel dan Dongeng-Dongeng Lain
Penulis: Grimm Bersaudara
Penerbit: Atria
Terbit: April 2011
Tebal: 184 hlm
ISBN: 9789790244610



Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman. [sumber: Wikipedia]

Judul utama di buku ini adalah Hansel dan Gretel, bercerita tentang kisah petualangan kakak beradik di hutan belantara. Keduanya sengaja ditinggalkan di dalam hutan oleh kedua orang tuanya, sebenarnya ibu tiri merekalah yang memiliki pikiran jahat tersebut, dia berpikir kalau Hansel dan Gretel di buang ke hutan maka keadaan mereka akan lebih baik dan tidak lagi kekurangan makanan.

Karena kecerdikannya beberapa kali Hansel dan Gretel berhasil kembali ke rumah setelah mereka ditinggalkan di tengah hutan, sayang sekali untuk kali ketiga mereka gagal menemukan jalan pulang dan tersesat di dalam hutan selama berhari-hari, sampai akhirnya mereka menemukan rumah seorang penyihir jahat yang berpura-pura baik dan bermaksud memangsa keduanya.

Review: Madre

Judul: Madre
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Terbit:
Juli 2011
Tebal:
176 hlm
ISBN: 9786028811491




Saya sebenarnya ogah dibilang ikut-ikutan, tapi untuk hal yang satu ini saya nggak bisa menolak untuk nggak memasukkan Madre ke salah satu koleksi buku saya apalagi kalau bukan karena penulisnya - Dee.

Madre adalah buku yang menyajikan 13 kumpulan cerpen, puisi, serta prosa pendek karya Dewi Lestari. Ini adalah buku ketujuhnya setelah trilogi Supernova, Filosofi Kopi, Recto Verso, dan Perahu kertas.

Review: Libri di Luca

Judul: Libri di Luca
Penulis: Mikkel Birkegaard
Penerjemah: Fahmy Yamani
Tebal: 588 hlm, 15 x 23 cm
Terbit: Cetakan III, April 2010
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta



Ternyata buku mampu membuat seseorang melakukan serangkaian pembunuhan, bukan karena buku itu bernilai tinggi tapi karena kekuatan yang dimiliki oleh Sang Pembaca yang dapat membuat sebuah buku begitu berbahaya bagi orang lain.

Luca Campelli adalah pemilik sebuah toko buku antik di Denmark, bernama Libri di Luca. Dia ditemukan meninggal karena serangan jantung di toko bukunya pada malam sepulangnya berpergian dari luar kota. Kematian Luca yang begitu mendadak menjadi pukulan bagi orang-orang yang mengenal dirinya, termasuk Jon Campelli. Meski hubungan antara Jon dan Luca tidak harmonis selama 18 tahun tapi kepergian ayahnya yang begitu mendadak kali ini membuat Jon sangat kehilangan.

Sebagai pewaris satu-satunya, Libri di Luca beralih kepemilikan pada Jon, karirnya sebagai pengacara dan ketidak tahuannya akan buku membuat Jon tidak menginginkan toko buku milik ayahnya tersebut. Svend Iversen, asisten Luca - berusaha meyakinkan Jon bahwa toko buku itu harus berada di tangan Jon dan bukan orang lain, karena ada sebuah rahasia di dalam Libri di Luca yang tidak boleh diketahui orang luar, termasuk kematian Luca yang diduga dibunuh oleh salah seorang Lector.

Curhat: Pembatas Buku

Lagi ngga' mereview buku *mode ON*

Jadi sambil nunggu ada buku yang direview dengan tidak membiarkan blog idle - saya buat postingan ini deh ^_^

Bicara soal pembatas buku - rasanya hampir ngga' mungkin deh kalo pecinta buku *like you guys* ngga' punya pembatas buku - saya sendiri juga punya pembatas buku - meski bukan terbuat dari bahan khusus - tapi saya cinta banget sama pembatas buku itu (kebanyakan sih terbuat dari bahan dasar kertas - mulai dari potongan gambar kalendar, pembatas buku gratisan dari tempat les dan penerbit - sampai duit 10 USD, pun jadi korban) ^_^

Sebenarnya apa aja bisa dijadikan pembatas buku, mulai dari kartu pos, foto, kwitansi, struk toko, kartu pemilu, KTP jadul, kartu nama sampai daun kering juga bisa - psst..seperti apa kepribadian seseorang bisa juga dilihat dari pembatas buku yang dia punya lho.. (kalo yang satu ini saya 'sedikit' percaya) @_@

Sebenarnya fungsi pembatas buku buat saya pribadi sih - supaya halaman buku tetep mulus tanpa bekas lipatan di ujung-ujungnya - suka ngga' rela kalo lihat orang melipat halaman buku atau majalah sesuka hati - memang sih itu bukan properti saya - tapi rasanya gemana gitu #pasangwajahsedih - banyak orang  bilang, ngga' ada salahnya buku itu kelihatan lusuh or lecek, tandanya buku itu sering dibaca - tapi buat saya memperlakukan buku seperti itu serasa berbuat dosa - kesannya kaya ngga' mampu merawat buku #_# padahal kan kita belinya pakai duit - so, merupakan suatu kewajiban untuk merawat buku semulus mungkin, right ? ^_^

Jadi selain sebagai penanda halaman - dengan adanya pembatas buku kejadian dibawah ini juga bisa di hindari, hehe..



Arti pembatas buku menurut Wikipedia, adalah:
Markah buku (Bahasa Inggris: bookmark) atau pembatas buku adalah suatu markah yang diberikan untuk menandai lokasi pada suatu karya cetak. Jenis pembatas buku yang sering digunakan biasanya berupa secarik kertas atau seuntai tali yang digunakan untuk membatasi buku. Banyak pembatas buku yang dapat dijepitkan pada halaman buku untuk mempermudah pembacaan.

Dibawah ini hasil penelusuran gambar pembatas buku yang saya dapet dari Google dan Flickr, lucu-lucu deh *jadi pengen*

Tips: 10 Tips Menulis Resensi Buku


Hoalah, coba tengok deh judulnya, agak gemana gitu - secara saya ini masih anak bau kencur - kok yaa berani-berani.nya memposting hal soal menulis resensi buku. Gapapah, saya kan mau berbagi, hitung-hitung nambah pahala - mumpung mau bulan puasa, hehee..

Ini nih tips trik.nya yang saya dapat dari Mas Adian Saputra dan Indonesia Buku : (umm, ada sedikit tambahan dari saya juga siih, tapi dikiit kok, suer)

Adian Saputra says:

Meresensi ialah menulis ihwal sebuah buku (apa itu ihwal? ihwal : hal, perihal). Kita menimbang isi buku, memberikan uraian, mengajukan kritik, pujian, dan mengulas konteks yang sesuai dengan isi buku. Dibandingkan dengan menulis artikel opini, menulis resensi bisa dibilang lebih mudah. Mengapa? Sebab, objek yang akan kita tulis itu sebelumnya sudah dibaca. Dengan demikian, keseluruhan naskah yang kita buat berasal dari pembacaan kita atas isi buku.

Hampir semua media cetak dan majalah, punya rubrik resensi. Umumnya hadir setiap hari Sabtu dan Minggu. Di situlah setiap penulis bersaing mengirimkan karya resensi terbaiknya.

10 tips di bawah ini semoga membantu kita yang hendak meresensi buku:

Tips: 3 Trik Membaca Buku Lebih Efektif

Punya banyak koleksi buku? Masih ingatkah Anda, buku apa saja yang pernah dibaca dan apa inspirasi yang Anda dapatkan dari buku itu? Jika Anda menjawabnya, "Aduh, sudah lupa", atau bahkan sama sekali tak ada kesan dari buku yang Anda baca, bisa jadi, cara membaca yang diterapkan selama ini tidak efektif. Penulis buku "101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda" yang juga pakar EQ, Anthony Dio Martin membagi 3 cara yang bisa diterapkan untuk membaca secara efektif dan mendapatkan manfaat dari apa yang Anda baca. Apa saja triknya?

Review: Jejak Langkah

Judul: Jejak Langkah
Penulis: Pramoedya Ananta Toer



Ini buku kedua Tertralogi Buru yang rampung saya baca (harusnya ini jadi buku yang ketiga - sayangnya saya memang belum baca seri buku pertamanya - tapi langsung lompat ke seri kedua dan ketiga) - sekarang malah baca seri keempat #finalchapter, Rumah Kaca

Saya kurang begitu yakin, tapi rasanya lebih baik mengikuti seri ini dari awal - meski gak salah juga kalau potong kompas #tunjukdirisendiri, hehee ^_^"

Di buku ini, Minke - tokoh utama - memutuskan untuk lebih peduli dengan kondisi bangsanya - Pribumi Hindia. Menurut saya, perubahan itu dimulai ketika dia mengenal Ang San Mei - istri keduanya. Minke memulai perjuangannya dengan mendirikan organisasi dan surat kabarnya sendiri.

Medan - itulah nama surat kabarnya

Review: Ulysses Moore #2: Peta Yang Hilang

Judul: Ulysses Moore #2: Peta Yang Hilang
Penulis: Pierdominico Buccalario

Kecewa..

Iya saya kecewa begitu tiba di halaman akhir (>_<)
Karena kali ini Jason, Rick dan Julia - harus berkali-kali mengalami cobaan yang berat - dan yang paling membuat saya gemas setengah mati adalah kehadiran Oblivia Newton di Ruangan Yang Tak Pernah Ada #pengencakar

Review: Momoye Mereka Memanggilku



Judul: Momoye Mereka Memanggilku
Penulis: Eka Hindra & Koichi Kimura

Saya - I don't know how to say it. Selama ini - semenjak duduk dibangku sekolah, saya memang sudah menerima pelajaran sejarah. Tentang kisah perjuangan para pahlawan kita jaman dulu melawan tentara Jepang. That's IT cuma itu thok! Tapi buku ini seolah melempar kenyataan lain ke wajah saya.

Bahwa ada cerita mengerikan di balik itu semua. Bahwa pengorbanan yang diberikan rakyat kita dulu untuk suatu kemerdekaan bukan hanya ada di pundak laki-laki, para perempuan juga ikut menanggung kesengsaraannya.
Buku ini - menceritakan tentang masa lalu Mardiyem yang kelam. Dia adalah salah satu korban kekejaman tentara Jepang pada tahun 1942-1945.

Review: Bookends



Judul: Bookends

Penulis: Jane Green

Sudah pasti alasan saya membeli dan membaca buku ini karena tertarik oleh : judulnya - ilustrasi covernya - dan - sinopsisnya. It's about books, fellas'
Bookends yang ditulis oleh Jane Green ini menceritakan tentang kisah persahabatan antara Cath, Si, Josh dan istrinya Lucy. Bagaimana mereka menghadapi berbagai masalah yang rumit dan masih bisa tetap mempertahankan persahabatan diantaranya. So sweet.

Well, alur ceritanya menarik - selain karena penulis mengisahkan kehidupan para tokohnya dengan sangat baik - apa yang terjadi di halaman berikutnya sangat susah ditebak.

Kehidupan mereka berempat -

Review: Totto-chan Gadis Cilik di Jendela



Judul: Totto-chan - Gadis Cilik di Jendela
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi

Well, not much I can say here. Totto Chan – Gadis Cilik di Jendela memang buku yang menyenangkan untuk dibaca, baik oleh anak-anak ataupun orang dewasa. Sekilas buku ini mirip seperti kumpulan cerita pendek dari kehidupan penulisnya sewaktu beliau masih kecil dan duduk dibangku sekolah dasar. Disini penulis, Tetsuko Kuroyanagi membagi kisah kecilnya ketika dia bersekolah di Tomoe Gakuen – sekolah yang memiliki kepala sekolah yang sangat luar biasa dan memahami murid-muridnya, Sosaku Kobayashi.

Review: Memoirs of Geisha

Judul: Memoar Seorang Geisha
Penulis: Arthur Golden



Believe it or not – alasan saya mau baca buku tebal ini gara-gara saya lihat buku ini dipajang di rak paling depan perpustakaan kantor saya, penasaran seperti apa ceritanya – finally I took this book *dalam hati, I will read this book without rest, coz the synopsis has caught my heart* duilee.. #_#

Memoar Seorang Geisha – menceritakan kisah perjalanan hidup seorang Geisha bernama Sayuri. Dimulai ketika Sayuri masih anak-anak – saat itu dia dikenal sebagai Chiyo. Chiyo adalah anak seorang nelayan miskin yang tinggal di desa nelayan Yoroido bersama Ayah, Ibu, dan kakak perempuannya, Satsu. Kehidupan Chiyo dan Satsu berubah semenjak dia bertemu dengan Tuan Tanaka. Melalui Tuan Tanaka ini Chiyo dan Satsu terpaksa meninggalkan rumah dan kedua orang tuanya untuk dibawa pergi ke Kyoto dan dijadikan geisha. Kesedihan Chiyo masih ditambah lagi karena dia harus dipisahkan dari Satsu, setibanya mereka di Kyoto.

Review: Supernova - Petir

Judul: Supernova - Petir
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari


Akhirnya, tibalah waktunya bagi saya mereview seri ketiga Supernova: Petir *hohoho*
Setelah berhasil mereview seri kedua-nya – Akar beberapa waktu yang lalu, saya jadi mendadak ‘kesetrum’ pengen cepet-cepet menyelesaikan mbaca Petir dan nulis review-nya, and this is it – Review Petir ala Me ^_^

Tokoh utama Supernova kali ini adalah Elektra – biasa dipanggil Etra, she’s a girl. Elektra tinggal bersama kakak perempuannya bernama Watti dan Ayahnya yang seorang tukang listrik yang mempunyai ‘bengkel’ khusus elektronik bernama Wijaya Elektrik di rumah mereka yang bergaya Eropa.

Review: Supernova - Akar

Judul: Supernova - Akar
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari

Buku ini memang sudah ada sejak 9 tahun yang lalu tapi saya sendiri baru punya buku ini tahun 2011 hasil dari berburu di toko buku bekas di Jalan Semarang, Surabaya.
Waktu itu pemilik kios rela melepas Supernova's dengan harga enam-puluh ribu rupiah, untuk ketiganya. Girang! So pasti, karena hasrat saya terpenuhi, haiyah..
Oke, cukup sekian tentang saya, let's start review The Root ^_^v


Tokoh utama di seri kedua ini adalah - Bodhi (saya lebih suka menyebut dia backpacker ketimbang biksu, hehe..)


Bodhi is amazing - kalo saja dia beneran hadir di kehidupan nyata - saya pasti jatuh cinta sama dia. Yah, selain karena orang-nya cuek-apa-adanya - he's so shiny too (lupakan sementara masalah kepala plontosnya)

Review: Totto Chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World

Judul: Totto Chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi

Salah satu Prolog dalam buku Totto Chan's Children:



Disebuah desa tak bernama di Tanzania
Ada anak-anak yang tak bisa berpikir atau bicara
Otak mereka rusak karena kekurangan gizi
Mereka bahkan tak bisa berjalan
Mereka hanya bisa merangkak
Kepala desa yang sudah tua berkata padaku
"Miss Kuroyanagi, saat Anda kembali ke Jepang
ada satu hal yang saya ingin Anda ingat:
Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka.
Tapi anak-anak hanya diam, mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang,
mempercayai kita, orang-orang dewasa"

Membaca buku ini benar-benar bikin hati pedih, melebihi rasa kalau lagi patah hati. Disini Tetsuko menceritakan pengalaman-nya mengunjungi sejumlah negara saat dia menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF pada tahun 1984 - 1997. Disana dia bertemu dengan anak-anak yang menderita

Review: Ulysses Moore #1: Pintu Waktu

Satu kata buat seri Ulysses Moore: Awesome..! (Keren)

Dari tampilan luarnya aja kita udah bisa ngasih pujian (padahal kaan, ada pepatah Don't Judge A Book From Its Cover) tapi yaahh, anggap aja yang satu ini pengecualian ^_^v

Jujur, saya pribadi terpesona sama packaging-nya (Hard Cover) dengan ilustrasi gambar yang pas (gak terlalu childish juga gak terlalu creepy untuk ukuran buku misteri), belum lagi gambar-gambar yang dibuat berupa sketsa, benar-benar menghidupkan kesan misteri didalamnya, membuat kita semakin penasaran untuk mengikuti setiap lembar ceritanya.

Cerita ini sendiri berawal ketika Keluarga Covenant pindah ke Kilmore Cove bersama kedua anaknya dan menempati sebuah rumah besar yang di beri nama Argo Manor oleh pemiliknya, Ulysses Moore. Kepada Nestor, si Penjaga Rumah inilah Argo Manor dititipkan. Keberadaan Ulysses Moore sendiri masih merupakan misteri, isu beredar bahwa Moore sudah meninggal, tapi Nestor sendiri tak mau banyak bicara mengenai majikannya itu.

Review: Gadis Korek Api

Judul Buku : Gadis Korek Api dan Dongeng-Dongeng Lain
Penulis : H.C. Andersen



Gadis Korek Api merupakan buku yang terdiri dari 10 kumpulan dongeng karya H.C. Andersen, penulis legendaris dari Denmark. Sebagian dongeng yang dimuat di sini sudah sangat familiar, seperti Kisah Cinta Putri Duyung Kecil, Thumbelina, Gadis Korek Api, Baju Baru Kaisar, dan juga Anak Itik Buruk Rupa. Namun ada juga beberapa cerita yang masih jarang terdengar, seperti Angsa-angsa Liar, yang bercerita tentang seorang puteri yang dipisahkan dari kesebelas kakak laki-lakinya yang telah disihir menjadi angsa liar.
Designed by FlexyCreatives