Review: Totto Chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World

Judul: Totto Chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi

Salah satu Prolog dalam buku Totto Chan's Children:



Disebuah desa tak bernama di Tanzania
Ada anak-anak yang tak bisa berpikir atau bicara
Otak mereka rusak karena kekurangan gizi
Mereka bahkan tak bisa berjalan
Mereka hanya bisa merangkak
Kepala desa yang sudah tua berkata padaku
"Miss Kuroyanagi, saat Anda kembali ke Jepang
ada satu hal yang saya ingin Anda ingat:
Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka.
Tapi anak-anak hanya diam, mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang,
mempercayai kita, orang-orang dewasa"

Membaca buku ini benar-benar bikin hati pedih, melebihi rasa kalau lagi patah hati. Disini Tetsuko menceritakan pengalaman-nya mengunjungi sejumlah negara saat dia menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF pada tahun 1984 - 1997. Disana dia bertemu dengan anak-anak yang menderita psikologis akibat perang, anak-anak yg melihat orang tua mereka dibunuh dalam pembantaian massal, juga menjadi korban hingga mengalami cacat fisik seumur hidup mereka - yang paling menyedihkan adalah banyak-nya jumlah anak-anak yang meninggal akibat kekurangan gizi dan buruknya sanitasi, banyak diantara mereka yang meninggal dengan sia-sia karena tidak tersediannya air bersih untuk dikonsumsi. Hampir sebagian besar penduduk negara bagian Afrika meninggal karena kekeringan dan kelaparan yang melanda negara mereka selama bertahun-tahun diperparah dengan berlangsungnya perang saudara untuk kurun waktu yang sangat lama, dan tetap anak-anak-lah yang menjadi korban.

Tanzania - 1984 : ..mengambil air adalah pekerjaan sulit dan yang harus mengerjakan semua itu adalah anak-anak kecil, mereka harus berjalan sejauh 4,8 kilometer jika sumbernya dekat dan sejauh 9,6 kilometer jika sumbernya jauh..

Nigeria - 1985 : ..dengan curah hujan yang hanya 2,5 centimeter, Nigeria adalah negara yang mengalami kekeringan terparah..

India - 1986 : ..92 persen anak-anak di kota Madras atau setidaknya setengah dari anak-anak di India, menderita kekurangan gizi - diare - tetanus, sampai akhirnya mereka meninggal..

Mozambik - 1987 : ..negara dengan tingkat literasi hanya 2 persen. Apartheid merupakan mimpi buruk, fasilitas umum hancur, para laki-laki dibunuh, wanita-wanita diperkosa, dan anak-anak melihat semua itu di depan mata mereka..

Kamboja - 1988 : ..rezim Pol Pot menghancurkan negara ini, perang yang berkepanjangan serta pembantaian massal membuat anak-anak kehilangan orang tua..

Vietnam - 1988 : ..anak-anak bekerja dari pagi hingga malam hari. mereka pergi ke sekolah pukul 19.00-21.30..

Angola - 1989 : ..tentara gerilya antipemerintah memotong kaki dan tangan anak-anak, setelah sebelumnya membunuh ayah, ibu dan saudara mereka di depan mata..

Haiti - 1995 : ..anak-anak perempuan terserang HIV karena menjadi pelacur untuk memberi makan keluarganya. Anak-anak jalanan dijebloskan ke penjara, tanpa mengetahui apa kesalahannya..

Itulah beberapa negara yang diceritakan Tetsuko dalam bukunya  Totto Chan's Children, masih ada 5 negara lagi yang akan diceritakan olehnya, tidak ada satupun dari negara-negara tersebut yang bisa membuat saya gembira semuanya menyisakan kesedihan.

Betapa kurang bersyukurnya saya selama ini, terutama mengenai makanan (menyakitkan rasanya mengetahui begitu banyak anak-anak di dunia ini yang kelaparan dan tidak makan sampai berbulan-bulan) sedangkan saya, terlalu pemilih dan rewel. Saya yang hidup di negara yang bisa dibilang damai ini, tidak ada perang, tidak mengalami kekeringan, hampir semua hal bisa tercukupi, listrik, air dan makanan..masih juga sering mengeluh, apalagi yang kurang jika dibandingkan anak-anak itu?

Dengan buku ini kita dibuat benar-benar bersyukur atas semua nikmat yang sudah Tuhan berikan..

This is recommended book, you must read! ^_^v

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar-Rahman)

Posting Komentar

Designed by FlexyCreatives