Review: Treasure Island

Image

Judul: Treasure Island
Penulis: Robert Louis Stevenson
Penerbit: Atria
ISBN-13: 9789790244658
Tgl Penerbitan: April 2011
Bahasa: Indonesia
Halaman: 352 hal.

Usia kelayakan baca: 12 tahun or above


"...Demi pohon..." (hal. 320)

Selesai membaca buku ini, yang langusng tergiang-giang dan membekas adalah kata tersebut, "demi pohon, demi badai, demi petir, demi dewa - dan demi-demi lainnya - diucapkan berulang-ulang mirip mantra sakti - sayangnya saya belum sempat mencari tahu versi inggrisnya ditulis seperti apa.

Membaca buku ini langsung berasa seru di awalnya - jujur saya suka sama tokoh Billy Bones, sayang dia mati diawal cerita, nah menurut saya tokoh utamanya disini jelas bukan si Jim Hawkins seorang anak laki-laki, dari Admiral Benbow. Tapi, hayoo coba tebak?

Novel ini lebih menceritakan tentang perjalanan Jim Hawkins dan teman-teman dewasanya berburu harta karun di Pulau Tengkorak (if I'm not mistake) - seperti yang saya bilang cerita ini sudah seru sejak awal - semenjak Kapten Billy Bones menginap di Admiral Benbow dan dia merecoki pemiliknya dengan tingkah polahnya yang khas Bajak Laut. Petualangan Jim sendiri baru dimulai ketika dia mewarisi peta harta karun Sang Kapten setelah dia meninggal akibat stroke. Akhirnya Jim membawa peta tersebut ke orang yang bisa dia percaya - Dokter Livesey.

Dan disitulah semuanya dimulai, Dokter Livesey dan temannya Hakim Trelawney, memutuskan untuk mencari harta karun yang ada di peta Sang Kapten, mereka mengajak Jim karena dia yang menemukan peta tersebut - finally, Jim resmi menjadi awak kapal paling muda di Hispaniola. Setelah seluruh awak kapal terkumpul, Hispaniola pun siap berlayar ke Pulau Tengkorak.

Di tengah perjalanan, Jim sempat mencuri dengar adanya pemberontakan yang akan dilakukan oleh para awak kapal yang kebanyakan adalah mantan bajak laut - mereka berniat menyabotase kapal dan juga harta karunnya, terntu saja tidak segan-segan membunuh beberapa orang yang tidak di pihak mereka, sebut saja Dokter Livesey, Hakim Trelawney dan Jim sendiri.

Mampukah Jim dan teman-teman baiknya melawan pemberontakan para mantan bajak laut ini? Lalu bagaimana dengan harta karun itu sendiri, apakah masih ada atau sudah diambil oleh orang lain?

Saya ngga berniat spoiler - jadi, you know what you've to do, ehehe..

Sekarang pendapat saya soal buku ini..

Buku ini saya beri rating 3 dari 5 bintang, agak kurang memuaskan. Karena ceritanya datar dan biasa, umm..masih jauh dari ekspektasi saya soal cerita bajak laut dan harta karun. Dari awal hingga menjelang akhir cerita kebanyakan bercerita soal Jim, teman-temannya dan para pemberontak - sedikit sekali yang menyinggung soal harta karun >_<

Dan jujur aja, saya lumayan dibingungkan dengan beberapa kalimat - mungkin hasil terjemahannya kurang sesuai atau apa. *ugh*

Soal ending, tentu saja happy ending. I love happy ending. Dan pertanyaan terakhir saya ketika menutup buku - that's it? (dengan ekspresi dan intonasi nggak percaya plus kaget) hehehe..

PS: klo ini buku anak-anak, saya nggak rekomen ini dibaca anak-anak karena ada cerita tentang pembunuhan dan semacamnya..

Rate: 3/5

Buku ini diikutsertakan dalam event: FYE Children's Literature Reading Challenge

Posting Komentar

Designed by FlexyCreatives