Review: Alpha Wife

Judul: Alpha Wife
Penulis: Ollie
Penerbit: Gagas Media
Hal: 194 hlm
Terbit: 2009
 
 aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada angin yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

-Sapardi Djoko Damono


Judul di novel ini, membuat saya memasukkannya di keranjang belanja tanpa harus berpikir dua kali. Dari cover dan judulnya memang bisa ditebak cerita apa yang akan diusung Ollie kali ini dan saya malah ingin tahu nilai apa yang bisa saya ambil darinya.

Alpha Wife, bisa diartikan sebagai - istri super (ini istilah saya) yang lebih banyak mengambil alih kemudi rumah tangga. Umumnya mereka lebih baik dari sisi penghasilan ketimbang sang suami. Di novel inipun, Ollie mengisahkannya persis seperti itu. Malena si istri, adalah seorang Editor in Chief majalah fashion ternama, dan Erik, sang suami, adalah guru komputer di sekolah swasta. Di awal pernikahan mereka, Malena percaya bahwa perbedaan-perbedaan yang ada antara keduanya akan membuat pernikahannya semakin berwarna dan menyenangkan.

Tapi seiring berjalannya waktu dan melesatnya posisi Malena di perusahaan, anggapan bahwa perbedaan itu menyenangkan sudah mulai hilang dari benak Malena. Dirinya merasa bahwa pekerjaan Erik sebagai guru kurang menghibur (ini istilah saya, lagi) dia ingin Erik melepaskan pekerjaannya sebagai guru dan bekerja di perusahaan yang lebih menjanjikan, dari segi penghasilan tentunya. Hal itulah yang lambat laun mengguncang keharmonisan rumah tangga Malena dan Erik, keduanya saling mempertanyakan haruskah pernikahan mereka berakhir dengan cara seperti ini.

Novel yang sangat bangus, benar-benar mengena di hati karena ceritanya seperti apa yang terjadi di kehidupan nyata. Bahkan bisa dibilang nggak terlalu jauh juga dari kehidupan saya sendiri. Makanya kenapa saya langsung suka novel ini meski baru baca judulnya aja ^_^

Wanita memang kadang lebih sering keblinger jika pekerjaan, pendidikan dan keberuntungannya sudah diatas laki-laki, masih bisa diterima selama kearogansian itu tidak dibawa masuk ke kehidupan pernikahan.

Saya baru mereview Alpha Wife, padahal bukunya sudah tamat dibaca setahun yang lalu, yah sekaligus mengingatkan bagaimana novel ini dulu pernah menabok saya agar tidak terus-terusan menjadi wanita yang keblinger, I love this book, Alpha Wife - bacaan yang pas untuk wanita karier yang sukses dan memiliki pasangan yang mencintai kesederhanaan (seperti Malena dan Erik)

Akhirnya semua kembali pada permulaan. "Mengapa seseorang memutuskan untuk menikah?"
  1. Tertarik sama kutipan puisi Sapardi. hehehehe, suka banget sama puisi itu.
    Aku udah lama liat buku ini nangkring di persewaan langganan. Tapi selalu mengurungkan niat buat pinjem yang satu ini. Takut kecewa soalnya aku lebih suka cerita yang mana tokoh utama pria lebih mendominasi. Tapi setelah baca review di sini, mungkin aku bakal mempertimbangkan buat baca lain kali :)

    -Tara Kinsei-

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives