Review: Little Men

Judul: Little Men
Penulis: Louisa May Alcott
Penerbit: Atria
ISBN: 9789790244634
Terbit: Januari 2011
Tebal: 453 hlm


Setiap anak itu ajaib dan unik. Termasuk dalam hal mendidik, kita tidak bisa menyamaratakan antara anak yang satu dan yang lain dengan cara yang sama. Karena tiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda, bahkan pada anak kembar sekalipun ada perbedaan diantaranya. Mungkin itulah yang coba disampaikan Louisa May Alcott dalam bukunya Little Men terbitan Serambi kali ini.

Jadi, bukan pilihan yang salah kalau minggu lalu saya ambil buku ini dari salah satu tumpukan yang ada di bagian buku anak di salah satu toko buku favorit. Saya memang belum pernah membaca karya-karya Alcott sebelumnya, sebut saja Little Woman dan Good Wives. Meski begitu saya langsung memutuskan suka terhadap penulis yang satu ini. Caranya bercerita sungguh menyenangkan.

Di novel yang berjudul Little Men ini, Alcott menceritakan tentang sepasang suami istri Bhaer dan biasa disebut dengan Bapak dan Ibu Bhaer, mereka berdua adalah pemilik sekaligus pendidik sebuah sekolah kecil yang didirikan di salah satu bagian rumah mereka. Sekolah kecil itu bernama Plumfield dan murid-muridnya kebanyakan adalah anak laki-laki. Apa yang membuat sekolah ini begitu istimewa? Pertama, cara mengajar dan mendidik anak-anak yang dilakukan Bapak dan Ibu Bhaer sangat berbeda; Kedua, tentu saja selusin murid-muridnya yang ajaib, saya bilang ajaib karena memang itulah sebutan yang paling pas untuk mereka.

Ada Nat si pemalu yang jago bermain musik, si kembar Demi dan Daisy, Tommy yang bandel dan lincah, George "Stuffy" yang gembul, Dan si liar yang baik hati, Jack yang lihai dan jago berhitung, Ned si pelaut jadi-jadian, dan masih banyak lagi monster kecil lainnya..lebih baik temukan sendiri sisanya di novel ini.

Cara mengajar Bapak dan Ibu Bhaer sekilas mengingatkan saya akan Pak Kobayashi, guru Totto Chan (Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela) yang juga sama-sama luar biasa. Mereka mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan kepercayaan yang begitu besar. Anak-anak diberikan kebebasan sepenuhnya untuk melakukan apa yang mereka suka dan para guru hebat itu tidak berniat untuk memaksakan kehendak mereka pada murid-muridnya, mereka malah sebaliknya, sangat mendukung apa yang menjadi kesukaan anak-anak itu.
"Biarkan saja dia jadi ahli mekanik kalau dia mau," kata Pak Bhaer. "Berikan seorang anak pekerjaan, dan dia akan menjadi mandiri. Pekerjaan adalah hal yang berguna dan terhormat. Apa pun bakat yang mereka miliki, apakah itu dalam hal puisi atau bertani, itu akan diasah dan memberi manfaat bagi mereka saat diperlukan" (hal.68)


Dan itu semua terbukti, bahwa kerja keras yang dilakukan Bapak dan Ibu Bhaer pada anak-anaknya tidak sia-sia, dan hasilnya jauh melebihi apa yang mereka berdua impikan sebelumnya. Dan bukan lagi si liar, Nat membenci sifat pembohongnya yang dulu, Daisy dan Demi berubah menjadi anak-anak yang tangguh, dan anak-anak yang lain juga tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih menyenangkan. Itu semua berkat peran guru yang membimbing dan mendidik murid-muridnya dengan penuh kasih sayang, kesabaran dan kepercayaan pada tunas-tunas muda tersebut.
Anak-anak bagaikan tanaman yang sedang tumbuh, sehingga perlu dirawat dengan baik. - Friedrich Froebel

Saya benar-benar tidak bisa menahan tawa saat membaca tentang keluguan dan kekonyolan anak-anak di Plumfield, terutama dibagian cerita, saat Nan dan Rob tersesat di kebun buah beri, so cute. Banyak cerita di novel ini yang bergantian membuat saya terharu dan tertawa-tawa sendiri. Alcott is great, caranya bercerita sungguh menghibur, terima kasih juga untuk sang penerjemah Mutia Dharma, soul.nya dapet, keren. Alcott bercerita dengan gaya bahasa anak-anak yang apa adanya dan Mutia menerjemahkan dengan sangat baik. Good job, I Love it.

Buku rekomendasi untuk para pengajar dan orang tua dan siapa saja yang ingin menyelami dunia anak-anak lebih baik. Very recommended.
  1. Buku tema anak2 kategori di bagian anak... ceritanya lucu?!
    Okeh.. seepp... ini jadi wish list saiah aaahhh :D

    Tengqyu review-nya ^_^

    BalasHapus
  2. Saya penggemar novel anak-anak, kayaknya boleh ni. Slama ini cuma berkutat di buku-bukunya Raoald Dahl sama enyd Blyton, heheh

    BalasHapus
  3. Waktu bookfair minggu kemarin sempet ragu buat beli buku ini, terus gak jadi. Padahal ternyata bagus ya? Hiks... jadi nyesel :(

    BalasHapus
  4. Wah makasih reviewnya Mba, aku baru baca yg Little Women aja..,pengen baca jg yg ini
    :D belum pernah baca

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives