Review: Frea - Si Cantik dan Genius di Ground Zero


Judul: Frea - Si Cantik dan Genius di Ground Zero
Penulis: Thee, Rien
Genre: Fiksi » Misteri & Kriminologi
Penerbit : Laksana (Diva Press)
ISBN: 9786027723276
Tebal: 426 hlm.

"Hatiku tak berbeda dengan Hutan Broceliande yang hening, senyap, dan tanpa suara. Menyiratkan ketakutan dan hawa mistis yang sangat kental. Aku bagaikan Viviane yang kehilangan istana kristalnya akibat kekecewaan Merlin sang Penyihir..." (hal. 278)

Novel yang terdiri dari 2 bagian cerita ini mengisahkan tentang seorang Ayah sekaligus Ilmuwan bernama Jean Paul Dubois, dan memiliki putri tunggal yang sangat disayanginya, belakangan barus saya tahu bahwa nama putrinya adalah Louise. Jean Paul memiliki ambisi yang sangat besar untuk menguasai dunia, dengan berbekal kepandaian yang dimilikinya, Jean memimpin dan mendirikan organisasi bernama Treize Lune.

Treize Lune mengembangkan produk berupa manusia kloning. Hasil ciptaan Jean yang pertama diberi nama TJ-1 atau selanjutnya dikenal sebagai Frea. Jean Paul mengambil sampel sel milik putri kesayangannya dan menduplikasinya menjadi Frea.


Frea tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas - sekaligus seorang pembunuh berdarah dingin yang mengerikan. Sudah banyak korban mati mengenaskan ditangan Frea, Jean Paul mulai khawatir jika suatu saat Frea akan berhasil menemukan dirinya dan menghabisi semua orang yang dulu menciptakan.nya, karena meskipun Frea adalah manusia buatan tapi dia memiliki emosi layaknya manusia pada umumnya - Jean Paul tidak ingin emosi yang dimiliki Frea merusak produk ciptaannya, dia ingin agar Frea bisa dikendalikan seutuhnya 100%. Tapi sayang, apa yang diinginkan Jean Paul tidak pernah mungkin bisa terjadi.

Dengan begitu banyaknya korban pembunuhan - seorang detektif wanita bernama Yuri Silvia dilibatkan oleh kepolisian untuk menangani kasus pembunuhan yang dilakukan Frea. Perjalanan Detektif Yuri untuk menemukan otak dibalik pembunuhan sebenarnya ternyata masih sangat panjang dan Frea bukanlah musuh yang selama ini Yuri kira, karena di suatu tempat di Paris, Yuri bertemu dengan Frea lainnya.

***

Ditempat yang lain, Louise Dubois menjadi target penculikan Olivia Krall - asisten Jean Paul, sekaligus pemimpin organisasi Ground Zero, Olivia berniat mendapatkan informasi dari Lousie mengenai data rahasia organisasi Ayahnya, Jean Paul. Olivia sama berambisinya dengan Jean Paul - dia ingin mengembangkan dan menyempurnakan produk manusia kloning milik Jean Paul dan menjadikannya mesin pembunuh yang hebat.


Tapi usaha Olivia tidak berjalan mulus, seorang Mahasiswa Hukum bernama Randy Sebastian yang terpaksa dipalsukan identitasnya sebagai Detektif agar bisa terlibat langsung menangani kasus Louise, menghalangi rencananya Olivia. Bagaimana Randy bisa tiba-tiba mengacaukan rencana Olivia? Karena di malam sebelumnya telah terjadi pembunuhan secara brutal terhadap 10 orang remaja disebuah penginapan dekat tempat tinggal Louise.

Louise menjadi tersangka utama karena ada seorang saksi mata yang melihatnya melakukan semua pembunuhan itu, siapakah saksi matanya? Baca sendiri - dan siap-siap bergidik dibuatnya ^_^

***

Siapa sangka ternyata saya mampu mengikuti kisah di buku ini hingga ke halaman terakhir - dan jujur saya merasa kurang, kurang puas dengan ending ceritanya - kesannya seperti buru-buru dibikin agar cepat selesai, padahal kalau mau dikembangkan lagi, saya yakin cerita ini bisa sangat menarik.

Saya suka ide ceritanya menggunakan manusia kloning sebagai senjata pembunuh yang nantinya digunakan untuk menguasai dunia. Keren aja gitu, jadi kebayang film Bourne atau Hitman. Tapi sayang, ide sebagus itu harus berakhir dengan ending yang menurut saya kurang, cerita yang sudah dibangun dari awal seolah-olah kehilangan gregetnya begitu sampai dibagian akhir cerita.

Sungguh dari awal sampai pertengahan, ceritanya keren banget, saya suka..tapi pertengahan ke akhir - saya ngga suka. Ide Olivia membawa 4 buah Shotgun dan Machine Gun itu juga agak ganjil menurut saya - yah, tahu sendiri kan Shotgun itu segede apa, dan machine gun sendiri segede apa? (klo yang pernah main game Time Crisis dan Counter Strike pasti ngerti deh) mana bisa 1 orang membawa senjata sebanyak itu, belum lagi ditambah dia harus mengendong Louise, nah kan?

So, dengan ini saya beri Frea 3 bintang - karena ceritanya emang beneran bagus (diawal.nya a.k.a Bagian 1)

Review ini dipersembahkan to Kang Dion dan Diva Press, terima kasih banyak sudah mau memberikan saya buku ini..
  1. Wah, kalo dilihat dari nama-nama tokohnya, ini kisah settingnya ada di Prancis, Rusia dan Indonesia. Iya nggak? Atau pakai alter-universe dengan setting waktu masa depan?

    BalasHapus
  2. waaa, so much spoiler hihihi tapi gapapa, emang pengen banget baca ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahh, iya kah? (red: spoiler) maapkeun - ^^7
      tapi klo udah baca bukunya, review saya diatas 'hanyalah butiran debu' #apasih - selamat membaca yah, ditunggu review-nya ^^v

      Hapus
  3. Wiiiiiih! Jadi penasaran pengen baca mbak :3

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives