Review: Let Go


Judul: Let Go
Penerbit: Gagas Media
Penulis: Windhy Puspitadewi
Editor: Widyawati Oktavia
Proofreader: Gita Romadhona
Desain Cover: Mira Tazkia

Novel ini bagus, ini novel ABG pertama yang saya baca setelah lulus kuliah (iya, saya sudah berhenti baca novel teenlit sejak lulus kuliah, mungkin karena faktor U, jadi aliran bacaan saya juga ikut berubah, hehe..*alesan*)

Saya suka novel ini, meski para tokohnya adalah anak-anak SMU tapi tema yang diangkat bisa dibilang out-of-the-box, bukan mengenai kisah percintaan klise khas ABG tapi mengenai  arti dan bagaimana menghadapi kehilangan orang-orang terdekat, keluarga juga sahabat.

Tokoh utama novel ini bernama Caraka, anak baru pindahan yang dikeluarkan dari sekolah sebelumnya karena hobinya yang suka berkelahi. Demi mencegah Raka berbuat onar di sekolah barunya, bu Ratna selaku wali kelas, menempatkan Raka sebagai salah satu pengurus mading sekolah bersama dengan 3 teman sekelasnya yang lain, Nathan, Nadya dan Sarah.


Kepribadian ketiga orang yang saling bertolak belakang itu bisa saling melengkapi dengan hadirnya Raka ditengah-tengah mereka. Nathan si perfeksionis cerdas berwajah dingin, Nadya si aktif yang selalu ingin melakukan semuanya sendiri dan Sarah si pemalu yang tidak ingin menyakiti orang lain. Dengan sikap Raka yang suka membantu siapapun tanpa pandang bulu, membuat mereka berempat bisa menjadi akrab satu sama lain.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan Raka yang tidak bisa menerima kepergian Ayahnya yang meninggal akibat penyakit kanker paru-paru, entah kenapa Raka memilih membenci ayahnya semenjak beliau meninggal, menurut Raka jika dia membenci ayahnya maka ingatan Raka terhadap ayahnya akan tetap ada.

"Kamu ngga benci ayahmu, kamu pura-pura benci justru karena kamu sangat mencintainya. Kamu ngga sanggup menerima kenyataan kalau dia sudah meninggal. Begitu kan?" (hal. 208) -Nathan to Caraka
"Kamu harus mencoba melepaskannya, buat ayahmu, untuk ibumu dan-terutama-buat dirimu sendiri. Mencoba melindungi hatimu dengan cara membenci orang yang kamu cintai? Kamu menyiksa dirimu sendiri" (hal. 209) -Nathan to Caraka

Saya suka dengan cerita novel ini, saya suka dengan ceritanya yang mengalir dan tidak membosankan, terutama saya suka dengan dialog antar tokohnya, menyenangkan dan fresh, membuat saya ketawa sendiri (selalu ada nilai plus buat novel yang bisa bikin saya ketawa, yang tidak hanya membuat kening berkerut)

"kadang-kadang, kata-kata yang kamu ucapkan emang ngga sesuai sama mukamu" (hal. 206)

Ditengah-tengah keakraban yang sudah terjalin diantara Caraka, Nadya, Sarah dan Nathan. Caraka yang seolah menemukan keluarga baru kembali di hadapkan dengan kesedihan yang membuat hatinya terluka. Apakah Caraka kali ini sanggup menghadapi kehilangannya yang kedua? Apakah tujuan sebenarnya Bu Ratna, menjadikan Caraka pengurus mading Veritas? Kalau mau tahu kelanjutannya, baca novelnya yah ^_^
"Kalau emang menyakitkan, kalau emang berat buat pergi dan melepaskan persahabatan kita, jangan lakukan. Ambil kesempatan sekecil apapun itu demi dirimu sendiri dan ..demi aku" (hal. 234)

Rating: 3/5
Recommended

Covernya menarik, khas Gagas deh pokoknya, cuman saya bingung, kenapa burung (camar) yang jadi ilustrasinya, dunno..seingatku tidak ada cerita yang berlatar pantai atau burung camar, seingatku lho yaa..untuk typo, iya, saya menemukan beberapa typo di novel ini, juga inkonsistensi di awal bab mengenai penggunaan kata ganti orang "kamu - kau" (hal. 4-5) saya sih kurang begitu memperdulikan typo dan inkonsistensi selama itu tidak menganggu jalan ceritanya, dan yah selama typo-nya tidak keterlaluan banyaknya, saya pasti akan baik-baik saja.

Sekilas yang ada di kepala saya begitu menutup novel ini, "wow, ceritanya bagus, tapi kenapa kok tokoh-tokohnya mirip sama komik serial cantik" dan yang paling menonjol itu karakter Caraka dan Nathan, cute siihh (buat saya yang penggemar komik) tapi buat pembaca lain, mungkin bisa jadi tidak ^_^
Jadi, sementara saya hanya bisa memberikan rating 3 untuk novel ini. Semangat yah Windhy, ditunggu karya lainnya ^_^
  1. Kalo ada buku yang bisa bkin dewasa tertarik padahal temanya tentang dunia remaja, maka buku ini pastiiiii bagusss..,
    Makasih Mbak buat reviewnya, detail & suka banget ma cuplikan quotenya,
    Buku ini scra resmi masuk daftar list buruan buku bulan ini, moga dana mendukung,

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives