Review: So, I Married The Anti-fan



Judul : So, I Married the Anti-fan
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerbit: Haru
Terbit : Maret 2012
Tebal : 550 hlm
Harga : Rp. 60.000 >> Rp. 53.600 (BabeBuku)

Melihat cover.nya dan label biru dibagian sudut atas, saya langsung geregetan pengen baca, entah kenapa saya tiba-tiba tertarik dengan novel terjemahan korea, tapi karena baca sinopsisnya yang kurang menarik atau belum ada duit, jadi saya tunda dulu keinginan belinya ^_^. Sampe suatu hari salah satu temen nawarin saya buku ini, langsung deh kusambit #eh kusambut dengan suka cita (udah punya duit ceritanya, hehe..)

Begitu baca halaman pertama, rasanya ngga mau berhenti dan pengen segera baca sampai selesai. Karena ternyata ceritanya lumayan seru dan kocak, saya suka banget sama gaya bercerita si penulis, hasil terjemahannya juga cukup memuaskan karena mudah dipahami.

So, I Married the Anti-fan, menceritakan tentang kisah Geun Yong, seorang wartawati dengan kemapuan standar yang punya banyak hutang dan hidup menumpang di rumah temannya, dan Hu Joon, aktor pendatang baru yang sedang naik daun dan terikat dengan cinta masa lalunya. Keduanya dipertemukan ketika Geun Yong dan Hu Joon berada di salah satu acara, Geun Yong yang waktu itu sedang mabuk tidak sengaja melihat Hu Joon berlaku kasar pada seorang wanita, dan akibat menenggak alkohol yg terlalu banyak Geun Yong berulah dengan muntah di sepatu kinclong milik Hu Joon dan dilanjutkan dengan muntah di samping mobil mewah Hu Joon. Bukan hanya Hu Joon yang murka, sayapun mungkin akan murka jika diperlakukan seperti itu, hehe..

Melihat sikap Hu Joon yang murka Geun Yong bukannya sadar akan kesalahannya, malah menambah panjang daftar dosanya dengan mengatakan apa yang telah dilihatnya tadi, ketika Hu Joon memperlakukan seorang wanita dengan kasar. Hu Joon yang semakin murka meninggalkan Geun Yong begitu saja.

Ternyata ulah Geun Yong saat itu, mampu membuatnya dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja, merasa bahwa kesialan yang menimpa dirinya adalah gara-gara Hu Joon, Geun Yong pun memutuskan untuk unjuk rasa dan menuntut pertanggung jawaban Hu Joon. Tapi rupanya tidak semudah itu, karena Hu Joon adalah seorang artis yang sedang naik daun dan dicintai para fans, jadi sebelum menghadapi Hu Joon, Geun Yong harus babak belur menghadapi para fans yang fanatik itu.

cover edisi repackaged
Sekilas tema novel ini mungkin sudah umum dan khas cerita drama Korea, tapi yang membedakan novel ini dengan novel lainnya adalah ide menempatkan para tokoh utama dalam suatu acara variety show, cukup unik sih kalau menurut saya. So, I Married The Anti-fan, mungkin akan sedikit membosankan karena ceritanya hanya seputar Hu Joon yang seorang aktor dan Geun Yong yang bernasib sial karena menjadi seorang anti-fan, diluar kisah mereka berdua ada beberapa tokoh yang ikut menambah warna lain di novel ini, seperti munculnya fan Hu Joon yang tiba-tiba memutuskan tinggal di apartemen properti syuting, orang tua Geun Yong yang polos lugu khas orang pedesaan, dan In Hyong yang merupakan cinta pertama dan masa lalu Hu Joon.


Saya suka dengan karakter Geun Yong dan Hu Joon, lucu banget, meski saling menjatuhkan tapi keduanya cukup rukun sampai akhir cerita, dialog-dialognya juga bikin saya senyum-senyum sendiri ^_^

Isi pikiran Geun Yong tentang Hu Joon
..anak itu seperti legging, tidak jelas mana depan depan dan mana belakangnya..
Kalau penasaran sama nasib malang Geun Yong, harus baca novel.nya, cukup bikin ngakak ^_^

Rating: 3,5/5
  1. aku udah baca novel ini... bagus sih.. tapi terkadang ada beberapa hal yang diceritain bertele-tele dan baca novel ini serasa ngikutin kdrama tapi dlam bentuk tulisan. hihihi *langsung ngebayangin ntr cast nya siapa aja (saya korean fans *blushing*) dan err.. novel korea yang asli dari penulis korea lebih asik ya daripada beberapa novel lokal tapi cita rasa korea yang (rada) maksa *curhat upss.. komennya kepanjangan hihihi :)

    BalasHapus
  2. Hi.. *melambai*
    makasih sudah mampir, ehehe..

    iya jujur aku juga jauh lebih suka novel terjemahan korea ketimbang novel lokal yg "cita rasa korea" meski si penulis pernah atau menetap di korea, but still - don't like it ^_^ - aneh aja, kecuali setting.nya di korea tapi nama tokohnya tetep Indonesia ^_^

    tapi ahh, entahlah..ak juga belum pernah baca sama sekali novel lokal yg 'citarasa korea' - nanti deh mau coba baca dulu ^_^

    BalasHapus
  3. Penasaran sama novel ini dari dulu dan pengin baca :)
    Kalo boleh tau, ada unsur dewasanya enggak novelnya ini?

    BalasHapus
  4. Hwaaaa liat2 review di blog ini jadi inget dulu pengen novel ini tapi kantong lagi kosong melompong *siapa suruh jalan2 ke gramed* dan sekarang jadi mupeng lagi >,< Kebayang itu kalo si arti Jang geun suk oppa dan cewe nya Eunjung 'T-ara'

    pas adegan muntah ngingetin sama Full house udah tema nya nikah pula..

    BalasHapus
  5. mba windaa, ninggalin komen disini yaaa ^^

    kalau saya sih belum baca yang buku ini, duluuu banget emang ngiler ngincer pas liaat covernya di Gramed, tapi akhirnya tangan saya milih beli My Boyfriend's Wedding Dress (dari pengarang yang sama dengan pengarangnya buku ini). Itu pertama kalinya baca novel dari terjemahan korea, dan saya langsung : bleh ~~ TnT *sedih bgt lah* not meet my expectation at all, mana saya bingung pula sama subjek tokohnya, pembagian detail siapa yg dimaksud/kata penunjuk pengganti, dll. plus,
    ceritanya juga terkesan dragging *_*

    simply said : itu ngebuat saya kagol dan ngga berani beli buku yang ini *pada akhirnya* #sigh...

    BalasHapus
  6. Mbak ceritanya nggak kaya serial drama banget kan? Aduh, saya kapok kalo beli terjemahan korea, udah tebelnya minta ampun, harganya juga mahal, tapi tau-tau gak memuaskan T-T

    BalasHapus
  7. Sebagai pecinta Korea dan pecinta cover buku yang imut, aku ngincer buku ini. Ditambah baca review ini, makin bikin pengen beli.

    BalasHapus
  8. wiihh..masa sih kapok baca novel terjemahan korea?
    so far, sih belum ngalamin sampai harus kagol nggak mau baca K-Lit lagi, karena apa yah..novel korea atau k-drama emang ada banyak kemiripan, apa itu >> jalan ceritanya yang puanjang dan tokohnya yang segambreng plus nama yang susah dihapalin.

    Aku sih nggak pernah pusing untuk hal ngapalin nama, karena biasanya aku cuma ngapalin nama 2 tokoh utama aja ^_^
    trus soal pembagian dialog atau perpindahan dialog antar tokoh, well - juga bukan masalah, karena klo aku lost, berarti tadi aku kurang konsentrasi bacanya, so aku tinggal baca ulang lagi aja, as simple as that.

    nah, klo soal cerita ngga memuaskan itu relatif sih ya, ehehe..
    klo aku sih, selama masih bertahan dengan satu buku sampai akhir, dan ngga berenti di tengah jalan atau ngelempar buku itu ketembok, berarti buku itu worth to read, meskipun endingnya - blah - standard aja.

    analoginya sama kaya gini: suka sama cowok, pdkt, jadian, trus putus >> endingnya nggak banget kan? tapi masa pas bagian pdkt sama jadiannya nggak ada yang seru sih?

    hehe..okay itu tadi menurut pendapatku pribadi yahhh ^_^ please no hurt feeling ^_^

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives