[Feature] Saturday Cover Theme

button meme: Saturday Cover Theme
Nah, kenapa pilih nama Saturday CoverTheme?
Oke, jadi gini..hari Senin-Minggu (kecuali Sabtu a.k.a Saturday) belum ada host lokal yang mengklaim memakai hari Sabtu sebagai miliknya ^_^, nah..karena itulah saya mengadopsi hari Sabtu untuk dijadikan meme.Untuk Cover Theme - itu karena temanya seputar cover buku ^_^

Saturday CoverTheme, adalah event mingguan, dan meme ini di peruntukkan bagi siapa aja yang mengaku kalau dirinya #coveraddict, atau suka tergiur melihat cover buku yang eye-catching, atau sering banget membeli buku karena penampakan covernya menarik >> saya adalah #coveraddict, timbunan saya yang sekardus itu - hampir semuanya saya beli karena alasan covernya atau gosip yang bilang bukunya bagus, bagusnya: genre bacaan saya jadi omni, yay! jeleknya: saya belum sanggup mengurangi timbunan -__-" Oke skip!

Bagaimana caranya ikutan, here's the simple steps you need to do:
1. Follow blog roempibuku, boleh via GFC atau email
2. Buat postingan setiap minggu.nya di hari Sabtu, tentang salah satu tema berikut:
  • Tema #1: Versus, cover mana yang paling kamu suka, versi asli atau versi lainnya (khusus untuk buku yang sudah terbit di Indonesia) sertakan juga alasan kenapa kamu lebih memilih cover tersebut.
  • Tema #2: Judge A Book By It's Cover, buku apa yang sudah kamu baca karena tertarik dengan covernya, bukan karena sinopsis, rating atau rekomendasi - but just by it's cover. Sertakan alasan kenapa kamu tertarik dengan cover tersebut.
  • Tema #3: Oh No!, ambil 1 buku dari koleksimu yang menurut kamu covernya tidak menarik, jangan lupa sertakan juga alasannya.
  • Tema #4: Choose The Best, pilih 3-5 cover favoritmu dari buku yang berbeda tetapi memiliki kesamaan karakteristik, contoh: Naga - berarti yang di posting adalah cover-cover yang ada unsur naga.nya, kalau butuh referensi, silahkan mampir ke Goodreads. Setelah itu tentukan satu cover yang paling kamu suka, dan beri alasan kenapa kamu memilih cover itu sebagai favorit.
3. Sertakan juga informasi mengenai cover buku pilihan.mu, siapa ilustratornya, fotografer, dan/atau desainer.nya, atau salah satu
4. Jangan lupa setorkan link postingan kamu
5. Don’t forget to stop by the other participants!
Oke, ditunggu partisipasinya yah? Buktikan kalau dirimu #coveraddict sejati ^_^

Review: My Boyfriend's Wedding Dress


Judul Buku : My Boyfriend's Wedding Dress
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal : 444 Halaman


"Aku harus mengembalikan gaunnya secepat mungkin agar ia cepat pergi. Lelaki itu seperti makanan yang menyangkut di tenggorokan yang tidak bisa dimuntahkan maupun ditelan" (hal. 130)
My Boyfriend's Wedding Dress, menceritakan tentang Han Se Kyoung, seorang wanita yang kabur a.k.a melarikan diri dari pernikahannya, karena suatu alasan yang menurut saya cukup mengejutkan. Tentunya masalah tidak akan berhenti begitu saja setelah Se Kyoung memutuskan kabur, pihak keluarga calon mempelai pria rupanya orang yang cukup berpengaruh dan mempunyai kekuasaan, sehingga Se Kyoung harus mendapat beberapa masalah di pekerjaannya. Ditambah lagi urusan pekerjaannya melibatkan Ji Kang Hoo, mantan kekasih yang beberapa tahun lalu mencampakkannya demi uang, Ji Kang Hoo bisa dibilang menjadi salah satu penyebab kenapa Se Kyoung harus kabur dari pernikahan dan meninggalkan calon suaminya.

"Bisakah kata maaf ini menyelesaikan 'semua' masalah? Tahukah dia kalau dia adalah lelaki brengsek yang membuatku tidak percaya cinta?" (hal. 70)

"Minta maaf? Jika memaafkannya adalah hal yang mudah, aku tak akan sebimbang ini. Aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkan dia yang telah meninggalkanku di saat hujan turun. Setiap hujan turun, aku selalu ketakutan, aku tidak mau keluar rumah, dan walaupun aku keluar rumah dengan menggunakan payung, perasaanku kacau balau seperti orang yang sedang tidak menggunakan payung" (hal. 72)
Kemalangan Se Kyoung tidak berhenti di Kang Hoo, karena dia harus bertemu dengan Hae Yoon, calon mempelai pria dari seorang wanita bernama Oh Ye Rin, yang secara kebetulan gaun pernikahannya tertukar dengan gaun milik Se Kyoung. Doh! Hae Yoon yang phobia naik pesawat diminta terbang selama 16 jam dari New York ke Korea oleh Ye Rin, untuk mengambil dan menukar gaun pengantinnya, alasan Ye Rin, karena perancang gaun tersebut sudah meninggal dan gaun terakhir yang dibuat oleh Sang Perancang adalah gaun pernikahannya yang tertukar, belakangan diketahui kalau harga gaun itu mencapai 100 Juta Won - iya Won bukan Rupiah, apalagi Dollar -- jadi kalau di kurs-kan senilai -- 1.107.630.000,- wew, lumayan juga yah..?

Sebenanrnya ada apa ini? Tempat pertunjukan, Hyo In yang kutinggalkan, gaun yang dibawa kabur adikku, Kang Hoo, lelaki ini. Jika kedepannya aku harus terus hidup seperti ini, aku tidak punya niat untuk terus hidup. (hal. 162)

Hae Yoon, adalah anak yatim piatu yang tidak pernah sekalipun melihat ujung hidung kedua orangtuanya, dia merasa banyak berhutang budi terhadap Direktur Oh, di tempatnya bekerja. Oleh karena itu Hae Yoon tidak menolak ketika diminta untuk menikahi cucunya, Oh Ye Rin, meski keduanya tidak saling mencintai. Iya, Oh Ye Rin tidak mencintai Hae Yoon, kalian kira ceritanya akan mengerikan seperti di drama-drama itu, tenang saja, tidak kok. Meski begitu tetap saja, cerita ini cukup panjang dan lumayan melelahkan untuk diikuti, gimana tidak, perjuangan Hae Yoon dan Se Kyoung untuk mendapatkan gaun pengantin itu penuh dengan cobaan. Saya jadi diam-diam naksir Hae Yoon, dia sabar banget lho dan termasuk gigih untuk mendapatkan kembali gaun pengantinnya. Ditambah lagi Hae Yoon rela terseret masuk ke kehidupan pribadi Se Kyoung.


Garis besar cerita ini sih seperti itu, jangan tanya saya kenapa kok novelnya setebal itu?
Kan sudah saya bilang tadi, yang membuat melelahkan itu mengikuti perjuangan Hae Yoon dan Se Kyoung mendapatkan kembali gaun pengantinnya..Dilihat dari cover sebenarnya juga sudah cukup menjelaskan isi buku, disitu ada gambar peta, kan?
Selain itu sinopsis yang ada di cover belakang juga sudah sangat menjelaskan isi ceritanya - dan jujur saya suka sesuatu yang 'nyambung' seperti ini. Karena belakangan, saya membaca buku atau novel yang antara sinopsis - cover buku - isi buku, ngga nyambung. Bikin sebal, hih!. Oia, ada yang penasaran ngga kenapa saya pasang gambar dibawah ini?

picture from here, edited by me

Rating: 3/5
Recommended

Pendapat saya..
I love the cover (as usual)
I don't like the thickness
Jujur saja, saya agak kurang puas membaca novel dengan tema Korea terbitan Haru kali ini, mungkin karena jalan ceritanya yang menurut saya, amat panjang. Untuk novel yang endingnya "just-like-that" novel ini kepanjangan, sungguh. Rasanya saya seperti nonton drama korea di buku. Memang buku ini kalau dijadikan sebuah skenario film, sudah sangat pas, tinggal mencontoh persis apa yang ada di buku ini, cari pemeran untuk membaca dialog, dan, tadaa! *tebak sendiri*


Untuk endingnya, jujur agak jauh dari ekspektasi saya, too ordinary, mungkin bisa dibuat lebih dramatis lagi, tapi ya itu terserah si penulis juga. Meski begitu saya suka ide ceritanya. Gaun pengantin yang tertukar, well, belum pernah denger kejadian seperti ini di kehidupan nyata, tepatnya di kehidupan saya ^_^.

Review: Montase


Judul Buku : Montase
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 368 Halaman

Rasanya sudah lama sekali sejak saya jatuh cinta terhadap karya penulis lokal..dan sekarang..lewat Montase saya bisa jatuh cinta (lagi)
Saya juga jatuh cinta dengan semua tokoh Montase

Entah bagaimana, Windry sukses membuat saya berlinangan air mata di akhir halaman, bukan karena ceritanya menyedihkan, tapi lebih ke perasaan - hmm, gimana yah? *hard to tell*

Tanpa bermaksud spoiler..
Cerita ini menceritakan tentang Rayyi, yang mengalami kesulitan mewujudkan impiannya sebagai pembuat film dokumenter karena dia adalah putra tunggal sineas ternama (dan terkenal) di Indonesia, Irianto Karnaya yang banyak membuat film-film dan sinetron dengan rating tinggi, tujuan hidup Rayyi berubah setelah dia bertemu dengan Haru Enomoto, seorang gadis berkebangsaan Jepang yang menempuh short course di IKJ, sosok Haru yang selalu ceria dan selalu melihat segala sesuatu dari sisi baiknya mampu membuat kehidupan Rayyi lebih berwarna.

"Selalu ada impian yang lebih besar dari impian lain, kan? ... Kita tidak hidup selamanya, Rayyi. Karena itu, jangan buang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak kita inginkan." (hal. 250) Haru to Rayyi

Jadi gimana cerita ini bermula?
Karena gagal di kompetisi berskala nasional, Rayyi memutuskan untuk tidak menyukai Haru, tidak sampai benci sih, hanya tidak suka..Rayyi hanya tidak habis pikir, bagaimana mungkin film yang diambil menggunakan kamera LomoKino bisa memenangkan lomba berskala nasional.

Ms.Roem: Gimana sih, tadi katanya Rayyi suka Haru?

Me: Eh, siapa yang bilang Rayyi suka Haru? Hayoo lirik lagi tulisan saya diatas *scroll* See, ngga ada kan?

Rayyi yang masih belum bisa menerima kekalahannya dari Haru di kompetisi film dokumenter yang diadakan oleh Greenpeace - makin senewen ketika dia harus satu kelas di mata kuliah Dokumenter IV dengan gadis itu, ditambah gerak-gerik dan tingkah laku Haru yang cerobohnya-minta-ampun, makin membuat Rayyi sebell (double L)

Tapi yah, yang namanya tidak suka kalau karena hal sepele, pasti cepet hilangnya, iya kan?

Rayyi mulai mengenal sosok Haru setelah mereka berdua kebagian tugas kelompok membuat film dokumenter untuk tugas kuliah Samuel Hardi.

Ms. Roem: Who is he?

Samuel Hardi? Dia idola Rayyi,  a best documenter movie maker from Asia, Rayyi mengidolakan Samuel Hardi berbanding terbalik dengan mengidolakan ayahnya sendiri, Irianto Karnaya. *namanya juga anak-anak* #abaikan
Perasaan iri dan tersaingi lama kelamaan hilang dari pikiran Rayyi, berganti dengan rasa - kagum dan sayang - duilee. Sosok Haru sangat menginspirasi Rayyi untuk mencapai dan mengejar apa yang selama ini menjadi impiannya. Being a documenter movie maker.

picture from here, edited by me -- Rayyi camera: Bolex

picture from here. edited by me -- Haru camera: LomoKino
Sayangnya, disaat Rayyi sedang berjuang menggapai impiannya menjadi seorang pembuat film dokumenter - Haru tidak ada disisinya, dia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Tokyo. Bukan itu yang membuat cerita ini menguras emosi, percaya sama saya deh. Tapi bagaimana usaha Rayyi untuk menunjukkan pada Haru yang berada di belahan lain dunia, bahwa dia, Rayyi, sedang berjalan menuju impiannya, di bagian itu-tuh yang *duh-i'm speechless, baca sendiri deh*

Me: Kalau sampai novel ini dibikin film-nya, saya pengen yang meranin Rayyi itu Hardy Hartono dan peran untuk Haru itu Aelke Mariska *oke, ini kedua kalinya saya mensyen nama dia di blog ini, tapi sumpah saya ngga nge-fans kok, just like her face*

Ms. Roem: Ini kenapa malah bahas pemeran film sik? #sambitpakeBOLEX

'Rayyi, apa kau melihat sesuatu yang kulihat dari balik lensa kameraku?
'Sakura adalah ciri dari kehidupan yang tidak abadi'

Itu adalah salah satu kutipan surat Haru untuk Rayyi yang baru dikirimkan setelah lewat dari 2 tahun sejak surat itu ditulis oleh Haru, kenapa harus menunggu selama itu untuk mengirmkan sebuah surat? Well, kalau saya ceritakan disini, berapa banyak nyamuk yang akan memprotes tulisan saya? Kalau blog saya di banned gimana? Ah, tidak deh. Lebih baik kalian baca sendiri ceritanya - sangat disarankan (terutama yang diam-diam hobi fotografer atau merekam gambar - seperti saya ini *tunjuk diri sendiri*

Rating: 4,5/5
Very Recommended

What I like the most? The whole story.Saya suka hampir semuanya, yang ngga saya suka cuma hal minor yang bisa diabaikan, contoh: ilustrasi buku, yang memisahkan antar bab, saya kurang suka, jenis font-nya bikin ngga nyaman dan bulatan yang mirip bunga salju itu - selain ukurannya terlalu besar, agak kurang sesuai aja sama tema ceritanya.

Dari halaman 282-283; 286-287; 290-291 - cetakannya tembus kehalaman selanjutnya, jadi agak mengganggu penglihatan aja sih, untung cuma 6 halaman aja yang begitu, ehehehe.. *syukurlah*

Oia, satu lagi, karena saya ngga bisa bahasa Jepang, mungkin ada baiknya untuk istilah asing, bisa ditambahkan catatan kaki atau glossarium di akhir halaman, untuk menjelaskan arti kata yang maksud.

Well, sekian review saya, semoga bisa diterima yah ^_^
Have a nice day..

2nd RC: 2014 TBRR Pile

HOBBYBUKUSHELF

Ciao di nuovo qui..! Postingan ini ibaratnya adalah papan pengumuman sekaligus reminder, kalau saya adalah seorang accaparratori acuta or acute hoarders, seharusnya saya tidak bangga dengan reputasi buruk itu, karena prestasi seorang blogger buku itu kan harusnya berbanding lurus antara jumlah buku dan jumlah review, ini harusnya lho yaaa..

Okelah, dengan niat ingsun, saya bertekad untuk mengabiskan timbunan saya yang masih sekardus rokok GG itu - dan inilah RC kedua yang harus saya ikuti, semoga ngga kandas di tengah jalan lagi, karena jujur saya G-A-G-A-L di semua RC Hobby Buku tahun 2013 lalu. http://eemoticons.net
kali ini dengan pede-nya saya ikutan lagi..


Yosh! ini dia brief singkat RC TBRR Pile - kenapa namanya TBRR..? Yah mengingat kita kan blogger buku - jadi setelah di baca kudu di review juga >> to-be-read-review
Syaratnya lumayan mudah - dan daftar buku yang harus dibaca juga bebas, asalkan dalam 1 tahun minimal ada 12 buku yang sudah dibaca dan direview.




Nah, kalau ingin dapat hadiah tambahan, bisa ikutan tantangan tambahan, ini dia listnya:



See, ngga susah kan? Ayoo ikutan saya dan mari kita habiskan timbunan tahun lalu http://eemoticons.net
Oia lupa..follow this link to read further information about this RC

And here's my Reading List yang belum berhasil dibaca, for about one-or-two-years:

Update progress:

  1. Unfriend You (Dyah Rinni)
  2. Lost & Found (Sisca Spencer Hoky)
  3. My Cup of Tea (Nia Nurdiansyah)
  4. Persecuted (Lisa Childs) - Mystery
  5. Armaya (Lisa Childs) - Mystery
  6. Simple Thinking About Blood Type (Park Dong Sun)
  7. The Chocolate Thief (Laura Florand)
  8. The Chocolate Kiss (Laura Florand)
  9. Love, Affair & the Reunion (Ifa Avianty)
  10. After Rain (Anggun Prameswari)
 

Review: Percy Jackson #3: The Titan's Curse

Judul: Percy Jackson & Olympians; The Titan's Curse
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan

Dipostingan kemarin saya sudah bilang kan, kalau ada satu anak dari 3 Dewa Besar yang tiba-tiba muncul? *semoga kalian ngga deja vu, ketika nanti saya bilang lagi hal yang serupa*

Yep! Thalia Putri Zeus hidup kembali. Thalia hidup setelah 7 tahun meninggal dan di rubah menjadi pohon pinus oleh ayahnya, Zeus.

Lima akan pergi ke barat menuju dewi terantai,
Seorang akan menghilang di dataran tanpa hujan,
Amukan Olympus menunjukkan jejaknya,
Pekemah dan Pemburu bersatu akan bertahan,
Kutukan Bangsa Titan harus seorang hadapi,
Dan seorang akan binasa di tangan salah satu orangtuanya.

Thalia, Annabeth dan Percy, mendatangi Asrama Westover karena mendapat panggilan dari Grover bahwa ada dua orang anak Blasteran yang terdeteksi dan harus segera diamankan ke Perkemahan - tapi rupanya rencana mereka tidak berjalan lancar, karena keempat orang sahabat itu langsung dihadapkan dengan monster yang berat di awal cerita, mereka bertiga diserang oleh seekor Manticore, musuh yang tangguh dan tidak bisa dihadapi oleh mereka berempat. Berita baiknya di tengah pertarungan mereka mendapat bantuan dari para Pemburu dan Artemis Dewi Pemburu, kakak Apollo, Dewa Matahari. Berita buruknya, Annabeth jatuh kedalam jurang bersama dengan Manticore, dalam keadaan terluka dan hilang tanpa jejak.

Belum-belum emosi saya sudah terkuras, mengetahui bahwa Annabeth sudah lenyap di awal cerita bikin mood saya buruk #lebay tapi itu kan jadi memancing rasa penasaran sampai nanti selesai satu buku, right?

Oke, kita lanjut ke cerita yah..
Setelah kepergian Annabeth - Percy dan Thalia dan Grover tentu saja, berniat mencari jejak Annabeth dan menyelamatkannya - tapi niat Percy dan kawan-kawan dihentikan oleh Artemis, karena lawan yang akan dihadapi oleh Percy bukanlah lawan yang mudah, singkatnya Artemis yang menggantikan Percy untuk mencari Annabeth dan lebih dulu menemukan monster legendaris yang diramalkan dapat menghancurkan kerajaan Olympus sebelum monster itu bertemu dengan pasukan Kronos.

Akhirnya Para Pemburu, anak buah Artemis yang dipimpin oleh Zoe - bersama dengan Percy dan dua anak blasteran yang berhasil mereka selamatkan, Bianca dan Nico, kembali ke Perkemahan Blasteran.

Di Perkemahan Percy dan Zoe mendapatkan wangsit mimpi, bahwa Annabeth masih hidup dan sedang terancam nyawanya begitu juga dengan Artemis - keduanya sama-sama terlihat sedang menanggung beban yang berat di pundaknya. Belakangan saya baru tahu beban apa itu, kalian tahu Atlas? Nah, pasti tahu dong Atlas itu menanggung apa di pundaknya? Pertanyaan besarnya, lalu kemana perginya Atlas kalau ternyata beban itu di serahkan pada Annabeth yang kemudian digantikan oleh Artemis?

Wooo, ceritanya benar-benar bikin saya penasaran setengah mati, this book is kind of page-turner http://eemoticons.netsuka bangeett.. (benar-benar berhutang besar sama Mbak A.S Dewi)

Membaca dan mengikuti petualangan Percy dari buku pertama sampai buku ketiga, saya belum pernah bosan, ada aja hal baru dan kejutan disetiap lembar halamannya, and it's worth to be experience. Dan, kejutan besarnya itu selalu di akhir halaman. Di buku ketiga ini juga sama - di akhir halaman Percy menyadari sesuatu bahwa salah satu anak blasteran yang telah mereka selamatkan adalah Putra Dewa Hades, salah satu dari 3 Dewa Besar yang menurut ramalan - bisa menjadi penyelamat atau penghancur Olympus.

Jadi, kalau dibuku pertama - Percy adalah anak yang disebut dalam ramalan itu - karena dia Putra Poseidon
di buku kedua - Thalia adalah kemungkinan anak di ramalan itu - karena dia Putra Zeus (yang hidup kembali)
di buku ketiga - ada lagi satu anak blasteran yang kemungkinan juga anak dalam ramalan - karena dia Putra Hades, yang menghawatirkan Percy adalah anak itu sudah membenci Percy lebih dulu http://eemoticons.net

Fyi, 3 Dewa Besar yang menghancurkan Kronos adalah Zeus, Poseidon dan Hades

Ohmigod! I can't wait to read the next series - tapi siapa yah yang mau berbaik hati menghadiahi saya *mental gratisan* #abaikan

Yang saya suka di seri ketiga ini:
1. Hadirnya Dewa Apollo, si ganteng *ayay..yay..yay* yang sangat menghibur http://eemoticons.net
2. Finally Percy dan Thalia bisa bertemu dengan Ayah mereka, para Dewa Zeus dan Poseidon, bukan hanya itu, mereka juga berbincang-bincang *uuww..ini kan hal langka, saya sampe terharu membaca bagian ini* http://eemoticons.net

Rating: 4/5
Very Recommended



Review: Percy Jackson #2: The Sea of Monster

Judul: Percy Jackson & Olympians #2: The Sea of Monster
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan

Ternyata kecepatan membaca saya berbanding terbalik dengan kecepatan saya menulis review, setelah merampungkan 4 buku baru hari ini saya menulis reviewnya, which is over a week since I finished this book, yah sudahlah, semoga saja memori saya masih bagus http://eemoticons.net.

Seri kedua Percy Jackson ini bagus-pake-banget - saya sukkaaa!! http://eemoticons.net 
Ceritanya dimulai ketika Percy bermimpi aneh tentang Grover, dimimpinya Percy yakin bahwa ada masalah besar yang sedang menimpa Grover ataupun Perkemahan Blasteran. Hanya saja sampai selesai bab-kedua kalian tidak akan tahu, masalah besar apa yang akan dihadapi Percy.

Di seri kedua ini ada tokoh baru bernama Tyson, dia adalah seorang Cyclops - monster bermata satu *mirip Dajjal kayanya* dan ada yang lebih mengejutkan lagi daripada itu - sang Cyclops ternyata adalah saudara Percy (beda Ibu satu Ayah - ohh, buat yang belum tahu Ayah Percy - dia adalah Poseidon, Dewa Laut) Saya suka deh sama Tyson, dia itu sangat tulus dan helpful - bahkan meski Percy dan Annabeth (awalnya) menolak keberadaannya dia cuek aja tuh dan tetap bersikap baik.

Setibanya di Perkemahan Blasteran, Percy harus merasa sedih, karena mentornya, Pak Chiron sang Centaurus terpaksa harus meninggalkan Perkemahan dan digantikan oleh orang lain, Tantalus *I really hate this man* Chiron dianggap bertanggung jawab atas kejadian buruk yang menimpa Perkemahan, apa itu? Perkemahan diserang oleh 2 Banteng Colchis yang terbuat dari perunggu dan itu artinya pertahanan Perkemahan "bermasalah" - fyi, monster tidak bisa masuk kedalam perkemahan, karena ada sistem pertahanan yang berasal dari kekuatan Pohon Pinus jelmaan Thalia Putri Zeus yang sudah melindungi perkemahan selama bertahun-tahun. (baca buku pertama kalau ingin tahu sejarahnya)

Setelah di selidiki, ternyata ada yang sengaja meracuni pohon tersebut, coba tebak siapa?

Itu adalah masalah pertama yang harus dihadapi oleh Percy, yang kedua - dia harus segera menemukan dan menyelamatkan sahabatnya, Grover. Setelah mengumpulkan informasi, diketahui bahwa cara untuk menyelamatkan pohon Thalia dan Grover rupanya ada di satu tempat - di kordinat 30, 31, 75, 12 - lokasi dari Sea of Monster, Lautan Monster a.k.a Segitiga Bermuda, ayay yay yay! Keren banget kan imajinasi om Rick Riordan? *duh saya kesengsem abis deh*

Lalu apa yang dicari ditempat itu? Find out in this book. I bet you won't regret it http://eemoticons.net

Yah, yang seru dan menarik tidak hanya ada di awal atau pertengahan bab saja - di halaman terakhir pun om Rick masih saja membuat kita penasaran - iya di akhir cerita muncul satu lagi tokoh yang merupakan anak salah satu 3 Dewa Besar yang bisa mempengaruhi ramalan dan kejayaan Olympus. Jadi apakah anak itu akan menjadi teman atau lawan Percy? - nah, klo ini sih jawabannya ada di buku ketiga *tunggu postingan saya besok yah*

Rating: 4/5
Very Recommended 

Nah, sekarang komentar saya soal film.nya
Karena saya baruuu aja nonton film.nya (2 hari yang lalu) jadi saya sekalian saja numpang omelan sedikit.
Saya ngga suka film.nya (bersyukur saya baca bukunya lebih dulu baru kemudian nonton film.nya) - jauh brow' dari novelnya, mau tahu apa aja?

1. Grover ada di awal sampai 2/4 cerita
2. Tyson ada di awal cerita - tapi langsung duduk manis di Rumah Besar di Perkemahan Blasteran
3. Grover diculik oleh orang suruhan Luke, ditengah perjalanan mereka (percy dan kawan-kawan) ke Sea of Monster
4. Percy bertemu dengan Sang Oracle dan mendapat ramalan
5. Hermes memberinya Termos 4 Penjuru Mata Angin (ini sesuai novel) dan Plester Ajaib (ini yang tidak sesuai)
6. Hippocampus - hanya ada satu
7. (ini yang paling bikin shock) Kronos memakan Gover dan Luke, tapi kemudia mereka berhasil lolos dari badan Kronos, setelah Percy mengalahkan Kronos dengan Anaklumos.

7 poin itu yang berhasil saya ingat dari filmnya yang sangat berbeda dengan novelnya..
Pertama, Tyson sudah muncul di awal cerita dan Grover tidak ada, sampai menjelang 3/4 cerita (tepatnya setelah Percy mendarat di Sea of Monster dia baru bertemu Grover) dan Grover tidak di culik oleh siapapun, melainkan dia *baca sendiri novelnya*

Kedua, di novelnya Percy tidak bertemu dengan Oracle dan mendapat ramalan apapun, melainkan Clarisse

Ketiga, Hermes - yah, jelas dari awal pertemuannya Percy dan Hermes sudah salah (di film-nya) apalagi barang yang akan dikasih? Kalau di novelnya Hermes yang menemui Percy di Perkemahan, dan barang apa saja yang diberikan, selain Termos Hermes juga memberinya Botol Multivitamin Kunyah (dari sini mungkin saya bisa memaklumi, karena beda rintangan misi, beda juga bendanya)

Keempat, Hippocampus, entah kenapa cuma di tampilkan satu - yang pasti kalau di novelnya, Hippocampus itu ada 3 ekor.

Kelima, ini dia nih..ngga ada tuh adengan Percy bertarung melawan Kronos, satu kalimat pun ngga ada *demi apah?* apalagi sampai menelan Grover dan Luke

Yaahh, gitu deh, kurang lebihnya begono - kalau orang -orang bilang filmnya Percy Jackson: Sea of Monster bagus - saya bilang jelek. *sapa suruh baca novelnya duluan*

1st RC: Lucky No. 14 Reading Challenge

http://perpuskecil.wordpress.com/2013/11/12/lucky-no-14-reading-challenge/

Please..please..jangan menghakimiku yang tidak lulus satu pun RC tahun lalu. Sebenernya untuk tahun depan saya juga sudah bikin petisi untuk ngga ikut RC apapun, eh lha dalah kok yaaahh RC-nya Kak Astrid ini membuat pendirianku goyah. Selain minim syarat, kriteria buku yang wajib dibaca pun, bebas semau kita. Ngga percaya? Nih, tenggok daftar di bawah ini (saya copas langsung dari blog host-nya, aseli dalam bahasa Inggris, suer bukan saya yang keminggris)

Period of the Challenge: January 1, 2014 – December 31, 2014

This challenge will require you to read 14 books (or more) from 14 categories below. You can combine the books you read with other challenges, but can not use the same book for different categories in this challenge.


Here are the 14 categories:
  1. Visit The Country: Read a book that has setting in a country that you really want to visit in real life. Make sure the setting has a big role in the book and it can make you know a little bit more about your dream destination.
  2. Cover Lust: Pick a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover?
  3. Blame it on Bloggers: Read a book because you’ve read the sparkling reviews from other bloggers. Don’t forget to mention the blogger’s names too!
  4. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth your cents.
  5. (Not So) Fresh From the Oven: Do you remember you bought/got a new released book last year but never had a chance to read it? Dig it from your pile and bring back the 2013.
  6. First Letter’s Rule: Read a book which title begins with the same letter as your name (for me, Astrid means A, and I can read anything that started with the letter A). Remember: Articles like “a”, “an” or “the” doesn’t count :)
  7. Once Upon a Time: Choose a book that’s been published for the first time before you were born (not necessarily has to be a classic book, just something a little bit older than you is okay. You can read the most recent edition if you want to)
  8. Chunky Brick: Take a deep breath, and read a book that has more than 500 pages. Yep, the one that you’ve always been afraid of!
  9. Favorite Author: You like their books, but there are too many titles. This is your chance, choose a book that’s been written by your fave author but you haven’t got time to read it before.
  10. It’s Been There Forever: Pick up a book that has been there on your shelf for more than a year, clean up the dust and start to read it now :)
  11. Movies vs Books: You’ve seen the movie adaptation (or planned to see it soon) but never had time to read the book. It’s time to read it now, so you can compare the book vs the movie.
  12. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D
  13. Not My Cup of Tea: Reach out to a genre that you’ve never tried (or probably just disliked) before. Whether it’s a romance, horror or non fiction, maybe you will find a hidden gem!
  14. Walking Down The Memory Lane: Ever had a book that you loved so much as a kid? Or a book that you wish you could read when you were just a child? Grab it now and prepare for a wonderful journey to the past :) Comic books or graphic novels are allowed!

Wanna join with me? The more the merrier will be ^_^

Oia, rencana daftar bacaan saya untuk RC ini (urut sesuai daftar diatas), untuk yang dicetak miring artinya sudah di review.

Visit The Country (settingnya di Paris)
  1. Chocolate Thief by Laura Florand
  2. Chocolate Kiss by Laura Florand
Cover Lust
  1. belum tahu nih mau baca apa *terlalu banyak pilihan* #coveraddict
Bargain All The Way
  1. nah, ini juga masih belum tahu
(Not So) Fresh From the Oven
  1. Love, Affair & the Reunion by Ifa Avianty
First Letter’s Rule
  1. Witness in Death by JD Robb
 Once Upon a Time
  1. Breakfast at Tiffany
  2. Phantom of The Opera
 Chunky Brick
  1. Wizard by Neil Gaiman
  2. The Historian by Elizabeth Kostova
 Favorite Author
  1. Pengakuan Parasit Lajang by Ayu Utami
 It’s Been There Forever
  1. Life of Pi by Yann Martel
 Movies vs Books
  1. How To Train Your Dragon (series) by Cressida Cowell *rencananya mau baca semua serinya 1-5*
 Freebies Time

  1. House of Silk
  2. Cuckoo's Calling
 Not My Cup of Tea
  1. Succubus Series (1-6) by Richelle Mead
Walking Down The Memory Lane
  1. belum ada ide -__-"

[Gagas Debut] Interview with Proofreader: Christian Simamora



Hallo roempier's *main kasih nama aja*
Yah, ngga kerasa uda mendekati hari-hari terakhir Gagas Debut Virtual Book Tour *sedih, so pasti* tapi yang lain pasti ada yang jingkrak-jingkrak seneng - soalnya kan pemenang GA Gagas Debut, segera di umumkan, ehem.. *pura-pura ngga tahu ahh*

Oia, kali ini saya beruntung banget deh karena bisa mengenal lebih dekat dan berhasil mengajukan beberapa pertanyaan ke salah satu "orang penting" di Gagas Media *diam-diam mengidolakan* Oke, oke, kita langsung saja yah, basa-basi saya lumayan kepanjangan soalnya..


DATA DIRI

Nama: Christian Simamora
Twitter: @09061983
Facebook: https://www.facebook.com/ChristianSimamoraAuthor
Goodreads: http://www.goodreads.com/author/show/714750.Christian_Simamora
Hobi: shopping dan membaca
Penulis favorit: Candace Bushnell, Johanna Lindsey, Julie James





Siapakah tokoh yang menarik di novel ini menurut Mas Christian?
Thor.

Apakah ada pengalaman menarik sewaktu mengedit/membaca novel ini?
Ceritanya sweet, mengingatkan sama bacaan waktu masih remaja dulu. *tsah*

Lima kata yang mewakili novel Secret Admirer?
Funny, sweet, music-enthusiast, romantic, and page-turner

Seandainya novel Secret Admirer ini diangkat menjadi sebuah film, siapakah yang pantas untuk memerankan Gaea dan Thor (plus anggota B.O.T.T)?
Aduh, pengetahuan gue tentang artis Indonesia agak buruk nih. Cuma kalau Gaea sih kepikirannya Chelsea Olivia. Ketuaan nggak? Hehehe..
Kalau buat saya sih Chelsea jelas ketuaan #plak - lebih suka Aelke Mariska aja yang jadi Gaea, xoxo ^_^

Kalau boleh tahu, berapa lama yang dibutuhkan untuk melakukan proofreader/editing novel ini?
Beberapa bulan lah (nggak terlalu ingat persisnya). Pokoknya, lebih dari satu bulan. Soalnya, ada beberapa bagian yang harus direvisi.

Deskripsi singkat tentang apa itu proofreader?
Final checker sebelum naik cetak.

Dalam waktu dekat, adakah proyek novel yang akan/ tengah dikerjakan oleh Mas Christian? Apa itu?
Proyek pribadi atau sebagai bagian Desk Fiksi nih? Kasih tahu dua-duanya aja ya.
Proyek pribadi: menyiapkan repackage Pillow Talk dan terbitnya novel kesebelas (seri #jboyfriend juga) berjudul Guilty Pleasure. Kali ini tokoh cowoknya bernama Julien.
Proyek Desk Fiksi:
- STPC (Setiap Tempat Punya Cerita), season dua. Buku pertamanya: Athena.
- S.C.H.O.O.L. (Seven Complicated Hours of Our Life), proyek serial untuk pembaca remaja GagasMedia. Dan, oh, ada juga lini baru untuk tahun 2014, sedang dalam tahap coaching para penulisnya. Hmm, banyak juga ya? :D
Uwaahh, catet ya readers - bakal banyak buku baru dan kejutan di tahun depan dari Gagas #_#

Adakah tips untuk penulis baru yang ingin mengirim naskahnya ke Gagasmedia? Apa hal penting yang harus diperhatikan?
Sebelum mulai menulis, setiap penulis seharusnya sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: 1) kamu ingin dikenal sebagai penulis yang seperti apa? 2) siapa target pembacamu? 3) kalau bukumu terbit, di rak toko buku bakal bersanding dengan buku siapa saja? 4) pilih satu nama dari jawaban nomor 3 dan tanyakan pada dirimu, dari range 1 sampai 10, sudah seberapa layak kamu disandingkan dengan dirinya? 5) berapa target maksimal buku yang kamu terbitkan sampai akhirnya ‘pensiun’ menulis? Dengan mengetahui sebesar apa nilai dirinya, penulis pun jadi bisa membuat langkah-langkah realistis untuk mengembangkan diri maupun tulisannya.
Wow! Terima kasih untuk tipsnya, semoga bisa jadi masukan buat para readers yang ingin menekuni dunia tulis-menulis ^_^

Lima kata yang mewakili karakter Mas Christian?
Bitchy, couch potato, book hoarder, #unyu, and writer.

Pertanyaan terakhir nih, kalau boleh tahu, apa impian terbesar seorang Christian Simamora?
Seperti halnya dulu menulis karena terinspirasi karier seorang penulis, kelak gue pengen jadi inspirasi juga bagi karier menulis orang lain.

Voila, akhirnya selesai juga..
Terima kasih banyak atas waktu dan kesediaan untuk menjawab pertanyaan dari saya.. sukses selalu untuk Mas Christian dan karya-karyanya ^_^

[Gagas Debut] Ask The Author: Karizza Rakmavika


Mohon maaf nih readers'
Jadwal postingan Gagas Debut saya agak terlambat - my mistake @_@
Maafkan saya ya Om Em ..

Langsung aja *karena uda telat* Kali ini kita akan berkenalan dengan penulis novel Secret Admirer yang kemarin novelnya baru aja saya review ^_^
Ini dia perbincangan singkat (via email) saya dengan Zsa, panggilan akrab Karizza.

Nama: Karizza Rakmavika
Twitter: @rakmavika_girl
Facebook: Karizza Rakmavika
Goodreads: -
Website/Blog:  karizzarakmavika.blogspot.com
Hobi: Menulis, masak, membuat kerajinan tangan, dan menonton
Penulis favorit: Ilana Tan dan Alberthiene Endah








*cantik yaahhh pemirsah*

Hallo Zsa, kalo boleh tahu, darimana mendapat ide penulisan novel Secret Admirer?
Ide penulisan Novel Secret Admirer ini karena aku suka dengan quote ‘dibalik setiap pria yang sukses pasti ada perempuan yang hebat’
Lalu juga aku ingin semua orang itu bisa mengejar mimpinya masing-masing seperti Thor dalam tokoh ini yang mengejar mimpinya jadi Idol walaupun tidak dapat dukungan dari orang tuanya.
Mungkin ini juga sekaligus menyemangati diri aku sendiri..Ehehehehe..

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan novel ini?
Hmm...kalo ditanya pertanyaan ini sesungguhnya aku malu banget jawabnya...
Novel ini aku buat waktu boyband korea Mblaq dan Beast debut hingga terbit pada tahun 2012 ...
Jadi mungkin kurang lebih memakan waktu 3 atau 4 tahun kali ya.
Lamanya itu bukan karena kekurangan atau mampet ide, tapi karena akunya sendiri yang kurang memprioritaskan menulis, jadi proses menulisnya kalau aku sedang mood saja, makanya lama.

Adakah pengalaman menarik sewaktu menulis novel ini?
Pengalaman menariknya ya...
Bukan sewaktu proses penulisan sih..tapi lebih saat proses pengiriman naskah dan proses penerimaan penerbitan. Jujur saat mengirimkan naskah ini aku segan kirimkan ke GagasMedia. Aku pikir level Gagas Media itu terlalu tinggi untuk anak macam aku, jadi agak minder juga, tapi tetap aku kirimkan juga karena aku pikir tidak ada ruginya untuk aku (nothing to lose aja). Beberapa bulan kemudian aku ditelepon oleh Kak Christian yang memberi tahu kalau novel aku akan diterbitkan oleh GagasMedia. Yay! Selamat yaa ^_^

Oia, kasih bocoran dong, bagaimana perasaan kamu saat menerima kabar bahwa Gagas tertarik untuk menerbitkan novel Secret Admirer?
Yang pertama kali aku lakukan setelah menerima telepon dari Kak Christian mengenai penerbitan novel aku adalah teriak kesenangan sampe semua orang rumah kaget. Benar-benar senang karena terbitnya Secret Admirer itu mewujudkan salah satu mimpi aku sebagai penulis. Dan setelah beredar di toko-toko buku, seperti orang norak aku langsung foto diri aku dengan rak yang memajang Secret Admirer.

Selain menulis, apa saja kesibukan kamu saat ini?
Selain menulis, kesibukan aku adalah menjadi mahasiswa hukum, les bahasa , dan aktif di kegiatan dan kepanitiaan kampus. Setelah Secret Admirer terbit, aku segera disibukan oleh penulisan skripsi dan setelahnya aku exchange student ke Korea Selatan selama 1 bulan.
Kalau kesibukan aku sekarang adalah aku lanjut S2 di universitas yang sama Universitas Indonesia, les bahasa, kepanitiaan kampus, dan jadi intern si salah satu website dan aplikasi fashion di Jakarta. Tapi disela-sela kesibukan ini, aku masih berusaha untuk menulis sedikit demi sedikit. Doakan lancar ya. Karena aku juga sudah enggak sabar pengen mendengar komentar teman-teman tentang tulisan aku.

Setelah membaca Secret Admirer, saya jadi penasaran, siapa yah boyband favorit kamu?
Pertama-tama terima kasih sudah membaca Secret Admirer, mudah-mudahan kamu suka dengan ceritanya ya.. Kelihatan banget ya aku suka sama Kpop... Jadi malu..ahahaha...
Hmm... Saat ini aku suka banget sama Boy Band Sment terbaru, yaitu EXO terutama EXO M Xiumin.. *tersipu malu* Ada yang suka enggak sama dia?  
Duh saya malah baru denger namanya @_@ *kuperabis*

Dan aku beruntung banget ketika aku di Korea mereka lagi promo Wolf dan Growl... itu kayak EXO everywhere...
Tapi yang selalu ada di hati aku adalah Girls Generation yang selalu cantik, Big Bang esp. sexy G-dragon, dan Shinee..Tapi karena sudah kembali ke kesibukan sehari-hari...Aku jadi kurang update tentang kpop dan kdrama.. *sedih*

Selain Thor dan Gaea, ada tokoh Pandora – kalau boleh tahu, kenapa kamu menciptakan tokoh Pandora, dan kenapa kemunculannya hanya sebentar (banget) ^_^ ?
Sebenarnya Pandora itu memegang peranan yang penting untuk menyadarkan Gaea akan perasaannya pada Thor...Sesungguhnya ada lagi kemunculannya di belakang cerita, tapi bagian itu diputuskan oleh pihak penerbit untuk diedit...Maaf ya bila kemunculan tokoh ini membingungkan..

Setelah novel Secret Admirer, apa proyek yang akan kamu kerjakan selanjutnya?
Setelah Secret Admirer dan setelah kurang lebih satu tahun tidak menyapa teman-teman aku sedang berusaha menulis tulisan yang sesuai dengan standar dari pihak Gagas Media, yang sudah berbaik hati menerbitkan tulisan pertama aku yang masih cacat disana dan disini. Sekaligus selalu menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman aku dibidang penulisan.

Kalau boleh tahu, apa nih impian terbesar kamu?
Impian terbesar aku dibidang penulisan adalah...Aku ingin multi talent seperti Raditya Dika...
Bisa menulis, memproduksi film, dan being entertainer..Karena seperti halnya Kak Raditya Dika, aku menyukai dunia entertainment dan sangat ingin terjun kedunia itu. Bila ada kesempatan belajar dari Kak Raditya Dika ..aku pasti merasa sangat terhomat dan beruntung.

Last question for Zsa, yay! *tebar confetti* Mungkin ada pesan yang ingin kamu sampaikan untuk pembaca novel kamu?
Pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan menyukai Secret Admirer walaupun masih banyak banget kekurangan...sungguh-sungguh terima kasih banyak yaaa... Aku janji akan terus belajar dan memperbaiki diri untuk tulisan-tulisan aku yang berikutnya. Oleh karena itu, mohon dukungannya selalu ya teman-teman, karena aku ingin selalu bisa menyapa teman-teman lewat tulisan-tulisanku lagi.

Voila, akhirnya selesai juga..
Terima kasih banyak atas waktu dan kesediaan untuk menjawab pertanyaan dari saya.. sukses selalu untuk Karizza Rakmavika, ditunggu karya-karya selanjutnya  ^_^

[Gagas Debut] Review: Secret Admirer


Judul: Secret Admirer
Penulis: Karizza Rakmavika
Editor: Yulliya
Proofreader: Christian Simamora
Penerbit: Gagas Media

Ini adalah novel wajib kedua yang harus saya review sehubungan dengan event Gagas Debut tour, saya suka dengan covernya, rasanya pengen ngunyah potongan coklat disitu ^_^

Secret Admirer, menceritakan tentang Gaea, seorang siswi kelas XI IPS yang cerdas, cantik tapi introvert dan Thor, teman sekelas Gaea yang cukup tampan, jago dance dan salah satu anggota boyband yang sedang naik daun. Meski keduanya satu kelas, baik Gaea ataupun Thor, tidak akrab satu sama lain, hingga suatu permintaan dari Pak Bambang, wali kelas XI IPS 1, datang kepada Gaea. Pak Bambang meminta bantuan Gaea memberikan pelajaran tambahan untuk Thor, mengingat Gaea adalah Juara Umum sekolah, pastilah bisa diandalkan untuk hal seperti ini, pikir Pak Bambang.

Dengan berat hati Gaea mengabulkan permohonan wali kelasnya. Mengingat dirinya adalah makhluk anti-sosial, keputusan menjadi mentor untuk Thor cukup membuatnya senewen, ditambah lagi kenyataan bahwa Thor adalah cowok yang tidak bisa diajak serius untuk belajar @_@. Tetapi, setelah beberapa kali pertemuan dengan Thor (di kelas tambahan) Gaea, semakin mengenal Thor begitu juga sebaliknya.

Sesuatu merubah hubungan Gaea dan Thor yang sudah terjalin baik. Pandora, gadis cantik yang ditaksir Thor sejak lama akhirnya bersedia menjadi pacar Thor. Gaea secara tidak sengaja mengetahui niat Pandora yang sesungguhnya, ternyata dia hanya memanfaatkan kepopuleran Thor untuk mengangkat nama Pandora.

Gaea yang bermaksud melindungi Thor dengan menceritakan keburukan Pandora, malah mendatangkan reaksi tidak menyenangkan dari Thor. Singkat cerita, Thor membenci Gaea karena hubungannya dengan Pandora harus kendas ditengah jalan. Semakin hari hubungan Thor dan Gaea semakin renggang,Thor tidak lagi datang di kelas tambahan, nilai-nilainya yang semakin menurun - begitu juga dengan performanya sebagai lead dancer di B.O.T.T. Gaea yang merasa bersalah pada Thor, diam-diam mencari cara untuk mengembalikan semangat Thor, tapi apa yang di lakukan Gaea selalu mendapat pernolakan dari Thor.

Hingga suatu ketika, Thor menemukan post-it pink terang dengan kata-kata penyemangat menempel di pintu lokernya, dan beberapa bungkus makanan atau minuman yang tergantung di sebelahnya.

"Thor..ayo jangan seperti ini terus..!
....
....
From: The Earth Girl - Your Biggest Fans"
 Hadirnya sosok The Earth Girl, mampu mengembalikan semangat baru pada Thor. Meski hubungan Thor dan Gaea belum membaik, Thor merasa senang dengan hadirnya The Earth Girl, diam-diam dia pun berniat mencari tahu jati diri The Earth Girl, yang selalu ada untuk menyemangatinya dan mendengar keluh kesahnya, Thor ingin mengucapkan terima kasih pada gadis itu.

Disisi lain Gaea merasa sedih karena Thor semakin menjauh dan belum memaafkan dirinya, keduanya juga saling bersikap menyebalkan. Gaea, ingin sekali berdamai dengan Thor, tapi disisi lain dia juga merasa gengsi untuk meminta maaf lebih dulu.

Bagaimanakah hubungan Gaea dan Thor selanjutnya?Apakah Thor akhirnya berhasil menemukan identitas The Earth Girl dan menyatakan perasaannya? Cari tahu sendiri, di novel Secret Admirer ^_^

Personal thought:
Saya suka covernya, no doubt about it. I like the chocolate and the tin can ^_^

Agak aneh membaca dialog antar tokohnya, bahasanya terlalu kaku (menurutku) mengingat ini adalah novel remaja, yang biasanya banyak bahasa gaul bertebaran dimana-mana ^_^

"Eits..jangan pulang dulu! Izinkan aku mentraktirmu jus di kantin ini sebagai tanda terima kasih...."
Aku suka dengan ide ceritanya, memang ada kemiripan dengan cerita di manga atau komik korea/ jepang, tapi aku sih suka - novel ini cocok untuk para remaja, bahasanya ringan dan alurnya pun sederhana sehingga mudah diikuti tanpa harus kening berkerut.

Ngga ada kekurangan lain di novel ini selain penggunaan bahasa tadi ^_^
Well, keep up the good work ya Zsa, ditunggu karya-karya lainnya..


Ingin novel ini juga?
Caranya mudah banget..! Cukup jawab pertanyaan ini:

"Jika kamu adalah Thor yang mempunyai seorang fans baik hati dan selalu mendukungmu, dan seorang teman seperti Gaea yang diam-diam suka sama kamu, apa yang kamu lakukan dan siapa yang akan kamu pilih? Kenapa?"

Jawaban silahkan di kolom komentar dibawah ini, lalu tweet giveaway ini dengan mention @GagasMedia, @windascorfi dan @rakmavika_girl - sertakan juga hashtag #NovGADebut - jangan lupa copy link tweet kamu bersama jawaban di kolom komentar..

akan ada 1 novel Secret Admirer GRATIS persembahan GagasMedia, untuk 1 orang pemenang - yang akan dikirimkan langsung oleh GagasMedia ke alamatmu..so, di tunggu jawabanmu yah ^_^

[Gagas Debut] Interview with Editor: Mita Supardi


Hallo ^_^, ketemu lagi di Gagas Debut Virtual Book Tour - kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu Editor GagasMedia yang juga kebetulan sang Editor novel The Way We Were (yang kemaren novelnya saya bicarakan itu loh), langsung saja yah kita simak perbincangan (via email) saya dengan Mbak Mita ^_^

Hallo Mbak Mita, salam kenal yah, saya Winda - salah satu Host GagasDebut, kalau tidak keberatan saya ada beberapa pertanyaan untuk Mbak Mita ^_^
Halo jugaaaaa...
salam kenal dariku Winda. Surprised banget ada e-mail ini, baiklah, segera aku kirim balik file jawaban dari pertanyaan-mu, beserta foto yaa ^_^

Wah, senangnyaaa..ternyata Mbak Mita tidak keberatan di repotin oleh saya lho 'readers'
Dan, mau tahu gimana sosok Mbak Mita - here she's ^_^


Kalau boleh tahu, mengedit novel The Way We Were ini ditentukan atau pilihan Mbak Mita sendiri? Naskah TWWW (red: The Way We Were) ini merupakan naskah yang terpilih dari hasil rapat redaksi GagasMedia. Kemudian, aku dipilih untuk pegang naskah ini untuk selanjutnya disunting.


Siapakah tokoh yang menarik di novel ini menurut Mbak Mita dan kenapa?Tentu saja Laut, tokoh utama perempuan yang gayanya asyik.

Apakah ada pengalaman menarik sewaktu mengedit novel ini?Ada. Dalam novel ini Sky menyertakan beberapa kutipan novel Haruki Murakami, dan pada saat yang hampir bersamaan juga, aku beberapa hari sebelum mengedit tulisan Sky, sedang membaca salah satu karya Haruki Murakami. Hehehe.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengedit sebuah novel, mulai dari awal hingga siap untuk proses cetak?Kalau berapa lamanya proses dari penyuntingan sampai siap cetak, sih, dipengaruhi banyak hal. Dimulai dari seberapa cepat dan baiknya si penulis merevisi, sampai pada sudah matangnya konsep novel yang akan dicetak. Konsep novel di sini menyangkut, desain cover luar-dalam, juga desain layout dalamnya. Belum lagi juga pemilihan ilustrasinya. Ya… kurang lebih tiga bulan, sih, rata-rata.

Lima kata yang mawakili novel The Way We Were?
  • Remaja
  • Gaul
  • Dinamis
  • Manis
  • Atraktif
Apakah ada keinginan dan rencana untuk menulis novel sendiri? Jika iya, tema apa yang akan diangkat oleh Mbak Mita?
Sebelum bekerja jadi editor, saya memang punya cita-cita jadi penulis. Sudah pernah punya karya tahun 2008, sebuah novel non-fiksi komedi berjudul Kutu Kupret Sendal Jepret dan saat ini sedang menulis tema remaja dan merevisi naskah novel fiksi juga.

Lima kata yang mawakili karakter Mbak Mita?
  • bold
  • unique
  • outstanding
  • penyayang
  • listener (ngedengerin apa pun, termasuk curhatan. Hahaha)

Pertanyaan  terakhir nih Mbak, adakah tips untuk penulis baru yang ingin mengirim naskahnya ke Gagasmedia? Apa hal penting yang harus diperhatikan?
  • Ah, tentunya harus menulis, dong. Hehe. Persiapkan naskah ceritanya utuh. Jangan malas membaca ulang dan memperbaiki. Entah ejaan, kalimat tidak efektif, dan penggunaan font dalam naskah. Eits, penggunaan font dalam naskah juga penting, nih. Pakai font yang aman dan nyaman dibaca aja, ya. ;)
  • Lalu, perbanyak juga membaca buku dan mengakses informasi.
  • Peka sama tren yang lagi in juga sangat disarankan.
  • Sering-sering cek KBBI, juga akan sangat membantu, loh.
  • Nonton film dan dengar musik. Dua aktivitas tadi, sangat membantu untuk jadi moodbooster menulis. Selain itu juga akan menambah pengetahuan soal cerita dan feel.
  • Jangan malu untuk bertanya dan belajar sama orang yang lebih punya pengalaman. Perluas pertemanan dan lingkungan permainan. Bisa jadi, ketika kita diajak bicara dengan tukang siomay depan rumah, malah akan menjadi ide menulis.
  • Menulis dan menulis. Maju terus pantang mundur pokoknya.
Terima kasih banyak atas waktu dan kesediaan untuk menjawab pertanyaan dari saya.. sukses selalu untuk Mbak Mita ^_^

Voila, ternyata seru yah obrolan dengan Mbak Editor satu ini ^_^
Kalau ada yang pertanyaan yang ingin disampaikan ke Mbak Mita, silahkan hubungi yang bersangkutan lewat email, twitter atau akun facebooknya ^_^

FACT: Sky (Penulis), Mita (Editor), Winda (Host) - ternyata kami sama-sama menyukai karya Haruki Murakami, lho.. #infopenting

[Gagas Debut] Review: The Way We Were + Giveaway


Judul: The Way We Were
Penulis: Sky Nakayama
Editor: Mita M. Supardi
Penerbit: Gagas Media
In every girl's life, there is that one moment when love comes and hits her hard. Things might not seem right at that time, but it doesn't matter. What matter is to do what her heart whispers to her, right before she falls asleep. (hal. v)


Saya tertarik dengan novel ini karena nama penulisnya, rasanya saya seperti kena pelet, hahaha..*no i'm kidding* Yah pokoknya saya harus mereview novel ini karena masih merupakan rangkaian acara Gagas Debut, dan yang kedua ini novel yang penulisnya adalah pilihan saya sendiri (bukan dipilihkan Gagas). Yak, yak, langsung saja yah..

The Way We Were, menceritakan tentang Laut Senja, seorang gadis berusia 18 tahun yang menurut saya tough enough dalam menghadapi kerumitan hidupnya dan Oka, seorang pengamen jadi-jadian yang baik hati. Tadinya saya berpikir kalau novel ini pastilah di dominasi oleh cerita Laut dan Oka, well, ternyata saya salah. Sky ternyata memilih untuk mengusung dua konflik di cerita ini, yang pertama adalah kisah cinta Laut, dimana porsinya tidak terlalu besar, konflik yang kedua adalah permasalahan intern Keluarga Laut, yang porsinya jauh lebih besar ^_^ *jangan bayangkan porsi semangkok bakso*

Sky juga memilih ide cerita yang menarik, jujur saya suka dengan multi conflict. Apalagi kalau eksekusinya dos gandos. Tapi, sayangnya kali ini Sky belum mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendatangkan badai yang cetar membahana (red: eksekusi).

Cerita diawali ketika Laut secara tidak sengaja bertemu dengan Oka yang menjadi pengamen jadi-jadian di bis angkutan umum yang di tumpanginya. Singkatnya, Oka dan Laut - saling mengenal satu sama lain. Di sisi lain, Laut juga memiliki persoalan yang cukup rumit dengan keluarganya, dia diperlakukan tidak adil oleh Bundanya, bertahun-tahun Laut menyimpan pertanyaan besar - mengapa - akan perlakuan sang Bunda, hingga suatu hari secara tidak sengaja Laut mengetahui bahwa sang Ayah tengah berselingkuh dengan seorang wanita yang dulunya adalah teman semasa SMA.

"Nobody likes to give and receive bad news, but someone gotta do it anyway. Memendam berita buruk itu tidak lantas membuatnya pergi" (hal. 239)
Yang membuat kehidupan Laut semakin suram adalah, dia harus menjadi pihak yang menyampaikan berita, bahwa ayahnya telah berselingkuh, dan apa yang telah Laut lakukan membuatnya semakin dibenci oleh Bunda, dia pergi dari rumah, keluarganya diambang kehancuran karena Ayah dan Bunda-nya memutuskan untuk bercerai, dan entah kenapa, sang Ayah lebih memilih cinta pertamanya daripada Bunda yang telah dinikahinya selama 30 tahun.

Ditengah kondisi yang terpuruk, Laut beruntung masih memiliki seorang sahabat, Alin yang bersedia pulang-pergi Jakarta-Bandung, untuk sekedar mendengarkan keluh kesahnya. Laut juga bertemu dengan Oka dan Kei - Kei adalah sahabat Oka, yang secara kebetulan selalu ada di saat Laut sedang dalam keadaan paling down. Entah (lagi) kenapa kok bukan Oka yah? Padahal Oka juga selalu ada untuk Laut, meski tidak di saat Laut dalam kondisi sedih.

Memang sih, wanita itu (saya *ngacung*) paling mudah jatuh hati, apalagi di saat masa-masa kritis dan butuh dukungan ada seseorang (laki-laki, ya pemirsa) yang selalu hadir di sisi kita, untuk meringankan atau sekedar meminjamkan bahu untuk menampung tangis kita, rasanya 'sesuatu banget' kan? And instantly, Laut pun suka sama Kei, sesaat lupa bahwa Alin (sahabatnya yang juga suka terhadap Kei) dan Oka yang jelas-jelas jatuh cinta pada Laut at the first place and first sight.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah cinta antara Laut, Oka, Kei dan Alin? Mampukah Laut menghadapi permasalahan keluarganya yang di ambang kehancuran? Nah, buruan baca novelnya ^_^

Personal thought:

Saya suka warna covernya - adem gitu rasanya, cuma saya agak susah mencerna ilustrasi (gambar tangan) di cover itu dengan judul novelnya *maklum otak dalam kondisi tidak prima* Oh, saya juga suka gambar-gambar yang ada di dalam novel ini, kalau boleh tahu ini ide siapa yaa? ^_^

Untuk hal baru, saya suka belajar hal baru - termasuk Makroekonomi, tapi..lagi-lagi saya gagal paham, karena penjelasan makroekonomi Oka ke Laut - dalam bahasa Inggris. Meski latar pendidikan saya juga ekonomi, tapi bahasa Inggris saya cukup payah, jadi yah, I'm a 'lil bit lost in translation ^_^


Dari segi ide cerita, jujur saya suka dengan tema yang diusung Sky - hanya saja, saya merasa kalau novel ini ngga cukup kalau harus berakhir dengan ending yang "begitu saja" - why? karena selain persoalan Laut dan Oka, ada juga persoalan (konflik) antara Laut dan Keluarganya yang harus diselesaikan. Agak kaget sebenernya dengan ending atau eksekusi yang dipilih Sky, meski terbilang happy ending, tapi ada bagian yang bolong lumayan besar disana. Mana ekspresinyaaa?! Mana?! Eh, bukan..mana lanjutannya, ngga mungkin kan ini cerita the-end begitu aja? Pasti bohong kaann? *tanya manja ala inspektur Igun* kurang banget pemirsah, 257 halaman, masih kurang untuk novel ini..


Jadi, saya sih berharap, kalau novel ini harus ada lanjutannya (harus ada) *maaf maksa*
Karena jujur, dua konflik di novel ini sama-sama menarik dan bikin penasaran. Ngga percaya? Yuk, baca novelnya - saya kasih gratis deh buat kalian..eh, bukan, GagasMedia yang akan kasih GRATIS. 1 Novel The Way We Were untuk 1 orang pemenang ^_^


Asal mau menjawab pertanyaan ini..

Jika kamu menjadi Oka, apa yang kamu lakukan dengan kondisi Laut yang seperti itu?

Silahkan setor jawaban di kolom komentar di bawah, dan tweet GA ini (kalimat bebas) dengan mention @GagasMedia @windascorfi dan @ominousky jangan lupa sertakan hashtag #NovGADebut


Sky - I'm really waiting The Way We Were Part 2 ^_^
..mark my words (hal.76)

[Gagas Debut] Ask The Author: Sky Nakayama


Hallo, ini pertama kalinya blog roempibuku membuat artikel "Ask The Author", senang rasanya bisa memasukkan hal baru ke blog ini, terima kasih banyak untuk #GagasDebut yang sudah memberi saya kesempatan menjadi salah satu Host GagasDebut. Yak! Kita langsung saja ya mengenal lebih dekat sosok Sky Nakayama. Sebelumnya saya pertama kali melihat nama Sky Nakayama ada di novel yang berjudul Sesuatu Yang Tertunda, menurut informasi sang penulis, novel The Way We Were ini adalah novel-nya yang ketiga, sekaligus novel perdana yang diterbitkan oleh GagasMedia.

Seperti apa sih hasil perkenalan saya dengan Sky..simak deh interview singkat saya berikut ini:


Nama Pena: Sky Nakayama
Blog: http://www.gadispenjajakata.wordpress.com
Goodreads: http://www.goodreads.com/author/show/6890063.Sky_Nakayama
Twitter: @ominousky
Hobi: Saya suka fotografi, menari, baca, pergi sendiri berjam-jam mencari ide, masak, dan bersih-bersih. Yang terakhir agak absurd tapi bisa bikin pikiran saya tenang :)
Penulis Favorit: Haruki Murakami, Lauren Oliver, Dewi Lestari, JRR Tolkien, Sara Shepard, Ann Brashares, Dean Koontz, Gayle Foreman

Terimakasih ya, sudah menyempatkan waktunya..
Seputar nama Sky Nakayama, apa ada yang alasan khusus kenapa memakai nama pena?
Sebetulnya sih nggak ada alasan khusus mengapa saya memilih untuk nggak pakai nama asli. Saya orangnya sedikit tertutup, karenanya foto di buku The Way We Were juga saya pilih yang blur hehe.

Oke, ngga papa, meski blur kamu masih kelihatan cantiknya, kok #mencobamerayu
Selain menulis, apa kesibukan kamu saat ini?
Sekarang saya sedang break kuliah, mengisi waktu dengan kerja sambil belajar bahasa Korea.

Kalo boleh tahu, The Way We Were ini novel kamu yang keberapa?
Kalau boleh jujur, saya juga nggak ingat novel The Way We Were ini novel keberapa yang saya selesaikan. Haha :) Tapi novel ini merupakan novel ketiga saya yang diterbitkan. Sungguh bersyukur rasanya karena ada yang mau memberikan kesempatan bagi karya-karya saya untuk lahir dalam bentuk sebuah novel. Waktu pihak GagasMedia menelepon untuk memberitahukan minat mereka untuk menerbitkan novel ini, saya sedang demam parah. Sedang antri di dokter untuk diperiksa, malah. Rasanya seketika saya sembuh saking semangatnya diberi kesempatan ini.

Di novel The Way We Were, kenapa kamu memilih tema tersebut dan darimana mendapat ide-nya, apakah dari kejadian disekitar?
Memilih tema tentang seorang gadis yang sedang belajar mengenal cinta di tengah-tengah kondisi keluarganya yang nyaris tercerai berai sebetulnya bisa dibilang terinspirasi dari pertanyaan-pertanyaan hidup yang banyak menghampiri saya ketika saya hampir tamat sekolah. Saya banyak menemukan pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, serta bertumbukan dengan kenyataan hidup yang sungguh lain dari bayangan saya. Sempat kecewa dan sedih, tentunya. Namun ternyata saya tidak sendiri. Banyak orang lain di luar saya yang juga mengalami hal yang sama. Kesamaan inilah yang menjadikan dua orang asing kemudian menjadi teman. Dari situlah saya kemudian menghidupkan tokoh utama prianya, Oka. Sebuah pertemuan tanpa sengaja yang ternyata kemudian membawa Laut serta Oka ke dalam sebuah pelajaran hidup tentang cinta serta bagaimana mereka harus belajar menerima bahwa meskipun mereka tidak bisa memiliki apa yang mereka inginkan dalam hidup, hidup tidak lantas berhenti untuk mereka. Learning to let go. Sesuatu yang menurut saya mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk dilakukan.

Selesai saya membaca The Way We Were dan melihat foto profil kamu, saya sempat kaget lho, karena rasanya saya melihat kemiripan tokoh Laut di foto itu, hehe..
Wah, ada kemiripan? Masa sih? Jadi penasaran kenapa kamu bisa berpikir begitu :)

Berapa lama proses menulis novel ini sampai menjadi sebuah naskah? Adakah kejadian menarik selama proses tersebut?
Penulisan novel ini sebetulnya kalau ditotal hanya sekitar dua bulan. Namun karena novel ini adalah novel yang pertama saya tulis setelah saya terserang writer's block super parah, saya sempat berhenti menulisnya selamanya hampir dua tahun. Ketika saya mulai menulisnya kembali pun, saya dipenuhi oleh keraguan. Saya merasa tidak ada yang spesial dari novel ini hingga bisa dibilang saya sempat tidak ingin menyelesaikan novel ini. Saya semakin ragu ketika satu per satu penerbit yang saya kirimi naskah mentah The Way We Were multi mengembalikan naskah saya. Akhirnya saya melakukan edit besar-besaran. Saya mengingatkan diri saya bahwa menulis adalah passion saya, dan karenanya saya harus menaruh hati saya dalam tulisan saya. Naskah ini mungkin belum sempurna, namun setidaknya saya memberikannya kesempatan untuk hidup dan berkembang. Karena pembelajaran yang paling baik itu kan datang dari pengalaman kita sendiri :)

Kejadian menarik sebetulnya banyak sekali.
Saya banyak mengalami transformasi dalam hidup saya saat saya dalam proses menulis, mengedit, hingga menunggu naskahnya dicetak. Singkat kata, saya patah hatiseperti karakter Lautsaya benar-benar bingung dan tidak tahu bagaimana caranya saya bisa keluar dari rasa sakit itu. Berkali-kali saya menyalahkan diri saya. Berjuta what if menghantui diri saya selama berbulan-bulan. Lalu saya bertemu dengan seorang teman baru. Sosok yang pemalu dan seringkali tidak nyaman berada di dekat seseorang yang tidak dikenalnya. Waktu berlalu, dan pada hari ulangtahun dia saya menyadari dia sudah tidak pernah gugup lagi di dekat saya. Dia memeluk saya hangat sewaktu jam menunjukkan pukul 12 malam. Ketika itulah saya tersadar, semua what if itu tidak ada gunanya. Rasa sakit itu tetap ada karena saya membiarkannya untuk tetap ada. Saya terus-menerus fokus pada sebuah rasa menyakitkan yang datang dari masa lalu hingga saya lupa bahwa diri saya yang sekarang bisa membuat seorang teman yang pemalu dan kikuk menjadi nyaman dengan keberadaan saya di sekelilingnya. Pengalaman inilah yang kemudian saya arahkan untuk membentuk plot The Way We Were.
Di novel ini, kamu banyak menggunakan istilah dalam bahasa inggris, boleh tahu kenapa?
Istilah bahasa Inggris sebetulnya tidak saya pakai secara sengaja. Saya sedang belajar untuk menguranginya sebisa mungkin. Saya senang belajar bahasa asing hingga kadang saya lupa bahwa sebetulnya ada istilah tepat yang bisa saya gunakan dalam bahasa Indonesia. Kacau, ya? Haha :p

Kasih tahu dong, apa impian terbesar kamu? ^_^
Impian terbesar saya berubah sepanjang waktu :) Mungkin karena saya orangnya indecisive banget.
Namun untuk saat ini, saya sedang mengejar impian saya untuk menjadi seorang fashion photographer. Oh, serta tinggal di atas toko es krim milik saya dengan seekor siberian husky :)

Siberian Husky?! Ohmy..itu anjing yang wajahnya paling cool menurut saya #kayaberaniaja
Mungkin ada pesan yang ingin disampaikan untuk pembaca dan penggemar novel kamu? Monggo lhoo ^_^
Bersyukurlah atas semua luka yang kamu miliki. Suatu hari nanti itulah yang akan mengajarkanmu untuk menjadi pribadi yang lebih bijak

Hehe :)
Terima kasih banyak atas waktu dan kesempatannya mengenal Sky lebih dekat ^_^
Ditunggu karya-karya selanjutnya..

Terima kasih kembali, Winda :)
Menurut Winda sendiri, novel The Way We Were ini gimana?

Jeng-jeng..tunggu postingan saya besok yah, pertanyaan Sky diatas akan saya jawab di postingan Review Buku The Way We Were. Ikuti terus perjalanan Gagas Debut Book Tour dan jangan lupa untuk mampir di blog masing-masing Host, karena pasti ada cerita seru dan menarik dari mereka, dan Giveaway tentunya ^_^

Oia, maaf lupa - mampir kesini kalau ingin tahu jadwal lengkap Gagas Debut Virtual Book Tour.

Sampai ketemu besok ^_^
Designed by FlexyCreatives