[Gagas Debut] Review: The Way We Were + Giveaway


Judul: The Way We Were
Penulis: Sky Nakayama
Editor: Mita M. Supardi
Penerbit: Gagas Media
In every girl's life, there is that one moment when love comes and hits her hard. Things might not seem right at that time, but it doesn't matter. What matter is to do what her heart whispers to her, right before she falls asleep. (hal. v)


Saya tertarik dengan novel ini karena nama penulisnya, rasanya saya seperti kena pelet, hahaha..*no i'm kidding* Yah pokoknya saya harus mereview novel ini karena masih merupakan rangkaian acara Gagas Debut, dan yang kedua ini novel yang penulisnya adalah pilihan saya sendiri (bukan dipilihkan Gagas). Yak, yak, langsung saja yah..

The Way We Were, menceritakan tentang Laut Senja, seorang gadis berusia 18 tahun yang menurut saya tough enough dalam menghadapi kerumitan hidupnya dan Oka, seorang pengamen jadi-jadian yang baik hati. Tadinya saya berpikir kalau novel ini pastilah di dominasi oleh cerita Laut dan Oka, well, ternyata saya salah. Sky ternyata memilih untuk mengusung dua konflik di cerita ini, yang pertama adalah kisah cinta Laut, dimana porsinya tidak terlalu besar, konflik yang kedua adalah permasalahan intern Keluarga Laut, yang porsinya jauh lebih besar ^_^ *jangan bayangkan porsi semangkok bakso*

Sky juga memilih ide cerita yang menarik, jujur saya suka dengan multi conflict. Apalagi kalau eksekusinya dos gandos. Tapi, sayangnya kali ini Sky belum mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendatangkan badai yang cetar membahana (red: eksekusi).

Cerita diawali ketika Laut secara tidak sengaja bertemu dengan Oka yang menjadi pengamen jadi-jadian di bis angkutan umum yang di tumpanginya. Singkatnya, Oka dan Laut - saling mengenal satu sama lain. Di sisi lain, Laut juga memiliki persoalan yang cukup rumit dengan keluarganya, dia diperlakukan tidak adil oleh Bundanya, bertahun-tahun Laut menyimpan pertanyaan besar - mengapa - akan perlakuan sang Bunda, hingga suatu hari secara tidak sengaja Laut mengetahui bahwa sang Ayah tengah berselingkuh dengan seorang wanita yang dulunya adalah teman semasa SMA.

"Nobody likes to give and receive bad news, but someone gotta do it anyway. Memendam berita buruk itu tidak lantas membuatnya pergi" (hal. 239)
Yang membuat kehidupan Laut semakin suram adalah, dia harus menjadi pihak yang menyampaikan berita, bahwa ayahnya telah berselingkuh, dan apa yang telah Laut lakukan membuatnya semakin dibenci oleh Bunda, dia pergi dari rumah, keluarganya diambang kehancuran karena Ayah dan Bunda-nya memutuskan untuk bercerai, dan entah kenapa, sang Ayah lebih memilih cinta pertamanya daripada Bunda yang telah dinikahinya selama 30 tahun.

Ditengah kondisi yang terpuruk, Laut beruntung masih memiliki seorang sahabat, Alin yang bersedia pulang-pergi Jakarta-Bandung, untuk sekedar mendengarkan keluh kesahnya. Laut juga bertemu dengan Oka dan Kei - Kei adalah sahabat Oka, yang secara kebetulan selalu ada di saat Laut sedang dalam keadaan paling down. Entah (lagi) kenapa kok bukan Oka yah? Padahal Oka juga selalu ada untuk Laut, meski tidak di saat Laut dalam kondisi sedih.

Memang sih, wanita itu (saya *ngacung*) paling mudah jatuh hati, apalagi di saat masa-masa kritis dan butuh dukungan ada seseorang (laki-laki, ya pemirsa) yang selalu hadir di sisi kita, untuk meringankan atau sekedar meminjamkan bahu untuk menampung tangis kita, rasanya 'sesuatu banget' kan? And instantly, Laut pun suka sama Kei, sesaat lupa bahwa Alin (sahabatnya yang juga suka terhadap Kei) dan Oka yang jelas-jelas jatuh cinta pada Laut at the first place and first sight.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah cinta antara Laut, Oka, Kei dan Alin? Mampukah Laut menghadapi permasalahan keluarganya yang di ambang kehancuran? Nah, buruan baca novelnya ^_^

Personal thought:

Saya suka warna covernya - adem gitu rasanya, cuma saya agak susah mencerna ilustrasi (gambar tangan) di cover itu dengan judul novelnya *maklum otak dalam kondisi tidak prima* Oh, saya juga suka gambar-gambar yang ada di dalam novel ini, kalau boleh tahu ini ide siapa yaa? ^_^

Untuk hal baru, saya suka belajar hal baru - termasuk Makroekonomi, tapi..lagi-lagi saya gagal paham, karena penjelasan makroekonomi Oka ke Laut - dalam bahasa Inggris. Meski latar pendidikan saya juga ekonomi, tapi bahasa Inggris saya cukup payah, jadi yah, I'm a 'lil bit lost in translation ^_^


Dari segi ide cerita, jujur saya suka dengan tema yang diusung Sky - hanya saja, saya merasa kalau novel ini ngga cukup kalau harus berakhir dengan ending yang "begitu saja" - why? karena selain persoalan Laut dan Oka, ada juga persoalan (konflik) antara Laut dan Keluarganya yang harus diselesaikan. Agak kaget sebenernya dengan ending atau eksekusi yang dipilih Sky, meski terbilang happy ending, tapi ada bagian yang bolong lumayan besar disana. Mana ekspresinyaaa?! Mana?! Eh, bukan..mana lanjutannya, ngga mungkin kan ini cerita the-end begitu aja? Pasti bohong kaann? *tanya manja ala inspektur Igun* kurang banget pemirsah, 257 halaman, masih kurang untuk novel ini..


Jadi, saya sih berharap, kalau novel ini harus ada lanjutannya (harus ada) *maaf maksa*
Karena jujur, dua konflik di novel ini sama-sama menarik dan bikin penasaran. Ngga percaya? Yuk, baca novelnya - saya kasih gratis deh buat kalian..eh, bukan, GagasMedia yang akan kasih GRATIS. 1 Novel The Way We Were untuk 1 orang pemenang ^_^


Asal mau menjawab pertanyaan ini..

Jika kamu menjadi Oka, apa yang kamu lakukan dengan kondisi Laut yang seperti itu?

Silahkan setor jawaban di kolom komentar di bawah, dan tweet GA ini (kalimat bebas) dengan mention @GagasMedia @windascorfi dan @ominousky jangan lupa sertakan hashtag #NovGADebut


Sky - I'm really waiting The Way We Were Part 2 ^_^
..mark my words (hal.76)
  1. Halo mbak, salam kenal :)
    Saya mau ikutan giveaway nya yaa ^^

    Kalo saya menjadi Oka, mungkin saya akan berusaha untuk selalu "ada" buat Laut. "Ada" disini bukan berarti selalu berada di samping Laut. Tapi saya akan mencoba mengawasi Laut dari jauh (meskipun nyesek karena Laut suka sama Kei), dan bakalan datang ketika Laut merasa sendirian dan membutuhkan bantuan.

    Sekian mbak, makasih giveaway nya :)

    BalasHapus
  2. Kalau saya menjadi Oka?

    Saya akan tetap menjadi teman yang baik buat dia. Akan selalu ada setiap kali Laut membutuhkan saya, dan menjadi tempat Laut untuk berpulang ketika tak ada lagi yang mampu menerima dia. Tentu tidak kalah pentingnya adalah mengungkapkan perasaan saya kepada Laut, tidak perlu Laut menerimanya, biarlah sekadar dia tahu saja dan memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya tanpa membuat orang disekelilingnya merasa kecewa.

    Terima kasih GA nya mbak :)
    Saya juga suka sama covernya ^^

    BalasHapus
  3. Kalau saya jadi Oka, saya akan menjadi daun yang tidak membenci angin. Saya cinta Laut, dan saya tidak menyalahkan dia sama sekali tentang rasa saya itu . Sejauh apa saya bisa memberi Laut apa yg dia butuhkan saya akan beri. Dan well, tentu saja saya harus introspeksi jika akhir akhir ini dia memilih Kei, jangan jangan memang saya tidak 'seingin' itu untuk dicintai Laut, sampai sampai Laut menilai Kei lebih pantas dicintai.

    Ditunggu terus review dan giveaway buku Gagas lainnya ya ~

    BalasHapus
  4. Nama: Dian
    Twitter: @dianbookshelf
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/399511305242951681
    Email: dianmayasariazis@gmail.com

    Question:
    Jika kamu menjadi Oka, apa yang kamu lakukan dengan kondisi Laut yang seperti itu?

    Answer:
    Seperti halnya yang selalu kita tahu, cinta itu berbanding lurus dengan pengorbanan. Jadi, kalo saya menjadi seorang Oka, meski saya tahu Laut suka sama Kei, tapi namanya cinta ya pasti selalu bersedia nolong dia. Apalagi memang Laut butuh pertolongan. Hal inilah yang menjelaskan sampul bukunya, Laut butuh bantu dalam 'merekonstruksi' kehidupannya. That's all. :))

    BalasHapus
  5. Bersedia, kapanpun itu dia membutuhkan teman cerita, teman berbagi duka, teman ngoceh, saat semua orang tidak peduli atau tidak mengerti. Bukan berarti saya sebagai Oka lebih ngerti, tapi untuk mau ada dan setia mendengarkan tanpa perlu berbusabusa memberi wejangan itu sudah cukup untuk seorang perempuan. Berbusabusa hanya untuk membuatnya tertawa saja, sehingga Laut enggak usah setres setres banget ngehadapin masalahnya. Dan untuk rasa yang saya punya, saya akan tetap memendamnya saja. Cinta dalam diam itu lebih syahdu, syahdu nyerinya *eh. Tapi resiko kalo ngungkapin rasa meskipun enggak maksa dia untuk nerima, bakal mencipta kecanggungan saja pada akhirnya. Laut mungkin malah jadi rikuh untuk membuka lagi cerita ceritanya pada saya sebagai Oka. Bisa dibilang, saya akan menjadi angel undercovernya Laut, cukup, hhe.
    Terimakasih giveawaynya kak ;)

    BalasHapus
  6. Ikutan ya, Kak :D

    Simple, cukup ada untuk Laut, no matter what happened. Waktu Laut sedih maupun senang, walaupun akhirnya Laut lebih milih orang lain, kalau aku jadi Oka, I will still be by her side (:

    @alfindyagyputri
    Link share: https://twitter.com/alfindyagyputri/status/399706746907684864

    Makasih :D

    BalasHapus
  7. Ikutan ya kak~ :D

    Nama: Fabiola Izdihar
    Akun twitter: @wolfhan88
    Link share: https://mobile.twitter.com/wolfhan88/status/399833102303756288?p=v

    Jika saya menjadi Oka...

    Jujur saja memang susah menerima kenyataan kalau orang yang kita cintai ternyata tidak mencintai kita juga. Tetapi, perasaan memang tidak bisa dipaksakan, bukan? Jika saya menjadi Oka yang mencintai Laut, saya akan tetap berusaha sebisa mungkin berada di sisinya. Menemani Laut saat ia sedang merasa kesepian, bersedia mendengarkan semua keluh kesahnya, berusaha menghiburnya sebisa mungkin karena saya pasti ngga akan tahan melihat Laut bersedih terus-terusan meratapi kondisinya. Saya tahu, untuk sekedar membuat seorang perempuan merasa terlindungi dan merasa diperhatikan, tidak butuh pengorbanan yang besar. Hanya dengan berada di sampingnya ketika ia merasa ngga ada seorang pun yang bisa mengerti dirinya, perempuan akan merasa terlindungi. Cinta butuh pengorbanan, maka dari itu saya tetap berada di sisi Laut saat ia membutuhkan saya. Saya juga akan sebisa mungkin membantu Laut untuk menemukan kembali semangat hidupnya yang hilang karena masalah keluarga yang ia hadapi. Tapi memang ngga bisa dipungkiri, lambat laun pasti saya juga ngga tahan, dan akan menyatakan perasaan sama kepada Laut, meskipun saya tahu Laut mencintai Kei, bukan saya. Dan saya juga ngga akan menyalahkan Kei atas apa yang terjadi. Bersikap dewasa saja lah, menerima kekalahan. Berusaha membuat Laut nyaman saat bersama saya sebagai seorang teman, tanpa harus memaksa ia untuk mencintai saya, walau mungkin akhirnya saya ngga akan sekuat itu. Karena cinta ngga harus memiliki, bukan? Melihat orang yang kita cintai bahagia saja sudah cukup. Yah, walaupun memang sakit untuk kita. But what if Laut will choose me in the end? Who knows? Boleh kan berpikiran seperti itu karena memang manusiawi? Semua kemungkinan bisa terjadi walau saya sebagai Oka akan berusaha untuk tidak mengharapkan itu terjadi. Melihat Laut bahagia, itu sudah cukup. Saya yakin saya juga akan menemukan kebahagiaan sendiri nantinya, meski bukan bersama Laut. :))

    Cukup kak semoga jawabannya memuaskan. Anyway, terimakasih giveaway-nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat yaa ^_^
      kamu memenangkan giveaway 1 novel The Way We Were - silahkan kirim data diri plus alamat pengiriman ke email: merahbatako@gmail.com

      Terima kasih ^_^

      Hapus
  8. Kalau aku jadi Oka, aku akan jadi cowok fleksibel untuk Laut.. (errr.. Oka itu cowok kan, ya?)

    Maksud fleksibel itu begini.. aku akan mengerti kalau Laut lagi pengin sendiri. Memberikan dia ruang untuk menenangkan diri, bukan malah membombardir Laut dengan pertanyaan "Kamu baik-baik aja kan?" karena menurutku itu bakal ngusik dia. Tapi, aku akan ada untuk Laut saat dia membutuhkan bantuan. Semoga aja radarku hidup, biar aku bisa tahu Laut lagi butuh bantuan Superman keren sepertiku atau nggak. (?)

    Udah, gitu aja sih. :p

    Thanks for the giveaway. Thanks juga Gagas.

    BalasHapus
  9. Kalau aku jadi Oka?

    Simple. Aku akan berusaha selalu ada buat Laut. Juga nggak lupa buat menyatakan cintanya sama Laut. Walaupun Laut nggak punya rasa yang sama. Setidaknya ngasih tahu Laut, kalau ada orang yang sayang sama dia.

    Eh, beneran ada orang yang namanya Laut Senja ya? *Peace :D

    Link share:
    https://twitter.com/tyaas_hc/status/399852881584480256

    BalasHapus
  10. Aku pikir ini teenlit yang berawal dengan pertemuan Laut dan Oka dan berakhir dengan.... yah, teenlit kan ending begitu begitu aja....

    Ternyata konfliknya gak sesederhana yang aku pikirkan *ngacak rambut*

    Kalau aku jadi Oka, relakan saja Laut jadi milik Kei. Karena aku--aku masih jadi Oka kan?--gak bisa berada di sisi Laut seperti Kei. Untuk apa memperjuangkan memiliki Laut kalau akhirnya Laut tidak merasa memilikiku?

    share : https://twitter.com/ryana_maryana/status/400154454407663616

    BalasHapus
  11. Nama : M. A. Rizaldy
    Twitter : @hajimemimi
    Link share : https://twitter.com/hajimemimi/status/400672062378745858

    Jika menjadi Oka, aku mungkin akan membiarkan Laut memilih bahu siapa yang akan menjadi sandarannya ketika masalah yang bertubi-tubi itu datang padanya. *ciee..pake istilah bahu*

    Jika memang dia nyaman melewati semua masalahnya bersama Kei di sisinya, it's okay, bukankah harusnya aku bahagia ngelihat gadis yg kucintai juga bahagia meskipun itu bkn denganku?? *kemudian neguk baygon*

    Meskipun bukan atas nama cinta, tapi masih ada nama persahabatan antara aku dan Laut. Dan sejatinya seorang sahabat, aku juga akan selalu ada ketika sahabatku (Laut) membutuhkanku.

    Ok, itu aja jawabanku, semoga suka!!
    Thanks GAnya dan Wish me luck ('o')9

    BalasHapus
  12. Jika jadi Oka, apa yang kamu lakukan dengan kondisi Laut?

    Aku akan mencoba untuk selalu ada disaat Laut membutuhkanku, selalu ada disaat-saat sulit Laut, memberikan perhatian-perhatian kecil yang sering luput diberikan oleh orang lain ke Laut. Karena di temanku, karena dia orang yang aku suka.
    Dan untuk urusan cinta, aku serahkan semua itu ke Laut, karena dia yang berhak memilih, karena dia yang mempunyai kendali akan perasaannya :)

    Ila Aulia Rahmah
    @ilaciouss
    la_aulia97@yahoo.com
    Shared: https://twitter.com/ilaciouss/status/401366586679775232

    BalasHapus
    Balasan
    1. O iya, makasih ya kak buat giveawanya ;)

      Hapus
  13. Jika kamu menjadi Oka, apa yang kamu lakukan dengan kondisi Laut yang seperti itu?

    Saya akan berusaha sebisa mungkin untuk berada di sisi Laut. Dalam keadaan down maupun up(?) hehe
    Tapi jika sudah didahulukan oleh Kei, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan cinta saya pada laut.
    Laut cinta sama Kei? Saya rasa tidak. Saya yakin kalau Laut hanya merasa nyaman berada di sisi Kei, karena Kei ada buat dia disaat sedih, bukankah cinta bisa saja hadir karena 'terbiasa'? Sebab itu saya akan 'memperpanjang' jarak Laut sama Kei. Apalagi sahabat Laut, Alin suka sama Kei, saya semakin yakin kesempatan saya untuk membuat Laut jatuh cinta sama saya semakin besar. Dengan mensupport Laut, menghibur dia untuk melupakan masalahnya sesaat, atau mengajak Laut ikut mengamen buat have fun hehe
    Oke kak, semoga jawabanku bisa membuat novel The Way We Were kerumahku :D *tebar garam keberuntungan*
    Terima kasih GAnya kak :')

    Nama : Sabariah
    @cabbyy_
    Link Share : https://twitter.com/Cabbyy_/status/401731979688673281

    BalasHapus
  14. *hmmm, ikutan ya mbaaak :")
    Kalau aku jadi Oka.. Briefly aku bakalan manfaatin kondisinya Laut yang lagi down buat merebut hatinya. Meskipun ada Kei, ya aku harus berusaha lebih keras lagi lah buat "ngerayu" Laut dengan nunjukin kalau I will be by her side..

    @fennyusuf
    https://twitter.com/fennyusuf/status/406567012018577408

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives