Review: My Boyfriend's Wedding Dress


Judul Buku : My Boyfriend's Wedding Dress
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal : 444 Halaman


"Aku harus mengembalikan gaunnya secepat mungkin agar ia cepat pergi. Lelaki itu seperti makanan yang menyangkut di tenggorokan yang tidak bisa dimuntahkan maupun ditelan" (hal. 130)
My Boyfriend's Wedding Dress, menceritakan tentang Han Se Kyoung, seorang wanita yang kabur a.k.a melarikan diri dari pernikahannya, karena suatu alasan yang menurut saya cukup mengejutkan. Tentunya masalah tidak akan berhenti begitu saja setelah Se Kyoung memutuskan kabur, pihak keluarga calon mempelai pria rupanya orang yang cukup berpengaruh dan mempunyai kekuasaan, sehingga Se Kyoung harus mendapat beberapa masalah di pekerjaannya. Ditambah lagi urusan pekerjaannya melibatkan Ji Kang Hoo, mantan kekasih yang beberapa tahun lalu mencampakkannya demi uang, Ji Kang Hoo bisa dibilang menjadi salah satu penyebab kenapa Se Kyoung harus kabur dari pernikahan dan meninggalkan calon suaminya.

"Bisakah kata maaf ini menyelesaikan 'semua' masalah? Tahukah dia kalau dia adalah lelaki brengsek yang membuatku tidak percaya cinta?" (hal. 70)

"Minta maaf? Jika memaafkannya adalah hal yang mudah, aku tak akan sebimbang ini. Aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkan dia yang telah meninggalkanku di saat hujan turun. Setiap hujan turun, aku selalu ketakutan, aku tidak mau keluar rumah, dan walaupun aku keluar rumah dengan menggunakan payung, perasaanku kacau balau seperti orang yang sedang tidak menggunakan payung" (hal. 72)
Kemalangan Se Kyoung tidak berhenti di Kang Hoo, karena dia harus bertemu dengan Hae Yoon, calon mempelai pria dari seorang wanita bernama Oh Ye Rin, yang secara kebetulan gaun pernikahannya tertukar dengan gaun milik Se Kyoung. Doh! Hae Yoon yang phobia naik pesawat diminta terbang selama 16 jam dari New York ke Korea oleh Ye Rin, untuk mengambil dan menukar gaun pengantinnya, alasan Ye Rin, karena perancang gaun tersebut sudah meninggal dan gaun terakhir yang dibuat oleh Sang Perancang adalah gaun pernikahannya yang tertukar, belakangan diketahui kalau harga gaun itu mencapai 100 Juta Won - iya Won bukan Rupiah, apalagi Dollar -- jadi kalau di kurs-kan senilai -- 1.107.630.000,- wew, lumayan juga yah..?

Sebenanrnya ada apa ini? Tempat pertunjukan, Hyo In yang kutinggalkan, gaun yang dibawa kabur adikku, Kang Hoo, lelaki ini. Jika kedepannya aku harus terus hidup seperti ini, aku tidak punya niat untuk terus hidup. (hal. 162)

Hae Yoon, adalah anak yatim piatu yang tidak pernah sekalipun melihat ujung hidung kedua orangtuanya, dia merasa banyak berhutang budi terhadap Direktur Oh, di tempatnya bekerja. Oleh karena itu Hae Yoon tidak menolak ketika diminta untuk menikahi cucunya, Oh Ye Rin, meski keduanya tidak saling mencintai. Iya, Oh Ye Rin tidak mencintai Hae Yoon, kalian kira ceritanya akan mengerikan seperti di drama-drama itu, tenang saja, tidak kok. Meski begitu tetap saja, cerita ini cukup panjang dan lumayan melelahkan untuk diikuti, gimana tidak, perjuangan Hae Yoon dan Se Kyoung untuk mendapatkan gaun pengantin itu penuh dengan cobaan. Saya jadi diam-diam naksir Hae Yoon, dia sabar banget lho dan termasuk gigih untuk mendapatkan kembali gaun pengantinnya. Ditambah lagi Hae Yoon rela terseret masuk ke kehidupan pribadi Se Kyoung.


Garis besar cerita ini sih seperti itu, jangan tanya saya kenapa kok novelnya setebal itu?
Kan sudah saya bilang tadi, yang membuat melelahkan itu mengikuti perjuangan Hae Yoon dan Se Kyoung mendapatkan kembali gaun pengantinnya..Dilihat dari cover sebenarnya juga sudah cukup menjelaskan isi buku, disitu ada gambar peta, kan?
Selain itu sinopsis yang ada di cover belakang juga sudah sangat menjelaskan isi ceritanya - dan jujur saya suka sesuatu yang 'nyambung' seperti ini. Karena belakangan, saya membaca buku atau novel yang antara sinopsis - cover buku - isi buku, ngga nyambung. Bikin sebal, hih!. Oia, ada yang penasaran ngga kenapa saya pasang gambar dibawah ini?

picture from here, edited by me

Rating: 3/5
Recommended

Pendapat saya..
I love the cover (as usual)
I don't like the thickness
Jujur saja, saya agak kurang puas membaca novel dengan tema Korea terbitan Haru kali ini, mungkin karena jalan ceritanya yang menurut saya, amat panjang. Untuk novel yang endingnya "just-like-that" novel ini kepanjangan, sungguh. Rasanya saya seperti nonton drama korea di buku. Memang buku ini kalau dijadikan sebuah skenario film, sudah sangat pas, tinggal mencontoh persis apa yang ada di buku ini, cari pemeran untuk membaca dialog, dan, tadaa! *tebak sendiri*


Untuk endingnya, jujur agak jauh dari ekspektasi saya, too ordinary, mungkin bisa dibuat lebih dramatis lagi, tapi ya itu terserah si penulis juga. Meski begitu saya suka ide ceritanya. Gaun pengantin yang tertukar, well, belum pernah denger kejadian seperti ini di kehidupan nyata, tepatnya di kehidupan saya ^_^.
  1. Cover buku haru selalu bikin jaruh cinta tapi saya gak suka pada terjemahannya ._.V

    BalasHapus
  2. errr...aku belum banyak baca buku haru sih. tapi pernah ada satu buku yang sama, intinya simple banget, dan rasanya bertele2. terjemahannya juga kurang oke. alhasil buku itu dapet rate 2/5 dari aku :D

    BalasHapus
  3. keunggulannya Haru emang cover yg sweeet bgt. ilustrasinya itu loh menggoda buat dibeliii >.< Eh kok sempat sih kurs-in uang, hehe?
    yaaa jalan ceritanya sih biasa aja, kayak drama2 gitu. setuju! emang buku yg ini pasnya buat naskah drama aja #eh

    BalasHapus
  4. lihat judulnya seperti film korea wedding dress yang menceritakan tentang kedekatan ibu dan anak, sedih gitu... eh novel ini kok rasa-rasanya bikin galau :D

    BalasHapus
  5. Ilustrasi cover Penerbit Haru emang oke. Namun, aku geregetan baca terjemahannya yang terkadang aneh :3

    BalasHapus
  6. Sempat berniat beli buku ini pas jalan-jalan ke owlbookstore, hahahah...tapi baca cerita mbak winda kok ya bersyukur gak jadi beli.. >__<
    blessing in disguise lah ya, kan harganya lumayan mahal juga

    BalasHapus
  7. belum kesampaian baca buku ini.
    pertama lihat agak melek, Boyfriend...wedding dress. terus, ternyata "ooooh".
    tapi baca review ini jadi mikir untung ngebelakangin lagi. "lain kali" lagi.

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives