Review: Percy Jackson #2: The Sea of Monster

Judul: Percy Jackson & Olympians #2: The Sea of Monster
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan

Ternyata kecepatan membaca saya berbanding terbalik dengan kecepatan saya menulis review, setelah merampungkan 4 buku baru hari ini saya menulis reviewnya, which is over a week since I finished this book, yah sudahlah, semoga saja memori saya masih bagus http://eemoticons.net.

Seri kedua Percy Jackson ini bagus-pake-banget - saya sukkaaa!! http://eemoticons.net 
Ceritanya dimulai ketika Percy bermimpi aneh tentang Grover, dimimpinya Percy yakin bahwa ada masalah besar yang sedang menimpa Grover ataupun Perkemahan Blasteran. Hanya saja sampai selesai bab-kedua kalian tidak akan tahu, masalah besar apa yang akan dihadapi Percy.

Di seri kedua ini ada tokoh baru bernama Tyson, dia adalah seorang Cyclops - monster bermata satu *mirip Dajjal kayanya* dan ada yang lebih mengejutkan lagi daripada itu - sang Cyclops ternyata adalah saudara Percy (beda Ibu satu Ayah - ohh, buat yang belum tahu Ayah Percy - dia adalah Poseidon, Dewa Laut) Saya suka deh sama Tyson, dia itu sangat tulus dan helpful - bahkan meski Percy dan Annabeth (awalnya) menolak keberadaannya dia cuek aja tuh dan tetap bersikap baik.

Setibanya di Perkemahan Blasteran, Percy harus merasa sedih, karena mentornya, Pak Chiron sang Centaurus terpaksa harus meninggalkan Perkemahan dan digantikan oleh orang lain, Tantalus *I really hate this man* Chiron dianggap bertanggung jawab atas kejadian buruk yang menimpa Perkemahan, apa itu? Perkemahan diserang oleh 2 Banteng Colchis yang terbuat dari perunggu dan itu artinya pertahanan Perkemahan "bermasalah" - fyi, monster tidak bisa masuk kedalam perkemahan, karena ada sistem pertahanan yang berasal dari kekuatan Pohon Pinus jelmaan Thalia Putri Zeus yang sudah melindungi perkemahan selama bertahun-tahun. (baca buku pertama kalau ingin tahu sejarahnya)

Setelah di selidiki, ternyata ada yang sengaja meracuni pohon tersebut, coba tebak siapa?

Itu adalah masalah pertama yang harus dihadapi oleh Percy, yang kedua - dia harus segera menemukan dan menyelamatkan sahabatnya, Grover. Setelah mengumpulkan informasi, diketahui bahwa cara untuk menyelamatkan pohon Thalia dan Grover rupanya ada di satu tempat - di kordinat 30, 31, 75, 12 - lokasi dari Sea of Monster, Lautan Monster a.k.a Segitiga Bermuda, ayay yay yay! Keren banget kan imajinasi om Rick Riordan? *duh saya kesengsem abis deh*

Lalu apa yang dicari ditempat itu? Find out in this book. I bet you won't regret it http://eemoticons.net

Yah, yang seru dan menarik tidak hanya ada di awal atau pertengahan bab saja - di halaman terakhir pun om Rick masih saja membuat kita penasaran - iya di akhir cerita muncul satu lagi tokoh yang merupakan anak salah satu 3 Dewa Besar yang bisa mempengaruhi ramalan dan kejayaan Olympus. Jadi apakah anak itu akan menjadi teman atau lawan Percy? - nah, klo ini sih jawabannya ada di buku ketiga *tunggu postingan saya besok yah*

Rating: 4/5
Very Recommended 

Nah, sekarang komentar saya soal film.nya
Karena saya baruuu aja nonton film.nya (2 hari yang lalu) jadi saya sekalian saja numpang omelan sedikit.
Saya ngga suka film.nya (bersyukur saya baca bukunya lebih dulu baru kemudian nonton film.nya) - jauh brow' dari novelnya, mau tahu apa aja?

1. Grover ada di awal sampai 2/4 cerita
2. Tyson ada di awal cerita - tapi langsung duduk manis di Rumah Besar di Perkemahan Blasteran
3. Grover diculik oleh orang suruhan Luke, ditengah perjalanan mereka (percy dan kawan-kawan) ke Sea of Monster
4. Percy bertemu dengan Sang Oracle dan mendapat ramalan
5. Hermes memberinya Termos 4 Penjuru Mata Angin (ini sesuai novel) dan Plester Ajaib (ini yang tidak sesuai)
6. Hippocampus - hanya ada satu
7. (ini yang paling bikin shock) Kronos memakan Gover dan Luke, tapi kemudia mereka berhasil lolos dari badan Kronos, setelah Percy mengalahkan Kronos dengan Anaklumos.

7 poin itu yang berhasil saya ingat dari filmnya yang sangat berbeda dengan novelnya..
Pertama, Tyson sudah muncul di awal cerita dan Grover tidak ada, sampai menjelang 3/4 cerita (tepatnya setelah Percy mendarat di Sea of Monster dia baru bertemu Grover) dan Grover tidak di culik oleh siapapun, melainkan dia *baca sendiri novelnya*

Kedua, di novelnya Percy tidak bertemu dengan Oracle dan mendapat ramalan apapun, melainkan Clarisse

Ketiga, Hermes - yah, jelas dari awal pertemuannya Percy dan Hermes sudah salah (di film-nya) apalagi barang yang akan dikasih? Kalau di novelnya Hermes yang menemui Percy di Perkemahan, dan barang apa saja yang diberikan, selain Termos Hermes juga memberinya Botol Multivitamin Kunyah (dari sini mungkin saya bisa memaklumi, karena beda rintangan misi, beda juga bendanya)

Keempat, Hippocampus, entah kenapa cuma di tampilkan satu - yang pasti kalau di novelnya, Hippocampus itu ada 3 ekor.

Kelima, ini dia nih..ngga ada tuh adengan Percy bertarung melawan Kronos, satu kalimat pun ngga ada *demi apah?* apalagi sampai menelan Grover dan Luke

Yaahh, gitu deh, kurang lebihnya begono - kalau orang -orang bilang filmnya Percy Jackson: Sea of Monster bagus - saya bilang jelek. *sapa suruh baca novelnya duluan*

Poskan Komentar

Designed by FlexyCreatives