Review: Camar Biru



Judul: Camar Biru
Penulis: Nilam Suri
Editor: Gita Romadhona & eNHa
Penerbit: Gagas Media

"Cinta tak selalu tepat waktu"
Camar Biru berkisah tentang Nina dan Adith, kedua sahabat yang berteman baik sejak kecil karena mereka dulunya bertetangga. Prolog cerita ini, cukup bikin saya tercengang dan makin penasaran pengen baca sampe ke halaman terakhir - suer!

Check this..
"Hari ini 10 tahun, Dith. So?"
"Namanya juga sumpah, nggak boleh dilanggar. So, let's us get married."
"Let's"
Naaahh, kaget kan kalian klo udah disuguhin hal seperti itu di halaman awal? Kalo saya sih kaget dan malah penasaran banjeett sama ceritanya, ini kok tahu-tahu mereka mau nikah, ada apa sih? Oia, tadi saya sudah bilang kan kalau Nina dan Adith itu teman masa kecil dan masih berteman sampai besar?

Cerita ini diawali dengan Adith dan Nina yang saling mengingatkan bahwa malam itu sudah genap 10 tahun, sejak mereka mengucapkan janji dalam keadaan mabuk (dan thank GOD mereka masih mengingat bahwa mereka pernah saling mengucap janji dan sepakat). Adith berjanji pada sahabat masa kecilnya, Nina. Jika 10 tahun yang akan datang dia (Nina) belum juga punya pacar atau menikah, maka Adith yang akan menikahinya.

Lalu apa setelah itu mereka berdua akhirnya menikah dan disibukkan dengan urusan pernikahan - hapus semua bayangan itu dari pikiranmu temans' karena jujur, cerita selanjutnya tidak seperti yang kalian semua bayangkan, bahkan endingnya sekalipun. Ugh! I really love Nilam' *kiss*

Adith dan Nina tidak menikah - setidaknya tidak secepat itu sodara-sodara. Masih banyak permasalahan yang harus mereka selesaikan sebelum mulai membahas soal pernikahan. Cerita ini banyak menceritakan tentang masa lalu Adith dan Nina, awal mula bagaimana Adith dan Nina bisa bertemu dan bersahabat hingga sekarang.
***
Nina, si bungsu, mengalami kesedihan mendalam akibat ditinggal pergi oleh kakaknya, Narendra, dalam sebuah kecelakaan mobil. Sang Ibu yang juga merasa terpukul karena putra kesayangannya direnggut paksa, menyalahkan Nina atas kematian Naren, perlakuan Ibunya yang semakin buruk membuat Nina terpaksa pergi dari rumah dan tinggal seorang diri selama bertahun-tahun. Saat itu hanya Adith, sahabat masa kecilnya yang selalu memperhatikan dan menjaga Nina.

Suatu hari Nina dan Adith berkunjung ke rumah orangtua Nina, untuk menyampaikan rencana pernikahan mereka sekaligus meminta restu keduanya. Seolah bisa mengetahui apa yang akan terjadi, Nina tidak terkejut dengan reaksi kedua orang tuanya yang tidak terlalu peduli dengan keputusan dan dengan siapa anak gadis satu-satunya akan menikah, meski begitu Nina tidak bisa tidak marah dan akhirnya bergegas pergi dari rumah begitu saja.
***
Adith yang sudah mengenal Nina dari kecil dan merasa dirinya tahu segala-galanya tentang gadis itu, tapi setelah kunjungannya ke rumah orang tua Nina, tempo hari, membuat Adith merasa tidak mengenal Nina, dia juga harus dikejutkan dengan kenyataan pahit - bahwa dirinya sama sekali tidak tahu mengenai rahasia yang sudah bertahun-tahun dipendam oleh Nina, rahasia besar yang selama ini menyiksa Nina dan membuat gadis pujaannya itu berubah drastis 180 derajat, rahasia yang membuat gadis pujaannya selalu terbangun di tengah malam sambil menangis. Ketika akhirnya Adith mengetahui rahasia itu, dirinya begitu marah dan bimbang, apakah dia harus tetap bertahan disisi Nina ataukah melepaskan Nina? Bagaimana dengan janji yang sudah mereka ucapkan? Bagaimana dengan Camar Biru?
***
Di sisi lain, Nina juga harus berjuang untuk bangkit dan menyelesaikan masalah yang selama ini selalu menggangu tidurnya, dia tidak ingin terus menerus bergantung pada Adith. Sudah terlalu banyak yang Adith berikan untuk kebahagiaan Nina, dia tidak ingin lagi menyusahkan Adith. Nina merasa dia harus mulai bercerita pada seseorang, tentang rahasia yang selama ini dipendamnya, tapi apakah Adith akan bisa menerimanya? Disaat yang bersamaan, Sinar, cinta masa kecilnya dan juga kakak kandung Adith, yang menghilang ke London begitu lama, tiba-tiba saja menghubungi Nina. Sinar menawarkan cinta pada Nina, akankah Nina sungguh-sungguh meninggalkan Adith?

Baca kelanjutan ceritanya yaaahhh..ngga seru dong klo saya beberkan semua disini ^_^

Rating: 4/5


My thoughts:
Wow!! I really love this book! Suka banget sama ceritanya. Adowh..suer deh.

Pertama kenapa saya tertarik membaca novel ini, adalah karena nama penulisnya - namanya itu magis gimana gitu #plak Idiihh..ngga percaya, seriusan! Kedua, karena judulnya. Tumben kan saya ngga tertarik sama covernya, eits. bukan karena covernya jelek - bagus kok, tapi bukan itu yang bikin saya pengen baca novel ini. Saya bukan tipikal yg suka baca sinopsis untuk buku lokal (penulis Indonesia), jadi jangan tanya saya sinopsis bukunya, saya ngga tahu, bahkan saya belum baca *padahal sudah selesai baca bukunya*

Saya suka konflik yang ada di novel ini, tentang Nina dan perjuangannya keluar dari masa lalu yang mengerikan, bagaimana Nina menghadapi kehilangan kakak laki-laki, yang selama ini selalu melindungi dan menjaga dirinya, juga bagaimana Nina menghadapi kehancuran harga dirinya seorang diri dan tidak membagi kesedihannya kepada siapapun, tidak juga kepada orang tuanya dan sahabat terdekatnya. Entah kenapa saya seolah bisa nyambung dengan karakter Nina dan bisa memahami dirinya, apa karena ada satu-dua cerita Nina yang juga saya alami atau karena memang penulis mampu membuat kita berempati terhadap Nina, karena diceritakan dari POV 1, atau, apapun itu saya suka.

Saya suka dialog antar tokohnya, menyenangkan membaca dialog antara Adith dan Nina, dan bagaimana setiap tokoh menceritakan kisahnya ^_^
Oh, iya saya juga suka deh sama pilihan profesi untuk kedua tokoh itu, Adith dan Nina - duh, si penulis benar-benar resmi jadi salah satu penulis idola saya deh

Nah, kalo yang saya kurang suka di novel ini - umm..panggilan Adith untuk Nina -__-" masa cewek cakep-cakep dipanggil "kunyuk" sihh.. *ngambek* #eh

Tapi selebihnya saya suka semuanya ^_^
I bet you'll love Camar Biru by Nilam Suri
Ngga sabar pengen baca karya lainnya dari Nilam Suri - semoga saja ada lanjutan cerita Adith dan Nina - saya jatuh cinta lho sama Adith dan Nina, uhm sama..Sinar dan Denish juga ^_^

Please Nilam, make another story about them, okay? Promise? #nodong ^_^
  1. wowowwww, beneran ikut kaget kalo baca paragraf awalnya kayak gitu, kak.
    Umm, penulisnya pinter buat "menggaet" pembaca nih kayaknya.
    Karena biasanya kalo kita udah penasaran sama awalnya, biasanya nerusin sampe berlembar-lembar ke belakang.

    Baca review kakak, jadi kepengen juga baca bukunya :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, bagus deh ceritanya #bukanpromosi
      klo uda baca, aku tunggu reviewnya yah ^_^

      Hapus
  2. Jadi, akhirnya mereka menikah apa gak? *need a spoiler >,<

    BalasHapus
  3. Winda, review kamu bikin aku pengen tau lanjutannya! Arrghhhh, nyesel waktu itu ga jadi beli ini ;p

    BalasHapus
  4. Kakak, please deh kalo kasih review jangan bikin orang penasaran. Nuliasnya sengaja dibikin lompat-lompat gitu ya? Jujur, aku suka dengan novel yg tokoh utama ceweknya lebih ke broken home/tomboy/urakan/sejenisnya daripada kalem/manis/feminim. Jadi waktu baca review dan disitu tokoh ceweknya dibuat kabur*an dari rumah, terus sering mimpi buruk jadi tambah pingin baca. Terlebih itu mimpinya mimpi apa? monsters atau kecelakaan kakaknya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. owowow - maapkeun, klo review nya ngga enak dibaca - ayo dong bantu aku , gimana harusnya yang bener biar ngga terkesan loncat-loncat - please need advise #memohon

      Hapus
  5. Dari dulu pengin punya sahabat cowok dari kecil kayak Adith ini, tapi udah terlanjur gede ya gag bisa :p
    Udah punya buku ini dari lama, tapi sampai sekarang masih aja berada di tumpukan buku-buku yg belum sempet kebaca.
    Banyak yang bilang bagus tenatngb buku ini, apalagi ini debut pertama Nilam Suri.
    Terus aku juga setuju kalo Nilam Suri buat lanjutan cerita antara Nina - Adith. Habis gara-gara baca review kakak ini, kayaknya ceritanya bikin ketegihan deh :3
    btw, setiap baca 'Nilam Suri' entah kenapa yang ada di bayanganku si Timun Suri, hahaha :D *abaikan* *Maaf kak Nilam*

    BalasHapus
  6. Saya udah punya buku ini, Mbak. Tapi dia selalu terkalahkan sama novel-novel baru. Hehehehe....ternyata, setelah baca review mbak, aduh.... nyesel deh nyuekin novel ini :D

    BalasHapus
  7. setelah baca review novelnya di blog ini :D Langsung cepet beli ke toko buku daan taraaa :D Sdh ketemu {} agak kurang suka sih sama sifat nina yg cuek -__- sama adith.. tp overall bagus banget.. Covernya lucu, camar biru itu yg bikin lucu :3

    BalasHapus
  8. Dari judul kesannya sederhana. Penasaran isinya seperti apa. Terima kasih untuk reviewnya. :)

    BalasHapus
  9. Wah baca review kakak saya jadi tertarik nih. Jadi penasaran gimana akhir cerita ini.
    Hmm kk benar! Terkadang sinopsis yang berada di belakang buku itu tidak bisa mewakili isi buku secara keseluruhan, jadi jika ingin membeli sebuah buku, tidak cukup dengan hanya membaca sinopsisnya saja, tetapi yang paling penting itu siapa penulisnya! :) hehe

    BalasHapus
  10. wow review nya buat penasaran kak :) ...kemaren aku menang juga hadiah camar biru.. tapi belum nyampek uda 3 minggu kak :( hehe *curhat
    setelah baca review kakak... aku semakin penasaran sama bukunya ..
    aku suka cara kakak memandang sebuah buku ... hampir sama kayak aku ... * hehe :)
    salam kenal kak :)

    BalasHapus
  11. Oh, ternyata jalinan cinta yang terajut karena hubungan masa kecil. Maksih ya Kak udah mau review buku camar biru sebelumnya pengen banget punya buku camar biru, tapi masih ragu mau beli atau enggak, tapi lewat review ini seenggaknya aku punya referensi.

    BalasHapus
  12. kalau POV 1 tetapi bikin pembaca terhanyut, keren deh camar biru :)

    BalasHapus
  13. Jujur nih, Kak.. kapan hari saya liat judul ini di salah satu toko buku di kota saya, dan saya nggak begitu berminat karena cover dan judulnya yang kurang "memanggil" (saya bukan pembaca yang baik yang liat buku dari cover dan judulnya). Namun setelah baca review Kakak, SAYA NYESEL KENAPA NGGAK BELI UHIKKSSSS~ Seandainya saja toko buku yang saya kunjungi itu mau bermurah hati menyediakan satu sample buku untuk dibaca di tempat seperti Gra**dia huhuhuhu~

    Nice review, Kak.. Kakak mencantumkan detil garis besar buku dan merahasiakan ending! aaarrrrggh~ saya jadi makin ingin baca huwooo!!!

    BalasHapus
  14. lohh? namaku jadi anonim? -___-
    yang di atas itu tadi komenku, Kak..

    BalasHapus
  15. Great review Mba...rating dari mba jg menggugah pengen baca... semoga aku bisa baca buku ini secepatnya ^^

    BalasHapus
  16. Great Review! Jadi pengen baca novelnya nih habis baca reviewnya :3

    BalasHapus
  17. Reviewnya keren mbak, saya jadi ngidam pengen banget baca bukunya. Dari dulu cuma liat covernya aja tapi masih ragu, eh pas baca disini jadi penasaran sama ceritanya :D

    BalasHapus
  18. the first, aku suka sama covernya di mbak :) klasik dan manis banget! Dan begitu baca reviewnya?? Uwoooww! aku kok nggak nemuin ini ya waktu ke toko buku???! Mau banget bacanya, prolog di awalnya bener-bener bikin aku kesemsem nih kak u,u Mau tahu banget kelanjutan ceritanyaaa, nggak puas kalo cuma baca reviewnya (-..-) Tapi, aku suka nih gaya reviewnya kak Winda, santai tapi nyampe banget apa yang mau dikasih kepembacanya,.. Pinjem dong kak bukunyaa?? *dilempar sandal*

    BalasHapus
  19. iya juga yah, kalau halaman pertama novel aja langsung ada "let's get merried" asti kaget. udah awal aja seru banget. selain itu, kalau punya teman masa kecil cowok saya juga pengen (walaupun enggak). kayaknya enaak, gitu kalau hidup berasa FTV. cinta monyet O///O
    selain cover buku ini keren, reviewnya kakak juga keren banget, penggunaan bahasanya ringan, gaul tapi nggak alay. jadi pengen baca buku ini :)

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives