Review: Tears in Heaven


Judul: Tears In Heaven
Penulis: Angelia Caroline
Editor: Alit Tisna Palupi
Ilustrator: Levina Lesmana

Tears in heaven menceritakan tentang persahabatan antara Tania, Kayla, Brian, Marvin dan Nathan. Tokoh utamanya adalah Nathan, cowok blasteran yang tinggal berdua dengan Ibunya, dan Kayla, cewek mungil yang menyukai segala sesuatu tentang Jepang.

Diceritakan di awal cerita bahwa Nathan mengidap kanker, karena itu dia terpaksa harus pindah ke Jakarta untuk mendapat pengobatan yang lebih intensif. Dan itu berarti dia harus tinggal dengan Ayahnya, yang tentu saja itu bukan pilihan menyenangkan bagi Nathan. Nathan masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ayahnya lebih memilih meninggalkan dirinya dan ibunya demi orang lain, dan sekarang dia harus tinggal dirumah keluarga baru Ayahnya, dengan ibu dan adik tirinya.


Diluar masalah masa lalu yang harus Nathan hadapi, dia cukup terhibur dengan hadirnya sahabat-sahabat barunya, Tania, Marvin dan Brian - mereka adalah teman sekelas Nathan. Sedangkan Kayla, bisa dibilang cinta pandangan pertama Nathan -diantara ke empat sahabatnya, Kayla adalah yang paling rajin menemani Nathan dan selalu ada untuk menguatkan Nathan menghadapi penyakitnya.

Sebagian besar ceritanya memang berkisah tentang keseharian Nathan, Kayla dan teman-temannya di sekolah. Jujur saya sedikit jenuh, karena mungkin ini bukan genre bacaan saya. Tapi itu tidak seberapa yang membuat shock adalah ketika saya sampai di Bab 26 - dibagian itu identitas Kayla terungkap. Nah, dari sinilah, saya mulai ngga bisa tenang menikmati cerita ini sampai akhir.

So, I think that's all I can say about this book.

Rating: 3/5



My thoughts:
Beberapa review, bilang SUKA sama novel debut yang satu ini - mungkin karena bacaan ini pas sesuai umur mereka (teenlit), kalau saya - kebetulan saya suka yay! prok-prok-prok Meski ide ceritanya sudah umum, yaitu si tokoh utama kena penyakit kanker - and I guess we know how it ends. Tapi bagaimana penulis mengambarkan setiap karakternya itu yang bikin saya suka novel ini - bacaan ringan yang bisa dibaca disela-sela kesibukan saya breastfeeding.

Saya sih sudah berjanji sama diri sendiri - kalau saya tidak akan membahas kekurangan minor atau ketidaksukaan minor saya pada suatu karya penulis - jadi soal typo dan inkonsistensi yang menurut saya it's okay - tidak akan saya bahas disini, unless it really disturbing and need to be conveyed.

Bab. Terlalu banyak pembagian bab untuk novel setebal 345 halaman. Tebak berapa bab? 30 Bab temans' itupun tidak termasuk prolog dan epilog #oemji. Saya anggap ini berlebihan, bahkan ada satu bab yang hanya berisi narasi sepanjang 5 halaman or 3 lembar (jangan paksa saya menghitung jumlah per katanya juga, trust me I can do that)

Untuk covernya, (lagi-lagi) saya harus jujur, kalo saya kurang suka sama cover novel ini. Pemilihan jenis font-nya itu loh, ngga ngeblend sama cover yang sudah cantik dan cakep ini, ibarat kata rusak susu sebelangga karena nila setitik #tsaah dan itu hanya gegara font dan penempatannya yang kurang pas (menurutku) #cakarcakar. Owh, satu lagi - ilustrasi tetesan air di setiap awal bab, cukup mengganggu penglihatan membaca (nih penampakannya).


"Nath, being strong is not about being fearless. It's about admitting your fears and deal with it. Please Nath, I just want you to do your best." (hal. 189)
  1. Mungkin ilustrasi tetesan air di setiap awal bab itu biar terlihat menarik ya, tapi jatuhnya malah ganggu..
    hhmmm

    BalasHapus
  2. Waw, 30 bab? Kayaknya asyik deh buat nemenin begadang di rumah

    BalasHapus
  3. Hem...gamblang, oke...aku memutuskan g jadi bei novel ini. Karena teenlit dan tokohnya sakit. Hehehehehe... terima kasih

    BalasHapus
  4. Buku ini sempat jadi wishlist ku, tapi entah kapan bakalan kesampaian. Hehee :D

    BalasHapus
  5. Saya kebalikannya mbak deh soal buku ini haha. Saya teenager tapi gak suka sama buku ini. Kesannya bertele2 dan dipanjang2in. Karakternya juga too good to be true, jadi kayak nonton anime. Alurnya juga terlalu datar, malah pas iseng saya baca epilognya gak ngerasa apa2. Salah satu buku yang nggak bisa aku selesain._. Untung dapet gratis jadi nggak ngerasa rugi dah hehe. Tapi saya nggak rela 'buang' alias hibahin buku ini gara2... cover dan layout di dalamnya. Cute broohh :3 mayan buat moodbooster kalau mandangin covernya ;)

    BalasHapus
  6. https://www.youtube.com/watch?v=EIEH8hWln1w

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives