[Giveaway Winner] Now, Book Hoarder - Tomorrow?

Holla..maaf yah klo SUPER DUPER LAMA, saya baru umumin pemenang untuk event ini 

Now, Book Hoarder - Tomorrow?

Maklum, ada beberapa kendala, tapi saya gak lupa kok (nyaris memang, tapi gak kok)
Oke capcus, langsung aja yah untuk pemenangnya, hasil dari undian di random.org

Congrats yah, ditunggu inbox data diri kalian dan no member BBI (jika ada) ke:
merahbatako@gmail.com
batas konfirmasi 2 x 24 jam sejak postingan ini di publish yah..so, nama pemenang akan expired on 26 Nov 2014 (sore)

Review: Diary Princesa

Judul : Diary Princesa
Penulis : Swistien Kustantyana
Penerbit : Ice Cube (KPG)
Tahun terbit : Februari 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 260 hlm
ISBN : 978-979-91-0679-7


Sebelumnya saya mau minta maaf ke Sang Penulis (Swistien Kustantyana) karena buku pemberiannya ini baru saya review sekarang, deep apology..maaf ya sistah..

Tadi sempat browsing juga, rupanya sudah banyak banget temen-temen blogger yang nulis review buku ini, makin merasa bersalah deh saya.. #sembunyidikolong
Oke, tanpa berlama-lama ~ langsung ke review aja yah, SKIP bagian Sinopsis ^_^

Review:

Novel ini sebenernya masuk genre teenlit - dan to be honest, teenlit is not my cup of tea..taaaaapiiii, novel satu ini rupanya beda, BA-NGET. Karena pertama, tema yang diangkat termasuk berat (sejenis sama novel People Like Us) cuma agak lebih berat PLU sih #nyengir, Swistien mengusung tema Bipolar Disorder, klo gak paham apa itu Bipolar Disorder, baca novel ini.

Well, sesuai dengan judulnya "Diary Princesa" ini memang bisa dibilang menceritakan kejadian sehari-harinya Cesa ~ tapi yang membuat "diary" ini menarik adalah cara penulis menceritakan kejadian yang dialami setiap tokoh, yang menurut saya amazing. Baik Cesa maupun Jinan, keduanya bisa menjadi favorit saya. Oh, iya maaf, mungkin kalian belum paham siapa Cesa dan Jinan. Mereka berdua adalah kakak beradik, Jinan adalah sang kakak yang menderita Bipolar Disorder, dan Cesa adalah sang adik yang digambarkan di buku ini serba berkebalikan dengan Jinan (selain kondisi mental.nya tentu saja) baik secara fisik maupun dari kesukaan masing-masing.

Awalnya saya kurang bisa menyukai novel ini, karena jujur saja alurnya lumayan lambat didepan, rasanya hanya monoton menceritakan tentang keseharian Cesa dan hal-hal kecil yang berhubungan dengan kakaknya, Jinan, nyaris tidak ada konflik yang cukup berarti, tapi sekali lagi, cara penulis menceritakan dan karakter yang dimiliki masing-masing tokoh membuat saya terus membaca buku ini sampai habis. KEREN banget cara penulis membangun karakternya.

Saya baru menikmati buku ini ketika menjelang pertengahan, karena disinilah mulai bermunculan berbagai konflik meski gak begitu menguras emosi tapi cukup bikin sedih saya sebagai pembaca. Tapi yah itu, hanya bisa membuat saya sedih tapi gak sampe berlinangan air mata, mungkin karena ini diceritakan dari POV 1 atau mungkin saja emosi yang diberikan penulis di tiap konflik yang terjadi porsinya kurang, semisal saja ketika kedua orang tua Cesa dan Jinan sedang terlibat masalah, dan mereka yang terkena dampak paling besar. Cesa hanya menanggapi "begitu saja" seperti bukan sesuatu yang berarti, cukup kecewa disini dengan sikap Cesa (atau bagaimana penulis menceritakan Cesa). Meski hubungan anak dan orang tua tidak harmonis sekalipun paling tidak perlulah sedikit empati diantaranya, apalagi klo dihadapkan dengan masalah seberat itu.



Mungkin seperti para remaja pada umumnya yang suka menulis diary ~ mereka punya kecenderungan untuk produktif menulis jika sedang ada masalah atau sedang jatuh cinta, iya, saya anggap begitu yang dialami Cesa. Dibuku ini pun Cesa justru lebih banyak memusatkan perhatian pada kakaknya Jinan dan Nathan, laki-laki sahabat kakaknya yang sangat dia sukai, sayanganya Nathan malah menyukai Jinan dan bukan Cesa.

Kehadiran Nathan dan Aksel di buku ini membuat kisah Cesa dan Jinan lebih penuh warna, I love both of this guy, mereka lovable. Tidak berlebihan seperti teenlit umumnya, mereka sangat well, yah..you-know loveable (diulang) sayang porsi keduanya di cerita ini kurang banyak, buat saya kehadiran mereka dicerita masih kurang, I want more! #protes #ngadaindemo

Endingnya, jangan tanya saya soal endingnya..
Karena yah itu, sudah saya bilang barusan, I want more Nathan and Aksel ~ gak terima banget tiba-tiba sudah sampai ending dan bahkan saya belum puas tentang bagaimana kelanjutan kisah Jinan-Nathan-Cesa-Aksel (perhatikan urutannya).

Semoga, Swistien berkenan membuat sekuelnya ~ tapi klo bisa kali ini dari POV-nya Jinan ^_^
Karena pasti lebih berasa lagi Bipolar Disordernya. Ditunggu yah Kakaaaak..! #teriakpakeTOA

Review: Love Bites

Judul: Love Bites 
Genre: MetroPop
Penulis: Edith PS | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Beli di: Gramediana | E-book



Sinopsis:
Vania:
“Percayalah, kalau diizinkan memilih, aku ingin menghabiskan sepanjang hariku di sofa, menonton dvd komedi keluarga Modern Family sambil menikmati sundae dan bercengkerama dengan Cherish. Sayangnya...”

Ivan:
“Ini bukan tentang gue mengerti atau tidak soal pekerjaannya, tapi tentang bagaimana seorang suami menjadi sandaran bagi istrinya yang butuh pendengar. Gue ingin bisa diandalkan olehnya.”

Apa yang terbayang saat mendengar fenomena Alpha Wife dan Beta Husband? Tentang bagaimana pernikahan diusahakan ketika terjadi pertukaran peran antara suami dan istri. Tentang dominasi istri—dari segi finansial dan pengambilan keputusan—dan peran baru laki-laki sebagai stay-at-home husband.

Selamat datang di kehidupan Ivan dan Vania. Pasangan muda dengan satu anak perempuan berusia lima tahun, yang dipenuhi beragam dinamika pernikahan kaum urban di era modern: gaya hidup, stigma sosial, kodrat, idealisme, skala prioritas, inferioritas, pelarian... Sampai akhirnya keduanya yang semula mempermasalahkan perbedaan, yang awalnya diyakini menyatukan mereka, mulai saling menyalahkan.

In fact, love is not that blind. It even bites!

Review:
Novel ini mengisahkan tentang sepasang suami istri, Ivan dan Ivana ~ beserta buah hati mereka Cherish, yang berusia 5 tahun. Ivana, sang istri alpha, yang artinya memberi kontribusi paling besar pada perekonomian keluarga menjadi tema yang diusung penulis kali ini, fenomena seperti ini memang sudah banyak terjadi di kota metropolitan macam Jakarta, dimana sang istri lebih berhasil secara finansial (pekerjaan) dibandingkan suami mereka.

Seperti itu jugalah yang dialami Ivana, seorang manajer di perusahaan besar dengan karir yang sedang naik daun dan Ivan, seorang penulis yang sedang mandek (almost jobless) atau kehilangan motifasi menulis semenjak anak mereka, Cherish, lahir. Cerita berjalan tenang di bagian awal, begitu juga kehidupan rumah tangga Ivana dan Ivan, hingga segala sesuatunya mulai berubah ketika Ivana mendapatkan promosi jabatan yang membuat dia harus berpisah dari suami dan anaknya. Ivana memilih untuk tidak tinggal serumah dengan dua orang yang paling dicintainya. Itu hanya permulaan. Permulaan atas perbedaan-perbedaan yang indah menjadi tidak lagi indah, tapi malah menyakitkan, keduanya.

My thought:
Saya memutuskan membeli novel ini setelah membaca sinopsisnya, iya memang covernya sangat menarik, tapi saya nggak mungkin membeli buku hanya dari cover kan? (meski harganya murah)
tema cerita yang selalu berhasil menarik perhatianku adalah tentang alpha wife, dan ini adalah novel kedua yang saya baca tentang alpha wife (sebelumnya novel alpha wife karangan ollie).

Menurut saya, menjadi alpha wife sebenarnya karena dua hal, pertama, keadaan, kedua pilihan individu tersebut. Meski beberapa orang "kuno" menganggap hal tersebut kurang pantas karena kodrat wanita adalah melayani bukan sebaliknya, but hey, our world changing, dulu tak ada internet sekarang ada, bahkan uang 1 rupiah jaman kakek saya dulu sudah tidak bisa digunakan di jaman sekarang, artinya dunia berubah, lingkungan berubah, begitu juga peran istri.

Tapi berubah itukan tidak bisa semena-mena juga, ada aturan yang tetap harus dianut. Karena klo kita keluar dari aturan sama saja kita siap untuk kena penalti. Novel ini memberi contoh yang bagus sekali dan juga membuka pandangan kita tentang menjadi alpha wife, tentang makna pernikahan, juga bagaimana seharusnya menjaga buah hati (anak) agar tidak terluka oleh sikap kedua orang tuanya.

Ada bagian dimana saya berurai air mata (iya saya memang cengeng) adalah ketika Ivana dan Ivan saling mempertanyakan hubungan mereka, saling mempertanyakan tujuan pernikahan mereka, this is so sad, though they have been married for six years, man!

Ini bukan novel favorit saya, tapi saya suka karena membaca Love Bites, banyak mengingatkan saya tentang betapa bahagianya memiliki pasangan, suami yang selalu ada ketika kita pulang kerumah setelah lelah seharian kerja, ada anak yang selalu menanti kita dengan senyum manis bak malaikat (padahal belum pernah juga saya ketemu malaikat, apalagi di senyumin #plak) - yah, intinya saya jadi banyak mikir setelah membaca novel ini. Bahwa, keluarga adalah harta yang sangat berharga.

That's why, saya kesel banget sama endingnya dan beberapa tokoh yang menurut saya gak perlu muncul karena peran mereka yang nggak penting banget, sampai sekarang saya heran kenapa Hara itu harus muncul lagi di epilog, dan Cita, oh my god ~ bahkan saya dipusingkan dengan peran-peran dia di sepanjang cerita ini. Mungkin penulis perlu memperdalam lagi untuk peran masing-masing karakter terutama Cita dan Hara, klo tidak ada dua tokoh tersebut saya mungkin suka novel ini, tapi karena kedua tokoh ini ada, saya jadi berpikir bahwa novel ini diselesaikan agak tergesa-gesa ~ anyway, tokoh idola saya tetap Ivan, Ivana dan Cherish, selain dari mereka bertiga, no comment.

Lepas dari itu semua, saya rekomendasikan novel ini untuk yang merasa perlu tendangan halus karena masih meragukan kelebihan dan kekurangan pasangannya, juga makna pernikahan..

Rating: 3/5

Review: Fangirl

Judul: Fangirl 
Pengarang : Rainbow Rowell
Penerjemah : Wisnu Wardhana
Penerbit : Spring
Tebal: 455 halaman



Sinopsis : 

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya! Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

My thought :
"Dia sudah menyukaimu. Kurasa dia tertarik pada hal-hal yang berbau siswi kutu buku ini. Dia membicarakanmu seolah kau sesuatu yang dia temukan di museum sejarah alam"
Hastagahnaga, lama sekali rasanya saya gak posting apapun di blog ini sejak *cek kalender* 2 bulan yang lalu, muahaha #malahngakak #gaktahudiri. Yah, harap maklum, akhir-akhir ini saya disibukkan sama hal baru, menjadi mahasiswa (lagi) dengan seabrek tugas yang bikin pening dan kebagian kerjaan sampingan jadi salah satu redaksi Majalah di kantor, keduanya sangat menyita waktu (apalagi waktyu baca) *maaf, malah curcol*

Sebelumnya terima kasih banyak untuk Penerbit Spring, yang sudah dengan baik hati memilih saya menjadi salah satu reviewer untuk novel terbitan perdananya *prok.prok.prok* #applause
saya senengnya bukan main waktu nerima email dari Penerbit Spring, karena berkesempatanan jadi duta yang mengenalkan Penerbit Spring (ini aseli akunya yang melebih-lebihkan) ~ Oke.oke, jadi Penerbit Spring ini ~ saudaranya Penerbit Haru (itu loh penerbit yang kondang dengan novel-novel terjemahan Korea.nya, dan salah satu penerbit favorit saya #infopenting) cuma, kali ini Penerbit Spring lebih fokus ke terjemahan novel berbahasa Inggris, dan yak! FANGIRL adalah hasil karya perdananya, oke cuss langsung aja yah..

Review :
Apa gunanya memiliki saudara kembar kalau kau tidak memperbolehkannya menjaga dirimu? Kalau kau tidak memperbolehkannya berjuang di belakangmu? (hal. 121)
Cath the Heroine

Tokoh utama novel ini adalah Cath, Dia bukan tokoh yang akan bikin kita suka pada bacaan pertama, karena karakternya yang tertutup dia jadi terlihat sesekali menyebalkan saking introvertnya, tapi lalu semakin kebelakang ada beberapa kemiripan antara sifat Cath dengan saya misalnya. Bahwa menjadi introvert itu bisa menyebalkan juga (paling tidak pesan itu yang saya dapat dari novel ini) dan dibutuhkan orang yang khusus juga agar kita bisa dikatakan punya teman. Seperti Cath dengan Reagan (teman sekamarnya). Sampai disini saya setuju dengan Rowell.

Saya suka jalinan pertemanan yang terjalin antara Cath dan Reagan, Obrolan mereka berdua bener-bener bikin saya ngakak juga mikir, dalam hati saya sungguh pengen punya Reagan saya sendiri. Kehadiran Levi, juga membuat novel ini menjadi lebih manis ~ membuat saya diseret kembali ke memori ketika masih belum setua seumur ini. #uhuk

Saya gak bermaksud spoiler, tapi kisah cinta yang disuguhkan Fangirl memang manis bingits ~ pengakuan cinta "Mr.X" bikin saya sempat nahan nafas, meski cuma sesaat, so cute. Khas anak muda #heh.

Main Story

Cerita utama novel ini adalah mengenai kecintaan Cath pada Simon Snow dan juga Fanfiksi, sesuai dengan judulnya. Fanfiksi, klo diartikan secara bebas oleh saya adalah karya fiksi yang ditulis ulang oleh penulis lain (bisa juga penulis yang sama) dengan perluasan ide dari cerita aslinya, ini aseli hasil pemikiran saya yah, bukan dari referensi manapun, jadi silahkan untuk keakuratan informasi tanya pada pihak yang berwenang atau ke Mbah Gugel #dikeplak

Tapi ceritanya tidak melulu soal Fanfiksi, justru Fangirl lebih banyak ke kisah sehari-hari selama Cath menjadi mahasiswa, kehidupan barunya di asrama, juga mengenai persoalan keluarganya, terutama hubungannya dengan Wren—saudari kembarnya, tentu saja tidak ketinggalan kisah cintanya yang super manis, duh! saya jadi pengen balik ke masa muda nih #benerinmakeup #retouch

Buku yang pas banget untuk para remaja muda terutama yang baru masuk kuliah (seperti saya, coret di bagian remaja mudanya, itulah kenapa saya girang banget dapet buku ini, hohoho) karena pesan moral yang bisa diambil dari novel ini juga banyak ~ worth to read ^_^

Kalau kalian suka menulis cerita terutama fanfic dan juga suka yang manis-manis (kisah cinta.nya maksud saya) I recommend you this Fangirl.

Waktunya komentar..


cover asli
Covernya, saya sih lebih suka cover aslinya #dikeplak, kurang sreg sama pemilihan warna di novel terjemahan ini, dan lumayan suka sama ilutrasinya, oia klo di cover aslinya "si cowok" kan rambutnya agak panjang (sesuai sama tokoh di cerita) klo yang terjemahan rambutnya agak pendek, apa mungkin karena dia ngadep kedepan yah? Cath sendiri di cover digambarkan "tua sekali" #dibahas.

Untuk cover belakang, saya gak suka perpaduan antara warna coklat terang dan putih untuk bagian sinopsis, tulisannya jadi kurang jelas dan orang cenderung malas untuk membacanya.

Saya paling suka sama cutting pembatas bukunya dong, beda daripada yang lain pokoknya, yay!

Font-nya agak rapat sih, jadi butuh usaha ekstra supaya gak ketinggalan satu baris kalimat (spasi antar paragraf-nya kurang lebar #usul) dan jenis font yang dipakai untuk menceritakan Simon Snow (fanfic) dan Cath, kurang signifikan bedanya ~ karena sekilas nggak terlihat bedanya, mungkin bisa dipilihkan font yang lebih menonjol untuk menceritakan Simon Snow.

So far, suka dengan hasil terjemahannya, tapi ~ ada beberapa kata yang justru saya malah asing ketika diterjemahkan, misal piza (pizza) dan barbeku (barbeque), mungkin bisa dipertahankan memakai kata aslinya tapi dengan font italic yang menandakan itu bukan hasil terjemahan.

Overall: 3 bintang untuk Fangirl tambahan 1 bintang untuk Levi (jadi total 4 bintang) #sokribet

Review: Curhat Admin


Judul: Curhat Admin
Genre: Non Fiction
Tebal: 186 halaman
Harga: Rp 49.000
Terbit: Agustus 2014

Sinopsis

Minta no. HP-nya Kim Hyung Joon dong, Min!
Min, alamat rumahnya T.O.P, dong! Urgent nih!!!
Min, emang Hyun Bin pergi wamil jam berapa?

Pernah dapat mention seperti itu?

Admin pernah, dong. Sering banget, malah. Disangkanya Admin pusat informasi kependudukan Korea, kali ya?

Banyak yang mikir kalau jadi admin fanbase per-Korea-an itu gampang, menyenangkan, dan selalu dapet tiket konser gratis.

Eits, jangan salah.

Dunia admin (terutama per-Korea-an) nggak semuanya berisi pelangi dan unicorn.

Nggak percaya? Fine! Baca aja buku ini! *lho*

Inilah kisah keseharian kami, para admin @KoreanUpdates dan @all_Kdramamovie yang setiap hari berjuang menebarkan virus K-Pop, K-Drama, dan K-Movie di antara curcol para followers.

Kini, giliran kami menumpahkan isi hati!

Review:

Jeballl..! *teriak pake TOA, padahal gak ngerti tuh artinya apaan* #plakk

Suer sampai detik saya nulis review ini, saya masih belum ngerti juga arti Jebal..ada kah yang mau kasih tahu saya artinya? *puhleezz*

Curhat Admin, itu buku apa sih Kak? *ini adegan ketika saya ditanya sama salah satu adik kelas di kampus* saya cuma bisa bilang, "yah semacam curhatnya para admin di twitter gitu"
Admin itu apa?
(lalu hening)

Wokeh, postingan ini gak akan membahas apa itu Admin ya Fellas, tapi buku dari Penerbit Haru (penerbit favorit saiyah) yang judulnya Curhat Admin.

Saya bingung ketika diminta menuliskan review ~ pertama, apa yang harus saya tulis mengenai review curhatan seseorang (red: Admin) ~ kedua, indikasi spoiler pasti tidak dapat dielakkan, ~ ketiga, buku ini gak sedap klo tidak dibaca sendiri (nah, ini alesan aja kayanya sih) #plakk, eh gak lho, suer ~ buku ini sarat akan humor dan celotehan-celotehan innocent para admin yang bikin sakit perut (akibat ngakak tak tahu diri)

Jadi di Curhat Admin, disini dikupas tuntas, apa sih kerjaan Admin dan keseharian mereka saat menjadi Admin (bahkan sampai ke hal yang paling rahasia lho, contoh aja ~ ternyata si Admin Joo (Korean Update) itu doyan makan dan doi berbadan tambun. ternyata, ada juga admin yang pernah di katain bego sama anak SD sampai doi nangis *hebat bener ya anak SD jaman sekarang, uda jago twitteran dan demen K-pop bisa seenaknya ngatain orang dewasa bego, saya aja dulu cuman maianan boneka kertas sama nonton si Google V #ketebakdehumurnya*

Ada dua fanbase yang di ceritakan di buku ini, fanbase untuk pecinta K-drama (@all_Kdramamovie) dan satu lagi untuk pecinta K-pop (@KoreanUpdates) ^_^

Meski awalnya agak lost in page and translation (secara saya bukan pengikut dunia per-Korea-an, jadi agak bingung juga dengan banyaknya nama-nama yang bertebaran di buku ini, palingan cuman Dream High dan Taecyeon aja yang masuk di radarku #uhuk) tapi, hal itu gak menyurutkan niat saya buat menamatkan buku ini (yaiyahlah, karena kan udah teken kontrak buat baca sampe abis #plakk)

Tapi suer, buku ini bikin saya jadi menaruh iba ke penderitaan para Admin #heh #laluditendang
Bayangkan mereka harus melayani komentar entah itu postitif atau negatif yang bikin panas hati sampai mata berair setiap hari 24 jam #kasihan #pukpukadmin, ngomong-ngomong ~ ada gitu waktu libur buat para Admin? #ininanyalho

Thanks to Penerbit Haru yang sudah memberi saya kesempatan membaca buku ini, I LUV IT
Isinya kocak abis, aduh komentar-komentar dari para followers versus admin itu sumpah bikin ngakak, konyol abis. Klo gak percaya nih ya saya kasih spoilernya.





Last words! Tetep semangat yah kakak-kakak Admin yang kece dan SUPER sekali ^_^
Pahalanya gede lho jadi Admin ituh #pukpukadminmesra
Semoga, makin banyak followers #heh dan semoga kesejahteraan Admin semakin meningkat

#fighting

Wishful Wednesday [7]


*dudududum~dum* #backsoundiklanCadburry

Giveaway lagi, oh NO~I can't help it #mutermuterhebohdikubikel #mulailebay

Happy Besdey (banyak yang ultah rupanya bulan Agustus ini) ~ Happy Birthday PerpusKecil yang selalu kecil (kapan kira-kira jadi Perpus Besar, mbak? #pertanyaanpenting #okeabaikan)
Iya ini event rutin (yang jarang banget saya ikutin) #plakk dari blog Books To Share a.k.a perpuskecil milik Mbak Astrid, Wishful Wednesday (klo masih ada yang belum tahu apa itu, silahkan melipir kemari) dan ini dia tata cara-nya #KBBImodeon

  1. Silahkan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post yang ada di blog Books To Share) Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

gimana udah jelas kan? #okefix sekarang kita lanjut yah ~ buku apa yang ada di wishlistku kali ini, siap-siap yah karena bakalan banyak ini..

1. The Golem's Eye


Udah pada tahu dong pasti ini salah satu serial apa ~ ho-oh Bartimaeus, dan kenapa ini buku jadul masuk di wishlist ~ jelas itu karena saya belum punya #yaiyalah, kedua, karena menurut gosip yang beredar ~ ini buku bagus dan konyol sampe beberapa teman memberi rating bintang 5 ~ klo gak bagus dan layak baca, gak mungkin juga cetak ulang ~ cover baru pulak (which is I don't like the new one, saya tetep setia pengen yang seperti diatas ~ engh, maksudnya yang versi terjemahan G*******  ) dan alasan ketiga, tinggal buku ini aja maka serial Bartimaeus saya lengkap sudah #yay ~ soalnya udah setahun lebih nyari buku ini, tak ada yang mau jual satuan (kudu beli 1 set gitu, igh ~ tega) #indikasicurcol

Judul : The Golem`s Eye
Seri:  Bartimaeus Trilogy
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: 17 Juli 2007

2. Zero Moment (Joshua Files #3)

 beli di BukaBuku

Judul : Titik Nol
Seri: The Joshua Files
Pengarang : M.G Harris
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: 25 November 2011

3. Apocalypse Moon (Joshua Files #5)

 beli di BukaBuku

Judul: Bulan Terakhir
Seri: The Joshua Files
Pengarang : M.G Harris
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: 22 November 2012

Nah, klo untuk 2 buku ini ~ The Joshua Files series, gak ada alasan spektakuler sih sebenernya ~ yah, selain saya suka sama covernya yang warna-warni ~ dan kelihatan eye candy klo dipajang di rak buku dengan nuansa dark/ gelap ~ engh, see, alasan yang sangat biasah ~ but wait, baru inget kenapa kok saya memutuskan serial ini buat (ditimbun) (dibeli) dikoleksi ~ awalnya karena baca yang buku pertama, koreksi ~ baca sinopsisnya aja, ada kata atau kalimat "capoiera" dan "reruntuhan suku Maya" di sinopsis buku itu yang bikin saya pengen baca dan punya Joshua Files, yuhuu ~ saya penggemar bacaan mitologi, bukan sejarah ya, ndak suka saya klo sejarah (kecuali sejarah Indonesia, dan itu mentok hanya buku-buku Pram sama Ayu Utami aja, selebihnya belum) ~ dan ditambah lagi abis baca review Mbak Fanda yang marathon tentang Joshua Files (dari situ baru tahu klo ada 5 buku, #jreng), jadi yah begitulah, pas ada kesempatan besar (red: diskon besar) saya comotin itu Joshua Files, unfortunately hanya berhasil terkumpul buku #1, #2 dan #4 ~ so, ini juga termasuk wishlist saya yang udah lama banget gak keluar-keluar dari daftar ~ kurang 2 buku ini saja, maka lengkap sudah koleksi Joshua Files saya #yayayay (again)

4. Catching Fire

 beli di BukaBuku

Judul : Tersulut
Seri: Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: 22 Juli 2010

Yayayah! saya tahu ini novel udah termasuk in the past ~ dan saya baru masukin Wishlist SEKARANG? Se-Ka-Rang?! *are yiu kidding me?* #no I'm not, klo saya kidding you, lha itu ada Bartimaeus, apa dia gak lebih so past year lagi#
saya pokoknya cuma mau yang cover ini ~ ho'oh yang merah ini, tentunya yang harganya masuk akal ~ masuk akal adalah terjemahan dari diskon besar, jadi tahukan kenapa buku ini tak jua saya miliki dan enyah dari daftar wishlist..? dari kesemua daftar diatas ~ emang saya lagi nunggu reasonable price, at least mendekatilah, ogah saya klo harganya cuma di diskon 40% apalagi 30% #plak #laluditendangsalesGPU
sempat beberapa kali saya mau beli versi ebooknya ~ kebetulan yang ebook ada promo 50%, tapi yah gitu ~ urung, secara saya udah punya seri pertama dan ketiga, masa kurang satu ini saya punyanya ebook ~ gak hore banget kan klo dipajang di rak (something missing gitu) #hadehbawel
dan tahu gak ~ harga serial ini skrg berapa? dua ratus sekian ~ sudah mengalami kenaikan sebesar 50.000 sejak Catching Fire tayang filmnya disini (red: Indonesia) *pinter banget sih marketingnya* #sebel

oke, klo bahasan ini diterusin jadinya pasti puanjang *emang yang ini enggak?*
jadi saya sudahi sampai sini saja yah ^_^
oia, ngomong-ngomong buku yang kmren masuk di WW ke #6 ~ sudah 1 yang berhasil masuk ke rak ~ Looking for Alaska ~ John Green, girang banget karena dapet dengan harga yang murah #smirk

Yak, Happy Birthday, again to PerpusKecil ~ semoga koleksi review dan daftar buku yang dibaca makin banyak lagi ~ timbunan berkurang dan sering-sering ngadain Giveaway #plakplak

Sampai ketemu di Wishful Wednesday mendatang ^_^

PS: link toko bukunya ada di masing-masing cover buku ^_^

Wishful Wednesday [6]

*creak* (backsound ~ lagi buka pintu)

ehehe..Hello ALL *lambaikan tangan malu-malu*
iya, saya memang sudah super lama nggak posting apapun di blog sejak ~ umm, 1 bulan ~ 2 bulan mungkin? #lupa #sakinglamanya

ternyata bukan cuman lama gak posting tapi posting WW (Wishful Wednesday) juga nggak kalah lamanya ~ etapi itu bukannya bagus yak, secara artinya saya gak punya buku yang lagi dipengenin dan dompet jadi aman khaaann? #plakk #ngeles
lalu lirik ke timbunan dan 4 paket yang nongkrong di meja ~ bahkan masih rapi dan belum dibuka dari bungkusnya #ngeri

oke, oke langsung aja ya ~ saya ini emang suka basa-basi banget
postingan ini untuk ikutan Special Giveaway yang di sponsorin oleh Mbak Astrid dari Perpuskecil dan Aul dari The Black in The Books, yuks ikutan, karena ini cuma berlangsung 1 hari ~ iya 1 hari (kalian gak salah baca kok) just for TODAY (16 July' 14), hayoo loh, buruaaann!

dan, ini dia my Wishful Wednesday yang ke-6 #uhuk

Kedai 1002 Mimpi by Vabyo

Sinopsis:  
Konon, kalau tidak mengerti, harus bertanya. Giliran banyak bertanya, diancam mati. Bisa jadi, kalau mengerti, harus mati. 
Pernahkah kau terluka dan meminta pertolongan, tapi mereka mengira kau mengada-ada?
Terkadang memang lebih baik bungkam, tapi izinkan jemari ini yang memberi tahumu. Karena, ternyata tidak ada akhir yang bahagia, selama memang belum selesai dan selayaknya tentram. 
Kedai 1002 mimpi berdasarkan kisah nyata seorang mantan TKI yang berharap hidup lega tanpa drama. Tak perlu dipercaya karena semua berhak mencari fakta. 
Salam damai,
Valiant Budi Vabyo
Kenapa pengen buku ini >> long story ~ sungguh, nanti akan saya jelaskan di posting review saya ~ yang pasti saya pengen baca buku ini karena tema bahasannya ~ dan karena kemarin (iya, kemarin ~ umm, 2 hari yang lalu) paket saya yang berisi Kedai 1001 Mimpi baru dateng, jadi pas banget deh saya mau nambahin Kedai 1002 Mimpi biar nanti klo baca sekalian (yah itung-itung nambahin koleksi juga kaaannn) #uhuk *semoga menang*

okeh, sekarang lanjut ke buku yang kedua

Looking for Alaskan by John Green

Sinopsis:
Sebelum. Miles “Pudge” Halter sangat suka kata-kata terakhir yang terkenal––dan bosan dengan kehidupannya yang biasa saja. Ia masuk sekolah berasrama Culver Creek untuk mencari apa yang disebut penyair Francois Rabelais sebagai “Kemungkinan Besar”. Hidupnya jungkir balik di sekolah itu, yang kadang gila, tidak stabil, tak pernah membosankan. Sebab di sana ada Alaska Young, yang menawan, pintar, lucu, seksi, kacau, dan sangat memikat. Alaska menarik Pudge memasuki dunianya, melontarkannya ke dalam “Kemungkinan Besar”, dan mencuri hatinya. 
Sesudah. Segalanya tak pernah sama lagi. 
Cewek-cewek akan menitikkan air mata dan cowok-cowok akan menemukan cinta, gairah, kehilangan, dan kerinduan….— Kirkus; Starred review

Kenapa pengen buku ini >> pertama, karena penasaran sama sinopsisnya, kedua, penasaran juga sama pengarang satu ini yang lewat TFIOS bikin banyak pembaca berurai air mata (saya hanya mendengar pengalaman mereka, karena sampe detik ini belum baca TFIOS apalagi nonton film-nya, APA!! ~ gak usah kaget begitu, bukan saya nggak mau ~ tapi saya gak siap aja baca buku tema sick-lit, yang you know, sad ending, nunggu gratisan, kok ya nggak ada yang ngasih #sigh) So, karena sekarang John Green sudah rilis Looking for Alaska dan diterjemahin oleh Gramedia ~ kenapa ngga buku ini aja yang masuk wishlist ku ~ lebih fresh dan masih gampang di dapat *again, semoga menang*

Wokeh, sekian untuk hari ini ~ thank you so much buat Mbak Astrid dan Aul, hope my wishlist soon will moved into my to-read shelf #pray #amien

Have a nice day for all of you ^_^

Review: People Like Us

Judul: People Like Us
Penulis: Yosephine Monica
Editor: Tia Widiana
Proofreader: Dini Novita Sari
Penerbit: Haru
Tebal: 330 hlm; 19 cm

"Hanya karena kau punya banyak sekali kekurangan, bukan berarti kau tak layak dicintai" (hal. 251)
Amy—Amelia Collins, bukanlah gadis yang populer dia hanyalah gadis biasa saja, yang cenderung pendiam dan menutup diri. Kesukaannya hanya ada dua, menulis dan Ben. Cowok yang menjadi cinta pertamanya di kelas musik, saat itu Amy berusia 12 tahun. Ha! Tidak ada alasan khusus kenapa Amy menyukai Ben, menurut Amy—Ben berbeda, seolah Ben punya dunianya sendiri.

"Aku bahkan belum tahu jelas kenapa aku bisa menyukaimu. Mungkin karena sejak dulu, kau bertingkah seperti kau bukanlah bagian dari dunia..." (hal. 315)
Amy—yang tipe tertutup tidak sanggup jika harus menyatakan perasaannya pada Ben, jadi dia memilih memendamnya, hingga akhirnya ada kabar bahwa Ben telah berhenti dan pindah sekolah. Amy kehilangan jejak Ben, tidak seorangpun yang tahu kemana Ben dan keluarganya pindah.

3 tahun kemudian, Amy yang saat itu sudah duduk di bangku high school, dipertemukan lagi dengan Ben. Cintanya pada Ben yang tidak pernah padam barang sedetikpun kembali menyala terang. Sayang sekali, Ben tidak mengingat Amy, dia bahkan membenci gadis itu karena selalu menguntitnya. Ben yang tipe penyendiri sangat terusik dan tidak suka jika ada yang mendekati wilayah pribadinya, yang jelas-jelas Amy lakukan. Ditambah lagi seluruh angkatan di sekolah akhirnya tahu bahwa Amelia Collins menyukai Benjamin Miller. Makin panjang alasan Ben untuk tidak menyukai Amy, si gadis penguntit.

Tapi ada suatu kejadian yang merubah seluruh keadaan itu.

"Apa yang lebih mematikan, pistol atau pikiran?"
"Senapan memberimu kesempatan, tapi pikiranlah yang mempengaruhimu untuk menarik pelatuk" (hal. 242)

Saat Amy dinyatakan terkena Kanker Limpa—Ben atas paksaan Lana dan teman-temannya, akhirnya bersedia datang untuk menjenguk Amy di rumah sakit. Sejak itu kedekatan mereka berdua perlahan mulai terjalin, Amy yang tahu bahwa Ben masih menyukai Irina mantan pacarnya membuatnya tidak terlalu banyak berharap. Dia sudah cukup senang hanya dengan menjadi teman Ben.

"Kenapa kau mau duduk dan ngobrol denganku malam ini?"
"Karena kita teman" (hal. 222)

Ben yang tertutup tiba-tiba saja menceritakan impian.nya pada Amy. Bukan seperti kebanyakan orang yang dikenalnya, Amy tidak mentertawakan impian Ben, dia malah sangat mendukungnya. Merasa memiliki kesamaan, Ben meminta Amy untuk mengajarinya membuat cerita atau tulisan yang menarik, yang tentu saja dengan senang hati Amy akan membantu Ben, meski Amy juga tahu kalau Ben mendekatinya bukan karena cowok itu menyukainya.

Sikap tulus dan selalu melihat sesuatu dari sisi positif yang dilihat Ben dari Amy membuatnya mendapat banyak pelajaran. Dari sinilah, kehidupan Ben yang kacau dan pribadinya yang tertutup, mulai berubah. Dia bahkan sudah bisa mengobrol dengan adik bungsunya, Margareth, yang selama ini selalu dihindarinya, karena Ben anggap dia adalah jelmaan Granny (neneknya). Ben juga mulai bisa menerima orang-orang yang ada disekitarnya, termasuk Dexter, ayah tirinya.

"Dia melakukan banyak hal yang tak pernah orang lain lakukan dalam hidupku" (hal. 245)
"Dan kau—apakah kau sudah melakukan hal seperti itu dalam hidupnya?" (hal. 246)

Well, kita mungkin bisa menebak bagaimana cerita ini akan berakhir, iya kan?
Pertanyaan Irina pada Ben diatas, jelas hanya Amy yang bisa menjawabnya, lalu apakah Ben mendapatkan jawaban atas pertanyaan Irina itu? Bagaimanakah kisah cinta Amy pada Ben akhirnya?


Saya menyesal sekaligus berterima kasih sekali kepada Penerbit Haru yang sudah memilihkan buku ini untuk saya baca. Saya menyesal karena sudah terlebih dulu berpikiran yang tidak-tidak, bahwa buku ini akan membuat saya patah hati karena genrenya yang sad-romance (fyi, saya nggak suka sad ending). Tapi lihat sekarang, saya malah berterima kasih dan bersyukur karena Haru mengirimkan buku ini dan bukan buku yang saya minta. Meski, berderai air mata—tapi saya SUKA BANGET buku ini. I'm speechless. Bukan kesalahan kala Haru memilih People Like Us sebagai juara 100 Days of Romance. Siapa sangka kalo penulis ini (red: Yosephine Monica) luar biasa keren badai meramu kata dan meracik kalimat, she's like a pro.

Ide cerita tentang kanker yang kemudian berujung kematian memang bukan hal yang baru. Tapi sekali lagi saya bilang penulis sangat ahli meracik kalimat sehingga pembaca nggak bosen meski cerita hanya seputar kehidupan Amy dan Ben. Penulis membagi peran tiap tokohnya dengan porsi yang sesuai, meski saya akui porsi untuk Ben agak kelebihan.

Banyak sekali pesan moral yang saya dapat lewat novel ini, penulis berusaha menyampaikan lewat tokoh Ben bahwa "segala sesuatu yang buruk, itu hanya ada dipikiran kita, karena belum tentu yang terjadi nanti akan benar seperti itu" sedangkan lewat tokoh Amy kita diminta untuk "lebih menerima keadaan dan berdamai dengannya, baik atau buruk"

Adegan yang paling jadi favorit saya adalah ketika Ben (akhirnya) berhasil meneriakkan menyampaikan perasaan negatif yang selama ini dipendam terhadap keluarganya, kepada Granny, Ibunya, dan juga saudara-saudaranya. Di bagian ini air mata saya keluar dengan tidak sopannya. ^_^

Ada beberapa kalimat yang juga jadi favorit saya:

"Hanya karena kau mencintai seseorang, bukan berarti kau tidak bisa melukai hatinya" (hal. 306)
"Jika aku bisa memaafkan, kenapa aku harus membencinya?" (hal. 281)
"Kadang kau harus bisa memaafkan seseorang, meskipun orang itu tak tahu bahwa dia bersalah padamu" (hal. 281)
"Mudah dan sulit itu relatif. Hidup takkan sesulit itu jika kau melakukannya dengan sepenuh hati. Dan mati itu tidak akan gampang jika kau tahu kau punya sesuatu yang layak untuk dipertahankan dalam hidup" (hal. 164)
"Itulah problem orang tua dan orang muda. Kita, orang muda, selalu berjalan kedepan karena yang kita lihat adalah masa depan. Sementara mereka, orang tua, selalu berputar kebelakang karena yang ada di depan mereka hanyalah batu nisan. Kejam, tapi begitulah faktanya" (hal. 142)
This book is so heartwarming ^_^
Kalau kalian ingin sependapat dengan saya, bacalah buku ini.

[Blog Tour] Guilty Pleasure GIVEAWAY, Day #5

Yuhuuu..!
Akhirnyaaaaa, datang juga hari yang ditunggu-tunggu, apalagi klo bukan waktunya GIVEAWAY. Kali ini saya dan Gagas Media mau ngasih, 1 buku Guilty Pleasure karangan Christian Simamora, for free. Gratis ya sodara-sodara (dan kebetulan saya sedang berbaik hati) jadi akan ada 1 buku tambahan yang saya bagikan, jadi total ada 2 buku untuk 1 orang pemenang__bukunya apa, rahasia yah, yang pasti buku fiksi dari rak buku saya (bisa segel atau kolpri, tentu yang kondisinya masih bagus dan layak) ^_^

Okay, klo gitu langsung aja yah, silahkan isi via form GA tools dibawah ini dan selesai sudah tugas kalian, nantikan pengumuman pemenang GIVEAWAY di postingan ini yah__jangan sampai ketinggalan, karena waktu konfirmasi hadiah adalah 2 x 24 jam, setelah di umumkan via TWITTER. Stay tune and happy hunting for Guilty Pleasure.



Gimana? Sudah lelah menanti?
Hueheuheue #senyumiblis
Sekarang waktunya saya umumkan yah siapa yang AKHIRNYA sukses memenangkan Novel Guilty Pleasure by Christian Simamora.

Sebelumnya (dan ngga bosen-bosennya) saya sampaikan "bacalah petunjuk yang diberikan" karena dari sekian banyak entry yang masuk, masa cuma 7 (tujuh) aja yang mengisi sesuai petunjuk..? Yang lain terpaksa saya eliminasi meski jawabannya cukup menarik, mengingat ada peserta lain yang sudah melakukan sesuai petunjuk, jadi__maaf untuk yang belum beruntung. Daaaan, ini dia si Lucky Winner (hasil kocokan random.org).

Yustie Amanda (@yyyustie)

Selamat yaaa!
Untuk pemenang silahkan lakukan konfirmasi dengan mengirim email ke: merahbatako@gmail.com. saya tunggu 2x24 jam, kalo tidak ada balasan, akan saya berikan ke pemenang berikutnya.

Terima kasih ^_^
 

[Blog Tour] Review Buku: Guilty Pleasure, Day #4


Judul: Guilty Pleasure
Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Jia Effendie
Desainer Cover: Jeffri Fernando
Ilustrasi Isi: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media

"Bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?" (front cover)

"Berhentilah mencari laki-laki untuk membuatmu bahagia. Mulailah menjadi perempuan bahagia yang dicari laki-laki" (back cover)

Tokoh utama novel ini adalah Devika, seorang artis yang sedang naik daun dan berkat perannya yang melulu sebagai tokoh antagonis, she had a nickname from her fans or haters as "TV Bitch". Julien, dia tokoh laki-lakinya, seorang CEO dari perusahaan yang bergerak dibidang pertanian, tepatnya buah-buahan dan dia masih satu garis keturunan dengan keluarga Ang yang tak diragukan lagi jumlah kekayaannya.

Bagaimana seorang TV Bitch seperti Devika bisa ketemu dengan Julien yang seorang CEO pemilik perkebunan buah itu? By accident of course #senyumsumringah

Mobil Dev tidak sengaja menabrak mobil Julien, saking mendadaknya kejadian itu saya sampe ikutan shock, beneran shock, karena saya sendiri nggak tahu gimana ceritanya mobil Dev bisa tiba-tiba nyosor bemper belakang (atau depan, yah) mobil Julien *saking terbawa suasana sama cara bercerita Bang Ino*. Oke, dari sini saya skip yah sodara-sodara reviewnya, karena kalian pasti bisa mengira-ngira kan adegan selanjutnya bagaimana. Apa? Nggak bisa mengira-ngira? Baiklah kalo begitu..

Jadi setelah kejadian tabrakan itu, Devika diminta Julien untuk mengganti kerusakan mobilnya (yang emang seharusnya begitu) dan semenjak pertemuan kedua mereka di bengkel mobil, sudah mulai timbul percikan or chemistry between this two characters.

Devika yang baru beberapa bulan putus dari pacarnya (yang seorang model) dan Julien sendiri yang menyandang status single, membuat keduanya tidak ada hambatan atau halangan untuk saling mendekati satu sama lain, iya kan? ditambah lagi sosok kedua tokoh ini, memang undeniably handsome and pretty. Oke jadi, sampe dengan halaman 300 something, cerita ini akan berkisah tentang percintaan Dev dan Julien, don't worry that's not boring, coz' Bang Ino, is so damn amazing.

Konflik cerita ini, dimulai saat Dev dengan tidak sengaja berkunjung ke rumah Julien (ketika pacarnya itu sedang sakit, flu, perhaps) Dev terbang dari Surabaya dan langsung menuju tempat Jules (or Julien), the bad things happen, ketika Dev masuk kedalam rumah Julien dan mendapati hampir keseluruhan isi ruang tamu Julien adalah....

Woots! No gurls, you gotta read this by yourself__gak lucu banget kan kalo saya spoiler bagian paling penting buku ini disini_bisa dijambak Bang Ino dong ane.

My personal thoughts:
Nah, sekarang kita bicara soal beberapa hal, yuk!
Pertama, covernya__bagus, it's so obvious kalo melihat siapa yang nge-desain dan penerornya *lirik Bang Ino kalem*

Kedua__ilustrasi isinya, aww, man__I'm speechless, kece abis, rasanya baru ini lihat novel lokal, yang ilustrasinya m to the max, Bang Ino you do great job on terrorizing them all.

salah satu ilustrasi isi, kece kan?


Ketiga, typo__woooohh, ada sih beberapa, tapi saya cuma akan mention salah satu atau dua aja yah
"...dengan penampilan seoleh keluar dari halaman buku dongeng..." (hal. 381)
"...mata Julien menyapi cepat pemandangan indah di depannya..." (hal. 213)
"...Cherry menyentuh tangan Dev dengan jemari-nya yang halus..." (dimana typonya, Dev itu harusnya Haze, karena Cherry adalah pacar Haze) (hal. 131)

Keempat dan terakhir, isi buku atau tema ceritanya, Guilty Pleasure adalah bacaan yang menyenangkan, sumpah! SEMUA karakter di buku ini loveable, dan cara penulis bercerita bener-bener mengalir dan enak untuk diikuti (diam-diam saya jadi berharap, kalo di kehidupan nyata, saya bisa punya sahabat seperti Bang Ino, alangkah meriahnya kehidupanku yang suram ini #eh #plak__eh, seriusan I just wish that someday I can met some friends or bestfriends like HIM. "Bang Ino, I adore you" #sambilteriakdepanmicrophone

Kalo kalian protes dengan banyaknya brand yang bertebaran di novel ini, you shouldn't. Karena, tokoh heroinenya kan seorang artis, yah wajar aja sih kalo dia menyebut merk-merk (dan__ya tuhaaaann, ngga satupun familier di telingaku, maklum saya kuper #okenoted) trus gimana dengan pemakaian bahasa inggris? masih tahap wajar sih, ngga banyak kaya kalo kita baca kamus gitu #yaeyalah, no, serius..penggunaan bahasa inggrisnya sangat wajar tidak berlebihan. Justru saya malah, sering roaming ketika Bang Ino mulai menggunakan bahasa gahol-nya, sumpah__some of his words, gagal aku pahami. Salah satunya ini (dan semoga Bang Ino, rela menjelaskan artinya)
"vah-jay-jay" (sorry Bang lupa banget itu ada di halaman berapa).

Dan, jangan percaya kalo buku ini boring__sama sekali enggak__dijamin kalian bakal ngakak kalo melihat deretan judul sinetron ala Christian Simamora di buku ini, saya spoiler satu disini yah "Istriku Malah Hidup Kembali" #hmphhh #tahantawa. Itu belum seberapa dibandingkan "Ongkang-ongkang...." ish, mau tahu kan kata terakhirnya apah, baca dong! *diantara banyaknya judul sinetron, tapi cuma satu itu yang terus-menerus seliweran dikepalaku__si ongkang-ongkang* #ngikikdipojokan

Satu aja sih masukan buat Bang Ino, kalo bisa dikurangi dong Bang bahasa pelesetannya, apalagi untuk yang bahasa inggris, aduh seriusan, aku sempat garuk-garuk dagu, mikir apa maksud kata-kata itu, emang sih pengucapan kata seperti "ah-mazing" yang maksudnya "amazing" itu dimaksudkan supaya pembaca lebih menghayati ekspresi si karakter, entah buat yang lain, tapi buatku ini agak susah diikuti (ah-mazing, masih mudah, gimana dengan ACH-MEIN-GOTT, hehe..dan ada beberapa lagi diantaranya) Bang Ino, sekali lagi ini cuma usul lho__don't get upset or mad yah ^_^ #ketjupmesra

Okay, saya rasa itu aja sih review kali ini, semoga kalian suka ^_^
Ditunggu sharing pengalamannya setelah baca buku ini, jangan lupa colek saya kalo kalian punya review untuk di baca ^_^

Jangan lupa juga, besok adalah hari terakhir rangkaian Blog Tour Guilty Pleasure #sedih #nangispelan, yang pengen dapet buku ini GRATIS, pantengin aja blog ini besok ^_^

See you again real soon...
bonus paperdoll ada disetiap buku Guilty Pleasure, go grab it!

[Blog Tour] Ask The Author Guilty Pleasure, Day #3


Yay! You all back here, thankies bebeh' #soundsfamiliar
Blog Tour hari ini adalah salah satu kesempatan kalian, iya kamu—para pengikut Christian Simamora, untuk mengenal idola kalian, one step more closer. One disini benar-benar one, satu, yah. Sedihnya saya cuma dikasih kesempatan untuk mengajukan satu (1) pertanyaan, sajah. Ugh! #gulunggulungprotes

Tapi ya sudahlah, kita maklumi hal tersebut mengingat Bang Ino sedang sibuk berath nyiapin novel terbarunya—errr—atau anggap saja begitu. Well, well, ayo merapat—ini dia hasil kepoan saya ke Bang Ino, hoey kamu yang masih di ujung jalan, buruan sini *teriak pake gulungan kertas*

Me: Bang, buat penulis pemula (atau mungkin yang belum menghasilkan satupun karya tulis untuk diterbitkan) apa saja hal yang HARAM dilakukan?

(woots, jangan marah dong kalo pertanyaan saya ngga ada hubungannya sama novel Guilty Pleasure sedikitpun, saya sudah mengajukan total 4 pertanyaan yang berbeda, tapi rupanya Bang Ino lebih suka menjawab pertanyaan yang ini, saya sih seneng banget pertanyaan ini yang dipilihnya—karena ini ILMU sodara-sodara, terutama buat kalian yang pengen alih profesi sebagai penulis atau bahkan yang sedang merintis di jalur itu, oke lanjutkan membaca)

Bang Ino: Hallo Winda, langsung saja ya, Sayang....
Ini adalah beberapa hal yang aku sarankan nggak kamu lakukan sebagai penulis yang baru memulai:

1. TRYING TOO HARD
Bukan berarti aku menyarankan kamu malah santai-santai ya—bisa nggak selesai dong tulisannya, hehe. Konteksnya di sini adalah pada kecenderungan penulis pemula membebani dirinya dengan ekspektasi diri yang berlebihan. Ada yang langsung memulai dengan premis berat dan membutuhkan riset yang banyak, ada yang memilih tema yang sebenarnya nggak terlalu dia pahami, ada yang berusaha menyamakan skor dengan karya penulis favoritnya, ada yang mencoba terlihat pintar/ menggurui di tulisannya, ada yang malah menantang dirinya menulis novel dari genre yang nggak pernah dibacanya hanya karena—ugh, ini paling sering aku denger—‘populer dan banyak yang bestseller’.  
Saran aku: santai sedikit lah. Ini adalah analogi aku untuk yang baru mulai menulis: sebelum menjadi Neo di The Matrix, dia memulai kariernya dengan peran sebagai pengantar pizza di Mystic Pizza. Start small, dengan goal yang nggak membuatmu terbeban. Pokoknya, asal kamu punya target dan tetap tekun menulis, cepat atau lambat kamu juga bisa kok mencapai The Matrix versimu.

2. AIMING FOR THE BESTSELLER STATUS
Aku nggak akan munafik, menjadi penulis bestseller adalah ambisiku. Nggak hanya dilihat dari segi finansialnya ya, menjadi penulis bestseller berarti buku kita dibaca lebih banyak dan syukur-syukur ada yang terinpirasi olehnya. Which is a good thing, right? Nah, kenapa justru ini malah jadi batu sandungan bagi penulis pemula? Karena biasanya, orang yang target pertamanya adalah menjadi penulis bestseller, biasanya akan jadi yang paling kecewa ketika sales bukunya jauh di bawah ekspektasi. Ada yang kapok menulis, ada juga yang mulai jadi ‘bitter bitch’ yang demen banget menyalahkan pihak lain; ya pembaca, ya penerbit, ya editor, ya Tuhan. Kemungkinan lain adalah malah nggak selesai-selesai menulis. Yep, terlalu banyak menghitung royalti Andrea Hirata bisa membuatmu ‘lupa’ menulis. Sounds funny? Gimana kalo aku bilang, aku kenal penulis muda yang melakukan hal itu (dan memang nggak selesai-selesai tulisannya)? Still thinking it’s funny?

Dan yang harusnya kamu lakukan adalah:
   
3. TEKUN MENULIS
Ada yang bilang, keberuntungan itu datang bagi mereka yang tekun. Aku berasal dari keluarga yang bukan penulis. Aku kuliah di jurusan yang nggak ada hubungannya sama menulis. Aku bahkan nggak pernah bercita-cita jadi penulis. Tapi aku menjalaninya terus karena suka. Koreksi, aku CINTA menulis. Dan perasaan itulah yang membuatku bertahan sampai sekarang. Jadi, saat aku mulai merasa jenuh, malas, membaca reviu kurang memuaskan tentang bukuku, dikritik pedas oleh pembaca... aku biasanya menyendiri untuk beberapa waktu lamanya dan mengingat perasaan cintaku itu dan, voila!, aku bersemangat lagi deh!

Semoga berkenan,
CHRISTIAN SIMAMORA

(end of conversation)
*baru sadar kemarin saya lupa belum bales emailnya dan ngucapin terima kasih—karena sudah mau menjawab pertanyaan saya, gosh! sungguh ter-la-lu*

Bang Ino, terima kasih banyak—sekali, sudah berbagi tips, ilmu dan sarannya—it means a lot to me, dan saya yakin yang lain juga akan berpikiran sama #senyumbijak #pedeabis. Semoga tips diatas bisa membatu mencerahkan dan meluruskan pikiran kami (ka-mi, loe aja kali) yang sempat galau sesaat. #apasih

Tunggu, masih belum puas dengan Bang Ino, coba kepoin F.A.Q dari 4 host lainnya, gak tahu alamat blognya, gampang—cek aja di TL Twitter para host ini , , , & @Mel_Garfield, silahkan dikunjungi yah ^_^

Hey, tunggu! *freeze*
Cuma mau bilang, jangan lupa mampir kesini lagi, besok!

See you again real soon...

[Blog Tour] Guilty Pleasure Words, Day #2


Holla, seperti yang sudah saya infokan di postingan kemarin, remember? Itu loh, soal saya yang akan spoiler dikit disini beberapa kalimat favorit or you may say in other words 'quote' yang menurut saya sihhh, menarik_memang beberapa diantaranya bikin adem-panas bin meriang jidat saya, heh, kok jidat sih, badan saya tepatnya. Semoga bocoran saya ini nantinya, bisa bikin kalian segera menjarah toko buku dan ngeborong #GEPE #ngarep ^_^

Oh, baiklah, udah nggak sabar rupanya..
Here you go, hope you like it ^_^

di awal halaman saya dibuat, clueless..what is pupunewe ciwikeke?

Dev to Julien

Dev to Julien

Dev to Ren (atas) Ren to Dev (bawah)

Ren to Dev

Nah-ha, gimana, suka?
Tapi saya lebih suka, kalo besok kalian mau mampir lagi kesini dan hayo tebak, kejutan apa yang menanti? Yep! Besok adalah waktunya__interview sama Bang Ino *kyaaa* #histeris #nariperut
The author of Guilty Pleasure__Bang Ino akan berbagi tips menulis, especially__penulis pemula__catet yah, BE-SOK, don't forget it!

See you again real soon..

[Blog Tour] Guilty Pleasure Wish, Day #1


Minggu lalu saya dapet email yang isinya pemberitahuan kalo saya terpilih jadi salah satu host Blog Tour Guilty Pleasure__novel terbarunya Christian Simamora, yay! #girang #jogedindia. Selain saya, masih ada 4 orang lagi, jadi total ada 5 host yang terpilih lho. Nah, sesuai jumlah hostnya, Blog Tour ini juga akan digelar selama 5 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 21 - 25 Mei 2014, tuh keren khaaan? #kedipkedipmanja.

[INFO PENTING] Pastikan kalian nggak ketinggalan postingan seru setiap harinya dari masing-masing host, karena di akhir event, akan ada GIVEAWAY. Yoa! bagi-bagi buku gratis Guilty Pleasure by Christian Simamora - buat kalian yang beruntung. So don't miss it. ^_^

For the opening, saya mau berbagi harapan saya untuk novel terbaru Christian kali ini, Guilty Pleasure. Kalo kalian sudah mengikuti serial #JBoyfriend, mulai dari Pillow Talk, Good Fight, With You, All You Can Eat, dan sekarang Guilty Pleasure__menyusul bulan depan Come On Over, apa coba kesamaannya? Selain nama tokoh pria-nya diawali dengan huruf "J", hayoo apa cobaa? Kalo beneran pengen tahu__you gotta read them all ^_^ #suerbukanpromosi

Harapan saya, untuk novel Guilty Pleasure__yang pertama,
bisa diterima oleh pembaca, baik yang baru pertama kali baca novelnya Chrismor, yang sudah dua kali baca, ataupun yang sudah menyandang status "fans setia" Christian Simamora sejak buku pertamanya.
Terus, yang kedua
__laris manis, bukunya dong__masa misro sama combro dagangan mpok sebelah, dan semoga bisa sampai cetak ulang seperti novel sebelumnya All You Can Eat (katanya gosip, iya menurut gosip karena saya sendiri belum mengecek angka pastinya, #AYCE udah cetul sampe 3 kali #wowbingits nanti menyusul #GEPE yah Bang? #amien)
Harapan yang ketiga
__semoga kalian semua akan mencintai Julien and Dev, as much as I do ^_^

I guess this all for today, jangan lupa__mampir lagi kesini besok yah, saya akan spoiler "qoute" super kece dari novel ini yang dijamin akan bikin kalian meleleh ^_^

See you again, real soon..

Review: After Rain

Judul: After Rain
Penulis: Anggun Prameswari
Editor: Ayuning
Proofreader: Jia Effendi
Penerbit: Gagas Media

Sinopsis:



"Suatu saat aku berhenti menangisimu"

Novel ini berkisah tentang seorang wanita bernama Senja, yang begitu dibutakan oleh cintanya pada Bara, kekasihnya yang sudah menikah, beristri dan punya seorang anak - dan satu tokoh lagi bernama Elang, guru musik yang dingin dan cuek. Bagaimana ketiga tokoh ini bisa saling berhubungan, baca sendiri kisahnya di novel ini. #heh #melipirpergi #laluditendang

Senja dan Bara sebenarnya adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, hanya saja~keadaanlah yang membuat keduanya tidak bisa benar-benar disebut sebagai kekasih. Hubungan yang sudah Senja jalani selama 10 tahun termasuk 3 tahun sebagai selingkuhan Bara kali ini membuat Senja menuntut lebih, dia ingin Bara memilih dirinya ketimbang Anggi dan Lily, istri dan anak perempuan semata wayang Bara. Sayang sekali permintaan Senja kali ini tidak bisa dikabulkan Bara. Kecewa~sudah pasti.

Semenjak permintaan mustahil itu hubungan Senja dan Bara semakin aneh~Bara terlihat berusaha menjauh dan menjaga jarak, bahkan tanpa berusaha membicarakan dengan Senja, Bara langsung minta dimutasikan ke Denpasar, alasannya dia ingin lebih fokus ke pekerjaan, satu hal yang sulit dilakukan jika ada Senja di dekatnya. Oh, saya lupa bilang~mereka ini kerja di kantor yang sama.

So, makin kecewa dan patah hati-lah Senja. Jadi ketika ada tawaran untuk bekerja di tempat lain, Senja segera menerimanya, tidak ada gunanya Senja tetap di kantor apabila tidak ada Bara disisinya, jadi lebih baik membuang semua kenangan itu dan memulai dari awal. Saya kira itulah yang ada dipikiran Senja saat itu.
"Kenapa kamu minta berhenti? Kamu marah sama aku? Kamu mau ninggalin aku?"
"Kamu yang ninggalin aku lebih dulu"
"Jadi, ini semacam dendam? Kamu mau aku pelan-pelan busuk disini tanpa kamu?"
"Kamu nyuekin aku, Bar. Seakan aku nggak ada. Seakan aku ini nggak pantes buat dilihat. Aku yang akan bikin ini gampang. Selama ini, kamu yang selalu ninggalin aku. Kali ini biar aku yang pergi" (After Rain, hal. 109)
Seteleh mengundurkan diri dan Senja bekerja di tempat yang baru sebagai guru Bahasa Inggris, pelan-pelan dia mulai menata kembali kepingan hatinya yang sempat porak-poranda karena ulah Bara, di saat itu juga dia bertemu dengan Elang, seorang guru musik yang bekerja di sekolah yang sama dengan Senja. Hubungan keduanya bisa dibilang tidak terlalu baik diawal, Elang adalah pribadi yang dingin dan cuek, di tambah lagi ternyata dia memiliki persoalan cinta yang serupa~sama-sama sebagai pihak yang ditinggalkan, membuat Elang makin susah untuk didekati alih-alih dipahami.

Tetapi, ketika Senja sudah bisa pulih dari kesedihannya dan kepingan hatinya sudah tersusun dengan rapi, Bara kembali menyusup di kehidupan Senja dan meminta dia untuk tinggal disisinya. Bara berniat menceraikan Anggi dan meninggalkan keluarganya demi Senja.

Shock? Harus! Karena saya aja shock masa kalian enggak siyh.. #maksa
Jadi bagaimana, kelanjutan kisah cinta Senja, Bara dan Elang..? Siapakah yang akan dipilih Senja, Bara, cinta 10 tahunnya ataukah Elang, lelaki dengan kesedihan yang sama dengannya?
Sepuluh tahun. Seratus dua puluh bulan. Entah berapa ribu hari. Hanya ada nama Bara yang bergema menggaung ke pelosok rongga tubuhku. Aku tak pernah membayangkan hidup tanpa Bara atau bersanding dengan yang lain. He’s my first and definitely will be my last. No doubt.
picture from here, edited by me

My personal thought:
Satu kalimat aja yah~saya nggak bisa berhenti baca buku ini sampai habis.
Nggak percaya aja rasanya klo ini adalah novel debutnya Anggun, debutnya aja sebagus ini gimana yang bukan debut *menanti buku terbaru di emperan toko buku*

Satu yang saya kurang suka, ada bagian flashback-nya yang beberapa kali dimunculkan di tengah-tengah cerita. Emang sih itu perlu, supaya pembaca bisa benar-benar mendalami cerita dan kisah cinta Senja dan Bara~tapi, menurutku sih sebaiknya dikurangin bagian flashback itu.

Selebihnya saya suka, tema cerita ini favorit saya banget #hohoho
Jadi saya nggak akan banyak protes~covernya kece, ilustrasi dalamnya juga kece, penulisnya apalagi~ngga perlu ditanya. Kalo ada yang ngga suka dengan karakter Senja, buat saya itu masalah mereka, hehe..para tokoh di novel ini lovable semua kok dan dari semua karakter aku paling suka sama Kenzo *tuh, ngga tahukan siapa Kenzo, makanya baca novel ini*

Very Recommended pokoknya ^_^

Review: A Dandelion Wish - HaSyWaRo

Judul: A Dandelion Wish
Penulis: Xi Zhi
Penerjemah:Jeanni Hidayat
Proofreader: Yuli Yono
Penerbit: Haru

Sinopsis:



Buat sebagian pembaca mungkin tema amnesia atau hilang ingatan termasuk salah satu bacaan yang akan mereka hindari saking klisenya. Berhubung saya ini belum pernah sekalipun baca novel dengan tema amnesia, jadi saya belum bisa merasakan apa yang mereka rasakan ^_^. So far, I'm fine with it.

Sesuai apa yang dituliskan di sinopsisnya, novel ini bercerita tentang Bai Qian Xun, seorang dokter bedah yang terkenal dingin dan cuek, dan seorang laki-laki yang hilang ingatan, bernama Cheng Feng (nama sementara). Awalnya Bai Qian Xun mengijinkan Cheng Feng tinggal untuk satu malam, tapi karena french toast, menu sarapan buatan Cheng Feng terasa begitu lezat di mulut Bai Qian Xun, dia pun terpaksa memikirkan cara untuk membuat Cheng Feng tinggal lebih lama lagi, alasan Bai Qian Xun kala itu, dia membutuhkan seseorang untuk membantunya membersihkan rumah dan membuatkan makanan. Jadi, resmi sudah, Cheng Feng seorang laki-laki tampan, mahir memasak dan sayangnya sedang kehilangan ingatan harus rela menjadi pengurus rumah (dan juga perut) Bai Qian Xun, dokter wanita yang dingin, keras kepala dan cuek bukan main.

Selama tinggal dengan Bai Qian Xun, Cheng Feng benar-benar mengurus keperluan rumah dan makanan majikannya dengan sangat baik, jauh lebih baik jika Bai Qian Xun yang melakukannya, bahkan sesekali Cheng Feng akan mengantarkan makan siang/ malam kerumah sakit tempat Bai Qian Xun bekerja. Kalian semua pasti bisa menebak kan, jika laki-laki dan perempuan yang saat itu sama-sama masih sendiri, kemudian tinggal satu rumah berakhir bagaimana? Yup! Setelah beberapa hari dan minggu tinggal bersama, mereka, akhirnya meresmikan diri sebagai pasangan kekasih. Yay! I'm so happy.

"Aku lupa siapa yang memberitahukan padaku, tapi cobalah ucapkan sebuah permohonan lalu tiup bunga itu sekuat tenaga. Jika bijinya semua lepas dan berterbangan maka permohonanmu akan cepat terkabul" (Cheng Feng, hal. 128)
"Baiklah, baiklah, aku akan buat permohonan! Aku ingin Osama Bin Laden jatuh cinta pada Bush, lalu Hillary dan Obama menjadi pasangan suami-istri" (Bai Qian Xun, hal. 129)
picture from here, edited by me
Konflik cerita baru dimulai ketika mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Cheng Feng yang saat itu adalah seorang pengangguran dan hidup menumpang pada Bai Qian Xun, jelas saja mendapat penolakan dari keluarga Bai Qian Xun terutama Ibunya. Masalah bertambah pelik saat Cheng Feng tidak sengaja bertemu dengan saudara tirinya yang ternyata adalah seorang Kepala Rumah Sakit di tempat Bai Qian Xun bekerja, pertemuan yang tidak disengaja itu seketika mengembalikan ingatan Cheng Feng, yang kemudian diketahui bahwa nama aslinya adalah Ou Yang Xing.

Siapakah Ou Yang Xing?
Apakah dia masih bisa mengingat hubungannya dengan Bai Qian Xun?

Kalau kalian bisa menebak pertanyaan pertama, nanti itu akan menjelaskan kenapa Cheng Feng a.k.a Ou Yang Xing bisa memasak makanan yang sangat lezat - oops, spoiler alert #zipmouth

My personal thought:
Ini buku terjemahan Taiwan pertama yang aku baca (suer!) bahkan Meteor Garden versi komik aja aku belum baca #fansF4.
Jujur, saya lebih suka novel terjemahan Korea, ahahaha..bukan karena novel ini nggak menarik, sama sekali bukan. Tapi, karena selama ini saya sudah dimanjakan sama cerita-cerita Korea dan mungkin juga dialog-dialog tokohnya (yang super konyol).

Oke, pertama kita bahas bagian depannya, cover buku. Agak sedikit berbeda dengan yang selama ini sudah diterbitkan oleh Haru, klo dilihat sekilas seperti bukan novel Haru yang biasanya cute dan eyecandy.

Sinopsisnya, saya suka (banget). Sangat mengambarkan isi buku, yay! #girang

Mengenai isi buku, terutama hasil terjemahannya, agak kurang memuaskan, meskipun tidak sampai mempengaruhi isi cerita sih, but still..rasanya ada yang belum pas. Mungkin, terletak di susunan kalimat atau pemilihan beberapa kata yang menurut saya masih kurang sesuai.

Oia - bicara soal Taiwan dan amnesia - pikiranku beberapa kali kebayang film Meteor Garden pas Dao Ming Tse yang lagi hilang ingatan karena kecelakaan, dimana itu, Barcelona, right? #salahfokus

Untuk tokoh favorit, saya suka Bai Qian Xun, karakternya digambarkan tough, nggak cengeng dan nggak mudah putus asa. Apalagi saat dia harus menghadapi penolakan dari Ibunya dan merelakan Cheng Feng untuk *sensor* dia bisa gitu langsung move-on tanpa berlama-lama tenggelam dalam kesedihan. She's-just-wow! Coba klo itu kejadian sama saya..? #pastisedihkuadrat

Well, pokoknya saya suka ide cerita tentang amnesia. Sungguh, saya suka tema satu itu, entah kenapa ^_^ apa karena saya pernah pengen amnesia. #hush #dikeplakbakiak

Review: The Chocolate Thief (Amour et Chocolat #1)

Judul: The Chocolate Thief
Penulis: Laura Florand
Penerbit: Bentang Pustaka
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Tebal: 414 hlm.

Sinopsis:




umm...
#longpause #jedapanjang #tariknafas

Ini adalah seri pertama dari serial Amour et Chocolat or Chocolate Series karangan Laura Florand. Menurut Goodreads, dan situs resminya di sini sudah ada 6 seri yang release, tapi di Indonesia baru ada 3 judul yang di terjemahkan oleh Bentang Pustaka; The Chocolate Thief, The Chocolate Kiss dan yang baru-baru ini The Chocolate Touch. Saya sendiri baca buku ini dari seri yang keduanya dulu (The Chocolate Kiss) baru lanjut ke The Chocolate Thief.

Okay, enough for the intro. Langsung aja kita nyemplung ke dunia coklat milik Cade and Sylvain.

photo taken from here and here. Edited by me.
Cade Corey, salah satu pewaris perusahaan coklat terbesar di Amerika, produknya yang terkenal adalah Corey Bars (saya belum pernah nyicipin Corey Bars - karena hasil googling saya, tidak menunjukkan hasil, jadi saya yakini ini cuma ada di imajinasi Laura - so, anggap saja Corey Bars itu seperti milk chocolate versi Cadburry. Don't tell me you haven't taste it? Kalo belum, saya sarankan kalian segera nyobain deh. Enak. (Cadburry, this is my fave one, nomor dua setelah Ritter Sport) #infopenting #kode ^__^

Ceritanya Cade sedang berencana mengeluarkan lini produk baru - yaitu coklat Premium, yang namanya Premium pasti harus WAH, iya kan? Baik dari rasa, packaging, bahan-bahan dan yang nggak kalah penting - pembuatnya. Jadi, karena alasan itulah, Cade terbang dari Amerika ke Paris - dimana pembuat coklat terkenal di dunia berkumpul. Cade sudah melakukan riset dan memiliki daftar panjang nama para chocolate artisan yang akan diajaknya bekerjasama. Dan target utama Cade jatuh pada Sylvain Marquis. Selain tampan, coklat buatan tangan Sylvain sangat lezat (iya, buatan tangan - bukan pake mesin semacam Corey Bars ya girls)

So, datanglah Cade ke atelier Sylvain, dengan harapan besar bahwa Sylvain akan menerima tawaran kerjasama-nya, sayang sekali Cade mendapatkan penolakan. Bisa dipahami kenapa Sylvain menolak tawaran Cade, kalo saya jadi Sylvain pasti juga melakukan hal yang sama. At first. ^__^

Cade geram, marah dan kecewa - dia sama sekali tidak menyangka bahwa seorang Sylvain bisa menolak tawaran yang luar biasa darinya, pewaris perusahaan coklat terbesar di Amerika. Cade mencoba melupakan sejenak kejadian dengan Sylvain dan kembali pada rencana awalnya. Segera dia menghubungi kandidat berikutnya, Dominique Richard, tapi sekali lagi Cade harus mendapat penolakan.

Makin sedih dan kecewa - Cade, berusaha menghibur dirinya dengan membuat rencana baru dan mencoba menikmati keindahan kota Paris. Unfortunately, beberapa kebetulan terjadi. Takdir seolah dengan sengaja mempertemukan Cade dan Sylvain berkali-kali. Hal itu semakin membuat keduanya saling tertarik satu sama lain, tapi saat ini yang ada pikiran Cade adalah bagaimana mendapatkan rahasia kelezatan coklat buatan Sylvain.

Dengan semangat '45 yang dimiliki Cade, dia memutuskan untuk menyelinap ke dalam atelier milik Sylvain - awalnya dia tidak yakin apa tujuannya memasuki atelier Sylvain - jadi dia memutuskan untuk melihat-lihat deretan botol warna-warni yang berisi bahan campuran untuk membuat coklat, mencicipi jenis coklat apa yang dipakai Sylvain, juga memeriksa karton untuk mengetahui darimanakah susu dan mentega itu didatangkan, dan setelah selesai dengan penyelidikan kecilnya, Cade akan membawa pulang beberapa bungkus coklat untuk dirinya sendiri - nah ini baru yang mencuri beneran (sesuai dengan judul bukunya) ^__^

Penyelinapan Cade berlangsung hingga beberapa kali, dan hanya orang bodoh kalau sampai membiarkan seorang pencuri bisa masuk ke ruang pribadinya more than twice. Seperti peribahasa sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, it happens to Cade. Suatu malam, ketika Cade sedang beraksi, seseorang menangkap basah dirinya sedang berada di dalam atelier Sylvain.

Kalian tahu siapa yang memergoki Cade? I don't think so.
Jadi, baca bukunya yah.. ^__^

Personal thought:
Saya suka buku ini.
Kenapa? No particular reason, I love chocolate. Seperti yang sudah-sudah, saya selalu suka tema kuliner, apapun itu.

Ceritanya sendiri cukup menarik - tapi juga bikin bosan dan sebel sesekali.
Sebel kenapa? Pemakaian bahasa Perancis-nya, masih banyak - dan saat otak saya betul-betul butuh bantuan menerjemahkan - tidak ada catatan kaki dibawahnya. Ugh!

Bosennya? Well, gimana bilangnya ya..dari awal sudah bisa ketebak gimana cerita ini akan berakhir. Cade and Sylvain, you-know. Tapi, rupanya penulis lebih memilih jalan agak panjang sebelum menyatukan kedua karakternya.

Diluar kisah percintaan Cade dan Sylvain, saya suka buku ini. Laura, dia jago banget mengambarkan suasana Paris, I can feel the atmosphere and its romanticism, trus apalagi kalo bukan, coklat, coklat, coklat. Chocolate is everywhere girls, yumm ^_^ Buat yang suka coklat, go grab one!
Designed by FlexyCreatives