Review: Unfriend You



Judul: Unfriend You
Pengarang: Dyah Rinni
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 275 Halaman

 Aku adalah noda untuk dosa yang tak kulakukan.
Aku mencoba bertahan, berusaha mengerti;
mungkin ada bagian dari dirimu yang tak bisa ku raih.
Namun, yang tak kunjung ku pahami,
mengapa ada persahabatan yang menyakiti?

Novel ini bercerita tentang Katrissa dan nasib buruknya sebagai korban bullying, meski genre novel ini teenlit - tapi tema ceritanya bagus dan layak dibaca siapapun terutama, yang penasaran abis soal tema bullying.

Katrissa adalah salah satu siswa di sekolah elite. Dia semula adalah siswa yang cupu, ngga punya teman, kenapa bisa dia ngga punya teman, well mungkin selain dia berkaca mata (yang akhirnya terciptalah pemikiran aneh ini >> kacamata = geek = gak populer = virus = harus dijauhi) Katrissa juga punya hobi aneh, dia suka menghabiskan waktu dengan kertas, I mean, doing papercraft. Makin males aja anak-anak yang mau jadi temennya, so, otomatis Katrissa masuk ke golongan kaum cupu, tapi itu tidak berlangsung lama, karena ada kejadian yang membuat Katrissa naik derajat dan bisa membuatnya menjadi salah satu kaum populer di Eglantine High School (nama sekolahnya agak aneh didengar di telinga) itu semua berkat Aura Amanda - dia yang menaikkan derajat Katrissa, tapi siapa sangka, ternyata naik derajat secara tiba-tiba itu bisa mendatangkan bencana di waktu yang akan datang.

Singkat cerita, (aku ngga mau berpanjang-panjang menceritakan isi novel ini, karena novel ini bagus klo dibaca langsung) Katrissa, menyaksikan temannya, Priska menjadi korban bullying, dia ingin protes dan mengadu ke pihak sekolah, tapi dia terlalu pengecut, hingga Priska masuk rumah sakit karena berniat bunuh diri, hati kecil Katrissa berontak. Tapi, siapa sangka, apa yang di takuti Katrissa selama ini menjadi nyata, dia juga menjadi korban bullying seperti Priska hanya karena dia menjenguk Priska, dan Katrissa juga terpaksa kehilangan rambut panjangnya yang indah karena hal itu (red: bullying) (sumpah ini horor banget, karena aku lihat adegan kaya gini itu mirip di film-film lokal, yang si perempuan di arak ke tengah jalan terus rame-rame orang berebut motong rambut dia sampe pendek banget)

But hey, nightmare will end one day. Pertanyaan besarnya, mampukan Katrissa mengakhiri mimpi buruknya? dan yang paling penting, siapakah yang melakukan bullying pada Katrissa?

My thought:
Aku suka novel ini, titik
Cara penulis menyampaikan isi cerita begitu memikat hati, alurnya yang teratur, sangat mudah diikuti, dan pemilihannya bahasa juga baik. Yang paling penting, novel ini punya pesan moral yang dalam - inti ceritanya disampaikan dengan sangat baik, tidak bertele-tele.

Aku sama sekali ngga bisa berhenti sebelum sampai ke halaman akhir, a kind of page turner book. I'm lovin' it.

Cover:
Sayang sekali cover depannya aku kurang suka, pemilihan font-nya ituloh, ugh! no-no.
Tapi..ilustrasi di dalamnya, aku suka banget cyin, mulai dari gambar-gambarnya papercraft-nya, jenis font-nya, aku suka semua. Bagus deh.

Dyah Rinni, i love your art ^_^
Ditunggu karya selanjutnya yaa..

Jangan berjalan di depanku,
aku tak 'kan mengikutimu
Jangan berjalan di belakangku'
aku tak 'kan menunjukkan jalanmu
Berjalanlah di sisiku,
dan jadilah sahabatku.

Curcol:
Bullying, dulu jaman aku masih SMP - isitlah bullying aku belum pernah denger, bahkan istilah dalam bahasa indonesianya pun aku juga belum pernah tahu. Waktu itu, pikiran anak-anak eh, ABG-ku mengartikan bullying dengan - apa salah gue kok lo jahat sih?

Iya, aku pernah jadi salah satu korban bullying - lebih tepatnya korban fitnahan temen cewek yang ngga suka sama aku - sampai detik ini (setelah lewat 12 tahun) aku masih belum juga tahu kenapa si temen cewek itu berbuat begitu.

Jadi ceritanya gini, suatu hari tiba-tiba aku dipanggil salah satu temen, si K, dia tanya ke aku, kenapa kok aku bicara yang jelek-jelek soal dia. Kaget. Shock. Itu reaksiku pertama kali, gimana bisa aku yang kuper dan gak gaul soal kehidupan si K ini bisa dituduh menjelek-jelekkan, ngga mungkin dong klo aku bicara soal dia, bahkan hanya untuk membayangkan aja aku ngga punya ide, lain soal klo aku disuruh cerita soal rumus elektro atau LOTUS (di pelajaran komputer). Yang kedua, aku kan ngefans sama si K, masa iya aku menjelek-jelekkan si Idol? So, karena ngga terima, aku lapor ke guru BK - ngga perlu nunggu lama, paling hanya selisih sehari, setelah aku di panggil si K. Finally, aku, si K dan cewek yang udah fitnah aku, dipanggil sama guru BK. Aku lupa gimana proses mediasi waktu itu, hanya saja endingnya kami diminta untuk berbaikan. Yah, meski kenyataanya sampai aku lulus pun si cewek itu ogah deket-deket lagi ke aku, cowoknya juga ikut-ikutan, hih! aneh deh. Tapi, positifnya hubunganku dengan si K malah jadi lebih baik dan alhamdulillah I still adore her 'til now.

Oia, aku waktu itu tergolong anak cupu dan ngga punya banyak temen, dan mereka itu adalah kaum populer, karena prestasi gemilang mereka di ekskul paduan suara yang sudah go international - so, baca novel ini seolah menarik aku lagi ke masa-masa itu. Belakangan aku baru tahu, bahwa kejadian buruk masa SMP-ku itu, terbawa sampai aku lulus kuliah. Iya, aku selalu bermasalah dengan yang namanya sahabat perempuan. So after, college - I don't want to have any girl friend..If I have to, I won't put them as my bestfriend, ini lebih baik daripada nanti akhirnya aku dan dia harus musuhan. Ugh, membayangkan-nya aja udah bikin menggigil.
  1. Wihhh saya jadi pengen baca setelah kakak bilang Aku suka novel ini, titik :D
    Keren kak review-annya, simpel, lengkap bgt.
    Kalau aku pribadi nganggep orang yang bully aku sih karena dia iri sama aku kak :D
    Karena dia gabisa seperti diri kita, makanya dia buat oranglain agar gak suka.
    Kita senasib kak #pukpuk gabisa bestfriend-an sama perempuan :(

    Oiya kak, pemenang giveaway yg Year End Giveaway..Ahoy! sudah diumumkan kah? Yaaah gak menang T-T

    BalasHapus
  2. dari dulu pengin baca buku ini, tapi belum kesampean><
    jadi semakin penasaran setelah baca reviewnya

    BalasHapus
  3. saya juga tertarik baca ini nih.. cuma belum kesampean...
    tema bullying selalu jadi minat saya.. mungkin karena pernah kena, cuma gak parah-parah sekali tapi masih membekas :'(
    Nice review mbak..

    BalasHapus
  4. Aku pingin banget punya buku ini. Udah beberapa kali ikutan kuis tapi belom rejeki. Yups, bullying emang nakutin, mungkin kalau terjadi pada diri kita sendiri dan kita bisa mengatasinya tidak masalah. Hanya saja banyak korban-korban lainnya yang tidak tahu harus berbuat apa. Huh, edukasi tentang bullyig harus digencarkan. bisa lewat novel ini, karena tahulah, kita lebih bisa menyerap informasi dari novel daripada seminar. hehehe

    BalasHapus
  5. Aku udah lama ngincer buku ini. Waktu itu liat di toko buku, tapi akunya gakk bawa uang. Niatnya cuman nemenin temen beli buku, eh malah ada buku itu. Nyesekkk... Aku suka sama novelnya Mbak Dyah. Selalu kreative, apalagi yang satu ini. Ngomongin soal bullying jadi inget masa SMP. Aku pernah (sering) dibully sama temen cuman gara-gara ngefans sama Justin Bieber. That's why i want to have this book. Apalagi aku yakin banget buku ini bagus waktu Mbak Dyah promosi di facebook.

    BalasHapus
  6. Jadi inget zaman SMP, kenapa dan kenapa selalu ada batas antara kaum populer dgn kaum non populer Aku sering banget jadi santapan bullying di Zaman SMP,ngeliatin aja di tegur padahal sih niatnya nyapa,duduk aja dihina padahal aku gak ngapa-ngapain seumur-umur ngomong sama dia aja gak pernah apalagi nyari gara2.Well, aku yakin mereka ini hanya kurang kerjaan merasa lebih kuat karena terkenal dimana-mana tapi aku yakin dengan kelebihan pribadi masing-masing (ex.kepintaran karena golongan populer biasanya otaknya rata2) kita pasti bisa lebih dihargai :) . Lihat reviewnya jadi penasaran apa yang dibuat Aura Manda sehingga Katrissa jadi populer,Make up kah ? (*biasanya di sinetron sih bgitu :D).karena review-nya gak banyak jeleknya,pasti buku ini bagus andd aku PENGEN BELY :D

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives