[Guest Post] I Wish That Someday..

Tadaaa! Ini dia salah satu yang ditunggu-tunggu sebagai salah satu rangkaian Event Ultah BBI, apalagi klo bukan Guest Post - moment dimana kita bisa 'mengenal' lebih dekat lagi karakter, kepribadian, atau bahkan rahasia kecil para blogger kece yang ada di komunitas BBI. Dan, aku-iya aku, GEMBIRA SANGAT, karena bisa dikasih kesempatan buat pedekate sama Mbak Ferina ^_^

Soalnya ane uda ngefans sama beliau ini semenjak masih bau kencur di BBI, dulu sebelum seramai sekarang (anggotanya) ane cuma tahu segelintir orang, salah satunya Mbak Ferina di blog lemari-buku-ku, yah aku tipikal silent reader sik, jadi meski uda lama ngepens nggak nyalahin juga klo kehadiranku tak disadari #okebro #mulaingaco #injekjempolkaki.

Nah, nah..kali ini Mbak Ferina mau ajakin kita keliling ke tempat-tempat indah yang pengen dia datengin, gegara BACA buku, inpoh aja ya sisbro, BACA buku itu bisa bikin kita keliling DUNIA for FREE..Etapi, aku juga suka kaya gitu lho Mbak Fer' apalagi klo buku yang aku baca itu setting.nya di London dan Paris #westalah #kapanmulainya #okemaaf

Are you ready? Fasten your seat belt, and..here we go! 

Ketika membaca satu buku, pastinya kita mencoba membayangkan atau ikut ‘masuk’ ke dalam cerita itu. Apalagi satu buku yang mengambil setting sebuah tempat yang menarik – entah itu hanya khayalan, rekaan penulis atau memang ada di dunia nyata.

Nah, dalam kesempatan saya ‘bertamu’ di blog-nya Winda, saya akan share 10 tempat impian yang gara-gara baca buku itu jadinya berharap bisa ke sana. Paris, mungkin sering jadi setting novel-novel entah lokal atau luar negeri. Tapi, karena Paris itu terlalu mainstream, mari kita cari tempat-tempat lainnya.

Yuks… silahkan dinikmati, sambil saya nge-teh dan makan kue-kue suguhan Jeng Winda. Ma kasih lho, Jeng Winda, mau menerima saya sebagai tamu. (sama-sama lho Jeng Ferina, mari dicicipin Nastar-nya)


1. Diagon Alley

Sebagai orang yang gak (pernah) bisa move on dari Harry Potter, segala yang ada di dalam buku pastinya bakal terbayang-bayang terus. Pengen berada di dalam dunia Harry Potter – entah sebagai muggle kaya’ Hermione atau bahkan keturunan penyihir berdarah murni. Atau… ya jadi apa aja deh, pokoknya ada di sana. Semua tempat pengen didatengin – Hogwarts, rumahnya keluarga Weasley, Grimauld Place tempat Sirius Blake, rumah masa kecil Harry Potter waktu orang tuanya masih hidup, Privet Drive, platrom 9 ¾ ,  bahkan Azkaban sekali pun.

Tapi, tentu saja, pertama kali, saya pengen liat yang namanya Diagon Alley. Ketika pertama kali Hagrid membawa Harry Potter ke Diagon Alley, rasanya saya ikut ‘menganga’.

via Taringa.net

Begitu pintu rahasia terbuka… segala toko yang berhubungan sama dunia sihir pun bertebaran, di Diagon Alley. Nah, kalo udah sampai di Diagon Alley nih, saya pengen tuh lihat-lihat ke toko tongkat sihir ‘Ollivander’s Wand’ – mungkin adalah tongkat sihir yang cocok untuk saya. Terus, pengen coba buka tabungan di Gringotts, sekalian pengen deh bikin si goblin senyum dikit.

2. Desa Smurf
Yup, sejak kecil saya memang ‘tergila-gila’ sama Smurf. Ada masanya di mana, saya bener-bener berharap Desa Smurf tuh ada dan pengen ke sana. Konon kan katanya ada di kaki gunung somewhere out there. Pengen main-main sama si makhluk biru yang imut-imut itu, pengen minta nasehat ke Papa Smurf.

3. Lord of the Rings



Meskipun sampai sekarang masih sulit untuk mencerna isi dari buku Lord of the Rings, tapi ketika nonton filmnya, duhhh… langsung berkhayal pengen ke sana. Pemandangannya bagus banget.... apalagi jadi terkesan penuh misteri.


via newzealand.com

Dan gak ketinggalan, pengen punya rumah kaya’ rumahnya para Hobbit. Seru buat tempat 'ngumpet'.

4. India
Gak peduli apa kata orang… karena beberapa temenku bilang, ini negara yang jorok dan gak akan pernah mau dia datengin. Tapi, membaca beberapa buku dari penulis India – seperti Chitra Banerjee Divaruni, Jhumpa Lahiri, atau Vikas Swarup, malah membuat keinginan untuk ke sana semakin besara. Terutama mengunjungi Taj Mahal.

Kalau  membaca Titik Nol – Agustinus Wibowo, emang sih, bikin males rasanya berkunjung ke India – jorok, dekil belum lagi, berita-berita miring tentang India yang beredar akhir-akhir ini, membuat India tidak aman untuk perempuan. Tapi, Bu Dokter Dewi (yang jadi tamu di blog saya), meyakinkan bahwa India itu menarik koq, terutama ehem.. buku-buku di sana murah meriah.

Jadi di balik kekumuhan, kejorokan India, saya yakin ada sisi eksotisme yang menarik untuk dicari tahu lebih lanjut.

5. Jepang
Ini salah satu negara yang juga pengen saya kunjungi suatu hari nanti. Punya cita-cita, pengen dateng ke Jepang pas cherry blossom. Kalau dalam novel-novel Haruki Murakami, Natsuo Kiruno – Jepang digambarkan begitu suram dan gelap, pengaruh dari tokoh-tokoh dalam ceritanya mungkin. Tapi, setelah baca Tokyo-nya Sefryana Khairil, saya menemukan sisi romantis dari Jepang.

Doraemon – meskipun ini lebih dulu saya kenal dalam bentuk film animasi – juga berperan penting dalam khayalan saya. Satu cita-cita lain adalah foto bareng patung Doraemon dong….

6. American Museum of Natural History

 
via nyctrip.com

Kalau di Indonesia (Jakarta), beberapa Museum yang pernah saya datangi terkesan spooky, suram dan mungkin gak menarik untuk dipandangi lama-lama. Apalagi, kalau pakai harus nginep dan berpetualang di sana. Nah, waktu baca Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler (E.L. Koningsburg) dan juga Wonderstruck (Brian Selznick), saya membayangkan bahwa American Museum of Natural History adalah tempat yang penuh cerita, tempat yang gak hanya menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, tapi juga tempat untuk bersembunyi. Kalau di Jakarta ada museum seperti itu, pengen rasanya mengusulkan program ‘One Night at Museum’ hehehe…

7.  Trowulan, Mojokerta

via travel detik

 
via kebudayaanindonesia.net

Nah, dari tadi tempat-tempat di luar negeri terus ya? Sekarang, mari menjelajah Indonesia. Baru-baru ini, saya baca Tiga Manula Jalan-Jalan ke Pantura dan Tiga Manula Jalan-Jalan ke Selatan Jawa. Selain terkekeh-kekeh dengan kekonyolan 3 kakek-kakek tengil ini, ternyata buku ini memberikan banyak informasi singkat menengenai daerah-daerah sepanjang Pantura dan Selatan Jawa. Gak hanya tempat-tempat wisata, tapi juga berguna bagi yang mau berwisata kuliner.

Salah satu tempat yang saya sendiri baru tahu adalah Trowulan di Mojokerto. Di sini adalah tempat peninggalan kerajaan Majapahit. Dan yang mengejutkan di sini ada patung Sleeping Budha yang gak kalah besar dengan yang ada di Bangkok! Astaga, ke mana aja sih gue selama ini?? Patung ini ternyata terbesar nomor 3 di dunia. Wah, semakin penting untuk berkunjung ke Trowulan someday.

8. Pulau Bangka-Belitung

 
via bangkabelitungtourism.com

Nah, ini tentunya pengaruh dari novel Laskar Pelangi. Memang sih, saya akui, saya gak selesai baca Laskar Pelangi. Tapi, dari yang sedikit itu, membuat saya browsing-browsing tentang Pulau Bangka-Belitung yang padahal gak jauh dari kampung halaman saya sendiri, Palembang. Saya termasuk ‘anak pantai’, dan udah ngebayangin deh, kalo duduk-duduk di pantai di sana, pasti asyik banget…

9.  Desa Galia

 
via wikipedia

Nah, sekarang saya pengen balik lagi nih ke negeri dongeng, negeri khayalan. Asterix dan teman-temannya juga mengisi masa kecil saya… #apasih. Meskipun mendapat ancaman dari pihak Romawi, kehidupan di Desa Galia tetap harmonis. Mereka tetap bisa bersenang-senang di akhir setiap petualangan Asterix dan Obelix.

Tapi, ternyata, Desa Galia ini memang ada ya. Letaknya di bagian Eropa Barat – deket-deket Perancis dan Belgia. (Bener gak sih?)

10. Malory Towers

 
via sonotaprincess.com.au

Menurut saya, ini salah sekolah asrama terkeren yang berhasil digambarkan oleh penulisnya – selain Hogwarts. Malory Towers pernah membuat saya bermimpi pengen sekolah di asrama. Abis keren banget nih sekolah, seperti kastil yang letaknya dekat pantai, teman-temannya asyik-asyik. Belum lagi guru-gurunya, biar pun ada yang galak, tapi sebenarnya mereka baik hati. Pengen ikutan ngerasain pesta tengah malam – menu pestanya itu lho… astaga… biar pun cuma sosis goreng, tapi digambarin dengan sangat nikmat. Bikin air liur saya menetes.

Nah, sekian dulu nih acara bertamu saya di ‘rumahnya’ Winda. Sebenernya masih banyak yang pengen aku tulis di sini, tapi nanti kepanjangan, jadi segini aja deh ya… Semoga berkenan ya. Terima kasih buat Winda, yang sudah menjadi ‘tuan rumah’ yangbaik.

Sampai jumpa di lain kesempatan.

Wah, wah..ternyata seru bingits ya tempat-tempat yang pengen di datengin Mbak Fer', semoga aja bisa segera kesampaian ya Mbak, at least yang lokal dulu deh, Trowulan itu nggak jauh lhoo..ask me klo butuh guide kesana #kode

Blog guest mah nggak seru klo ngga ada obrolan sama sang tamu-nya ya kaaann? #nadasyahrini
Oke, klo gitu mari simak hasil bincang-bincang sore ane sama Mbak Ferina ^_^

Me: Mbak Ferina tanggal lahirnya kapan? dan kelahiran tahun berapa? *oke, aku tahu klo di belahan bumi bagian mana tanya umur itu nggak sopan, tapi suer aku nggak ada maksud ngga sopan, I really want to know* #jujur

Mbak Ferina: 3 February 1977. aku gak masalah koq ditanya kelahiran tahun berapa. hehehe.. (nah, jangan lupa dicatat ya sodara-sodara, buat kirim buntelan klo pas ultahnya Mbak Fer)

Me: Sejak kapan mulai aktif baca, oke pertanyaan ini terlalu biasa - sejak menikah dan punya jagoan cilik, plus harus bekerja di luar rumah - kapan dan gimana membagi waktu untuk baca buku dan nulis review.nya? Aku selalu penasaran plus kagum sama orang-orang yang bisa multi tasking dan persistent baca, nulis review, kerja, and so on..

Mbak Ferina: Seingetku sejak SD kali ya. buku-buku ya dibaca, samalah seperti yang lain, Lima Sekawan, Malory Towers, buku-buku Enid Blyton deh, pokoknya. aku sempet 'vakum' baca, gara-gara lebih suka ngumpulin kaset pas jaman-jaman SMA. makanya, pas jaman itu tuh, buku-buku itu pada aku kasih ke sodara-sodaraku *nyesel deh sekarang*.  Nah, pas mulai kuliah, mulai 'giat' membaca lagi. hehehe.. bacaan mulai bergeser ke Danielle Steele :D. Tau gak sih, pertama baca Danielle Steele, aku 'terkaget-kaget' dengan adegan yang bikin kipas-kipas. Hahaha..

Ada jamannya aku juga bosen dengan segala terjemahan Danielle Steel, John Grisham, dan beralih jadi 'sok sastra'. Mulailah kenal sama Pramoedya Ananta Toer atau Remy Sylado (kata mantanku, biar sekali-kali jadi lebih idealis, gitu. cari bacaan yang rada 'berat'). Tapi sekarang ya, aku gak peduli, mau dibilang apa. Aku pilih buku dan baca yang aku suka. Mau buku anak-anak, remaja atau apa lah, yang penting aku suka. Malah sekarang, aku lagi ngumpulin si Detektif Imung.

Aku biasa baca itu di jalan. pas lagi macet-macet. kalo bukunya menarik banget, bisa cepet selesai jadinya, tapi kalo ngebosenin, bisa jadi 'pengantar tidur' di jalan. atau, kalo lagi bosen di kantor, aku suka 'ngumpet' di kamar mandi, baca aja deh di sana. kalo gak ngantuk, sebelum tidur, biasanya, sebisa mungkin disempetin untuk baca malem-malem. kalo weekend, justru aku susah untuk baca, karena diajak main terus sama Mika. Kalo untuk nulis review.. hehehe.. nyuri-nyuri waktu di kantor :D


Me: Suer aku kepo abis, Mbak Fer' pernah nggak terlintas di pikiran, klo anak-anak Mbak Fer, harus suka buku (baca buku lebih tepatnya) klo nanti mereka uda beranjak gede, at least uda sekolah dan bisa baca?

Mbak Ferina: ya... pengennya sih gitu... daripada kebanyakan main di gadget, mendingan lari ke buku aja tuh. apalagi nih, jaman sekarang kan syarat masuk sd aja udah harus bisa baca, udah kenal huruf, jadi mau gak mau, Mika 'sedikit' aku 'racuni' dengan buku. buat aku, mudah-mudahan dengan banyak baca, mika jadi bisa lebih mudah untuk berimajinasi yang positif.

Me: Aku mau tahu dong - sudut baca favorit atau impian Mbak Fer itu gimana sih? *klo ada gambarnya ak juga mau lho mbak* #karepmunduk #akuorapopo

Mbak Ferina: aku seneng nih dengan pertanyaan ini... :) sejak dulu, ya, aku ngebayangin punya satu ruangan khusus untuk baca. ada lemari-lemari atau rak buku yang minimalis, karpet tebel plus bantal-bantal di satu sudut atau sofa yang empuk (yahh.. ini sih cocok jadi tempat buat tidur kali ya?). terus ada satu pojok khusus bagian anak  yang raknya rendah, ada meja dan kursi kecilnya.

(karena Mbak Ferina ngga ngasih fotonya, aku iseng ngasih foto sendiri)


Me: tanya apa lagi yah? hmm.. *mikir keras* oh..iya, genre favorit Mbak Ferina apa? dan genre yang ngga disukai or dihindari apa?

Mbak Ferina: hmm.. aku termasuk 'pembaca segala' rasanya. aku suka young adult - kalo mood lagi pengen 'menye-menye' dan sok romantis, nah pas banget nyari buku young adult. fantasi suka, dystopian juga suka - tapi jangan kebanyakan cinta segitiganya. Dystopian itu suka bikin aku 'merinding', jangan sampai ada dunia seperti di dalam cerita-cerita itu. *ngeri*
oh ya, aku juga suka misteri, thriller. sekali-sekali, perlu bacaan yang memacu 'adrenalin'. tapi jangan yang horor ya, aku takut gak bisa tidur. hehehe. dan yang gak terlalu  itu adalah non-fiksi yang tipe-tipe chicken soup atau self-help, atau segala macem tips-tips. klasik juga termasuk jarang disentuh, tapi aku mencoba untuk baca buku-buku klasik.


Me: ini pertanyaan terakhir, lagi ngefans sama siapa sekarang? (siapa aja boleh, yang namanya ngefans berarti kan suka pakai banget, boleh aktor, boleh penulis, boleh keluarga, boleh temen sekantor, dan boleh juga..siapa aja)

Mbak Ferina: nge-fans sama siapa ya??? hmmm... aku nge-fans sama Aragorn (ini sih dari dulu). Terus, hehehe.. karena suka sama nonton Amazing Race, aku lagi nge-fans sama Team Afghanimals - Leo dan Jamal. Emang sih mereka ini suka rada-rada ngeselin, suka tebar pesona, tapi lama-lama lucu juga, dan mereka juga lumayan cerdas.
kalo yang suka banget siapa ya?? hmm.. suka banget sama Tom Cruise, sama Leonardo DiCaprio (dan *uhuk* Teuku Wisnu atau Vino Bastian)
. >> (aaakkk, aku juga suka BANGET sama Vino G. Bastian, iihh selera kita sama yaa cyin #dislepet)

Kaaann, seru yah obrolan sore hingga malam hari ini? Ini seriusan lho, aku masih dikantor jam segini, demi blog guest dan Mbak Ferina rela lambur #fasilitaskantor #kemudiandiusirOB

Again thank you and have a nice day Mbak Ferina
Semoga kita bisa ketemu face to face ya Mbak ^_^  #pray

Nah, kalo masih penasaran pengen tahu siapa aja sih yang di ulik atau menjadi tamu di blog lain, meet them here ^_^ ,ohh..ohh..nyaris lupa, mampir juga di blog-nya Lina (lady-storytelling.blogspot.com) karena aku jadi tamu disana, masa sih nggak penasaran aku nulis soal apaan? #kode

  1. Hallo Mama Mika... Aku juga pengen banget ke Malory Towers walau aku ogah deh tinggal di asrama lagi. Seru sih, tapi gak mau ngulang deh :P
    Desa Smurf sama lingkungan ciptaan imajinasi Tolkien juga emang bikin mupeng yaa >,<

    BalasHapus
  2. Aakkkhhh mbak fer, itu tempat yg kamu sebutin emang semua jadi idamanku juga minus narnia.
    Secara ke desa smurf da galia rada susah, kita nabung buat ke desa hobbit aja yuk

    BalasHapus
  3. Tempat-tempat impian yang keren :)

    BalasHapus
  4. Ah, aku ikut ke desa Hobbit, 'cuma' di New Zealand kan, ga jauh ;)

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives