[Blog Tour] Guilty Pleasure GIVEAWAY, Day #5

Yuhuuu..!
Akhirnyaaaaa, datang juga hari yang ditunggu-tunggu, apalagi klo bukan waktunya GIVEAWAY. Kali ini saya dan Gagas Media mau ngasih, 1 buku Guilty Pleasure karangan Christian Simamora, for free. Gratis ya sodara-sodara (dan kebetulan saya sedang berbaik hati) jadi akan ada 1 buku tambahan yang saya bagikan, jadi total ada 2 buku untuk 1 orang pemenang__bukunya apa, rahasia yah, yang pasti buku fiksi dari rak buku saya (bisa segel atau kolpri, tentu yang kondisinya masih bagus dan layak) ^_^

Okay, klo gitu langsung aja yah, silahkan isi via form GA tools dibawah ini dan selesai sudah tugas kalian, nantikan pengumuman pemenang GIVEAWAY di postingan ini yah__jangan sampai ketinggalan, karena waktu konfirmasi hadiah adalah 2 x 24 jam, setelah di umumkan via TWITTER. Stay tune and happy hunting for Guilty Pleasure.



Gimana? Sudah lelah menanti?
Hueheuheue #senyumiblis
Sekarang waktunya saya umumkan yah siapa yang AKHIRNYA sukses memenangkan Novel Guilty Pleasure by Christian Simamora.

Sebelumnya (dan ngga bosen-bosennya) saya sampaikan "bacalah petunjuk yang diberikan" karena dari sekian banyak entry yang masuk, masa cuma 7 (tujuh) aja yang mengisi sesuai petunjuk..? Yang lain terpaksa saya eliminasi meski jawabannya cukup menarik, mengingat ada peserta lain yang sudah melakukan sesuai petunjuk, jadi__maaf untuk yang belum beruntung. Daaaan, ini dia si Lucky Winner (hasil kocokan random.org).

Yustie Amanda (@yyyustie)

Selamat yaaa!
Untuk pemenang silahkan lakukan konfirmasi dengan mengirim email ke: merahbatako@gmail.com. saya tunggu 2x24 jam, kalo tidak ada balasan, akan saya berikan ke pemenang berikutnya.

Terima kasih ^_^
 

[Blog Tour] Review Buku: Guilty Pleasure, Day #4


Judul: Guilty Pleasure
Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Jia Effendie
Desainer Cover: Jeffri Fernando
Ilustrasi Isi: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media

"Bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?" (front cover)

"Berhentilah mencari laki-laki untuk membuatmu bahagia. Mulailah menjadi perempuan bahagia yang dicari laki-laki" (back cover)

Tokoh utama novel ini adalah Devika, seorang artis yang sedang naik daun dan berkat perannya yang melulu sebagai tokoh antagonis, she had a nickname from her fans or haters as "TV Bitch". Julien, dia tokoh laki-lakinya, seorang CEO dari perusahaan yang bergerak dibidang pertanian, tepatnya buah-buahan dan dia masih satu garis keturunan dengan keluarga Ang yang tak diragukan lagi jumlah kekayaannya.

Bagaimana seorang TV Bitch seperti Devika bisa ketemu dengan Julien yang seorang CEO pemilik perkebunan buah itu? By accident of course #senyumsumringah

Mobil Dev tidak sengaja menabrak mobil Julien, saking mendadaknya kejadian itu saya sampe ikutan shock, beneran shock, karena saya sendiri nggak tahu gimana ceritanya mobil Dev bisa tiba-tiba nyosor bemper belakang (atau depan, yah) mobil Julien *saking terbawa suasana sama cara bercerita Bang Ino*. Oke, dari sini saya skip yah sodara-sodara reviewnya, karena kalian pasti bisa mengira-ngira kan adegan selanjutnya bagaimana. Apa? Nggak bisa mengira-ngira? Baiklah kalo begitu..

Jadi setelah kejadian tabrakan itu, Devika diminta Julien untuk mengganti kerusakan mobilnya (yang emang seharusnya begitu) dan semenjak pertemuan kedua mereka di bengkel mobil, sudah mulai timbul percikan or chemistry between this two characters.

Devika yang baru beberapa bulan putus dari pacarnya (yang seorang model) dan Julien sendiri yang menyandang status single, membuat keduanya tidak ada hambatan atau halangan untuk saling mendekati satu sama lain, iya kan? ditambah lagi sosok kedua tokoh ini, memang undeniably handsome and pretty. Oke jadi, sampe dengan halaman 300 something, cerita ini akan berkisah tentang percintaan Dev dan Julien, don't worry that's not boring, coz' Bang Ino, is so damn amazing.

Konflik cerita ini, dimulai saat Dev dengan tidak sengaja berkunjung ke rumah Julien (ketika pacarnya itu sedang sakit, flu, perhaps) Dev terbang dari Surabaya dan langsung menuju tempat Jules (or Julien), the bad things happen, ketika Dev masuk kedalam rumah Julien dan mendapati hampir keseluruhan isi ruang tamu Julien adalah....

Woots! No gurls, you gotta read this by yourself__gak lucu banget kan kalo saya spoiler bagian paling penting buku ini disini_bisa dijambak Bang Ino dong ane.

My personal thoughts:
Nah, sekarang kita bicara soal beberapa hal, yuk!
Pertama, covernya__bagus, it's so obvious kalo melihat siapa yang nge-desain dan penerornya *lirik Bang Ino kalem*

Kedua__ilustrasi isinya, aww, man__I'm speechless, kece abis, rasanya baru ini lihat novel lokal, yang ilustrasinya m to the max, Bang Ino you do great job on terrorizing them all.

salah satu ilustrasi isi, kece kan?


Ketiga, typo__woooohh, ada sih beberapa, tapi saya cuma akan mention salah satu atau dua aja yah
"...dengan penampilan seoleh keluar dari halaman buku dongeng..." (hal. 381)
"...mata Julien menyapi cepat pemandangan indah di depannya..." (hal. 213)
"...Cherry menyentuh tangan Dev dengan jemari-nya yang halus..." (dimana typonya, Dev itu harusnya Haze, karena Cherry adalah pacar Haze) (hal. 131)

Keempat dan terakhir, isi buku atau tema ceritanya, Guilty Pleasure adalah bacaan yang menyenangkan, sumpah! SEMUA karakter di buku ini loveable, dan cara penulis bercerita bener-bener mengalir dan enak untuk diikuti (diam-diam saya jadi berharap, kalo di kehidupan nyata, saya bisa punya sahabat seperti Bang Ino, alangkah meriahnya kehidupanku yang suram ini #eh #plak__eh, seriusan I just wish that someday I can met some friends or bestfriends like HIM. "Bang Ino, I adore you" #sambilteriakdepanmicrophone

Kalo kalian protes dengan banyaknya brand yang bertebaran di novel ini, you shouldn't. Karena, tokoh heroinenya kan seorang artis, yah wajar aja sih kalo dia menyebut merk-merk (dan__ya tuhaaaann, ngga satupun familier di telingaku, maklum saya kuper #okenoted) trus gimana dengan pemakaian bahasa inggris? masih tahap wajar sih, ngga banyak kaya kalo kita baca kamus gitu #yaeyalah, no, serius..penggunaan bahasa inggrisnya sangat wajar tidak berlebihan. Justru saya malah, sering roaming ketika Bang Ino mulai menggunakan bahasa gahol-nya, sumpah__some of his words, gagal aku pahami. Salah satunya ini (dan semoga Bang Ino, rela menjelaskan artinya)
"vah-jay-jay" (sorry Bang lupa banget itu ada di halaman berapa).

Dan, jangan percaya kalo buku ini boring__sama sekali enggak__dijamin kalian bakal ngakak kalo melihat deretan judul sinetron ala Christian Simamora di buku ini, saya spoiler satu disini yah "Istriku Malah Hidup Kembali" #hmphhh #tahantawa. Itu belum seberapa dibandingkan "Ongkang-ongkang...." ish, mau tahu kan kata terakhirnya apah, baca dong! *diantara banyaknya judul sinetron, tapi cuma satu itu yang terus-menerus seliweran dikepalaku__si ongkang-ongkang* #ngikikdipojokan

Satu aja sih masukan buat Bang Ino, kalo bisa dikurangi dong Bang bahasa pelesetannya, apalagi untuk yang bahasa inggris, aduh seriusan, aku sempat garuk-garuk dagu, mikir apa maksud kata-kata itu, emang sih pengucapan kata seperti "ah-mazing" yang maksudnya "amazing" itu dimaksudkan supaya pembaca lebih menghayati ekspresi si karakter, entah buat yang lain, tapi buatku ini agak susah diikuti (ah-mazing, masih mudah, gimana dengan ACH-MEIN-GOTT, hehe..dan ada beberapa lagi diantaranya) Bang Ino, sekali lagi ini cuma usul lho__don't get upset or mad yah ^_^ #ketjupmesra

Okay, saya rasa itu aja sih review kali ini, semoga kalian suka ^_^
Ditunggu sharing pengalamannya setelah baca buku ini, jangan lupa colek saya kalo kalian punya review untuk di baca ^_^

Jangan lupa juga, besok adalah hari terakhir rangkaian Blog Tour Guilty Pleasure #sedih #nangispelan, yang pengen dapet buku ini GRATIS, pantengin aja blog ini besok ^_^

See you again real soon...
bonus paperdoll ada disetiap buku Guilty Pleasure, go grab it!

[Blog Tour] Ask The Author Guilty Pleasure, Day #3


Yay! You all back here, thankies bebeh' #soundsfamiliar
Blog Tour hari ini adalah salah satu kesempatan kalian, iya kamu—para pengikut Christian Simamora, untuk mengenal idola kalian, one step more closer. One disini benar-benar one, satu, yah. Sedihnya saya cuma dikasih kesempatan untuk mengajukan satu (1) pertanyaan, sajah. Ugh! #gulunggulungprotes

Tapi ya sudahlah, kita maklumi hal tersebut mengingat Bang Ino sedang sibuk berath nyiapin novel terbarunya—errr—atau anggap saja begitu. Well, well, ayo merapat—ini dia hasil kepoan saya ke Bang Ino, hoey kamu yang masih di ujung jalan, buruan sini *teriak pake gulungan kertas*

Me: Bang, buat penulis pemula (atau mungkin yang belum menghasilkan satupun karya tulis untuk diterbitkan) apa saja hal yang HARAM dilakukan?

(woots, jangan marah dong kalo pertanyaan saya ngga ada hubungannya sama novel Guilty Pleasure sedikitpun, saya sudah mengajukan total 4 pertanyaan yang berbeda, tapi rupanya Bang Ino lebih suka menjawab pertanyaan yang ini, saya sih seneng banget pertanyaan ini yang dipilihnya—karena ini ILMU sodara-sodara, terutama buat kalian yang pengen alih profesi sebagai penulis atau bahkan yang sedang merintis di jalur itu, oke lanjutkan membaca)

Bang Ino: Hallo Winda, langsung saja ya, Sayang....
Ini adalah beberapa hal yang aku sarankan nggak kamu lakukan sebagai penulis yang baru memulai:

1. TRYING TOO HARD
Bukan berarti aku menyarankan kamu malah santai-santai ya—bisa nggak selesai dong tulisannya, hehe. Konteksnya di sini adalah pada kecenderungan penulis pemula membebani dirinya dengan ekspektasi diri yang berlebihan. Ada yang langsung memulai dengan premis berat dan membutuhkan riset yang banyak, ada yang memilih tema yang sebenarnya nggak terlalu dia pahami, ada yang berusaha menyamakan skor dengan karya penulis favoritnya, ada yang mencoba terlihat pintar/ menggurui di tulisannya, ada yang malah menantang dirinya menulis novel dari genre yang nggak pernah dibacanya hanya karena—ugh, ini paling sering aku denger—‘populer dan banyak yang bestseller’.  
Saran aku: santai sedikit lah. Ini adalah analogi aku untuk yang baru mulai menulis: sebelum menjadi Neo di The Matrix, dia memulai kariernya dengan peran sebagai pengantar pizza di Mystic Pizza. Start small, dengan goal yang nggak membuatmu terbeban. Pokoknya, asal kamu punya target dan tetap tekun menulis, cepat atau lambat kamu juga bisa kok mencapai The Matrix versimu.

2. AIMING FOR THE BESTSELLER STATUS
Aku nggak akan munafik, menjadi penulis bestseller adalah ambisiku. Nggak hanya dilihat dari segi finansialnya ya, menjadi penulis bestseller berarti buku kita dibaca lebih banyak dan syukur-syukur ada yang terinpirasi olehnya. Which is a good thing, right? Nah, kenapa justru ini malah jadi batu sandungan bagi penulis pemula? Karena biasanya, orang yang target pertamanya adalah menjadi penulis bestseller, biasanya akan jadi yang paling kecewa ketika sales bukunya jauh di bawah ekspektasi. Ada yang kapok menulis, ada juga yang mulai jadi ‘bitter bitch’ yang demen banget menyalahkan pihak lain; ya pembaca, ya penerbit, ya editor, ya Tuhan. Kemungkinan lain adalah malah nggak selesai-selesai menulis. Yep, terlalu banyak menghitung royalti Andrea Hirata bisa membuatmu ‘lupa’ menulis. Sounds funny? Gimana kalo aku bilang, aku kenal penulis muda yang melakukan hal itu (dan memang nggak selesai-selesai tulisannya)? Still thinking it’s funny?

Dan yang harusnya kamu lakukan adalah:
   
3. TEKUN MENULIS
Ada yang bilang, keberuntungan itu datang bagi mereka yang tekun. Aku berasal dari keluarga yang bukan penulis. Aku kuliah di jurusan yang nggak ada hubungannya sama menulis. Aku bahkan nggak pernah bercita-cita jadi penulis. Tapi aku menjalaninya terus karena suka. Koreksi, aku CINTA menulis. Dan perasaan itulah yang membuatku bertahan sampai sekarang. Jadi, saat aku mulai merasa jenuh, malas, membaca reviu kurang memuaskan tentang bukuku, dikritik pedas oleh pembaca... aku biasanya menyendiri untuk beberapa waktu lamanya dan mengingat perasaan cintaku itu dan, voila!, aku bersemangat lagi deh!

Semoga berkenan,
CHRISTIAN SIMAMORA

(end of conversation)
*baru sadar kemarin saya lupa belum bales emailnya dan ngucapin terima kasih—karena sudah mau menjawab pertanyaan saya, gosh! sungguh ter-la-lu*

Bang Ino, terima kasih banyak—sekali, sudah berbagi tips, ilmu dan sarannya—it means a lot to me, dan saya yakin yang lain juga akan berpikiran sama #senyumbijak #pedeabis. Semoga tips diatas bisa membatu mencerahkan dan meluruskan pikiran kami (ka-mi, loe aja kali) yang sempat galau sesaat. #apasih

Tunggu, masih belum puas dengan Bang Ino, coba kepoin F.A.Q dari 4 host lainnya, gak tahu alamat blognya, gampang—cek aja di TL Twitter para host ini , , , & @Mel_Garfield, silahkan dikunjungi yah ^_^

Hey, tunggu! *freeze*
Cuma mau bilang, jangan lupa mampir kesini lagi, besok!

See you again real soon...

[Blog Tour] Guilty Pleasure Words, Day #2


Holla, seperti yang sudah saya infokan di postingan kemarin, remember? Itu loh, soal saya yang akan spoiler dikit disini beberapa kalimat favorit or you may say in other words 'quote' yang menurut saya sihhh, menarik_memang beberapa diantaranya bikin adem-panas bin meriang jidat saya, heh, kok jidat sih, badan saya tepatnya. Semoga bocoran saya ini nantinya, bisa bikin kalian segera menjarah toko buku dan ngeborong #GEPE #ngarep ^_^

Oh, baiklah, udah nggak sabar rupanya..
Here you go, hope you like it ^_^

di awal halaman saya dibuat, clueless..what is pupunewe ciwikeke?

Dev to Julien

Dev to Julien

Dev to Ren (atas) Ren to Dev (bawah)

Ren to Dev

Nah-ha, gimana, suka?
Tapi saya lebih suka, kalo besok kalian mau mampir lagi kesini dan hayo tebak, kejutan apa yang menanti? Yep! Besok adalah waktunya__interview sama Bang Ino *kyaaa* #histeris #nariperut
The author of Guilty Pleasure__Bang Ino akan berbagi tips menulis, especially__penulis pemula__catet yah, BE-SOK, don't forget it!

See you again real soon..

[Blog Tour] Guilty Pleasure Wish, Day #1


Minggu lalu saya dapet email yang isinya pemberitahuan kalo saya terpilih jadi salah satu host Blog Tour Guilty Pleasure__novel terbarunya Christian Simamora, yay! #girang #jogedindia. Selain saya, masih ada 4 orang lagi, jadi total ada 5 host yang terpilih lho. Nah, sesuai jumlah hostnya, Blog Tour ini juga akan digelar selama 5 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 21 - 25 Mei 2014, tuh keren khaaan? #kedipkedipmanja.

[INFO PENTING] Pastikan kalian nggak ketinggalan postingan seru setiap harinya dari masing-masing host, karena di akhir event, akan ada GIVEAWAY. Yoa! bagi-bagi buku gratis Guilty Pleasure by Christian Simamora - buat kalian yang beruntung. So don't miss it. ^_^

For the opening, saya mau berbagi harapan saya untuk novel terbaru Christian kali ini, Guilty Pleasure. Kalo kalian sudah mengikuti serial #JBoyfriend, mulai dari Pillow Talk, Good Fight, With You, All You Can Eat, dan sekarang Guilty Pleasure__menyusul bulan depan Come On Over, apa coba kesamaannya? Selain nama tokoh pria-nya diawali dengan huruf "J", hayoo apa cobaa? Kalo beneran pengen tahu__you gotta read them all ^_^ #suerbukanpromosi

Harapan saya, untuk novel Guilty Pleasure__yang pertama,
bisa diterima oleh pembaca, baik yang baru pertama kali baca novelnya Chrismor, yang sudah dua kali baca, ataupun yang sudah menyandang status "fans setia" Christian Simamora sejak buku pertamanya.
Terus, yang kedua
__laris manis, bukunya dong__masa misro sama combro dagangan mpok sebelah, dan semoga bisa sampai cetak ulang seperti novel sebelumnya All You Can Eat (katanya gosip, iya menurut gosip karena saya sendiri belum mengecek angka pastinya, #AYCE udah cetul sampe 3 kali #wowbingits nanti menyusul #GEPE yah Bang? #amien)
Harapan yang ketiga
__semoga kalian semua akan mencintai Julien and Dev, as much as I do ^_^

I guess this all for today, jangan lupa__mampir lagi kesini besok yah, saya akan spoiler "qoute" super kece dari novel ini yang dijamin akan bikin kalian meleleh ^_^

See you again, real soon..

Review: After Rain

Judul: After Rain
Penulis: Anggun Prameswari
Editor: Ayuning
Proofreader: Jia Effendi
Penerbit: Gagas Media

Sinopsis:



"Suatu saat aku berhenti menangisimu"

Novel ini berkisah tentang seorang wanita bernama Senja, yang begitu dibutakan oleh cintanya pada Bara, kekasihnya yang sudah menikah, beristri dan punya seorang anak - dan satu tokoh lagi bernama Elang, guru musik yang dingin dan cuek. Bagaimana ketiga tokoh ini bisa saling berhubungan, baca sendiri kisahnya di novel ini. #heh #melipirpergi #laluditendang

Senja dan Bara sebenarnya adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, hanya saja~keadaanlah yang membuat keduanya tidak bisa benar-benar disebut sebagai kekasih. Hubungan yang sudah Senja jalani selama 10 tahun termasuk 3 tahun sebagai selingkuhan Bara kali ini membuat Senja menuntut lebih, dia ingin Bara memilih dirinya ketimbang Anggi dan Lily, istri dan anak perempuan semata wayang Bara. Sayang sekali permintaan Senja kali ini tidak bisa dikabulkan Bara. Kecewa~sudah pasti.

Semenjak permintaan mustahil itu hubungan Senja dan Bara semakin aneh~Bara terlihat berusaha menjauh dan menjaga jarak, bahkan tanpa berusaha membicarakan dengan Senja, Bara langsung minta dimutasikan ke Denpasar, alasannya dia ingin lebih fokus ke pekerjaan, satu hal yang sulit dilakukan jika ada Senja di dekatnya. Oh, saya lupa bilang~mereka ini kerja di kantor yang sama.

So, makin kecewa dan patah hati-lah Senja. Jadi ketika ada tawaran untuk bekerja di tempat lain, Senja segera menerimanya, tidak ada gunanya Senja tetap di kantor apabila tidak ada Bara disisinya, jadi lebih baik membuang semua kenangan itu dan memulai dari awal. Saya kira itulah yang ada dipikiran Senja saat itu.
"Kenapa kamu minta berhenti? Kamu marah sama aku? Kamu mau ninggalin aku?"
"Kamu yang ninggalin aku lebih dulu"
"Jadi, ini semacam dendam? Kamu mau aku pelan-pelan busuk disini tanpa kamu?"
"Kamu nyuekin aku, Bar. Seakan aku nggak ada. Seakan aku ini nggak pantes buat dilihat. Aku yang akan bikin ini gampang. Selama ini, kamu yang selalu ninggalin aku. Kali ini biar aku yang pergi" (After Rain, hal. 109)
Seteleh mengundurkan diri dan Senja bekerja di tempat yang baru sebagai guru Bahasa Inggris, pelan-pelan dia mulai menata kembali kepingan hatinya yang sempat porak-poranda karena ulah Bara, di saat itu juga dia bertemu dengan Elang, seorang guru musik yang bekerja di sekolah yang sama dengan Senja. Hubungan keduanya bisa dibilang tidak terlalu baik diawal, Elang adalah pribadi yang dingin dan cuek, di tambah lagi ternyata dia memiliki persoalan cinta yang serupa~sama-sama sebagai pihak yang ditinggalkan, membuat Elang makin susah untuk didekati alih-alih dipahami.

Tetapi, ketika Senja sudah bisa pulih dari kesedihannya dan kepingan hatinya sudah tersusun dengan rapi, Bara kembali menyusup di kehidupan Senja dan meminta dia untuk tinggal disisinya. Bara berniat menceraikan Anggi dan meninggalkan keluarganya demi Senja.

Shock? Harus! Karena saya aja shock masa kalian enggak siyh.. #maksa
Jadi bagaimana, kelanjutan kisah cinta Senja, Bara dan Elang..? Siapakah yang akan dipilih Senja, Bara, cinta 10 tahunnya ataukah Elang, lelaki dengan kesedihan yang sama dengannya?
Sepuluh tahun. Seratus dua puluh bulan. Entah berapa ribu hari. Hanya ada nama Bara yang bergema menggaung ke pelosok rongga tubuhku. Aku tak pernah membayangkan hidup tanpa Bara atau bersanding dengan yang lain. He’s my first and definitely will be my last. No doubt.
picture from here, edited by me

My personal thought:
Satu kalimat aja yah~saya nggak bisa berhenti baca buku ini sampai habis.
Nggak percaya aja rasanya klo ini adalah novel debutnya Anggun, debutnya aja sebagus ini gimana yang bukan debut *menanti buku terbaru di emperan toko buku*

Satu yang saya kurang suka, ada bagian flashback-nya yang beberapa kali dimunculkan di tengah-tengah cerita. Emang sih itu perlu, supaya pembaca bisa benar-benar mendalami cerita dan kisah cinta Senja dan Bara~tapi, menurutku sih sebaiknya dikurangin bagian flashback itu.

Selebihnya saya suka, tema cerita ini favorit saya banget #hohoho
Jadi saya nggak akan banyak protes~covernya kece, ilustrasi dalamnya juga kece, penulisnya apalagi~ngga perlu ditanya. Kalo ada yang ngga suka dengan karakter Senja, buat saya itu masalah mereka, hehe..para tokoh di novel ini lovable semua kok dan dari semua karakter aku paling suka sama Kenzo *tuh, ngga tahukan siapa Kenzo, makanya baca novel ini*

Very Recommended pokoknya ^_^

Review: A Dandelion Wish - HaSyWaRo

Judul: A Dandelion Wish
Penulis: Xi Zhi
Penerjemah:Jeanni Hidayat
Proofreader: Yuli Yono
Penerbit: Haru

Sinopsis:



Buat sebagian pembaca mungkin tema amnesia atau hilang ingatan termasuk salah satu bacaan yang akan mereka hindari saking klisenya. Berhubung saya ini belum pernah sekalipun baca novel dengan tema amnesia, jadi saya belum bisa merasakan apa yang mereka rasakan ^_^. So far, I'm fine with it.

Sesuai apa yang dituliskan di sinopsisnya, novel ini bercerita tentang Bai Qian Xun, seorang dokter bedah yang terkenal dingin dan cuek, dan seorang laki-laki yang hilang ingatan, bernama Cheng Feng (nama sementara). Awalnya Bai Qian Xun mengijinkan Cheng Feng tinggal untuk satu malam, tapi karena french toast, menu sarapan buatan Cheng Feng terasa begitu lezat di mulut Bai Qian Xun, dia pun terpaksa memikirkan cara untuk membuat Cheng Feng tinggal lebih lama lagi, alasan Bai Qian Xun kala itu, dia membutuhkan seseorang untuk membantunya membersihkan rumah dan membuatkan makanan. Jadi, resmi sudah, Cheng Feng seorang laki-laki tampan, mahir memasak dan sayangnya sedang kehilangan ingatan harus rela menjadi pengurus rumah (dan juga perut) Bai Qian Xun, dokter wanita yang dingin, keras kepala dan cuek bukan main.

Selama tinggal dengan Bai Qian Xun, Cheng Feng benar-benar mengurus keperluan rumah dan makanan majikannya dengan sangat baik, jauh lebih baik jika Bai Qian Xun yang melakukannya, bahkan sesekali Cheng Feng akan mengantarkan makan siang/ malam kerumah sakit tempat Bai Qian Xun bekerja. Kalian semua pasti bisa menebak kan, jika laki-laki dan perempuan yang saat itu sama-sama masih sendiri, kemudian tinggal satu rumah berakhir bagaimana? Yup! Setelah beberapa hari dan minggu tinggal bersama, mereka, akhirnya meresmikan diri sebagai pasangan kekasih. Yay! I'm so happy.

"Aku lupa siapa yang memberitahukan padaku, tapi cobalah ucapkan sebuah permohonan lalu tiup bunga itu sekuat tenaga. Jika bijinya semua lepas dan berterbangan maka permohonanmu akan cepat terkabul" (Cheng Feng, hal. 128)
"Baiklah, baiklah, aku akan buat permohonan! Aku ingin Osama Bin Laden jatuh cinta pada Bush, lalu Hillary dan Obama menjadi pasangan suami-istri" (Bai Qian Xun, hal. 129)
picture from here, edited by me
Konflik cerita baru dimulai ketika mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Cheng Feng yang saat itu adalah seorang pengangguran dan hidup menumpang pada Bai Qian Xun, jelas saja mendapat penolakan dari keluarga Bai Qian Xun terutama Ibunya. Masalah bertambah pelik saat Cheng Feng tidak sengaja bertemu dengan saudara tirinya yang ternyata adalah seorang Kepala Rumah Sakit di tempat Bai Qian Xun bekerja, pertemuan yang tidak disengaja itu seketika mengembalikan ingatan Cheng Feng, yang kemudian diketahui bahwa nama aslinya adalah Ou Yang Xing.

Siapakah Ou Yang Xing?
Apakah dia masih bisa mengingat hubungannya dengan Bai Qian Xun?

Kalau kalian bisa menebak pertanyaan pertama, nanti itu akan menjelaskan kenapa Cheng Feng a.k.a Ou Yang Xing bisa memasak makanan yang sangat lezat - oops, spoiler alert #zipmouth

My personal thought:
Ini buku terjemahan Taiwan pertama yang aku baca (suer!) bahkan Meteor Garden versi komik aja aku belum baca #fansF4.
Jujur, saya lebih suka novel terjemahan Korea, ahahaha..bukan karena novel ini nggak menarik, sama sekali bukan. Tapi, karena selama ini saya sudah dimanjakan sama cerita-cerita Korea dan mungkin juga dialog-dialog tokohnya (yang super konyol).

Oke, pertama kita bahas bagian depannya, cover buku. Agak sedikit berbeda dengan yang selama ini sudah diterbitkan oleh Haru, klo dilihat sekilas seperti bukan novel Haru yang biasanya cute dan eyecandy.

Sinopsisnya, saya suka (banget). Sangat mengambarkan isi buku, yay! #girang

Mengenai isi buku, terutama hasil terjemahannya, agak kurang memuaskan, meskipun tidak sampai mempengaruhi isi cerita sih, but still..rasanya ada yang belum pas. Mungkin, terletak di susunan kalimat atau pemilihan beberapa kata yang menurut saya masih kurang sesuai.

Oia - bicara soal Taiwan dan amnesia - pikiranku beberapa kali kebayang film Meteor Garden pas Dao Ming Tse yang lagi hilang ingatan karena kecelakaan, dimana itu, Barcelona, right? #salahfokus

Untuk tokoh favorit, saya suka Bai Qian Xun, karakternya digambarkan tough, nggak cengeng dan nggak mudah putus asa. Apalagi saat dia harus menghadapi penolakan dari Ibunya dan merelakan Cheng Feng untuk *sensor* dia bisa gitu langsung move-on tanpa berlama-lama tenggelam dalam kesedihan. She's-just-wow! Coba klo itu kejadian sama saya..? #pastisedihkuadrat

Well, pokoknya saya suka ide cerita tentang amnesia. Sungguh, saya suka tema satu itu, entah kenapa ^_^ apa karena saya pernah pengen amnesia. #hush #dikeplakbakiak
Designed by FlexyCreatives