[Blog Tour] Ask The Author Guilty Pleasure, Day #3


Yay! You all back here, thankies bebeh' #soundsfamiliar
Blog Tour hari ini adalah salah satu kesempatan kalian, iya kamu—para pengikut Christian Simamora, untuk mengenal idola kalian, one step more closer. One disini benar-benar one, satu, yah. Sedihnya saya cuma dikasih kesempatan untuk mengajukan satu (1) pertanyaan, sajah. Ugh! #gulunggulungprotes

Tapi ya sudahlah, kita maklumi hal tersebut mengingat Bang Ino sedang sibuk berath nyiapin novel terbarunya—errr—atau anggap saja begitu. Well, well, ayo merapat—ini dia hasil kepoan saya ke Bang Ino, hoey kamu yang masih di ujung jalan, buruan sini *teriak pake gulungan kertas*

Me: Bang, buat penulis pemula (atau mungkin yang belum menghasilkan satupun karya tulis untuk diterbitkan) apa saja hal yang HARAM dilakukan?

(woots, jangan marah dong kalo pertanyaan saya ngga ada hubungannya sama novel Guilty Pleasure sedikitpun, saya sudah mengajukan total 4 pertanyaan yang berbeda, tapi rupanya Bang Ino lebih suka menjawab pertanyaan yang ini, saya sih seneng banget pertanyaan ini yang dipilihnya—karena ini ILMU sodara-sodara, terutama buat kalian yang pengen alih profesi sebagai penulis atau bahkan yang sedang merintis di jalur itu, oke lanjutkan membaca)

Bang Ino: Hallo Winda, langsung saja ya, Sayang....
Ini adalah beberapa hal yang aku sarankan nggak kamu lakukan sebagai penulis yang baru memulai:

1. TRYING TOO HARD
Bukan berarti aku menyarankan kamu malah santai-santai ya—bisa nggak selesai dong tulisannya, hehe. Konteksnya di sini adalah pada kecenderungan penulis pemula membebani dirinya dengan ekspektasi diri yang berlebihan. Ada yang langsung memulai dengan premis berat dan membutuhkan riset yang banyak, ada yang memilih tema yang sebenarnya nggak terlalu dia pahami, ada yang berusaha menyamakan skor dengan karya penulis favoritnya, ada yang mencoba terlihat pintar/ menggurui di tulisannya, ada yang malah menantang dirinya menulis novel dari genre yang nggak pernah dibacanya hanya karena—ugh, ini paling sering aku denger—‘populer dan banyak yang bestseller’.  
Saran aku: santai sedikit lah. Ini adalah analogi aku untuk yang baru mulai menulis: sebelum menjadi Neo di The Matrix, dia memulai kariernya dengan peran sebagai pengantar pizza di Mystic Pizza. Start small, dengan goal yang nggak membuatmu terbeban. Pokoknya, asal kamu punya target dan tetap tekun menulis, cepat atau lambat kamu juga bisa kok mencapai The Matrix versimu.

2. AIMING FOR THE BESTSELLER STATUS
Aku nggak akan munafik, menjadi penulis bestseller adalah ambisiku. Nggak hanya dilihat dari segi finansialnya ya, menjadi penulis bestseller berarti buku kita dibaca lebih banyak dan syukur-syukur ada yang terinpirasi olehnya. Which is a good thing, right? Nah, kenapa justru ini malah jadi batu sandungan bagi penulis pemula? Karena biasanya, orang yang target pertamanya adalah menjadi penulis bestseller, biasanya akan jadi yang paling kecewa ketika sales bukunya jauh di bawah ekspektasi. Ada yang kapok menulis, ada juga yang mulai jadi ‘bitter bitch’ yang demen banget menyalahkan pihak lain; ya pembaca, ya penerbit, ya editor, ya Tuhan. Kemungkinan lain adalah malah nggak selesai-selesai menulis. Yep, terlalu banyak menghitung royalti Andrea Hirata bisa membuatmu ‘lupa’ menulis. Sounds funny? Gimana kalo aku bilang, aku kenal penulis muda yang melakukan hal itu (dan memang nggak selesai-selesai tulisannya)? Still thinking it’s funny?

Dan yang harusnya kamu lakukan adalah:
   
3. TEKUN MENULIS
Ada yang bilang, keberuntungan itu datang bagi mereka yang tekun. Aku berasal dari keluarga yang bukan penulis. Aku kuliah di jurusan yang nggak ada hubungannya sama menulis. Aku bahkan nggak pernah bercita-cita jadi penulis. Tapi aku menjalaninya terus karena suka. Koreksi, aku CINTA menulis. Dan perasaan itulah yang membuatku bertahan sampai sekarang. Jadi, saat aku mulai merasa jenuh, malas, membaca reviu kurang memuaskan tentang bukuku, dikritik pedas oleh pembaca... aku biasanya menyendiri untuk beberapa waktu lamanya dan mengingat perasaan cintaku itu dan, voila!, aku bersemangat lagi deh!

Semoga berkenan,
CHRISTIAN SIMAMORA

(end of conversation)
*baru sadar kemarin saya lupa belum bales emailnya dan ngucapin terima kasih—karena sudah mau menjawab pertanyaan saya, gosh! sungguh ter-la-lu*

Bang Ino, terima kasih banyak—sekali, sudah berbagi tips, ilmu dan sarannya—it means a lot to me, dan saya yakin yang lain juga akan berpikiran sama #senyumbijak #pedeabis. Semoga tips diatas bisa membatu mencerahkan dan meluruskan pikiran kami (ka-mi, loe aja kali) yang sempat galau sesaat. #apasih

Tunggu, masih belum puas dengan Bang Ino, coba kepoin F.A.Q dari 4 host lainnya, gak tahu alamat blognya, gampang—cek aja di TL Twitter para host ini , , , & @Mel_Garfield, silahkan dikunjungi yah ^_^

Hey, tunggu! *freeze*
Cuma mau bilang, jangan lupa mampir kesini lagi, besok!

See you again real soon...
  1. Ahh bang Ino emang kece! Oke. Meski diingat baik-baik. Aku pernah si kepikiran yang di nomer 2 :D *padahal tulisan masih amit-amit mau jadi bestseller? Masi syukur kalau ada yang beli wkaka*

    BalasHapus
  2. wiw, ilmunya.....bermanfaat :) yang penting tekun._.

    BalasHapus

Designed by FlexyCreatives