Review: Diary Princesa

Judul : Diary Princesa
Penulis : Swistien Kustantyana
Penerbit : Ice Cube (KPG)
Tahun terbit : Februari 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 260 hlm
ISBN : 978-979-91-0679-7


Sebelumnya saya mau minta maaf ke Sang Penulis (Swistien Kustantyana) karena buku pemberiannya ini baru saya review sekarang, deep apology..maaf ya sistah..

Tadi sempat browsing juga, rupanya sudah banyak banget temen-temen blogger yang nulis review buku ini, makin merasa bersalah deh saya.. #sembunyidikolong
Oke, tanpa berlama-lama ~ langsung ke review aja yah, SKIP bagian Sinopsis ^_^

Review:

Novel ini sebenernya masuk genre teenlit - dan to be honest, teenlit is not my cup of tea..taaaaapiiii, novel satu ini rupanya beda, BA-NGET. Karena pertama, tema yang diangkat termasuk berat (sejenis sama novel People Like Us) cuma agak lebih berat PLU sih #nyengir, Swistien mengusung tema Bipolar Disorder, klo gak paham apa itu Bipolar Disorder, baca novel ini.

Well, sesuai dengan judulnya "Diary Princesa" ini memang bisa dibilang menceritakan kejadian sehari-harinya Cesa ~ tapi yang membuat "diary" ini menarik adalah cara penulis menceritakan kejadian yang dialami setiap tokoh, yang menurut saya amazing. Baik Cesa maupun Jinan, keduanya bisa menjadi favorit saya. Oh, iya maaf, mungkin kalian belum paham siapa Cesa dan Jinan. Mereka berdua adalah kakak beradik, Jinan adalah sang kakak yang menderita Bipolar Disorder, dan Cesa adalah sang adik yang digambarkan di buku ini serba berkebalikan dengan Jinan (selain kondisi mental.nya tentu saja) baik secara fisik maupun dari kesukaan masing-masing.

Awalnya saya kurang bisa menyukai novel ini, karena jujur saja alurnya lumayan lambat didepan, rasanya hanya monoton menceritakan tentang keseharian Cesa dan hal-hal kecil yang berhubungan dengan kakaknya, Jinan, nyaris tidak ada konflik yang cukup berarti, tapi sekali lagi, cara penulis menceritakan dan karakter yang dimiliki masing-masing tokoh membuat saya terus membaca buku ini sampai habis. KEREN banget cara penulis membangun karakternya.

Saya baru menikmati buku ini ketika menjelang pertengahan, karena disinilah mulai bermunculan berbagai konflik meski gak begitu menguras emosi tapi cukup bikin sedih saya sebagai pembaca. Tapi yah itu, hanya bisa membuat saya sedih tapi gak sampe berlinangan air mata, mungkin karena ini diceritakan dari POV 1 atau mungkin saja emosi yang diberikan penulis di tiap konflik yang terjadi porsinya kurang, semisal saja ketika kedua orang tua Cesa dan Jinan sedang terlibat masalah, dan mereka yang terkena dampak paling besar. Cesa hanya menanggapi "begitu saja" seperti bukan sesuatu yang berarti, cukup kecewa disini dengan sikap Cesa (atau bagaimana penulis menceritakan Cesa). Meski hubungan anak dan orang tua tidak harmonis sekalipun paling tidak perlulah sedikit empati diantaranya, apalagi klo dihadapkan dengan masalah seberat itu.



Mungkin seperti para remaja pada umumnya yang suka menulis diary ~ mereka punya kecenderungan untuk produktif menulis jika sedang ada masalah atau sedang jatuh cinta, iya, saya anggap begitu yang dialami Cesa. Dibuku ini pun Cesa justru lebih banyak memusatkan perhatian pada kakaknya Jinan dan Nathan, laki-laki sahabat kakaknya yang sangat dia sukai, sayanganya Nathan malah menyukai Jinan dan bukan Cesa.

Kehadiran Nathan dan Aksel di buku ini membuat kisah Cesa dan Jinan lebih penuh warna, I love both of this guy, mereka lovable. Tidak berlebihan seperti teenlit umumnya, mereka sangat well, yah..you-know loveable (diulang) sayang porsi keduanya di cerita ini kurang banyak, buat saya kehadiran mereka dicerita masih kurang, I want more! #protes #ngadaindemo

Endingnya, jangan tanya saya soal endingnya..
Karena yah itu, sudah saya bilang barusan, I want more Nathan and Aksel ~ gak terima banget tiba-tiba sudah sampai ending dan bahkan saya belum puas tentang bagaimana kelanjutan kisah Jinan-Nathan-Cesa-Aksel (perhatikan urutannya).

Semoga, Swistien berkenan membuat sekuelnya ~ tapi klo bisa kali ini dari POV-nya Jinan ^_^
Karena pasti lebih berasa lagi Bipolar Disordernya. Ditunggu yah Kakaaaak..! #teriakpakeTOA

Poskan Komentar

Designed by FlexyCreatives