Review: Fangirl

Judul: Fangirl 
Pengarang : Rainbow Rowell
Penerjemah : Wisnu Wardhana
Penerbit : Spring
Tebal: 455 halaman



Sinopsis : 

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya! Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

My thought :
"Dia sudah menyukaimu. Kurasa dia tertarik pada hal-hal yang berbau siswi kutu buku ini. Dia membicarakanmu seolah kau sesuatu yang dia temukan di museum sejarah alam"
Hastagahnaga, lama sekali rasanya saya gak posting apapun di blog ini sejak *cek kalender* 2 bulan yang lalu, muahaha #malahngakak #gaktahudiri. Yah, harap maklum, akhir-akhir ini saya disibukkan sama hal baru, menjadi mahasiswa (lagi) dengan seabrek tugas yang bikin pening dan kebagian kerjaan sampingan jadi salah satu redaksi Majalah di kantor, keduanya sangat menyita waktu (apalagi waktyu baca) *maaf, malah curcol*

Sebelumnya terima kasih banyak untuk Penerbit Spring, yang sudah dengan baik hati memilih saya menjadi salah satu reviewer untuk novel terbitan perdananya *prok.prok.prok* #applause
saya senengnya bukan main waktu nerima email dari Penerbit Spring, karena berkesempatanan jadi duta yang mengenalkan Penerbit Spring (ini aseli akunya yang melebih-lebihkan) ~ Oke.oke, jadi Penerbit Spring ini ~ saudaranya Penerbit Haru (itu loh penerbit yang kondang dengan novel-novel terjemahan Korea.nya, dan salah satu penerbit favorit saya #infopenting) cuma, kali ini Penerbit Spring lebih fokus ke terjemahan novel berbahasa Inggris, dan yak! FANGIRL adalah hasil karya perdananya, oke cuss langsung aja yah..

Review :
Apa gunanya memiliki saudara kembar kalau kau tidak memperbolehkannya menjaga dirimu? Kalau kau tidak memperbolehkannya berjuang di belakangmu? (hal. 121)
Cath the Heroine

Tokoh utama novel ini adalah Cath, Dia bukan tokoh yang akan bikin kita suka pada bacaan pertama, karena karakternya yang tertutup dia jadi terlihat sesekali menyebalkan saking introvertnya, tapi lalu semakin kebelakang ada beberapa kemiripan antara sifat Cath dengan saya misalnya. Bahwa menjadi introvert itu bisa menyebalkan juga (paling tidak pesan itu yang saya dapat dari novel ini) dan dibutuhkan orang yang khusus juga agar kita bisa dikatakan punya teman. Seperti Cath dengan Reagan (teman sekamarnya). Sampai disini saya setuju dengan Rowell.

Saya suka jalinan pertemanan yang terjalin antara Cath dan Reagan, Obrolan mereka berdua bener-bener bikin saya ngakak juga mikir, dalam hati saya sungguh pengen punya Reagan saya sendiri. Kehadiran Levi, juga membuat novel ini menjadi lebih manis ~ membuat saya diseret kembali ke memori ketika masih belum setua seumur ini. #uhuk

Saya gak bermaksud spoiler, tapi kisah cinta yang disuguhkan Fangirl memang manis bingits ~ pengakuan cinta "Mr.X" bikin saya sempat nahan nafas, meski cuma sesaat, so cute. Khas anak muda #heh.

Main Story

Cerita utama novel ini adalah mengenai kecintaan Cath pada Simon Snow dan juga Fanfiksi, sesuai dengan judulnya. Fanfiksi, klo diartikan secara bebas oleh saya adalah karya fiksi yang ditulis ulang oleh penulis lain (bisa juga penulis yang sama) dengan perluasan ide dari cerita aslinya, ini aseli hasil pemikiran saya yah, bukan dari referensi manapun, jadi silahkan untuk keakuratan informasi tanya pada pihak yang berwenang atau ke Mbah Gugel #dikeplak

Tapi ceritanya tidak melulu soal Fanfiksi, justru Fangirl lebih banyak ke kisah sehari-hari selama Cath menjadi mahasiswa, kehidupan barunya di asrama, juga mengenai persoalan keluarganya, terutama hubungannya dengan Wren—saudari kembarnya, tentu saja tidak ketinggalan kisah cintanya yang super manis, duh! saya jadi pengen balik ke masa muda nih #benerinmakeup #retouch

Buku yang pas banget untuk para remaja muda terutama yang baru masuk kuliah (seperti saya, coret di bagian remaja mudanya, itulah kenapa saya girang banget dapet buku ini, hohoho) karena pesan moral yang bisa diambil dari novel ini juga banyak ~ worth to read ^_^

Kalau kalian suka menulis cerita terutama fanfic dan juga suka yang manis-manis (kisah cinta.nya maksud saya) I recommend you this Fangirl.

Waktunya komentar..


cover asli
Covernya, saya sih lebih suka cover aslinya #dikeplak, kurang sreg sama pemilihan warna di novel terjemahan ini, dan lumayan suka sama ilutrasinya, oia klo di cover aslinya "si cowok" kan rambutnya agak panjang (sesuai sama tokoh di cerita) klo yang terjemahan rambutnya agak pendek, apa mungkin karena dia ngadep kedepan yah? Cath sendiri di cover digambarkan "tua sekali" #dibahas.

Untuk cover belakang, saya gak suka perpaduan antara warna coklat terang dan putih untuk bagian sinopsis, tulisannya jadi kurang jelas dan orang cenderung malas untuk membacanya.

Saya paling suka sama cutting pembatas bukunya dong, beda daripada yang lain pokoknya, yay!

Font-nya agak rapat sih, jadi butuh usaha ekstra supaya gak ketinggalan satu baris kalimat (spasi antar paragraf-nya kurang lebar #usul) dan jenis font yang dipakai untuk menceritakan Simon Snow (fanfic) dan Cath, kurang signifikan bedanya ~ karena sekilas nggak terlihat bedanya, mungkin bisa dipilihkan font yang lebih menonjol untuk menceritakan Simon Snow.

So far, suka dengan hasil terjemahannya, tapi ~ ada beberapa kata yang justru saya malah asing ketika diterjemahkan, misal piza (pizza) dan barbeku (barbeque), mungkin bisa dipertahankan memakai kata aslinya tapi dengan font italic yang menandakan itu bukan hasil terjemahan.

Overall: 3 bintang untuk Fangirl tambahan 1 bintang untuk Levi (jadi total 4 bintang) #sokribet

Poskan Komentar

Designed by FlexyCreatives