Review: Love Bites

Judul: Love Bites 
Genre: MetroPop
Penulis: Edith PS | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Beli di: Gramediana | E-book



Sinopsis:
Vania:
“Percayalah, kalau diizinkan memilih, aku ingin menghabiskan sepanjang hariku di sofa, menonton dvd komedi keluarga Modern Family sambil menikmati sundae dan bercengkerama dengan Cherish. Sayangnya...”

Ivan:
“Ini bukan tentang gue mengerti atau tidak soal pekerjaannya, tapi tentang bagaimana seorang suami menjadi sandaran bagi istrinya yang butuh pendengar. Gue ingin bisa diandalkan olehnya.”

Apa yang terbayang saat mendengar fenomena Alpha Wife dan Beta Husband? Tentang bagaimana pernikahan diusahakan ketika terjadi pertukaran peran antara suami dan istri. Tentang dominasi istri—dari segi finansial dan pengambilan keputusan—dan peran baru laki-laki sebagai stay-at-home husband.

Selamat datang di kehidupan Ivan dan Vania. Pasangan muda dengan satu anak perempuan berusia lima tahun, yang dipenuhi beragam dinamika pernikahan kaum urban di era modern: gaya hidup, stigma sosial, kodrat, idealisme, skala prioritas, inferioritas, pelarian... Sampai akhirnya keduanya yang semula mempermasalahkan perbedaan, yang awalnya diyakini menyatukan mereka, mulai saling menyalahkan.

In fact, love is not that blind. It even bites!

Review:
Novel ini mengisahkan tentang sepasang suami istri, Ivan dan Ivana ~ beserta buah hati mereka Cherish, yang berusia 5 tahun. Ivana, sang istri alpha, yang artinya memberi kontribusi paling besar pada perekonomian keluarga menjadi tema yang diusung penulis kali ini, fenomena seperti ini memang sudah banyak terjadi di kota metropolitan macam Jakarta, dimana sang istri lebih berhasil secara finansial (pekerjaan) dibandingkan suami mereka.

Seperti itu jugalah yang dialami Ivana, seorang manajer di perusahaan besar dengan karir yang sedang naik daun dan Ivan, seorang penulis yang sedang mandek (almost jobless) atau kehilangan motifasi menulis semenjak anak mereka, Cherish, lahir. Cerita berjalan tenang di bagian awal, begitu juga kehidupan rumah tangga Ivana dan Ivan, hingga segala sesuatunya mulai berubah ketika Ivana mendapatkan promosi jabatan yang membuat dia harus berpisah dari suami dan anaknya. Ivana memilih untuk tidak tinggal serumah dengan dua orang yang paling dicintainya. Itu hanya permulaan. Permulaan atas perbedaan-perbedaan yang indah menjadi tidak lagi indah, tapi malah menyakitkan, keduanya.

My thought:
Saya memutuskan membeli novel ini setelah membaca sinopsisnya, iya memang covernya sangat menarik, tapi saya nggak mungkin membeli buku hanya dari cover kan? (meski harganya murah)
tema cerita yang selalu berhasil menarik perhatianku adalah tentang alpha wife, dan ini adalah novel kedua yang saya baca tentang alpha wife (sebelumnya novel alpha wife karangan ollie).

Menurut saya, menjadi alpha wife sebenarnya karena dua hal, pertama, keadaan, kedua pilihan individu tersebut. Meski beberapa orang "kuno" menganggap hal tersebut kurang pantas karena kodrat wanita adalah melayani bukan sebaliknya, but hey, our world changing, dulu tak ada internet sekarang ada, bahkan uang 1 rupiah jaman kakek saya dulu sudah tidak bisa digunakan di jaman sekarang, artinya dunia berubah, lingkungan berubah, begitu juga peran istri.

Tapi berubah itukan tidak bisa semena-mena juga, ada aturan yang tetap harus dianut. Karena klo kita keluar dari aturan sama saja kita siap untuk kena penalti. Novel ini memberi contoh yang bagus sekali dan juga membuka pandangan kita tentang menjadi alpha wife, tentang makna pernikahan, juga bagaimana seharusnya menjaga buah hati (anak) agar tidak terluka oleh sikap kedua orang tuanya.

Ada bagian dimana saya berurai air mata (iya saya memang cengeng) adalah ketika Ivana dan Ivan saling mempertanyakan hubungan mereka, saling mempertanyakan tujuan pernikahan mereka, this is so sad, though they have been married for six years, man!

Ini bukan novel favorit saya, tapi saya suka karena membaca Love Bites, banyak mengingatkan saya tentang betapa bahagianya memiliki pasangan, suami yang selalu ada ketika kita pulang kerumah setelah lelah seharian kerja, ada anak yang selalu menanti kita dengan senyum manis bak malaikat (padahal belum pernah juga saya ketemu malaikat, apalagi di senyumin #plak) - yah, intinya saya jadi banyak mikir setelah membaca novel ini. Bahwa, keluarga adalah harta yang sangat berharga.

That's why, saya kesel banget sama endingnya dan beberapa tokoh yang menurut saya gak perlu muncul karena peran mereka yang nggak penting banget, sampai sekarang saya heran kenapa Hara itu harus muncul lagi di epilog, dan Cita, oh my god ~ bahkan saya dipusingkan dengan peran-peran dia di sepanjang cerita ini. Mungkin penulis perlu memperdalam lagi untuk peran masing-masing karakter terutama Cita dan Hara, klo tidak ada dua tokoh tersebut saya mungkin suka novel ini, tapi karena kedua tokoh ini ada, saya jadi berpikir bahwa novel ini diselesaikan agak tergesa-gesa ~ anyway, tokoh idola saya tetap Ivan, Ivana dan Cherish, selain dari mereka bertiga, no comment.

Lepas dari itu semua, saya rekomendasikan novel ini untuk yang merasa perlu tendangan halus karena masih meragukan kelebihan dan kekurangan pasangannya, juga makna pernikahan..

Rating: 3/5

Poskan Komentar

Designed by FlexyCreatives