Liebster Blog Award - #1


Hallo..
Jumpa lagi di postinganku yang ngga berhubungan dengan review buku ^_^
Kali ini temanya Liebster Blog Award - apa ituh? Jadi, ini semacam ajang perkenalan dari blogger ke blogger, caranya? Setiap orang diminta menjawab 10 pertanyaan yang diajukan oleh blogger lain yang men-tag-nya. Setelah menjawab 10 pertanyaan tersebut, orang yang di-tag harus mengajukan 10 pertanyaan dan men-tag 10 orang lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selain jawaban dan pertanyaan, setiap blogger diminta menuliskan random facts tentang dirinya. Maka jelas bahwa ini adalah cara agar para Blogger Buku bisa benar-benar saling mengenal satu sama lain. (^_^)

Aku sendiri dapet tag Liebster Blog Award ini dari Atria (My Little Library), setelah beberapa waktu sebelumnya inbox email saya pada rame dengan Liebster things ini, karena teman-teman blogger pada posting tema ini di saat yang hampir bersamaan. And me? Saya cuma menjadi pengamat saja - padahal dalam hati..

"siapa gue sebenernya, kok gue ngga ada yang nyolek sih.."
"ahh..aku ini hanya butiran debu.."
"ya sudahlah, mungkin emang aku kurang gaul, jadi ngga ada yang mau temenan sama aku, oh bukan..ngga ada yang inget klo aku eksis.."

dan sejuta pemikiran galau abegeh lainnya..
tapi untungnya aku ngga lantas memutuskan bunuh diri - ngga banget lah ya, bunuh diri gara-gara Liebster Blog Award, hih! Tak tahunya di tengah keterputusasaan (aku yakin kata itu ngga sesuai EYD) aku di colek sama Atria (oh maygod! she's the angel that GOD sent to me #lebay) Dia mencolek aku lho temans! #diulang #nggaknyante

Aku happy pokoknya. Diam-diam aku bersyukur "ternyata masih ada yang peduli sama aku blog-ku" Thanks a LOT to Atria and her little library ^_^

Dan ini dia pertanyaan yang di lontarkan Atria:

Review: Lost & Found


Judul: Lost & Found
Penulis: Sisca Spencer Hoky
Tebal: 204 halaman
Harga: Rp. 37.000,-
Penerbit: GagasMedia

"Losing is not the end of things. Losing is a brand new start. When everything seems to be in a hopeless state, hope will rise. When someone you once consider as everything has gone, a better someone will come to replace it."

Novel ini berkisah tentang kisah cinta Jane, Chris, dan Xander mantan cinta lama Jane. Meski, nama tokohnya bule semua - ngga perlu khawatir kalau novel ini akan di dominasi oleh bahasa Inggris, buang jauh-jauh ke kahwatiran kalian, karena porsinya hanya 40% kok, #heh.

Oke, lanjut ke bagian ceritanya yah..

Jane adalah seorang gadis cantik yang hobinya fitness ke-gym untuk olahraga, dia selalu menjaga berat badannya agak tetap bugar dan langsing, sayang dia tidak pandai mengatur kondisi hatinya. Karena Jane ternyata tipikal orang yang tidak bisa move-on, dia tidak berminat pada setiap laki-laki yang mencoba dekat dengan Jane, termasuk Chris, cowok ganteng, tajir, pewaris tunggal perusahaan keluarga dan dia tinggal sendiri di rumah yang mewah (damn-he's-so-perfect). Jane, lebih memilih terkekang oleh kenangan masa lalunya dengan Xander, cinta masa SMA-nya yang ngga dewasa.

Apakah sikap Jane itu karena dia masih cinta sama Xander atau dia cuma penasaran aja sama Xander. Karena rasanya aku juga pernah di posisi seperti itu dulu, terikat sama kenangan cinta pertama SMP, dibilang masih cinta kok ya engga (karena daftar nama mantan pacarku juga makin panjang), jadi apa dong? mungkin sebenernya aku pengen tahu aja dari mulutnya sendiri, kenapa kok aku diputusin begitu aja, di buang begitu aja (kasar banget sih bahasanya) Mungkin seperti itu kondisi Jane. Penasaran (entah kenapa kata penasaran selalu ngingetin aku soal Hantu Penasaran, padahal ini bukan novel horor, okey abaikan) Tapi mungkin, setelah dapat jawaban, ya mungkin selesai juga semuanya.

The question is, akankah Jane menemukan jawaban atas apa yang dia cari selama ini dari Xander? Lalu, bisakah Chris tetap mencintai Jane setelah dirinya dilukai? Baca kelanjutan ceritanya di novel ini, yawh.



My thought:
Dari semua proses mereview, aku paling suka klo sudah di bagian "my thought" a.k.a menurut-gue..
Pertama, covernya - I'm lost sodara-sodara. Karena rasanya cover gambar permen-cicak-hancur-utuh itu kurang menggambarkan judul buku dan isinya. Dan, ilustrasi dalamnya juga, hih! Itu lebih cocok untuk novel yang temanya kuliner, kaya novel yang sebelumnya saya baca - My Cup of Tea. So, for this time, Gagas gagal di masalah cover buku dan ilustrasi.

Klimaksnya..baru mendekati akhir halaman (in my opinion), dengan ketebalan 197 halaman, klimaks cerita malah ada di sekitar halaman 160 #jdeng
Jadi endingnya bisa aku bilang - terlalu terburu-buru, tapi ya sudahlah.

Novel ini banyak bagian yang menceritakan soal kegiatan fitness-nya Jane, yang menurut aku agak berlebihan, diulang berkali-kali (sampe bosen banget rasanya). Dan, ini yang paling penting dari semuanya..aku ngga suka karakter Jane, omaygod! you must read this book! (ini statement paling memusingkan, bilang ngga suka tapi nyuruh orang lain buat baca, apa coba maksudnya? maksudnya supaya lo tahu maksud gue? #ngomongsendiri)

Ngga sopan rasanya klo kita cuma bicara kekurangan buku ini tanpa menyinggung kelebihannya..(yang mana itu tugas berat buatku). Umm, aku suka cara penulis menyampaikan cerita, alurnya juga mudah diikuti (sangat mudah diikuti malah) penggambaran tokohnya juga cukup jelas (saking jelasnya sampai aku bete sama salah satu tokohnya) dan aku suka endingnya, diluar bayanganku semula. Yay! Hooray! *tebar confetti*

O..o..o..satu lagi, diantara sekian banyak sinopsis novel Gagas Debut, ini salah satu novel yang sinopsis.nya ngga menyesatkan dan melenceng dari isi buku. Congrats.

#OOT Sinopsis: kenapa sih sinopsis novel romance lokal kebanyakan tentang puisi cinta? did you know, that it's a boring thing? Apa jangan-jangan para penulis itu punya selera yang sama, suka puisi cinta? Well, I think you should consider it again..coz I'm not a big fan of love poems.

Review: My Cup of Tea

 

Judul: My Cup of Tea
Penulis: Nia Nurdiansyah
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 354 Halaman

People who are meant to be together will always find their way back to each other.
They may take detours in life but they’re never lost .

Kisah ini bercerita tentang kisah cinta Shereen (tanpa Sungkar), Dipi, Artega (yang Raja Tega) dan Park Min Hoo (bukan Lee Min Ho, meski namanya mirip, mereka bukan sodara).

Dipi dan Shereen adalah sahabat lama, semenjak mereka kecil. Shereen yang memiliki selisih umur 3 tahun dengan Dipi seringkali bertindak sebagai Kakak yang ingin melindungi Adik kecilnya. Kebiasaan itu terbawa oleh Shereen hingga mereka dewasa. Tapi, tidak sama dengan Shereen, Dipi tidak mau terus-terusan di perlakukan sebagai adik kecil oleh Shereen, Dipi ingin menjadi orang melindungi Shereen bukan sebaliknya, karena Dipi terlanjur jatuh cinta kepada sahabat masa kecilnya itu.

Opps! Indikasi spoiler. Ngga juga, pembaca manapun pasti udah bisa menebak, klo laki-laki dan perempuan yang berteman apalagi bersahabat bertahun-tahun, itu kemungkinan besar ada salah satu yang naksir or jatuh cinta. Ngga percaya? Buktikan sendiri deh, karena aku sih udah pernah membuktikan.

Okay back to topic.

Shereen adalah seorang Desain Interior yang mempunyai karir dan pacar yang menawan, namanya Artega. Shereen begitu memuja Artega dan dia sangat tergantung padanya, sebenarnya juga pada Dipi (klo aku boleh menambahkan). Artega, dia adalah kekasih Shereen yang karirnya sangat cemerlang dan super sibuk, saking sibuknya dia jarang menghabiskan waktu dengan Shereen, jika sudah begitu dia (Shereen) akan kabur dan berkeluh kesah ke Dipi.

Dipi sendiri adalah seorang pastry chef yang pernah bekerja di hotel bertaraf international, yang rela meninggalkan karirnya dan memilih membuka sendiri toko kuenya bersama kekasihnya, Trista. Sayangnya, toko kue itu sendiri, SerendipiTea, dibiarkan tak terurus dan akhirnya tutup, karena Dipi merasa tak berdaya semenjak diputuskan oleh Trista, dia kehilangan passion.nya.

Singkat cerita, Dipi dan Artega sama-sama mendapat beasiswa atau kesempatan belajar di Korea Selatan, diwaktu yang hampir bersamaan. Artega, menempuh pendidikan untuk menambah daftar panjang gelarnya, dan Dipi, demi mengejar apa yang menjadi mimpinya selama ini, memasarkan snack traditional Indonesia ke mancanegara, and guess what, he made it!

Bisa dibayangkan gimana perasaan Shereen ditinggalkan oleh kedua pria-nya?


So, selepas beberapa bulan berlalu Shereen memutuskan mengunjungi Artega ke Korea, dan sayang sekali yah..bukan kejutan menyenangkan yang diterima Shereen disana, dia bahkan harus segera pulang ke Jakarta tanpa sempat membongkar isi kopernya, tanpa sempat bertemu Dipi yang berada di langit yang sama dengannya.

Disinilah sosok Park Min Hoo, muncul di kehidupan Shereen, dia adalah Duda Tampan yang kebetulan satu pesawat dengan Shereen, Park Min Hoo yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke Jakarta, merasa tergerak (dan tertarik) pada Shereen yang kala itu sedang sedih. Kehadiran Park Min Hoo, mampu mengisi ruang kosong di hati Shereen, hingga suatu ketika dia mengajak Shereen untuk bertemu dengan kedua orang tuanya di Korea. And off we go! Shereen kembali mengunjungi Korea untuk kedua kalinya.

Di kunjungannya yang kedua inilah, cinta dan kemantapan hati Shereen, kembali diuji. Siapakah yang akan menjadi penghuni hatinya, akankah dia memilih Dipi, Artega atau Park Min Hoo..? Baca kelanjutannya di novel ini ^_^

pic from here, edited by me


My Thought:

Aku suka judulnya, aku suka covernya, aku juga suka warna kertasnya #plak
Aku paling suka sama ilustrasi yang memisahkan antar bab juga beberapa pencil sketch (gambar) yang bikin aku kelaparan, I love sweets. #infopenting

Aku suka kutipan-kutipan lagunya, tapi ngga terlalu suka juga sih #plinplan, selain karena itu lagu bahasa inggris, aku juga ngga tahu lagunya #plak (ya ada sih beberapa yang aku tahu) dan penempatannya di bagian paling atas di awal bab, itu somehow agak annoying, ngga enak dilihat aja gitu, mungkin karena backgroundnya terlalu gelap jadi font-nya ikutan kurang jelas, ane minus mas' so ini penting banget #nggaknyante

Jujur, aja, aku boring setengah mati di bagian Secret Garden itu, bagian yang menceritakan masa kecil Shereen dan Dipi, terlalu memakan banyak porsi (porsi aku aja cuma sepiring #hoey). Kepanjangan lah klo menurutku. Atau kalo memang harus di ceritakan, dibagi aja porsinya, disisipkan tiap 3 bab, atau gimana gitu, biar ngga boring. Sampai sekarang bagian yang masa kecil itu belum aku baca lagi. Not interested.

Dari dulu aku selalu suka dengan novel yang membawa dunia kuliner di dalam ceritanya. Bukan karena aku doyan masak (iya, itu sih udah jelas banget kan?) tapi karena aku suka makanan manis, novel ini juga membahas soal makanan manis kan? #malahnanya, Unfortunately, porsinya kurang banyak..yang banyak malah ngebahas Shereen and her personal life. Ugh! Aku kan pengen lebih banyak soal Dipi dan makanan-nya (ya klo gitu loe aja yang nulis novelnya Win #heh). Oke abaikan yang barusan. Intinya aku sih suka sama novel ini. Lebih tepatnya, soal makanan.nya yang aku suka - karena kalo yang lain, itu kurang lebih sama seperti novel-novel lainnya yang temanya "sahabat saling jatuh cinta", kurang "sesuatu" buatku.

Butuh referensi bacaan sejenis:
- Camar Biru by Nilam Suri
- Hatimu by Salsa Oktifa
- Selamat Datang, Cinta

Oia, info aja, novel diatas itu semua adalah hasil karya penulis yang masuk kategori Gagas Debut (bahkan novel inipun Gagas Debut) - sayang novel Hatimu tidak tuntas aku baca karena keburu kecapaian dengan temanya, setelah sebelumnya baca Camar Biru dan Selamat Datang, Cinta. So, buku itu aku hibahkan akhirnya (tanpa sempat dibaca sampai habis)

Review: Unfriend You



Judul: Unfriend You
Pengarang: Dyah Rinni
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 275 Halaman

 Aku adalah noda untuk dosa yang tak kulakukan.
Aku mencoba bertahan, berusaha mengerti;
mungkin ada bagian dari dirimu yang tak bisa ku raih.
Namun, yang tak kunjung ku pahami,
mengapa ada persahabatan yang menyakiti?

Novel ini bercerita tentang Katrissa dan nasib buruknya sebagai korban bullying, meski genre novel ini teenlit - tapi tema ceritanya bagus dan layak dibaca siapapun terutama, yang penasaran abis soal tema bullying.

Katrissa adalah salah satu siswa di sekolah elite. Dia semula adalah siswa yang cupu, ngga punya teman, kenapa bisa dia ngga punya teman, well mungkin selain dia berkaca mata (yang akhirnya terciptalah pemikiran aneh ini >> kacamata = geek = gak populer = virus = harus dijauhi) Katrissa juga punya hobi aneh, dia suka menghabiskan waktu dengan kertas, I mean, doing papercraft. Makin males aja anak-anak yang mau jadi temennya, so, otomatis Katrissa masuk ke golongan kaum cupu, tapi itu tidak berlangsung lama, karena ada kejadian yang membuat Katrissa naik derajat dan bisa membuatnya menjadi salah satu kaum populer di Eglantine High School (nama sekolahnya agak aneh didengar di telinga) itu semua berkat Aura Amanda - dia yang menaikkan derajat Katrissa, tapi siapa sangka, ternyata naik derajat secara tiba-tiba itu bisa mendatangkan bencana di waktu yang akan datang.

Singkat cerita, (aku ngga mau berpanjang-panjang menceritakan isi novel ini, karena novel ini bagus klo dibaca langsung) Katrissa, menyaksikan temannya, Priska menjadi korban bullying, dia ingin protes dan mengadu ke pihak sekolah, tapi dia terlalu pengecut, hingga Priska masuk rumah sakit karena berniat bunuh diri, hati kecil Katrissa berontak. Tapi, siapa sangka, apa yang di takuti Katrissa selama ini menjadi nyata, dia juga menjadi korban bullying seperti Priska hanya karena dia menjenguk Priska, dan Katrissa juga terpaksa kehilangan rambut panjangnya yang indah karena hal itu (red: bullying) (sumpah ini horor banget, karena aku lihat adegan kaya gini itu mirip di film-film lokal, yang si perempuan di arak ke tengah jalan terus rame-rame orang berebut motong rambut dia sampe pendek banget)

But hey, nightmare will end one day. Pertanyaan besarnya, mampukan Katrissa mengakhiri mimpi buruknya? dan yang paling penting, siapakah yang melakukan bullying pada Katrissa?

My thought:
Aku suka novel ini, titik
Cara penulis menyampaikan isi cerita begitu memikat hati, alurnya yang teratur, sangat mudah diikuti, dan pemilihannya bahasa juga baik. Yang paling penting, novel ini punya pesan moral yang dalam - inti ceritanya disampaikan dengan sangat baik, tidak bertele-tele.

Aku sama sekali ngga bisa berhenti sebelum sampai ke halaman akhir, a kind of page turner book. I'm lovin' it.

Cover:
Sayang sekali cover depannya aku kurang suka, pemilihan font-nya ituloh, ugh! no-no.
Tapi..ilustrasi di dalamnya, aku suka banget cyin, mulai dari gambar-gambarnya papercraft-nya, jenis font-nya, aku suka semua. Bagus deh.

Dyah Rinni, i love your art ^_^
Ditunggu karya selanjutnya yaa..

Jangan berjalan di depanku,
aku tak 'kan mengikutimu
Jangan berjalan di belakangku'
aku tak 'kan menunjukkan jalanmu
Berjalanlah di sisiku,
dan jadilah sahabatku.

Curcol:
Bullying, dulu jaman aku masih SMP - isitlah bullying aku belum pernah denger, bahkan istilah dalam bahasa indonesianya pun aku juga belum pernah tahu. Waktu itu, pikiran anak-anak eh, ABG-ku mengartikan bullying dengan - apa salah gue kok lo jahat sih?

Iya, aku pernah jadi salah satu korban bullying - lebih tepatnya korban fitnahan temen cewek yang ngga suka sama aku - sampai detik ini (setelah lewat 12 tahun) aku masih belum juga tahu kenapa si temen cewek itu berbuat begitu.

Jadi ceritanya gini, suatu hari tiba-tiba aku dipanggil salah satu temen, si K, dia tanya ke aku, kenapa kok aku bicara yang jelek-jelek soal dia. Kaget. Shock. Itu reaksiku pertama kali, gimana bisa aku yang kuper dan gak gaul soal kehidupan si K ini bisa dituduh menjelek-jelekkan, ngga mungkin dong klo aku bicara soal dia, bahkan hanya untuk membayangkan aja aku ngga punya ide, lain soal klo aku disuruh cerita soal rumus elektro atau LOTUS (di pelajaran komputer). Yang kedua, aku kan ngefans sama si K, masa iya aku menjelek-jelekkan si Idol? So, karena ngga terima, aku lapor ke guru BK - ngga perlu nunggu lama, paling hanya selisih sehari, setelah aku di panggil si K. Finally, aku, si K dan cewek yang udah fitnah aku, dipanggil sama guru BK. Aku lupa gimana proses mediasi waktu itu, hanya saja endingnya kami diminta untuk berbaikan. Yah, meski kenyataanya sampai aku lulus pun si cewek itu ogah deket-deket lagi ke aku, cowoknya juga ikut-ikutan, hih! aneh deh. Tapi, positifnya hubunganku dengan si K malah jadi lebih baik dan alhamdulillah I still adore her 'til now.

Oia, aku waktu itu tergolong anak cupu dan ngga punya banyak temen, dan mereka itu adalah kaum populer, karena prestasi gemilang mereka di ekskul paduan suara yang sudah go international - so, baca novel ini seolah menarik aku lagi ke masa-masa itu. Belakangan aku baru tahu, bahwa kejadian buruk masa SMP-ku itu, terbawa sampai aku lulus kuliah. Iya, aku selalu bermasalah dengan yang namanya sahabat perempuan. So after, college - I don't want to have any girl friend..If I have to, I won't put them as my bestfriend, ini lebih baik daripada nanti akhirnya aku dan dia harus musuhan. Ugh, membayangkan-nya aja udah bikin menggigil.

4th RC: Young Adult Reading Challenge 2014

YA RC 2014

Kenapa-kenapa, aku ngga dengar nih?
Iya, tahu kok klo kalian pasti mulai heran dan ngga percaya klo aku bisa-bisanya daptar RC lagi, "hih, apa coba maunya nih anak..

Tapi, gimana yah..aku udah terlanjur kepincut - at the first sight - sama button RC ini, jadi mau-nggak-mau harus ikutan juga RC yang di host oleh Tammy salah satu BBI-ers kitah. Eniwe, aku sendiri agak kuper soal pengertian YA - selain klo genre ini tokohnya adalah remaja-dewasa mereka juga berusia sekitar 14 - 20 tahun, umm..masih bingung juga? Fine, gpp klo kalian bingung, coba aja klik button RC diatas, dan ikuti petunjuknya ^_^

Oh, iya link ini sebagai referensi klo pengen tahu, apa aja yang masuk kategori YA, klik disini

Ya sudah yah, silahkan kunjungi blog sang host for detail info and the prizes ^_^
Happy reading y'all

Update progress:
  1. Unfriend You (Dyah Rinni)

3rd RC: New Author Reading Challenge 2014

Holla - aduh maaf yah aku idle cukup lama sejak postingan terakhir kemarin, bahkan kado giveaway-nya juga belum sempat saya kirimkan - duh maaf, aku lagi repot banget akhir tahun kemarin *duh, songong ya eykeh*

Eniway, Happy New Year yah dear readers'
I'm wishing you all the best, may all your dream and wish come true in this coming year ^_^

So, postingan kali ini aku mau menyampaikan beberapa hal - pertama, aku ikutan satu lagi Reading Challenge guna menghabiskan timbunan yang makin meninggi - namanya New Author RC 2014 di host oleh rekan blogger saya Ren's >> kalau berminat ikutan juga, please come and visit her blog here. (Ren, I love the button anyway)

New Author RC 2014

Untuk RC kali ini ada 4 tingkatan level (which is you have to choose one):
  • Easy : 1-15 buku
  • Middle : 15-30 buku
  • Hard: 30-50 buku
  • Maniac : > 50 buku
Belajar dari pengalaman tahun lalu - saya milih level >> Middle <<


Update progress:
  1. Unfriend You (Dyah Rinni) - Januari
  2. Lost & Found (Sisca Spencer Hoky) - Januari
  3. My Cup of Tea (Nia Nurdiansyah) - Februari
  4. Persecuted (Lisa Childs) - Februari
  5. After Rain (Anggun Prameswari) - April
  6. The Chocolate Thief (Laura Florand) - Maret










Designed by FlexyCreatives