Review: The Chocolate Thief (Amour et Chocolat #1)

Judul: The Chocolate Thief
Penulis: Laura Florand
Penerbit: Bentang Pustaka
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Tebal: 414 hlm.

Sinopsis:




umm...
#longpause #jedapanjang #tariknafas

Ini adalah seri pertama dari serial Amour et Chocolat or Chocolate Series karangan Laura Florand. Menurut Goodreads, dan situs resminya di sini sudah ada 6 seri yang release, tapi di Indonesia baru ada 3 judul yang di terjemahkan oleh Bentang Pustaka; The Chocolate Thief, The Chocolate Kiss dan yang baru-baru ini The Chocolate Touch. Saya sendiri baca buku ini dari seri yang keduanya dulu (The Chocolate Kiss) baru lanjut ke The Chocolate Thief.

Okay, enough for the intro. Langsung aja kita nyemplung ke dunia coklat milik Cade and Sylvain.

photo taken from here and here. Edited by me.
Cade Corey, salah satu pewaris perusahaan coklat terbesar di Amerika, produknya yang terkenal adalah Corey Bars (saya belum pernah nyicipin Corey Bars - karena hasil googling saya, tidak menunjukkan hasil, jadi saya yakini ini cuma ada di imajinasi Laura - so, anggap saja Corey Bars itu seperti milk chocolate versi Cadburry. Don't tell me you haven't taste it? Kalo belum, saya sarankan kalian segera nyobain deh. Enak. (Cadburry, this is my fave one, nomor dua setelah Ritter Sport) #infopenting #kode ^__^

Ceritanya Cade sedang berencana mengeluarkan lini produk baru - yaitu coklat Premium, yang namanya Premium pasti harus WAH, iya kan? Baik dari rasa, packaging, bahan-bahan dan yang nggak kalah penting - pembuatnya. Jadi, karena alasan itulah, Cade terbang dari Amerika ke Paris - dimana pembuat coklat terkenal di dunia berkumpul. Cade sudah melakukan riset dan memiliki daftar panjang nama para chocolate artisan yang akan diajaknya bekerjasama. Dan target utama Cade jatuh pada Sylvain Marquis. Selain tampan, coklat buatan tangan Sylvain sangat lezat (iya, buatan tangan - bukan pake mesin semacam Corey Bars ya girls)

So, datanglah Cade ke atelier Sylvain, dengan harapan besar bahwa Sylvain akan menerima tawaran kerjasama-nya, sayang sekali Cade mendapatkan penolakan. Bisa dipahami kenapa Sylvain menolak tawaran Cade, kalo saya jadi Sylvain pasti juga melakukan hal yang sama. At first. ^__^

Cade geram, marah dan kecewa - dia sama sekali tidak menyangka bahwa seorang Sylvain bisa menolak tawaran yang luar biasa darinya, pewaris perusahaan coklat terbesar di Amerika. Cade mencoba melupakan sejenak kejadian dengan Sylvain dan kembali pada rencana awalnya. Segera dia menghubungi kandidat berikutnya, Dominique Richard, tapi sekali lagi Cade harus mendapat penolakan.

Makin sedih dan kecewa - Cade, berusaha menghibur dirinya dengan membuat rencana baru dan mencoba menikmati keindahan kota Paris. Unfortunately, beberapa kebetulan terjadi. Takdir seolah dengan sengaja mempertemukan Cade dan Sylvain berkali-kali. Hal itu semakin membuat keduanya saling tertarik satu sama lain, tapi saat ini yang ada pikiran Cade adalah bagaimana mendapatkan rahasia kelezatan coklat buatan Sylvain.

Dengan semangat '45 yang dimiliki Cade, dia memutuskan untuk menyelinap ke dalam atelier milik Sylvain - awalnya dia tidak yakin apa tujuannya memasuki atelier Sylvain - jadi dia memutuskan untuk melihat-lihat deretan botol warna-warni yang berisi bahan campuran untuk membuat coklat, mencicipi jenis coklat apa yang dipakai Sylvain, juga memeriksa karton untuk mengetahui darimanakah susu dan mentega itu didatangkan, dan setelah selesai dengan penyelidikan kecilnya, Cade akan membawa pulang beberapa bungkus coklat untuk dirinya sendiri - nah ini baru yang mencuri beneran (sesuai dengan judul bukunya) ^__^

Penyelinapan Cade berlangsung hingga beberapa kali, dan hanya orang bodoh kalau sampai membiarkan seorang pencuri bisa masuk ke ruang pribadinya more than twice. Seperti peribahasa sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, it happens to Cade. Suatu malam, ketika Cade sedang beraksi, seseorang menangkap basah dirinya sedang berada di dalam atelier Sylvain.

Kalian tahu siapa yang memergoki Cade? I don't think so.
Jadi, baca bukunya yah.. ^__^

Personal thought:
Saya suka buku ini.
Kenapa? No particular reason, I love chocolate. Seperti yang sudah-sudah, saya selalu suka tema kuliner, apapun itu.

Ceritanya sendiri cukup menarik - tapi juga bikin bosan dan sebel sesekali.
Sebel kenapa? Pemakaian bahasa Perancis-nya, masih banyak - dan saat otak saya betul-betul butuh bantuan menerjemahkan - tidak ada catatan kaki dibawahnya. Ugh!

Bosennya? Well, gimana bilangnya ya..dari awal sudah bisa ketebak gimana cerita ini akan berakhir. Cade and Sylvain, you-know. Tapi, rupanya penulis lebih memilih jalan agak panjang sebelum menyatukan kedua karakternya.

Diluar kisah percintaan Cade dan Sylvain, saya suka buku ini. Laura, dia jago banget mengambarkan suasana Paris, I can feel the atmosphere and its romanticism, trus apalagi kalo bukan, coklat, coklat, coklat. Chocolate is everywhere girls, yumm ^_^ Buat yang suka coklat, go grab one!

Now, Book Hoarder - Tomorrow?

Saya lagi pengen curcol nulis sesuatu agak OOT dari yang biasanya saya tulis, masih seputar buku sih, cuman ini lebih ke personal thought aja.
Jujur, bulan ini kondisi dompet saya mendekati ajal, secara saya tipikal impulsive buyer dan sudah dapet stamp CERTIFIED dari orang-orang sekitar, tanya aja - mereka pasti setuju kalau saya memang begitu adanya. Tapi, tapi, tapi..saya kelewat impulsive jika itu menyangkut membeli BUKU, kalau yang lainnya seperti baju or other things like that, saya bisalah nahan diri #ciyusan #hooh.

Kegilaan menimbun buku ini diperparah dengan saya punya toko buku online, yang mainly dipegang sendiri oleh saya - belum ada sih yang mau repot-repot beli saham di tempat ane, soon maybe #tsah #mimpisiangbolong. Jadi, saya satu-satunya yang mengurus inventory juga keuangan-nya (pantesan). Inventory maksud saya, buku apa aja yang harus dibeli untuk dijual lagi, ATAU dibeli untuk dibaca ditimbun sendiri (iya, saya nggak salah coret kok, itu benar adanya). Jadi semenjak punya toko buku online, tumpukan buku di timbunan juga makin aduhai. Meski belum setinggi Mount Everest #amitamit #knockonwood, tetep aja saya sedih lihatnya.

Sedihnya kenapa? Well, kecepatan membaca dan mereview saya, tidak berbanding lurus dengan kecepatan saya membeli buku. Jelas sedih dong, melihat buku sebanyak itu cuma buat ditempelin debu (maksudnya bukan debu beneran, ini bahasa kiasan aja, you know kan?) Sekarang kalo pas lihat dompet lagi sekarat dan tumpukan buku belum terbaca yang sebanyak itu, saya jadi agak melankolis.

"Berapa banyak yah itu klo di uangkan?"
"Duh, tahu gitu aku kemarin nggak beli buku dulu"
"Gajian diundur nih, aduh besok makan pakai apa yah?"

Tuh, pikiran-pikiran lebay mulai bermunculan. Coba tenggok pikiran saya jalan kemana lagi setelah ini..

"Kira-kira kalo aku tetep terus seperti gini, kapan coba bisa nabungnya?"
"Jangan-jangan niat mau beli rumah sama mobil bisa gagal nih, hanya gegara nimbun buku mulu"
"Trus klo nanti anak udah gede, punya biaya buat sekolah nggak yah?"
"Klo misal Ayah tiba-tiba di pecat dari perusahaannya, nasib nimbun buku aku gimana dong?" #hush #dikeplakpakebakiak #dijorokinkeaspal #sadis

Okey, stop it. Saya berpikir terlalu jauh or not.
Etapi, seriusan - kalu bukan karena dompet saya yang mendekati ajal itu, mungkin saya nggak akan berpikir sedramatis ini. This time, it hits right on the core. Saya, 29 tahun, seorang ibu dan istri juga, plus as a working mom, tapi tabungan yang bahkan untuk DP beli rumah aja nggak punya. Gimana kalo nanti pensiun dan nggak bisa cari duit lagi, nasib anak saya gimana, coba? #nangisditengahjalan



Duh, tadi tabungan sekarang pensiun - makin dipikir makin puyeng nggak sih?
Sorry sebelumnya, mungkin postingan ini mulai ngebetein buat kalian. #yaeyalah
Oke, saya maafkan #eh.

Saya hanya kepikiran itu aja sih, dan mulai bertekad baja, sekarang sebisa mungkin mengurangi membeli buku, minimal membaca 3 (tiga) buku di timbunan dulu sebelum nambah 1 buku baru. Trus, nabung dan investasi, juga harus mulai dipikir soal pensiun tadi - emang umur manusia nggak ada yang tahu, tapi paling tidak kita punya rencana daripada nggak sama sekali. We're bookworm, I am bookworm. At least we should have one future plan for our lives. Terus hubungannya sama bookworm apa? Yah, dihubungin aja, masa sih bookworm nggak ada "nilai lebihnya" dibanding sama yang bukan bookworm, soal planning tadi maksudnya? Tabok gue, caci gue, do whatever. Tapi saya seriusan lho soal satu ini.

Dibilang menyesal iya, seandainya dari dulu saya sudah mulai nabung atau semacamnya, mungkin sekarang lebih mudah, but hey! 29 tahun, masih belum terlambat rasanya, insyaallah masih ada sisa umur kurang lebih 25 tahun lagi sebelum saya benar-benar nggak boleh kerja - you know, pension.

I should start it now, you too..right?

Eits, tunggu dulu - saya belum selesai..
Terima kasih untuk yang sudah rela baca sampai akhir postingan, sebagai ucapan terima kasih saya mau adain GIVEAWAY untuk kalian yang sudah bersedia membagi kisahnya, komentar atau curcol di sini (iya, khusus di postingan ini aja), nanti akan dipilih dua komentar terbaik yang berhak mendapatkan voucher BUKU, senilai 100.000 (member BBI) dan 50.000 (non-member).

Nggak wajib untuk share GIVEAWAY ini (tapi akan ada poin tambahan, if you did that, hehe)

Have a nice day ^_^

http://bit.ly/BNI_Simponi

Review: Simple Thinking about Blood Type

Judul: Simple Thinking About Blood Type
Pengarang: Park Dong Sun
Penerjemah: Achie Linda
Proofreader: Yuli Yono
Penerbit: Haru

Sinopsis:



Ini bukan novel - tapi komik, buat yang ngga suka baca komik - buku ini tetap saya rekomendasikan untuk dibaca, well pertama karena ini OBAT STRESS yang bagus klo kalian pas lagi bete sama pacar or you-know, anyone. Kedua, karena ini OBAT STRESS, oh..sorry saya udah sebutkan tadi, klo gitu yang ketiga, banyak info penting seputar "kelakuan" orang-orang yang bergolongan darah O - umm..maksudku bukan hanya O tapi juga A, B dan AB - ohh, info aja..golongan darah saya O #iyaterus, tapi karena sampai sekarang berat badan saya masih di bawah standart, jadi tolong jangan minta saya donor darah - pasti ditolak, trust me it happen many times #manataphampakelangit.

Okey, mari kita coba spoiler apa aja yang ada di buku ini (kalo kurang jelas, klik aja gambarnya).



Ada 258 halaman FULL COLOR, yang dijamin isinya 80% bikin kalian ketawa. Oh, kalian harus lihat apa yang terjadi di halaman 144 - tentang malam keakraban (disingkat: makrab), aku sudah melewati SMP, SMA dan kehidupan kampus, tapi sungguh aku baru tahu istilah Makrab, #okeabaikan.

Dan ini dia hasil yang saya dapatkan dari membaca buku komik ini:
Jika berada dalam ruangan
Gol. darah A, suka posisi di dekat tembok
Gol. darah B suka berada di tengah ruangan
Gol. darah AB suka berada di sudut ruangan atau pojokan, karena dia merasa nyaman, dan..
Gol. darah O - yang suka ikut campur, suka jalan-jalan ke seluruh ruangan. -__-" (I can't believe that I had this blood cell)

dan ini dia satu lagi
Alasan kenapa golongan darah tertentu bisa dibenci oleh orang lain:
Gol. darah A - isi hatinya sulit diketahui
Gol. darah B - plin-plan
Gol. darah AB - tidak mengatakan sepatah katapun tentang dirinya, tetapi hanya menyebutkan kesalahan orang lain saja, disini ditulis "maka dia mudah dibenci sejak dilahirkan" ^__^
Gol. darah O - keras kepala dan pemilih. (umm, aku nggak tahu klo soal satu ini, well, tapi banyak benarnya, ahahaha)

Kayanya sih itu aja. Sungguhan deh, at least you should have this book on your shelf. For me, buku apapun yang bisa bikin kita ketawa ngakak, layak nongkrong di rak buku.

[Guest Post] I Wish That Someday..

Tadaaa! Ini dia salah satu yang ditunggu-tunggu sebagai salah satu rangkaian Event Ultah BBI, apalagi klo bukan Guest Post - moment dimana kita bisa 'mengenal' lebih dekat lagi karakter, kepribadian, atau bahkan rahasia kecil para blogger kece yang ada di komunitas BBI. Dan, aku-iya aku, GEMBIRA SANGAT, karena bisa dikasih kesempatan buat pedekate sama Mbak Ferina ^_^

Soalnya ane uda ngefans sama beliau ini semenjak masih bau kencur di BBI, dulu sebelum seramai sekarang (anggotanya) ane cuma tahu segelintir orang, salah satunya Mbak Ferina di blog lemari-buku-ku, yah aku tipikal silent reader sik, jadi meski uda lama ngepens nggak nyalahin juga klo kehadiranku tak disadari #okebro #mulaingaco #injekjempolkaki.

Nah, nah..kali ini Mbak Ferina mau ajakin kita keliling ke tempat-tempat indah yang pengen dia datengin, gegara BACA buku, inpoh aja ya sisbro, BACA buku itu bisa bikin kita keliling DUNIA for FREE..Etapi, aku juga suka kaya gitu lho Mbak Fer' apalagi klo buku yang aku baca itu setting.nya di London dan Paris #westalah #kapanmulainya #okemaaf

Are you ready? Fasten your seat belt, and..here we go! 

Ketika membaca satu buku, pastinya kita mencoba membayangkan atau ikut ‘masuk’ ke dalam cerita itu. Apalagi satu buku yang mengambil setting sebuah tempat yang menarik – entah itu hanya khayalan, rekaan penulis atau memang ada di dunia nyata.

Nah, dalam kesempatan saya ‘bertamu’ di blog-nya Winda, saya akan share 10 tempat impian yang gara-gara baca buku itu jadinya berharap bisa ke sana. Paris, mungkin sering jadi setting novel-novel entah lokal atau luar negeri. Tapi, karena Paris itu terlalu mainstream, mari kita cari tempat-tempat lainnya.

Yuks… silahkan dinikmati, sambil saya nge-teh dan makan kue-kue suguhan Jeng Winda. Ma kasih lho, Jeng Winda, mau menerima saya sebagai tamu. (sama-sama lho Jeng Ferina, mari dicicipin Nastar-nya)


1. Diagon Alley

Sebagai orang yang gak (pernah) bisa move on dari Harry Potter, segala yang ada di dalam buku pastinya bakal terbayang-bayang terus. Pengen berada di dalam dunia Harry Potter – entah sebagai muggle kaya’ Hermione atau bahkan keturunan penyihir berdarah murni. Atau… ya jadi apa aja deh, pokoknya ada di sana. Semua tempat pengen didatengin – Hogwarts, rumahnya keluarga Weasley, Grimauld Place tempat Sirius Blake, rumah masa kecil Harry Potter waktu orang tuanya masih hidup, Privet Drive, platrom 9 ¾ ,  bahkan Azkaban sekali pun.

Tapi, tentu saja, pertama kali, saya pengen liat yang namanya Diagon Alley. Ketika pertama kali Hagrid membawa Harry Potter ke Diagon Alley, rasanya saya ikut ‘menganga’.

via Taringa.net

Begitu pintu rahasia terbuka… segala toko yang berhubungan sama dunia sihir pun bertebaran, di Diagon Alley. Nah, kalo udah sampai di Diagon Alley nih, saya pengen tuh lihat-lihat ke toko tongkat sihir ‘Ollivander’s Wand’ – mungkin adalah tongkat sihir yang cocok untuk saya. Terus, pengen coba buka tabungan di Gringotts, sekalian pengen deh bikin si goblin senyum dikit.

2. Desa Smurf
Yup, sejak kecil saya memang ‘tergila-gila’ sama Smurf. Ada masanya di mana, saya bener-bener berharap Desa Smurf tuh ada dan pengen ke sana. Konon kan katanya ada di kaki gunung somewhere out there. Pengen main-main sama si makhluk biru yang imut-imut itu, pengen minta nasehat ke Papa Smurf.

3. Lord of the Rings



Meskipun sampai sekarang masih sulit untuk mencerna isi dari buku Lord of the Rings, tapi ketika nonton filmnya, duhhh… langsung berkhayal pengen ke sana. Pemandangannya bagus banget.... apalagi jadi terkesan penuh misteri.


via newzealand.com

Dan gak ketinggalan, pengen punya rumah kaya’ rumahnya para Hobbit. Seru buat tempat 'ngumpet'.

4. India
Gak peduli apa kata orang… karena beberapa temenku bilang, ini negara yang jorok dan gak akan pernah mau dia datengin. Tapi, membaca beberapa buku dari penulis India – seperti Chitra Banerjee Divaruni, Jhumpa Lahiri, atau Vikas Swarup, malah membuat keinginan untuk ke sana semakin besara. Terutama mengunjungi Taj Mahal.

Kalau  membaca Titik Nol – Agustinus Wibowo, emang sih, bikin males rasanya berkunjung ke India – jorok, dekil belum lagi, berita-berita miring tentang India yang beredar akhir-akhir ini, membuat India tidak aman untuk perempuan. Tapi, Bu Dokter Dewi (yang jadi tamu di blog saya), meyakinkan bahwa India itu menarik koq, terutama ehem.. buku-buku di sana murah meriah.

Jadi di balik kekumuhan, kejorokan India, saya yakin ada sisi eksotisme yang menarik untuk dicari tahu lebih lanjut.

5. Jepang
Ini salah satu negara yang juga pengen saya kunjungi suatu hari nanti. Punya cita-cita, pengen dateng ke Jepang pas cherry blossom. Kalau dalam novel-novel Haruki Murakami, Natsuo Kiruno – Jepang digambarkan begitu suram dan gelap, pengaruh dari tokoh-tokoh dalam ceritanya mungkin. Tapi, setelah baca Tokyo-nya Sefryana Khairil, saya menemukan sisi romantis dari Jepang.

Doraemon – meskipun ini lebih dulu saya kenal dalam bentuk film animasi – juga berperan penting dalam khayalan saya. Satu cita-cita lain adalah foto bareng patung Doraemon dong….

6. American Museum of Natural History

 
via nyctrip.com

Kalau di Indonesia (Jakarta), beberapa Museum yang pernah saya datangi terkesan spooky, suram dan mungkin gak menarik untuk dipandangi lama-lama. Apalagi, kalau pakai harus nginep dan berpetualang di sana. Nah, waktu baca Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler (E.L. Koningsburg) dan juga Wonderstruck (Brian Selznick), saya membayangkan bahwa American Museum of Natural History adalah tempat yang penuh cerita, tempat yang gak hanya menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, tapi juga tempat untuk bersembunyi. Kalau di Jakarta ada museum seperti itu, pengen rasanya mengusulkan program ‘One Night at Museum’ hehehe…

7.  Trowulan, Mojokerta

via travel detik

 
via kebudayaanindonesia.net

Nah, dari tadi tempat-tempat di luar negeri terus ya? Sekarang, mari menjelajah Indonesia. Baru-baru ini, saya baca Tiga Manula Jalan-Jalan ke Pantura dan Tiga Manula Jalan-Jalan ke Selatan Jawa. Selain terkekeh-kekeh dengan kekonyolan 3 kakek-kakek tengil ini, ternyata buku ini memberikan banyak informasi singkat menengenai daerah-daerah sepanjang Pantura dan Selatan Jawa. Gak hanya tempat-tempat wisata, tapi juga berguna bagi yang mau berwisata kuliner.

Salah satu tempat yang saya sendiri baru tahu adalah Trowulan di Mojokerto. Di sini adalah tempat peninggalan kerajaan Majapahit. Dan yang mengejutkan di sini ada patung Sleeping Budha yang gak kalah besar dengan yang ada di Bangkok! Astaga, ke mana aja sih gue selama ini?? Patung ini ternyata terbesar nomor 3 di dunia. Wah, semakin penting untuk berkunjung ke Trowulan someday.

8. Pulau Bangka-Belitung

 
via bangkabelitungtourism.com

Nah, ini tentunya pengaruh dari novel Laskar Pelangi. Memang sih, saya akui, saya gak selesai baca Laskar Pelangi. Tapi, dari yang sedikit itu, membuat saya browsing-browsing tentang Pulau Bangka-Belitung yang padahal gak jauh dari kampung halaman saya sendiri, Palembang. Saya termasuk ‘anak pantai’, dan udah ngebayangin deh, kalo duduk-duduk di pantai di sana, pasti asyik banget…

9.  Desa Galia

 
via wikipedia

Nah, sekarang saya pengen balik lagi nih ke negeri dongeng, negeri khayalan. Asterix dan teman-temannya juga mengisi masa kecil saya… #apasih. Meskipun mendapat ancaman dari pihak Romawi, kehidupan di Desa Galia tetap harmonis. Mereka tetap bisa bersenang-senang di akhir setiap petualangan Asterix dan Obelix.

Tapi, ternyata, Desa Galia ini memang ada ya. Letaknya di bagian Eropa Barat – deket-deket Perancis dan Belgia. (Bener gak sih?)

10. Malory Towers

 
via sonotaprincess.com.au

Menurut saya, ini salah sekolah asrama terkeren yang berhasil digambarkan oleh penulisnya – selain Hogwarts. Malory Towers pernah membuat saya bermimpi pengen sekolah di asrama. Abis keren banget nih sekolah, seperti kastil yang letaknya dekat pantai, teman-temannya asyik-asyik. Belum lagi guru-gurunya, biar pun ada yang galak, tapi sebenarnya mereka baik hati. Pengen ikutan ngerasain pesta tengah malam – menu pestanya itu lho… astaga… biar pun cuma sosis goreng, tapi digambarin dengan sangat nikmat. Bikin air liur saya menetes.

Nah, sekian dulu nih acara bertamu saya di ‘rumahnya’ Winda. Sebenernya masih banyak yang pengen aku tulis di sini, tapi nanti kepanjangan, jadi segini aja deh ya… Semoga berkenan ya. Terima kasih buat Winda, yang sudah menjadi ‘tuan rumah’ yangbaik.

Sampai jumpa di lain kesempatan.

Wah, wah..ternyata seru bingits ya tempat-tempat yang pengen di datengin Mbak Fer', semoga aja bisa segera kesampaian ya Mbak, at least yang lokal dulu deh, Trowulan itu nggak jauh lhoo..ask me klo butuh guide kesana #kode

Blog guest mah nggak seru klo ngga ada obrolan sama sang tamu-nya ya kaaann? #nadasyahrini
Oke, klo gitu mari simak hasil bincang-bincang sore ane sama Mbak Ferina ^_^

Me: Mbak Ferina tanggal lahirnya kapan? dan kelahiran tahun berapa? *oke, aku tahu klo di belahan bumi bagian mana tanya umur itu nggak sopan, tapi suer aku nggak ada maksud ngga sopan, I really want to know* #jujur

Mbak Ferina: 3 February 1977. aku gak masalah koq ditanya kelahiran tahun berapa. hehehe.. (nah, jangan lupa dicatat ya sodara-sodara, buat kirim buntelan klo pas ultahnya Mbak Fer)

Me: Sejak kapan mulai aktif baca, oke pertanyaan ini terlalu biasa - sejak menikah dan punya jagoan cilik, plus harus bekerja di luar rumah - kapan dan gimana membagi waktu untuk baca buku dan nulis review.nya? Aku selalu penasaran plus kagum sama orang-orang yang bisa multi tasking dan persistent baca, nulis review, kerja, and so on..

Mbak Ferina: Seingetku sejak SD kali ya. buku-buku ya dibaca, samalah seperti yang lain, Lima Sekawan, Malory Towers, buku-buku Enid Blyton deh, pokoknya. aku sempet 'vakum' baca, gara-gara lebih suka ngumpulin kaset pas jaman-jaman SMA. makanya, pas jaman itu tuh, buku-buku itu pada aku kasih ke sodara-sodaraku *nyesel deh sekarang*.  Nah, pas mulai kuliah, mulai 'giat' membaca lagi. hehehe.. bacaan mulai bergeser ke Danielle Steele :D. Tau gak sih, pertama baca Danielle Steele, aku 'terkaget-kaget' dengan adegan yang bikin kipas-kipas. Hahaha..

Ada jamannya aku juga bosen dengan segala terjemahan Danielle Steel, John Grisham, dan beralih jadi 'sok sastra'. Mulailah kenal sama Pramoedya Ananta Toer atau Remy Sylado (kata mantanku, biar sekali-kali jadi lebih idealis, gitu. cari bacaan yang rada 'berat'). Tapi sekarang ya, aku gak peduli, mau dibilang apa. Aku pilih buku dan baca yang aku suka. Mau buku anak-anak, remaja atau apa lah, yang penting aku suka. Malah sekarang, aku lagi ngumpulin si Detektif Imung.

Aku biasa baca itu di jalan. pas lagi macet-macet. kalo bukunya menarik banget, bisa cepet selesai jadinya, tapi kalo ngebosenin, bisa jadi 'pengantar tidur' di jalan. atau, kalo lagi bosen di kantor, aku suka 'ngumpet' di kamar mandi, baca aja deh di sana. kalo gak ngantuk, sebelum tidur, biasanya, sebisa mungkin disempetin untuk baca malem-malem. kalo weekend, justru aku susah untuk baca, karena diajak main terus sama Mika. Kalo untuk nulis review.. hehehe.. nyuri-nyuri waktu di kantor :D


Me: Suer aku kepo abis, Mbak Fer' pernah nggak terlintas di pikiran, klo anak-anak Mbak Fer, harus suka buku (baca buku lebih tepatnya) klo nanti mereka uda beranjak gede, at least uda sekolah dan bisa baca?

Mbak Ferina: ya... pengennya sih gitu... daripada kebanyakan main di gadget, mendingan lari ke buku aja tuh. apalagi nih, jaman sekarang kan syarat masuk sd aja udah harus bisa baca, udah kenal huruf, jadi mau gak mau, Mika 'sedikit' aku 'racuni' dengan buku. buat aku, mudah-mudahan dengan banyak baca, mika jadi bisa lebih mudah untuk berimajinasi yang positif.

Me: Aku mau tahu dong - sudut baca favorit atau impian Mbak Fer itu gimana sih? *klo ada gambarnya ak juga mau lho mbak* #karepmunduk #akuorapopo

Mbak Ferina: aku seneng nih dengan pertanyaan ini... :) sejak dulu, ya, aku ngebayangin punya satu ruangan khusus untuk baca. ada lemari-lemari atau rak buku yang minimalis, karpet tebel plus bantal-bantal di satu sudut atau sofa yang empuk (yahh.. ini sih cocok jadi tempat buat tidur kali ya?). terus ada satu pojok khusus bagian anak  yang raknya rendah, ada meja dan kursi kecilnya.

(karena Mbak Ferina ngga ngasih fotonya, aku iseng ngasih foto sendiri)


Me: tanya apa lagi yah? hmm.. *mikir keras* oh..iya, genre favorit Mbak Ferina apa? dan genre yang ngga disukai or dihindari apa?

Mbak Ferina: hmm.. aku termasuk 'pembaca segala' rasanya. aku suka young adult - kalo mood lagi pengen 'menye-menye' dan sok romantis, nah pas banget nyari buku young adult. fantasi suka, dystopian juga suka - tapi jangan kebanyakan cinta segitiganya. Dystopian itu suka bikin aku 'merinding', jangan sampai ada dunia seperti di dalam cerita-cerita itu. *ngeri*
oh ya, aku juga suka misteri, thriller. sekali-sekali, perlu bacaan yang memacu 'adrenalin'. tapi jangan yang horor ya, aku takut gak bisa tidur. hehehe. dan yang gak terlalu  itu adalah non-fiksi yang tipe-tipe chicken soup atau self-help, atau segala macem tips-tips. klasik juga termasuk jarang disentuh, tapi aku mencoba untuk baca buku-buku klasik.


Me: ini pertanyaan terakhir, lagi ngefans sama siapa sekarang? (siapa aja boleh, yang namanya ngefans berarti kan suka pakai banget, boleh aktor, boleh penulis, boleh keluarga, boleh temen sekantor, dan boleh juga..siapa aja)

Mbak Ferina: nge-fans sama siapa ya??? hmmm... aku nge-fans sama Aragorn (ini sih dari dulu). Terus, hehehe.. karena suka sama nonton Amazing Race, aku lagi nge-fans sama Team Afghanimals - Leo dan Jamal. Emang sih mereka ini suka rada-rada ngeselin, suka tebar pesona, tapi lama-lama lucu juga, dan mereka juga lumayan cerdas.
kalo yang suka banget siapa ya?? hmm.. suka banget sama Tom Cruise, sama Leonardo DiCaprio (dan *uhuk* Teuku Wisnu atau Vino Bastian)
. >> (aaakkk, aku juga suka BANGET sama Vino G. Bastian, iihh selera kita sama yaa cyin #dislepet)

Kaaann, seru yah obrolan sore hingga malam hari ini? Ini seriusan lho, aku masih dikantor jam segini, demi blog guest dan Mbak Ferina rela lambur #fasilitaskantor #kemudiandiusirOB

Again thank you and have a nice day Mbak Ferina
Semoga kita bisa ketemu face to face ya Mbak ^_^  #pray

Nah, kalo masih penasaran pengen tahu siapa aja sih yang di ulik atau menjadi tamu di blog lain, meet them here ^_^ ,ohh..ohh..nyaris lupa, mampir juga di blog-nya Lina (lady-storytelling.blogspot.com) karena aku jadi tamu disana, masa sih nggak penasaran aku nulis soal apaan? #kode

Pemenang Giveaway HOP BBI 2014


Yay! Akhirnya saya bisa kembali 'menyentuh' laptop, rasanya 4 hari nggak bisa pegang laptop itu sangat menyiksa (suer ini lebay banget) yang bikin menyiksa adalah - saya nggak bisa posting pemenang GA, saat temen-temen yang lain sudah posting, dan saya nggak bisa posting Blog Guest yang deadline-nya kemarin lusa or kemarin yah? #lupa, padahal temen-temen yang lain juga sudah posting. #jambakkalender

Ohw, okay..sorry for the interuption..
Maaf saya malah curcol #kebiasaanburuk

Jadi ini dia pemenang di giveaway kali ini:
@ardyantiR
@QamaraPutri
@Inokari_
@VAstanti

Selamat untuk ke-empat pemenang diatas yang berhak mendapatkan masing-masing 2 buku, dan akan dikirimkan RANDOM oleh saya ^_^

Again, terima kasih atas partisipasinya, ditunggu kunjungannya lagi yah. Untuk yang belum beruntung, jangan khawatir masih akan ada buanyak giveaway lain menanti, sering-sering aja bloghoppin' dan buka lebar-lebar radar kalian ^_^

Jangan lupa cek juga di blog host dibawah ini, siapa tahu nama kalian keselip disana ^_^

Designed by FlexyCreatives