[Blog Tour] Review Buku + GIVEAWAY


Judul: Majo & Sady vol.2
Penulis: Jung Chul Yeon
Terbit: Maret 2017 (Penerbit Haru)
Tebal: 298 hal.

SINOPSIS

Sady, si wanita karier dan Majo, sang suami yang mengurus rumah tangga—kembali lagi dengan cerita sederhana yang dipenuhi humor dan menggugah perasaan.

Kisah parody kehidupan sehari-hari masyarakat Korea Selatan usia 20-30 tahunan, yang tanpa disadari memiliki pesona tak terbatas.
Saat menikmati kisah mereka, pasti semakin ingin menikah!

***

REVIEW

Kalo kalian sudah membaca Majo & Sady yang vol.1, pasti udah tahu mengenai asal muasal komik ini muncul di Korea - well, tapi klo belum tahu ya gpp sih, kalian bisa kepoin blog salah satu host yang tergabung dalam rangkaian blogtour kali ini ya.


Saya selalu suka K-Toon (label komik Korea) dari Penerbit Haru, baik itu seri Blood Type atau yang satu ini, Majo & Sady, ahahaha (kok cuma dua sih Win, ada banyak sebenenrnya salah satunya, HJ Story, Cat & Dog ~ tapi favorit saya ya cuma 2 itu tadi) #okeabaikan

Jadi komik ini soal apa ya?
Tentang kehidupan sehari-hari pasangan suami istri (yang dilustrasikan sebagai kelinci dan beruang ~ untuk lebih ngena lagi, mereka sepeti Cony and Brown di Line)
Komik ini lucu banget (tapi gak selucu Blood Type, yang bisa bikin ngakak nggak tahu malu) untuk level kelucuan Majo & Sady masih terbilang wajar, meski tetap bikin orang yang duduk disebelah jadi mikir aneh.

Lebih banyak menceritakan tentang kehidupan rumah tangga pasangan suami-istri di Korea sana, serta keseharian mereka (termasuk juga kebiasaan impulsif Istri yang gak tahan untuk belanja online #uhukuhuk #ahem #benerinkerah)

Meskipun Majo & Sady ini berangkat dari kisah nyata yang juga dialami komikusnya, tapi ceritanya nggak membosankan lho justru bikin penasaran, kira-kira hal ajaib apa yang bakal dilakukan Majo atau titah apa yang akan dilontarkan Sady, aduh pasangan ini bener-bener deh.

Untuk yang belum tahu siapa ini Majo, dia adalah sang suami yang bekerja dari rumah sebagai komikus dan juga mengurus rumah tangga. Sedangkan Sady, sang istri, adalah wanita kantoran yang sebagian besar waktunya banyak habis di luar rumah/kantor untuk urusan pekerjaan. Jadi, mereka ini bisa dibilang saling bertukar peran. Seru kan? Bisa kebayang dong gimana heboh dan kekonyolan interaksi diantara pasangan suami-istri ini.

Tapi meskipun K-Toon ini menceritakan tentang Majo dan Sady, sebagai Suami Istri, tapi tetap bisa dinikmati oleh siapa aja kok, tidak ada konten yang terlalu vulgar atau gimana, yah selain klo mereka tinggal satu rumah itu aja sih. Justru malah asik aja klo dibaca oleh yang belum menikah, jadi bisa mengantisipasi atau mungkin meniru apa yang dilakukan pasangan ini di kehidupan nyata dengan pasangan nantinya, muahahaa #digetok ~ di vol 2 ini juga ada foto-foto yang disertakan oleh komikusnya, mungkin biar lebih terasa real ya? Foto itu diambil ketika mereka sedang Wisata ke Itaewon, banyak bertebaran foto makanan dan street food (adeuw, beneran bikin mupeng)

Eh, tahu tidak kalo di Korea itu ada Cafe Majo & Sady
I bet kalian jadi pengen liburan ke Korea setelah ini, well, saya sih pengin banget.



sumber: orica.net


***

GIVEAWAY

Nah, sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau membaca review singkat ini, akan ada hadiah untuk kalian dari Penerbit Haru, yaitu 1 buah notes kece Majo & Sady. Yuk, simak caranya (dijamin gak ribet) - saya juga gak suka dengan GA yang ribet (curcol):


  1. Klik “suka/like” di fanpage Penerbit Haru follow juga blog ini (biar kalian gak ketinggalan info giveaway lainnya)
  2. Follow akun twitter dan instagram @Penerbit Haru
  3. Follow akun instagram @roempibuku
  4. Share post/ tulisan ini ke akun media sosial kamu (twitter) atau jika kamu pengguna instagram repost info mengenai GIVEAWAY yang ada di IG @roempibuku di akun kalian. Jangan lupa juga sertakan hastag #MajoSady1and2
  5. Tulis data kamu di kolom komentar dibawah ini dengan menyertakan nama, akun yang dipakai untuk share info giveaway ini (bisa akun twitter/FB/instagram), alamat e-mail, serta domisili.
  6. Periode giveaway ini berlangsung selama 5 hari, yaitu 20-24 Mei 2017.
  7. Giveaway hanya berlaku bagi yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia ya
  8. Pengumuman pemenang akan dilakukan segera setelah giveaway berakhir.
  9. Itu ajah ^^


***

Final Blogtour & Giveaway

Untuk final GIVEAWAY ini Penerbit Haru akan memberikan Novel Majo & Sady #1 dan Majo & Sady #2 untuk 2 orang pemenang (masing-masing 1) di akhir rangkaian blogtour.
Seperti ciri dari Penerbit Haru, kalian diminta mengumpulkan semua kepingan puzzle huruf dari tiap host blogtour mulai dari awal hingga akhir periode blogtour #MajoSady1and2. Final blogtour ini akan diadakan di Fanpage Penerbit Haru. Jadi, pastikan kamu juga gak ketinggalan untuk mengunjungi fanpage mereka.

So, ini dia kepingan puzzle huruf dari saya:



Review: I Want To Eat Your Pankreas



Judul: I Want to Eat Your Pancreas
Penulis: Sumino Yoru
Penerjemah: Khairun Nisak
Penerbit: Haru
Tanggal terbit: Maret 2017
Jumlah halaman: 309



Awalnya aku agak dibuat dilema sama judul novel ini– semacam, apakah aku bakal baca buku tentang kanibalisme? atau serial murder? Ternyata bukan – syukurlah #fiuh

Dari gossip yang beredar katanya novel ini termasuk yang memenangkan banyak reward lho – penjualannya cukup fantastis – dan bahkan sudah diadaptasi ke sebuah film, tahu Shun Oguri kan, iya doi yang memerankan si ***** - kun itu, emang wajahnya Shun cocok sih yaa – lempeng tanpa ekspresi, ngomong-ngomong, kalian sudah nonton film.nya belum? (etdah, ini kenapa malah bahas hal yang lain sih)

“Menurutmu, ada kemunginan aku tidak membutuhkan pankreasku?” (hal. 9)
(that was – an absurd question, hwkwk)

“Aku akan mandi. Jangan mengintip. Aku melepaskan kulit manusiaku saat mandi” (hal. 121)

Jadi novel ini sebenarnya tentang apa sih?
(baca sinopsisnya) –hwkwkwk, I’m telling you the truth tho, klo mau tahu ya baca sinopsisnya (kidding)

Novel ini menceritakan tentang hubungan pertemanan antara cowok-introvert dengan cewek-extrovert (karakter keduanya sangat bertolak belakang—memang, justru itu yang menjadikan novel ini menarik). Cowok-introvert, sebut saja Aku, secara kebetulan menemukan buku harian milik Sakura Yamauchi, teman sekelasnya yang divonis akan meninggal 1 tahun kedepan, karena pankreasnya yang tidak bisa berfungsi normal lagi. Berawal dari situlah kedekatan Sakura dan Aku terjalin. Sakura sendiri merupakan pribadi yang menyenangkan sangat berkebalikan dengan Aku yang cenderung menutup diri dan tidak punya teman. Singkatnya, Sakura sangat disukai oleh banyak orang dan Aku, tidak.

Karena itu, banyak teman sekelas yang tidak suka ketika keduanya terlihat semakin akrab dari hari kehari—bahkan berita kalau Aku dan Sakura berpergian jauh bersamapun sempat membuat seisi kelas makin tidak menyukai Aku. Let say, “Hai kamu Si Bongkok, jangan ambil Esmeralda kami” –kurang lebih seperti itulah rekasi mereka (maafkan analogiku yang cukup memprihatinkan).

To be honest, pace membacaku terbilang agak lambat ketika membaca novel ini—cukup terganggu dengan sebutan tokoh Aku yang kelewat rumit diucapkan (bahkan lebih rumit dari Dia-Yang-Namanya-Tidak-Boleh-Disebut) hehe –tapi aku suka sekali dengan dialog antara Aku dan Sakura (diatas juga sudah kubilang tadi) Aku yang cenderung sarkastik dan Sakura yang innocent, asal nyeplos—apalagi jika berbicara mengenai kematian yang sering kali tidak pada tempatnya, benar-benar menghibur, hehehe.

“Aku suka makan jeroan. Bila ditanya apa makanan favoritku, akan kujawab jeroan. Aku suka sekali jeroan!”
“Jadi apa yang harus kukatakan kalau kau menyombongkan diri begitu?”
“Duh, tadi lupa pesan nasi putih. Kau mau?” (hal. 31)

“Bisa tidak kita jangan membicarakan perlakuan terhadap mayat sambil makan daging (yakiniku) begini?”
“Pankreasku, boleh kau makan, kok”
“Kau dengar tidak?” (hal. 33)


(aku benar-benar terhibur dengan dua tokoh ini—really, bahasa yang mereka gunakan juga cara keduanya berkomunikasi—benar-benar berlawanan, seolah-olah enggan untuk memahami satu dengan lainnya, tapi justru dengan cara itu keduanya bisa cocok, lucu sekali kan?—duh, mendadak aku jadi kangen sama my best buddy—hwkwkwk)

Apa yang membuat aku kaget plus tercengang adalah—momen ketika Sakura meninggal, benar-benar diluar pemikiranku, twist.nya perlu diacungi jempol, paling suka bagian ini—sekaligus bagian paling nyesek *siapin tisu*dan satu lagi bagian favorit aku di novel ini adalah—ketika akhirnya tahu siapa nama Aku, huwaaaahh—gemes, namanya ternyata cute *eh—abaikan yang barusan*

Kalau disimpulkan novel ini banyak pesan moralnya—terutama tentang persahabatan dan memanfaatkan hidup di sisa umur yang kita miliki, bacaan yang ringan sangat direkomendasikan—at least kalian akan terhibur dengan pembicaraan antara Aku dan Sakura, dan juga tentang pandangan hidup Sakura sendiri terhadap penyakitnya—ending.nya sangat menyentuh (yah meski gak sampe banjir air mata sih)—btw, aku juga suka surat wasiat yang ditulis Sakura.

Especially this part:
“Kau takut menjadikanku sebagai  seseorang yang ada dikehidupanmu, kan?
Kau takut menjadikanku yang akan hilang suatu saat nanti sebagai seorang ‘teman’ atau seorang ‘pacar’
Tidak usah takut. Apapun yang terjadi, manusia harus tetap berhubungan baik dengan manusia lainnya. Sama seperti kita sampai saat ini.”

Review: Underwater + Ask Author





Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Penerbit: Spring
Tebal: 330 halaman

***
Sinopsis
Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.

Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar
***
Review
Tokoh utama novel ini adalah Morgan gadis SMA, yang memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya via online dirumah. Mungkin awal-awal kalian baca novel ini bertanya-tanya apa yang meninmpa Morgan sehingga mengakibatkan dia harus memiliki ketakutan terhadap dunia luar - selain Ibu dan Adiknya, Ben - dan apartemennya, Morgan tidak berpikir dia bisa hidup jika harus keluar dari tempatnya sekarang. Bagi dia, rumahnya atau apartemen mereka ini satu-satunya tempat teraman.

Inilah yang terus-menerus berputar dikepalaku - what is wrong with Morgan, apa sih yang sebenernya terjadi pada tanggal 15 Oktober, kenapa dia terus-terusan teringat kejadian buruk itu, aku nyaris hopeless saking penasarannya dengan Morgan, bahkan aku sampai browsing dan nanya ke Om Google - sayang aja hasilnya juga kurang bisa menjawab rasa penasaranku tentang kejadian 15 Oktober yang dialami Morgan di novel ini.

Awalnya aku mengira, Morgan hanya shock hebat dan mengalami trauma karena kejadian buruk yang dialaminya dimasa lalu - sehingga dia jadi mengurung diri dirumah, tapi rasanya lebih kompleks dari itu deh. Karena untuk sekedar melangkah keluar rumah aja Morgan gak sanggup melakukannya. Dia bisa tiba-tiba terkena serangan panik hanya dengan melihat tayangan berita di televisi. Jika hal itu terjadi, dia harus segera menelan obat daruratnya. Kondisi yang cukup parah, klo mengingat dia dulunya adalah gadis yang punya banyak teman, berprestasi juga pintar. The big question then, kejadian apa yang mengakibatkan Morgan jadi seperti ini?

Di novel ini lebih menceritakan bagaimana perjuangan Morgan untuk kembali ke kehidupannya dulu dengan bantuan orang-orang sekitarnya. My fav one of course Evan, tetangga barunya yang punya hobi berselancar ~ (imajinasiku langsung terarah ke Fathir dong, yaa kuakui emang kamus cowok ganteng dikepalaku kurang update, tapi ya bodo amat yah ~ Fathir ganteng titik) So yes, Evan  = Fathir, case closed. Thank GOD lho orang-orang seperti Evan itu hadir di kehidupan Morgan, I love his character by the way ~ sangat optimis dan baik hati. Sweet. More than that, aku juga suka peran Ibu Morgan dan juga Brenda, si Psikiater. Semua karakter di novel ini gak ada yang menyebalkan ~ bahkan aku sempat deg-deg-an jika saja Taylor adalah si tokoh antagonisnya, tapi ternyata aku salah. Fiuh!

Anyhow, aku suka banget sama novel ini ~ seolah menekankan berkali-kali seburuk apapun kejadian yang menimpa kita ~ selalu ada orang-orang yang akan membantu kita menghadapi segalanya ~ kalimat "you are not alone" itu benar adanya. Dan kita tidak bisa terus-menerus merasa bahwa cuma kita seorang yang menderita ~ everyone hurts too ~ in another ways.
Nobody is really alone in this world.
Bagaimanapun juga kita tidak boleh menutup mata terhadap kejadian seperti yang dialami Morgan dan ayahnya, karena orang-orang seperti mereka hanyalah korban yang butuh pertolongan, bukan malah sebaliknya.

Very recommended novel, layak masuk TBR kalian ~ terutama yang suka banget topik psikologi (PTSD and/or panic disorder), mental illness, letting go.

Oia, lewat event ini aku juga dapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ke Penulis lho, Marisa Reichardt ~ dari 3 pertanyaanku ada 2 pertanyaan yang dijawab, and I am so HAPPY, karena jawaban Marisa merupakan jawaban terpanjang lhooo, let's find out:

Q: Apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki pengalaman serupa seperti Morgan?


A: Saya mudah cemas, dan saya mengalami kecemasan berlebih seperti itu hampir seumur hidup saya. Bahkan ketika saya masih remaja dan tidak menyadari apa yang terjadi. Saya yang sekarang bisa melihat ke belakang dan menyadari bahwa saya ternyata mengalami gangguan kecemasan berlebih. Saya tidak pernah mengalami gejala yang separah Morgan, tetapi saya merasa seolah saya mengenal Morgan dengan sangat baik.

Q: Saya bertanya-tanya tentang ayah Morgan. Apakah sebagian besar pejuang yang pulang dengan selamat dari medan perang akan mengalami apa yang dia alami, memiliki masalah mental dan trauma? Saya penasaran akan seperti apa novel ini seandainya karakter utamanya adalah ayah Morgan, atau mungkin Aaron.


A: Saya tumbuh besar di sebuah kota militer, jadi dulu saya (sampai sekarang juga) sering menjumpai para anggota militer AS yang menghadapi trauma psikologis akibat perang. Sama seperti bentuk-bentuk lain dari trauma, PTSD sifatnya sangat pribadi dan bentuknya tidak sama pada masing-masing orang. Tidak semua anggota militer mengalami PTSD, dan mereka yang mengalaminya, tidak semua memiliki pengalaman yang sama seperti yang dialami ayah Morgan. Namun semua itu merupakan masalah penting yang butuh mendapat perhatian dan penanganan.

Mengenai sudut pandang yang berbeda, saya senang Anda tertarik mendengar kisah ini dari perspektif karakter lain. Ada sebagian dari diri saya yang dengan senang hati ingin menceritakan kisah ini dari perspektif Taylor. Saya benar-benar bisa melihat,bagaimana dengan membawa sudut pandang orang pertama Aaron akan sangat mencerahkan dan akan menjawab banyak pertanyaan tentang alasannya melakukan apa yang dia lakukan. 

Pilihan saya untuk menulis dari sudut pandang Morgan datang karena saya merasa, setiap kali saya melihat (dan sayangnya sampai sekarang masih terus melihat) berita tentang penembakan massal, fokusnya adalah pada penembak dan tidak begitu banyak pada korban. Kisah-kisah ini cenderung menghilang setelah beberapa minggu dan saya selalu ditinggalkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang terjadi pada para korban selamatnya. Itu sebabnya saya ingin menulis kisah saya dari sudut pandang korban selamat yang mencoba menavigasi kembali hidupnya setelah insiden terjadi.

Gimana? Seru banget kan? Pastinya! Yuk, share pengalaman kamu membaca novel ini, can't wait to hear from you guys ^^

Untuk melihat pertanyaan lain dari para Host Blogtour, sila kunjungi blog mereka masing-masing yaa ~ dan jangan lupa juga untuk mengumpulkan potongan puzzle (seperti dibawah ini) di masing-masing postingan mereka ~ karena nantinya potongan puzzle itu akan kalian pakai untuk GA Final di Fanpage Penerbit Spring.

Jadi WAJIB dikumpulkan ya potongan puzzle.nya ~ setelah komplit terus kalian susun dan jangan lupa UPLOAD di Fanpage Penerbit SPRING (ketika GA FINAL diumumkan oleh mereka) ~ so, yes ~ biar gak ketinggalan kalian wajib pantengin Fanpage Penerbit Spring ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Hadiahnya, tentu aja Novel Underwater ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


PS: GA Final tgl 30 April 2017

Thanks for reading, feel free to leave comments ~ any comment ^^





5 Tips untuk Bookstagram Pemula


Sekarang ini, komunitas pecinta buku tidak hanya seputar Blog dan Vlog ~ bahkan Instagram juga sudah mulai dipenuhi oleh mereka yang menyebut dirinya #bookstagrammer ~ bahkan siapapun yang melihat feed mereka (apalagi para #bookstagrammer luar negeri) pasti langsung ileran ~ indikasi wajar sih sebenernya ~ mengingat deretan foto yang ada di halaman mereka hampir semuanya so aesthetic (aku sedang menghindari menyebut kata instagrammable ~ karena maknanya kurang ngena).

Nah, klo kamu kebetulan aja, seorang pelahap/pecinta/penggila buku dan punya hobi fotografi terselubung, gak ada salahnya lho menunjukkan ke komunitas kamu, buku-buku koleksimu ~ daripada mubazir (yang cuma berdiam diri di rak dan hanya kamu seorang yang mengagumi mereka, ya kan?)

So, whats your must do as a new bookstagrammer, ini dia tips dari aku: (feel free to add more)

Foto

Karena kita menggunakan media Instagram ~ tentu aja fokusnya adalah pada foto, kedua baru captionnya. So, yes! The great picture is a MUST ~ bahkan meskipun kamu hanya memasang foto tanpa caption kamu masih bisa mendapatkan likes dan klo beruntung some comments (itu klo foto kamu memang menarik perhatian) #ugh

Tapi terkadang beberapa orang yang tidak peduli mengenai hal ini ~ yang mereka pikirkan adalah saya harus memposting sesuatu atau aku akan kehilangan follower, atau alasan lainnya. Jadi ya, asal jepret deh. Hasilnya, foto burem, pencahayaannya kurang, intinya gak menarik sama sekali lah (meski objeknya cukup menarik). Itu beneran bikin langsung ilfil ~ bawaannya udah males mau baca caption, apalagi scroll feednya.

So, bukan artinya kalian harus punya kamera mahal kelas DSLR gitu ~ tapi mengetahui basic fotografi itu gak dosa kok. Jangan memaksakan diri harus upload sesuatu ke instagram kalian ~ tapi foto yang di upload kualitasnya masih kurang.

Tema
Ini sih gak wajib ya ~ tapi banyak bookstagram yang memakai tema tertentu disetiap foto mereka, tapi kalau aku sih prefer beberapa tema biar tidak monoton. Tema lain yang umum digunakan oleh para bookstagrammers antara lain, tema perjalanan, bunga, pakaian yang terinspirasi buku, warna tertentu dan pelangi. Kalo aku lebih suka tema minimalis ~ dengan gak terlalu banyak props (red: properti) dengan warna yang terang (tidak gelap) ~ I dont like dark picture, terlalu banyak bayangan dan kurang pencahayaan, sejenis itu, not my fave one ~ I am not Dark Eater by the way *lol*

Jangan terobsesi dengan jumlah follower

Untuk bookstagram pemula ~ ngomongin follower itu nggak banget deh, ahahaha ~ yah get real aja lah kawans, masa foto baru belasan kalian udah mikirin pengikut sih? Kalau page kalian menarik, follower itu bakalan datang dengan sendirinya, serius deh.

Hashtag

Nah, ini dia nih yang membawa peran penting untuk nambah jumlah follower ~ penggunaan hashtag! Gunakan hashtag yang umumnya digunakan oleh para senior bookstagram di setiap postingan mereka ~ karena banyak orang yang mencari sesuatu berdasarkan hashtag. Aku biasanya menyimpan daftar hashtag di memo HP, jadi tinggal copas klo mau pakai ~ beberapa bookstagram meletakkan hashtag mereka di kolom komentar ~ why? biar sedap dipandang aja kolom caption, jadi hanya info yang penting aja yang ditampilkan di caption.

Beberapa orang ada yang suka meletakkan hashtag bersamaan dengan caption, kadang jumlah hashtag yang dipakai banyak banget ~ kesannya kok jorok ya kalo aku ~ sometimes panjang hashtag.nya bisa melebihi panjang kalimat di caption *lol*

Challenge

Satu lagi cara untuk mendapatkan follower, ikut monthly challenge yang diadakan bookstagrammer lainnya ~ selain itu, jangan lupa untuk like atau komen di akun yang kalian follow ~ hey?! siapa yang gak suka likes dan komen?

Last words! Jadi diri sendiri ~ tapi kenali juga sekitarmu, jangan harap kalian bisa mendapatkan banyak likes atau follower kalau kalian tetap mempertahankan jati diri sendiri dengan foto-foto yang burem dan gak menarik sama sekali.

That's all ~ keep reading and have a nice weekend ๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–

Review: Holy Mother


Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 284 halaman
Terbitan: Oktober 2016

Sinopsis:
Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Review:
I love this book! and I love Akiyoshi Rikako!
Oke, jadi kemarenan sempat baca yang judulnya Girls in The Dark -- iya yang sekarang difilmkan itu, kali ini aku dibuat awe lagi dengan Holy Mother, bener-bener nggak kepikiran sama sekali, Akiyoshi keren banget bikin twist ceritanya -- aseli kece badai.

Tokoh utama di novel ini ada dua (klo menurutku) Honami dan Makoto -- karena sepanjang 284 halaman, dua orang inilah yang paling banyak diceritakan. Honami sendiri adalah seorang ibu yang berusia 46 tahun dengan 1 anak perempuan berusia 3 tahun bernama Kaoru. Kehidupannya yang tenang selama 3 tahun terakhir mendadak berubah menjadi kecemasan semenjak terjadinya peristiwa pembunuhan anak laki-laki berusia 5 tahun di sekitar tempat tinggal.nya. Korban tersebut dibunuh kemudian alat kelaminnya dipotong dan ada bekas kekerasan seksual. Apa yang membuat pihak berwajib kebingungan adalah, tidak bisa ditemukan bukti apapun yang menempel di tubuh korban, artinya pembunuh.nya akan susah ditemukan. Ditengah-tengah proses penyelidikan yang semakin mengarah ke satu orang, tiba-tiba terjadi pembunuhan kedua. Penyelidikan polisi rasanya seperti kembali ke titik nol, karena ketika pembunuhan kedua itu terjadi, tersangka sedang berada di ruang interogasi.

Honami semakin dihantui ketakutan yang mencekam, dia sangat khawatir jika nanti terjadi sesuatu pada putrinya, dan dia bertekad dalam hati akan melakukan apapun untuk melindungi putri satu-satunya itu.

"Jika sebelum kelahiran anak itu dalam kuasa Tuhan, maka sesudah lahir, anak itu ada dalam kuasa sang Ibu. Kalau setelah ini dia bisa melahirkan anak, Honami bertekad dia akan melindungi anaknya dengan seluruh jiwa dan raganya. Apapun yang terjadi, dia akan terus melindungi anaknya sampai tetes darah penghabisan". (hal. 148)

Buku ini rasanya lebih sesuai untuk pembaca dewasa atau dewasa muda, bukan karena banyak adegan mesum.nya, tapi istilah-istilah seputar kehamilan dan organ bagian dalam tubuh, serta beberapa bahasan explicit rasanya kurang sesuai untuk pembaca remaja, terlebih penjelasan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku, it's kind of creepy.

Oia, gak dianjurkan baca buku ini ketika lagi menyantap makan pagi, siang atau malam, tapi klo ada yang bisa membagi otak kanan dan kiri dengan sangat baik rasanya ya gak papa sihhh.

Lalu, siapa itu Makoto?

Makoto disini diceritakan sebagai anak SMA yang memiliki kehidupan normal layaknya anak seusianya, dia juga bekerja part-time sebagai pegawai supermarket dan mengajar kendo bagi anak-anak TK dan sekolah dasar. Ketika kabar mengenai pembunuhan itu sampai ditelinganya, dia cukup khawatir -- karena Makoto adalah penyayang anak-anak. Dia tidak suka melihat anak kecil disakiti, terutama jika anak perempuan yang terluka.

Dari sini ada yang bisa menebak tidak kira-kira bagaimana ending dan siapakah pembunuh anak-anak tadi?

I rekomend this book, buat kalian pecinta novel thriler dan suspense. Akiyoshi emang jagonya bikin twist yang bikin kita melongo (kaya orang bloon) dan rasanya pengen re-read. Aku sendiri ketika akhirnya selesai baca buku ini cuma bisa bilang "Oh, may GOD! ini gila banget!"

dan inilah kalimat favoritku sekaligus penutup review kali ini -- go grab your books and share with me! aku pengen tahu komentar kalian ^^v

"Disini juga ada....
....seorang Ibu yang rela menjadi Iblis untuk melindungi putrinya"

ARC: Underwater [Short Review]


Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Editor: Ayu Yudha
Penerjemah: Mery Riansyah
Penerbit: Spring
Tebal: 330 halaman

Sinopsis:

Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.

Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar.

Review: Meet Lame


Judul Buku : MEET LAME
Pengarang : CHRISTIAN SIMAMORA
Terbit : NOVEMBER 2015
Halaman : x + 296 hlm
Genre : Contemporary Romance 
Kategori : Novel Dewasa

Sinopsis:
Saat ini, aku sedang terlibat perasaan dengan dua orang cowok sekaligus.

JANIEL…
Bahkan sampai detik ini pun, Janiel masih belum ada tanda-tanda ngeh mengenai betapa patah hatinya aku karenanya. Yah, aku memang nggak ada rencana untuk memberi tahu sih—buat apa juga? Memangnya situasi bakal berubah? Memangnya Janiel punya perasaan terpendam juga padaku sehingga pernyataan cintaku itu mendorongnya untuk memutuskan Putri dan memacariku?

DANIEL…
Di hari perpisahan itu, aku melakukan sesuatu yang percuma juga untuk aku sesali. Daniel Kelvin Vincensius—itu nama panjangnya—mencuri ciuman dan keperawananku pada hari yang sama. Meninggalkan Indonesia beberapa jam kemudian. Membiarkan aku bertanya-tanya tentang arti kebersamaan singkat itu selama bertahun-tahun… sampai akhirnya aku capek sendiri.

JANIEL atau DANIEL?
Atau lebih baik nggak dua-duanya saja? Aku lagi nggak kepengen bermain-main dengan perasaan dan kebahagiaanku sendiri. Apalagi karena kamu dan aku sama-sama tahu: love hurts, love gives you pain.

You know what… FUCK LOVE! Maybe this is for the best. Sekian dan terima kasih.

Tertanda,

AKU YANG LAGI STRES SENDIRI

Review:
Novel ini bercerita tentang 3 tokoh utama, si Aku, Janiel dan Daniel (wow, its rhyme, I'm surprised). Karena sampai akhir cerita identitas si Aku ini tetap rahasia, jadi biar mudahnya saya asumsikan si Aku ini adalah Aku - eerrr, me, myself, Winda, duh! saya mulai gak jelas.

Meet Lame sendiri bercerita tentang Aku yang dihadapkan sama dua pilihan sulit (red: para lelaki tampan yang berusaha mendapatkan Aku) ada Janiel teman jaman SMP.nya dan Daniel bekas tetangga sebelah rumahnya. Janiel yang merupakan cinta masa remajanya dulu tiba-tiba saja hadir di kehidupan Aku lagi setelah lama tidak bertemu, anehnya kehadiran Janiel masih menimbulkan perasaan cinta yang selalu disimpan Aku rapat-rapat. Alasannya klise, Aku tidak ingin hubungan persahabatan mereka rusak karena pernyataan cintanya. Jadi, ketika saat ini Janiel hadir kembali di kehidupannya, Aku kembali berharap. Sayangnya, Janiel sudah mempunyai pacar. End of story? Nope. Masih jauh dari kata selesai.

Diwaktu yang hampir bersamaan, Daniel juga kembali datang dihadapan Aku sebagai tetangganya (lagi). Kembalinya Daniel dari Singapura, membawa kenangan buruk yang berusaha dilupakan Aku, tapi semakin Aku berusaha melupakan atau menjauh dari Daniel, dia selalu gagal - karena hatinya menolak melakukan apa yang kepalanya perintahkan.

“Karena bagi aku pribadi, mencintaimu bukan sekadar perasaan—tapi juga komitmen. Ada tanggung jawab yang menyertainya. Sesuatu yang nggak aku sadari dua tahun lalu.” ~Daniel, hal. 208

Kegalauan Aku tidak berhenti di Daniel seorang, karena rupanya penulis sengaja membuat twist yang cukup bikin kita jeles berat sama Aku (termasuk saya). Diperebutkan oleh dua orang laki-laki yang dulu (bahkan sampai sekarang) memenuhi isi pikiran dan hatinya, yang membuat Aku betah berlama-lama hidup sendiri. Intinya, diperebutkan oleh laki-laki yang kamu suka banget sejak lama, dan gak cuma satu tapi DUA laki-laki. Keren kan? Sesaat saya jadi membayangkan Bella-Edward-Jacob (but, hey - Edward gak ganteng, Jacob is #dijambakfansEdward).

credit: Jane Bookienary

Kalian akan dibuat penasaran sama pilihan akhir yang akan di ambil oleh Aku, saya sendiri sempat deg-deg-an, duh siapa ya yang dipilih Aku, klopun bukan Daniel berarti Janiel, apa jangan-jangan dia mau embat dua-duanya #sigh what a creep! Etapi, enggak dong, Aku cuma milih satu orang, at least saya bisa bernafas lega, berarti kan laki-laki satunya bisa buat saya #plakkk
"Seandainya dia nggak bisa memberi apa yang lo mau, gue nggak mau lo khawatir. Gue ada disini untuk lo"~Daniel, hal. 125
"Pintu hati lo masih terbuka. Peluang gue dan dia masih sama besar. Dan selama itu terjadi, gue masih punya kesempatan untuk bikin lo berhenti mikirin dia"~Janiel, hal. 244
dan quote favorite saya dari keseluruhan novel ini adalah:
"Orang yang punya waktu untuk ribut dengan masalah orang lain, sebenarnya sedang menghindari keharusan mengurusi masalah diri sendiri.....Jalani saja hidup ini baik-baik, selalu berusaha menghindari kemungkinan merugikan orang lain" ~Aku, hal. 217
My Thought:
Awalnya saya sempat mengira novel ini masih satu seri dengan #jboyfriend - rupanya saya salah. Meet Lame salah satu karya Chrismor yang berdiri sendiri seperti novel sebelumnya, Shit Happens (kalian sudah baca? Saya sudah - ini novel Chrismor yang pertama kali saya punya #infopentinggakpenting).
Jalan cerita Meet Lame juga lebih ringan dan mudah diikuti oleh pembaca yang baru pertama kali membaca karya penulis. Bagi saya yang sudah beberapa kali membaca seri #jboyfriend sebelumnya (Guilty Pleasure, CO2, ASOT) memang terasa sekali bedanya - yah selain konten dewasa, para tokoh di novel ini lebih "terjangkau" ahahaha..how to say. Para tokoh di novel ini, bukan dari kalangan atas dengan serentetan barang mewah dan branded yang menyertai mereka. Tapi lebih membumi, dengan pekerjaan sebagai seller online shop dan sebagai owner distro, sepanjang cerita pun hampir tidak ditemukan barang-barang branded yang bahkan namanya sangat asing (iya saya memang sekampungan itu, so?), kalau ada itupun diceritakan klo barang tersebut KW dan hasil shopping di ITC.

Baca novel ini cukup refreshing - seriusan! Karena ya alasan itu tadi, terus menerus membaca #jboyfriend secara maraton bisa bikin saya berhalusinasi berlebihan tentang pria-pria yang ideal (red: hawt dan nikahable, euh - ada di KBBI gak ya)

Saya suka tokoh Aku disini - dia menyenangkan, Rasanya seperti membaca buku harian si Aku, ditulis dengan bahasa yang dia banget, berikut kepolosan yang kekonyolan khas penulis. So entertaining. Untuk Daniel dan Janiel, uwh, mereka 11-12, sama-sama hawt - tapi yaa, menurut aku porsi Janiel di novel ini agak kurang yah, interaksinya dengan Aku kurang - bahkan ketika mereka sedang kencan, tidak banyak hal yang bisa diceritakan. Tiba-tiba saja kencan itu berakhir. Eh? Saya sampai kaget saking singkatnya momen kencan mereka (gak fair, huhuhuhu #abaikan).

Menjelang akhir halaman saya sendiri masih sangsi akan pilihan Aku, saya pikir dia tidak akan memilih keduanya, rupanya lagi-lagi saya salah, hohoho *keren lah buat penulis. love it* Saya harap masih ada tambahan beberapa halaman lagi di akhir, I want moreeeeeee. Tapi bukannya Epilog saya malah menjumpai teaser Tiger on My Bed. Ulalala..jadi pengen secepatnya baca itu novel. *tinggal comot di rak*

So, ada yang sudah baca Meet Lame? Share pengalaman kalian dong...
Se yaaa ๐Ÿ’‹

BBI Share The Love: Meet the Blogger


Sesuai dengan judul post kali ini, kita akan kenalan lebih jauh dengan si empu blog arintyawidodo.wordpress.com yang mana postingan ini masih merupakan satu rangkaian dari post sebelumnya dalam rangka BBI Share The Love. Kalau kalian belum membaca postingan sebelum ini coba cek disini ya. Jadi siapa sih Arin ini?

Arin atau lengkapnya Arintya Widodo ini, seorang penggemar Johnny Depp (sama kaya saya - coincidence?) dan dia juga suka banget sama Sherlock Holmes (geez, bahkan yang ini juga sama banget ama saya, jangan-jangan Arin ini sodara kembar saya yang beda orang tua #ehh)

Eniwe, as promise, kali ini saya mau tahu pendapat Arin tentang genre favoritnya, yaitu METROPOP (apa ada disini yang suka METROPOP, silahkan share pendapat kalian di kolom komentar ya, kami bakal seneng banget dengar pendapat kalian ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š)

Ini dia pertanyaan saya ke Arin..

Kenapa harus metropop/chicklit...? kenapa bukan genre lainnya, thriller mungkin?
  • Aku suka metropop karena kebanyakan penulisnya santai banget menceritakan setiap karakter yang ada. Aku tenggelam (?) dengan problematikan kehidupan kaum urban. Nah, selain itu aku juga suka beberapa ilmu yang disisipkan sama penulis-penulis metropop. Ilmunya kebanyakan ttg sebuah profesi, kayak banker, dokter, arsitek, bahkan penulis. Mereka menceritakan ilmu-ilmu  itu tanpa menggurui. Love! Daaan, yang paling ngeselin dari metropop ini adalah setiap kisah cintanya berhasil bikin aku baper *bye* :D
Siapa penulis favorit kamu, bebas - dari genre manapun
  • Aku suka Ika Natassa.
Klo favorit berarti punya buku-bukunya dong yah? kepo nih, apa aja buku yang udah kamu punya/udah kamu baca?
  • Aku udah baca hampir semua bukunya. Kurang satu aja yang Underground
Kenapa suka sama penulis itu?
  • Ika Natassa tuh pinter banget ya bikin anak orang baper dan menaikkan standar cowok impian mereka seperti karater-karakter yang doi ciptakan. *peluk Ale dari Critical Eleven*
Kamu sendiri punya nggak harapan buat ketemu sama penulis favorit kamu dan misal dikasih kesempatan buat ketemu apa yang bakal kamu lakukan/atau tanyakan?
  • Pengen banget! Pengin ketemu dan minta digambarin, secara doi suka dan (kayanya) jago gambar) dan ada satu lagi permintaanku: Kak Ika, teruslah membuat anak-anak orang ini baper ya kak. Heu. Love!
Eh, setuju nggak sih klo membaca itu keren?
  • SETUJU BANGET (ga santai) baca itu keren dan bikin kita bisa travelling tanpa keluar duit. Hihihi
Ini pertanyaan terakhir ya..karena pertanyaan pamungkas - dan semoga jawaban kamu kece abis (hwkwkwkw, no I'm kidding)

Last questionnya adalah - Apa pendapat kamu tentang - book blogger yang hobinya berburu giveaway (red: GA hunter) what do you think about them? Spoil aja, bad or worse, hehehe ^^
  • Sebenernya kalo GA Hunter sih nggak apa-apa. Yang apa-apa tuh kalo mereka udah dengan membabibuta ngetag secara random dan bikin yang kena tag itu kesel. Kalo nggak ngetag ya mention-mention di Twitter padahal yg punya akun nggak tau doi siapa :(
  • Aku suka sama semangat para teman-teman GA Hunter, mereka pantang menyerah abis buat mendapatkan sesuatu. Tapi semangatnya jangan bikin orang kesel ya? Hihihi love you guys :D
Hehehe, gimana udah cukup belum kenalannya sama Arin? Klo belum, kalian bisa japri dia melalui email atau whatsapp.nya - dan jangan lupa mampir ke blog dia ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š. Rasanya cukup segini aja ya postingan kali ini, cant wait to hear from all of you melalui komen di postingan ini, beneran pengen tahu, apa sih enaknya membaca METROPOP, come on persuade me, xoxo. Rasanya usaha Arin seorang belum cukup untuk membuat saya pindah jalur dari Fantasi ke Metropop, ehehehe.

BBI SHARE THE LOVE

Review: Vampire Flower #1


Judul: Vampire Flower #1
Penulis: Shin Ji Eun | Penerbit : Haru
Genre: Fantasy | Usia Pembaca: Remaja
Tebal: 518 halaman

Sinopsis:“Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain.”
.
Akhir-akhir ini santer terdengar adanya pembunuhan oleh para vampir. Kang Seo Yeong  tahu ia seharusnya tidak berkeliaran di malam hari. Namun suatu malam, ia melihat temannya dibunuh oleh vampir tepat di depan matanya.
.
Seorang vampir lain bernama Louvrei yang berwujud seperti remaja laki-laki, menawarkan bantuan pada Seo Yeong. Hanya satu syarat yang Louvrei minta: Seo Yeong harus membantunya mencari ‘Bunga Vampir’.
.
Di tengah ketakutannya, Seo Yeong terpesona pada Louvrei. Apalagi saat vampir berumur ratusan tahun dalam wujud pemuda itu berjanji, “Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun kecuali aku.”
.
Bisakah mereka berdua menemukan ‘Bunga Vampir’?

Review:
"Aku ingin hidup. Aku tidak ingin mati di tempat seperti ini". (hal. 17) ~ Seo Yeong
Cerita ini berawal dari perjanjian paksa yang terjadi antara siswi SMA dan vampir berusia 547 tahun, Seo Yeong dan Louvrei (a.k.a Loui). Seo Yeong yang kala itu sedang diserang oleh vampir, terpaksa menerima pertolongan dari Loui agar nyawanya tetap selamat, dengan syarat Seo Yeong harus mau membantu Loui mencari Bunga Vampir, yang keberadaanya tidak diketahui.

Perjalanan Seo Yeong dengan Louvrei selama mencari Bunga Vampir tidak semudah yang dibayangkan, mereka harus berhadapan dengan berbagai jenis vampire yang tidak bersahabat dan tidak segan untuk melenyapkan Seo Yeong ketika Louvrei tidak berada di dekatnya. Untuk itu Louvrei terpaksa memerintahkan penjaganya, Arkhan, Baek Han yang seorang Half dan juga Ken si Warewolf. So sweet ya? Siapa sangka vampir berhati dingin itu rupanya cukup peduli terhadap keselamatan Seo Yeong. (sigh! dasar lelaki #eehh)

Tidak hanya itu, bunga vampir rupanya juga menjadi incaran vampir tertinggi yang identitasnya tetap dirahasiakan sampai buku kedua, sementara itu kekuatan Louvrei yang belum maksimal tidak cukup kuat untuk menghadapinya sehingga makin mempersulit langkahnya menemukan bunga vampir, bahkan Louvrei harus kehilangan orang yang paling dihormatinya - keluarga satu-satunya yang dia miliki. Hal itu menjadi pukulan terberat bagi Louvrei hingga membuat dirinya pingsan dan terluka akibat besarnya energi negatif yang berada di tubuh Louvrei.

"Loui...sudah saatnya kau sadar sekarang. Bagaimanapun wujudmu nanti...Aku tetap akan berada disisimu" (hal. 500) ~ Seo Yeong

Louvrei tidak sadarkan diri selama beberapa hari, sehingga membuat Seo Yeong amat cemas, sementara kondisi Seo Yeong juga sama tidak baiknya, tapi dia memilih tetap bertahan disisi Louvrei, memastikan bahwa Louvrei akan selamat dan baik-baik saja. Sementara nyawa Louvrei sendiri sedang berada di ujung tanduk karena besarnya energi negatif yang berusaha menelan Louvrei, hingga Seo Yeong nekat melakukan sesuatu yang sangat berbahaya, yang tidak akan mungkin dilakukan oleh manusia bahkan vampir sekalipun.

"Tapi sebagai gantinya...aku akan menjadikan Seo Yeong sebagai pengantin wanitaku" (hal. 507) ~ Lecca

It's impossible not to love this story, aku udah jatuh cinta sejak baca paragraf pertama. Walaupun aku bukan penggemar vampire things (red: Edward Bella - maaf buat penggemar keduanya) menurut aku cerita Vampire Flower lebih ringan dan gak terlalu kompleks (ya iyalah secara cuma mentok di buku 2 aja, bandingin kok sama Twilight yah gue, duh!). Eniwe, kalian harus baca sendiri bukunya, aku gak mau spoil berlebihan.

Menurutku, Seo Yeong ini termasuk karakter yang lovable banget, aku suka bagaimana penulis menggambarkan karaker Seo Yeong. Sementara Loui, astaga, siapapun pasti gemes sama karakter satu ini, bukan karena dia sweet atau apa, tapi sifatnya yang kadang merasa bisa mengatasi semuanya sendirian itu ngeselin banget. Dan seringnya harus salah paham dengan Seo Yeong karena apa yang dipikirkan Loui tidak sama dengan apa yang dipikirkan Seo Yeong, ibaratnya, Loui beranggapan manusia seperti Seo Yeong bakal bisa ngerti apa yang ada dipikirannya tanpa dijelaskan atau diucapkan? argh! gemes! tapi aku sukak! So far aku gak bisa bayangin sosok Loui seperti apa, tapi klo disuruh milih, tentu aja aku akan milih Lee Jun Ki, muahahaa #ketawasetan. Sedangkan Seo Yeong, aku lebih suka klo dia itu Seol Hyun, yah? Mereka berdua kan pernah main film dengan tema Vampir, jadi yah..tadinya mau Kim Woo Bin as Loui, tapi kayanya dia lebih cocok jadi Lecca ajah (aduh, ini kenapa malah bahas cast Vampire Flower).

Novel ini sendiri ada dua seri, untuk review seri keduanya bisa kalian baca disini. Kalo di seri pertama ini lebih banyak awal petualangan Seo Yeong dan Louvrei mencari bunga vampir, nah klo di seri kedua lebih ke gimana keduanya melindungi bunga vampir agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Lebih menegangkan tentu saja - dan yaaahh, worth to read. Aku sih suka cerita ini, semoga kalian juga suka, hehehe..


Review: Cooking With You


Judul : Cooking With You
Penulis : Yoana Dianika
Genre: Romance | Yummylit Series
Halaman : 350
Penerbit : Bentang Pustaka

Sinopsis:
.
Kalimatmu saat One Day cooking membuatku terkesiap. Menggaung di otak kecilku, bercokol di sana, dan membungkam bibirku. Ada sesuatu yang membuatku ingin menangis saat itu, tentang kenangan lama, yang tidak akan pernah terlupa. Jadi, kalau saat ini aku berharap, apakah salah? Apakah sekarang semua sudah terlambat? Termasuk dalam memahami perasaanku sendiri. Karena yang kuinginkan hanya satu. Tidak hanya satu hari, tapi memasak bersamamu seumur hidupku.
Review:
Terkadang, ketidaktahuan terhadap sesuatu memang bisa menyelamatkan diri dan perasaan dari rasa kecewa dan prasangka buruk. (hal. 28)

BBI EVENT: Share The Love 2017

Annyeonghaseo Yoerobun ๐Ÿ˜˜,
Selamat Hari Kasih Sayang yaaahh, lets spread the love to the world, especially our inner circle a.k.a Family..and Happy International Book Giving Day! Ahh, tanggal.nya bisa pas banget yaah, aku terharu #ambiltisu

So, what do we have here..
Aku mau posting tentang pasangan aku di event ini, she's Arin *cantik ya namanya, kaya orangnya juga* tapi sebelumnya lemme explain tentang BBI Share The Love (ini perintah wajib soalnya #uhuk - no, no bukan, ini karena event perdana, jadi yah - you guys must kepoin ini sebaik-baiknya biar tahun epan bisa ikutan, harus ikutan! apalagi? coz its fun ๐Ÿ’‹)


So, apa sih BBI Share The Love itu?
Menurut pemahaman simple-ku, ini adalah event untuk merayakan Valentine dengan bertukar kado buku, ke sesama anggota BBI Share The Love. Kinda sweet though.

Dan, secara garis besar, kegiatan ini merupakan perpaduan antara Secret Santa dan Blog Guest Post. Jadi, akan ada pemberian kado dari satu peserta ke peserta yang lain disertai dengan pembuatan pos oleh satu peserta di blog peserta lainnya. Kami akan mengelompokkan peserta dengan cara mengacak, jadi bakalan surprise :) (sumber: BBI)

Oia, event perdana kali ini ada sekitar 10 pasangan yang terdaftar ikutan. Beberapa diantaranya para senior di BBI, yakin pasti kalian sudah sering banget nyatroni blog mereka (nggak kaya blog aku yang hidup enggan mati tak mau #malahcurhat)

So, what I like about this event adalah dapet kiriman buku wishlist kita dari someone (yah meski kita udah tahu siapa yang kirim, tapi kan seru ya klo dapet bookmail gitu, sambil setengah deg-deg-an, duh buku apa yang bakal dikirim yaa, apa yang itu - atau yang itu, xoxo (gak jelas ya bahasanya #abaikan)
Setiap peserta menuliskan buku yang diharapkan sebagai hadiah pada formulir pendaftaran. Harap masukkan 2-5 judul buku yang masih mudah ditemukan di toko buku baik offline maupun online dengan rentang harga antara Rp. 50.000 - Rp. 150.000. Sebisa mungkin sesuai genre favorit pilihan kalian. Namun, seandainya ada buku lain yang diinginkan di luar genre favorit, maka bisa saja dicantumkan.
.
Wishlist yang dicantumkan pada form sebanyak 2-5 buku. Namun buku yang diberikan hanya 1 buah. Diutamakan buku-buku berbahasa Indonesia untuk mempermudah pembelian dan mempercepat pengiriman karena jangka waktu acara yang tidak panjang. (sumber: BBI)
Ya begitulah kurang lebihnya, klo mau lebih jelas bisa klik di tautan ini yah ๐Ÿ˜Š Dijamin seru, karena kalian pasti BAKAL kenalan sama teman baru, siapa yang gak suka punya teman baru? atau mungkin pacar baru? #uhukuhuk

Oke-oke, aku mulai nggak jelas, gimana kalo kita kenalan aja sama Arin, pasangan saya di event ini ๐Ÿ˜, here's my interview with her via email (dan whatsapp) kemaren, iyes kemaren, kalian gak salah baca.



- Kenalin dong ke pembaca, tentang siapakah Arin ini dan apa sih kesibukannya sehari-hari

Hai, aku Arintya. Gadis belia yang sekarang bermukim di Klaten, Jawa Tengah *hayo tau daerah ini nggak?* sehari-hari selain baca buku, jadi buruh nulis artikel bertema “Galaw bermanfaat” juga di arintya.com. Kerjaan lainnya, ngedate sama Coreldraw buat menyambung hidup dan nambahin uang buat jajan buku. Oiya, selain baca buku, aku juga hobi ngomentarin buku trus buat resensi deh. Hasil ngomentarin buku bisa dibaca di arintyawidodo.wordpress.com.

- Oke, klo boleh kepo, genre favorit kamu apa sih? dan kenapa milih genre itu?

Genre favorit metropop, sama travel love *lah ini genre apa?*
Kenapa suka metropop? Karena selain bukunya yang tebel, metropop juga menyajikan banyak ilmu-ilmu ttg kehidupan. Kerja keras, pengkhianatan, dan masih banyak lagi. Buku genre favorit metropop sampe saat ini Dirty Little Secret karya AliaZalea. Duh, buku ini recommended banget!

Kalo travel love, aku suka eksplorasi penulis tentang suatu tempat di seluruh pelosok dunia. Kebanyakan dari genre travel love itu ada meet cute-nya. And I loooove that! Buku genre ini yang paling favorit itu Sunset Holiday dari Gagasmedia, penulisnya Mahir Pradana sama *aku lupa siapa satu lagi. Maafkaan*

- kira-kira peminat genre kamu itu banyak nggak di Indo?

Banyak! Bahkan penulis-penulis baru juga mulai bermunculan untuk nulis genre itu (metropop), baik novel maupun via watty yang akhirnya dibukukan. Temen-temen aku juga banyak yang pada ngantri kalo aku beli buku metropop baru *hiks, beli sendiri kenapa* *nggak deng bercanda* Kalo travel love, kayaknya jarang deh.

- pengen tahu nih pendapat kamu, mungkin agak gak nyambung, tapi ya sudahlah, pernah nembak cowok nggak? klo misal enggak, pernah gak kepikiran buat nembak cowok gitu? cowok yang ditaksir atau disukai gitu?

Pernah! Jadi ceritanya dulu aku tanya ke mantan *iya udah mantan hiks* soal gimana perasaannya waktu mau nembak aku. Doi bilang nervous abis. Trus abis itu, aku nembak balik doi dengan cara yang sama waktu doi nembak aku, karena pengin ngerasain nembak orang tuh gimana. Eh, ternyata gugup banget! Padahal doi udah jadi pacar aku! LOL. Trus abis itu LDR beda benua, dan akhirnya putus. *Yah, aku baper!**nggakpapa* -- awwww, pukpukpuk

- eniwe, misal kamu punya temen deket, atau pacar, apa mereka juga tahu klo kamu punya blog?

Tau dong! Mereka adalah orang-orang pertama yang menjadi korban untuk bacain setiap blogpostku.

- ngomong-ngomong, mulai book blogger sejak kapan nih?

Officially *halah*aku menghibahkan blog aku itu sebagai blog khusus buku akhir tahun lalu. Tapi, kalo jadi reviewer buku, aku udah mulai dari tahun 2014.

- belakangan ini sering banget denger istilah #bookstagram, kamu tahu gak apa itu? terus, tertarik gak sama #bookstagram

Bookstagram tuh para kakak-kakak yang punya taste bagus soal fotografi dengan objek buku. Caption yang mereka tulis biasanya panjaaaaang banget karena isinya review buku. Belum minat sih jadi fulltime bookstagram, karena tiap foto buku, hasilnya nggak terlalu instagramable.

- oia, last question, pendapat kamu pribadi tentang event ini (BBI Share The Love) seperti apa?


Aku excited banget! Makanya waktu pertama kali baca ttg event ini aku langsung daftar. Aku pengin punya banyak temen yang sehobi sama aku. Dan yeay, aku dipertemukan dengan Winda Scorfi yang super ramah ini. Tunggu yah, paketan dariku lagi on the waaay. 

Ahhhh, menyenangkan sekali kan yaaa..ini event yang wajib kalian ikutin tahun depan, ya iyalah kan bulan Februari cuma setahun sekali #ehem. So, tunggu yah - kelanjutan post tentang Arin dan Genre favoritnya, yah semoga aja Arin bisa mempersuasi aku untuk balik lagi ke mantan bacaan Metropop dan sejenisnya.

Thanks for reading ๐Ÿ’‹

Review: Cinderella dan Empat Kesatria #1



Judul: Cinderella dan Empat Kesatria #1
Penulis: Baek Myo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Romance
Tebal: 264 hlm

Sinopsis:Eun Ha Won benar-benar seperti Cinderella.
.
Sungguh tak disangka, kakek yang ditolong Ha Won di jalan ternyata Direktur Kang—pengusaha Korea yang sangat kaya. Dan dia bersedia membantu mewujudkan keinginan Ha Won: keluar dari rumah yang ditinggalinya bersama sang ibu tiri. Ha Won pun kemudian tinggal di rumah mewah bersama tiga cucu tampan sang direktur dan pengawal pribadi yang keren.
.
Tapi menjadi kaya tak berarti kehidupan Ha Won menjadi mulus. Banyak yang iri padanya karena kedekatannya dengan kakak-beradik keluarga Kang. Ditambah lagi entah kenapa Kang Ji Woon—sang cucu ketiga—membencinya sejak pertemuan pertama. Kapankah ia mendapatkan ketenangan yang diinginkannya?
Review:
Eun Ha Won (Ha Won) adalah gadis SMA biasa yang tinggal dengan ayah beserta Kakak dan Ibu Tiri-nya. Yah seperti umumnya keluarga tiri, kedua orang itu tidak menyukai Ha Won, sehingga membuat keadaan dirumahnya tidak pernah menyenangkan bagi Ha Won. Ayah kandungnya pun tidak pernah berada di pihak Ha Won, justru ikut memusuhinya. Alasan Ha Won tetap bertahan dirumahnya adalah dia tidak ingin merasa sendiri, jadi apapun perlakuan anggota keluarganya dia akan bertahan walaupun sedih dan terluka.

Review: Explicit Love Story


Judul: Explicit Love Story
Penulis: Lee Sae In | Penerbit : Haru
Genre: Drama | Konten: Dewasa
Tebal: 383 halaman

Sinopsis:

Semua orang menganggapku ahli dalam berpacaran. Bahkan, pertanyaan mendetail tentang cara berciuman dan melakukan hubungan intim juga datang menghampiriku. Sejujurnya, aku merasa sedih setiap kali pertanyaan seperti itu muncul karena sebenarnya aku adalah "tong kosong yang nyaring bunyinya". Ucapan vulgar yang keluar dari mulutku sesungguhnya adalah hasil dari pengetahuan yang kudapat melalui Internet dan majalah.

Lalu, suatu ketika... saat sedang menonton film sendirian di klub film yang kuikuti, film yang tak kuketahui judulnya itu tiba-tiba macet. Sialnya, adegan yang tampil adalah adegan dewasa yang bisa membuat malu siapa pun yang melihatnya.
Sialnya lagi, satu-satunya cara mematikannya adalah mencabut colokan kabel listrik TV yang berada tepat di belakang TV berukuran besar ini. Saat aku sedang bersusah payah memeluk TV itu untuk memindahkannya, seorang pria tiba-tiba masuk.
Mati aku! Mau ditaruh di mana mukaku?

Designed by FlexyCreatives