Review: Explicit Love Story


Judul: Explicit Love Story
Penulis: Lee Sae In | Penerbit : Haru
Genre: Drama | Konten: Dewasa
Tebal: 383 halaman

Sinopsis:

Semua orang menganggapku ahli dalam berpacaran. Bahkan, pertanyaan mendetail tentang cara berciuman dan melakukan hubungan intim juga datang menghampiriku. Sejujurnya, aku merasa sedih setiap kali pertanyaan seperti itu muncul karena sebenarnya aku adalah "tong kosong yang nyaring bunyinya". Ucapan vulgar yang keluar dari mulutku sesungguhnya adalah hasil dari pengetahuan yang kudapat melalui Internet dan majalah.

Lalu, suatu ketika... saat sedang menonton film sendirian di klub film yang kuikuti, film yang tak kuketahui judulnya itu tiba-tiba macet. Sialnya, adegan yang tampil adalah adegan dewasa yang bisa membuat malu siapa pun yang melihatnya.
Sialnya lagi, satu-satunya cara mematikannya adalah mencabut colokan kabel listrik TV yang berada tepat di belakang TV berukuran besar ini. Saat aku sedang bersusah payah memeluk TV itu untuk memindahkannya, seorang pria tiba-tiba masuk.
Mati aku! Mau ditaruh di mana mukaku?


Review:
"Kau bilang kau akan percaya padaku kan? Bisakah kau menungguku sampai aku menghubungimu kembali?" (hal. 288)
Dan yah pemirsah, di bagian ini konflik besar mulai terjadi antara Gyu Jin dan Lee Seon
Eniwe, siapa itu Gyu Jin? Lee Seon? apa itu merk ramyun? #hening

Aha! Iya aku belum menceritakan tokoh utama di novel ini yaa, maafkan *menunduk sopan* maklum kemampuan mereviewku menurun drastis bahkan udah karatan, jadi yah..maklumi saja oke?

So, tokoh utama novel ini adalah Ma Gyu Jin dan Han Lee Seon, keduanya dipertemukan oleh takdir #tsaah (seriusan ini - baca deh novelnya) bagi Lee Seon pertemuan pertamanya dengan Gyu Jin adalah ketika mereka secara kebetulan mengikuti acara meeting, you know semacam kopdar dengan beberapa teman dan lawan jenis yang tujuannya untuk mencari pacar. (menurutku sih begitu pengertian meeting, hehehe,coba deh kalian tanya ke Mas Gugel). Tapi bagi Gyu Jin pertemuan pertamanya dengan Lee Seon adalah ketika dia berada di kampus pertama kalinya sejak kepulangannya dari wajib militer. Mengingat Gyu Jin adalah mahasiswa senior jadi tidak ada salahnya pergi melihat pendaftaran para anggota klub yang baru. Disitulah dia melihat Lee Seon.

Sebenernya di rak buku saya, nih buku udah nangkring bertahun-tahun, dan - anehnya, bukannya buku sendiri yang dibaca, malah minjem punya rental buku deket rumah (yah, mohon dimaklumi keanehan ini).

Dari awal udah tahu klo buku ini masuk di rating dewasa, jadi aku gak rekomen buat yang masih dibawah umur buat baca buku ini, yah ngertilah yah, jangan sampe ada lebih banyak lagi #awkarin diluaran sana #digetok *ini kenapa malah bahas awkarin sih* #gaknyambung

Jadi, singkatnya Lee Seon ini satu kampus dan satu klub dengan Gyu Jin, klub film tepatnya. Karena pertemuan awalnya dengan Gyu Jin yang kurang begitu baik, Lee Seon berusaha mati-matian agar tidak bertemu dengan Gyu Jin ketika di kampus dan juga klub. Lee Seon merasa Gyu Jin orang yang mengerikan yang bisa berbuat apa saja untuk menindasnya, ditambah lagi reputasi Gyu Jin di kampus yang di kenal sebagai playboy karena wajahnya yang tampan, tentu saja orang-orang akan lebih mempercayai dia dibandingkan dirinya yang biasa-biasa saja - makin gelisah Lee Seon, dia takut kalau Gyu Jin akan membeberkan kepada semua orang dikampus tentang dirinya yang mesum, karena membahas ukuran kemaluan lelaki ketika pertemuan meeting dulu.

Tapi sebenarnya hal yang paling Lee Seon takutkan adalah ketika seseorang mulai membicarakan tentang umurnya yang sudah terlalu tua untuk menjadi mahasiswa tingkat awal, bahkan secara terang-terangan mengatakannya di depan orang banyak. Di awal cerita, novel ini banyak menceritakan tentang kehidupan Lee Seon dan teman-temannya di kampus juga beberapa permasalahan kecil yang dia hadapi sebagai anak baru.
"Coba pikirkan rasanya mengkhawatirkan perasaan seseorang terhadapmu. Aku sudah melangkah maju dua langkah karena menyukainya, tetapi orang itu setengah langkah saja pun tidak mau mendekat. Kita akan tampak sangat menyedihkan dan terluka. Begitu pula sebaliknya, jika aku belum mendekat, tapi orang itu malah sudah berjalan mendekat ke arahku. Kalau sudah begitu, ada kalanya kita malah menjadi takut dan tidak enak hati...." (hal. 133)
Dari semuanya aku paling suka bagian ini, dan sesudahnya, karena ini adalah pertama kalinya wanita berumur 24 tahun itu mendapatkan ciuman pertamanya #horee #girang

Selebihnya novel ini akan bercerita tentang hubungan Gyu Jin dan Lee Seon, si Playboy kelas Kakap dan Gadis Lugu yang pura-pura paham akan seks. Banyak adegan yang akan bikin kipas-kipas, so, sekali lagi, buat yang dibawah umur (yah minimal kalian kuliah dulu lah ya) gak disarankan baca buku ini.

Konflik baru terjadi ketika mantan pacar Gyu Jin, tiba-tiba datang dari luar negeri dan tinggal di apartemen milik Gyu Jin. Disaat Gyu Jin tiba-tiba menghilang beberapa waktu lamanya tanpa memberi kabar pada Lee Seon, bayangkan gimana rasanya ketika sang pacar (Lee Seon) dan mantan pacar yang dulu sangat dicintai Gyu Jin itu bertemu? bisa bayangkan pembicaraan apa yang akan terjadi? dan siapa yang bakalan menangis lebih keras?

Kalian baca sendiri deh, worth to read..

Ada satu hal yang lolos pada saat penyuntingan. Pada halaman 338, ada typo di penulisan nama tokohnya. Seharusnya pada adegan itu Gyu Jin lah yang berbicara, tapi di buku tercetak Hyeon Jin. Selebihnya baik-baik saja kok.

Poskan Komentar

Designed by FlexyCreatives