ARC: Underwater [Short Review]


Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Editor: Ayu Yudha
Penerjemah: Mery Riansyah
Penerbit: Spring
Tebal: 330 halaman

Sinopsis:

Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.

Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar.

Review:

So, perasaanku ketika disodorin tawaran untuk jadi ARC (advanced readers copy) novel ini adalah - super excited - yah semacam euphoria yang berlebihan ketika lihat tulisan CONFIDENTIAL tercetak gede-gede di setiap lembar copy naskah novel yang kita baca, ada perasaan yang gak bisa digambarkan (para book dragon pasti ngertilah perasaan ini). So thank you so much Penerbit Spring yang sudah memberikan kepercayaan ini. So, here is my short review - short karena emang cuma sebagian yang diberikan ke kami untuk di review (yaiyalah kan ARC Win #duh #abaikan)

"Terkadang hal yang kita yakini belum tentu benar sama sekali." (hal. 94)

Tokoh utama novel ini adalah Morgan, dan Evan, tetangga baru di apartemen yang dia tinggali bersama Ibunya. Mungkin awal-awal kalian baca novel ini bertanya-tanya apa yang meninmpa Morgan sehingga mengakibatkan dia harus ketakutan terhadap dunia luar - selain Ibu dan Adiknya, Ben - dan apartemennya, Morgan tidak berpikir dia bisa hidup jika harus keluar dari tempatnya sekarang. Bagi dia, rumahnya atau apartemen mereka ini satu-satunya tempat teraman.

Inilah yang terus-menerus berputar dikepalaku - what is wrong with Morgan, apa sih yang sebenernya terjadi pada tanggal 15 Oktober, kenapa dia terus-terusan teringat kejadian buruk itu, aku nyaris hopeless saking penasarannya dengan Morgan, bahkan aku sampai browsing dan nanya ke Om Google - sayang aja hasilnya juga kurang bisa menjawab rasa penasaranku tentang kejadian 15 Oktober yang dialami Morgan di novel ini.

Awalnya aku mengira, Morgan hanya shock hebat dan mengalami trauma karena kejadian buruk yang dialaminya dimasa lalu - sehingga dia jadi mengurung diri dirumah, tapi rasanya lebih kompleks dari itu deh. Karena untuk sekedar melangkah keluar rumah aja Morgan gak sanggup melakukannya. Dia bisa tiba-tiba terkena serangan panik hanya dengan melihat tayangan berita di televisi. Jika hal itu terjadi, dia harus segera menelan obat daruratnya. Kondisi yang cukup parah, klo mengingat dia dulunya adalah gadis yang punya banyak teman, berprestasi juga pintar.

Tapi siapa sangka, kehadiran Evan sebagai tetangga barunya, ternyata cukup membawa perubahan positif bagi Morgan, yah - paling tidak sampai dengan 150 halaman pertama, peran Evan lumayan membantu Morgan dalam menghadapi kesulitan yang dialaminya.

Awal-awal mungkin terkesan hanya Morgan dan Morgan melulu yang dibicarakan, tapi aku yakin dan semoga saja benar, klo di bagian selanjutnya akan lebih banyak bercerita tentang Evan dan juga Connor, alasan kenapa Evan harus pindah ke California meninggalkan Hawaii.

Topik mengenai Anxiety Disorder adalah bacaan yang cukup menarik untuk diikuti, aku benar-benar penasaran dengan apa yang menimpa Morgan, apakah Morgan hanya sekedar mengalami gangguan kecemasan belaka ataukah lebih dari itu, jika memang iya - lalu bagaimanakah Morgan menghadapi semuanya. 

Aaaarrgghhh gak sabar pengen segera membaca kelanjutan ceritanya - karena banyak review positif mengenai novel ini, aku rasa kalian gak boleh ketinggalan yang satu ini. Masa iya gak penasaran tentang kelanjutan hubungan Morgan dan Evan - juga tentang Connor? Karena yah, tentu saja Evan termasuk jenis cowok yang lovable - well, untuk cowok yang suka surfing - udah mutlak keren lah yaa #maksa #abaikanyangbarusan.

Posting Komentar

Designed by FlexyCreatives