Review: Underwater + Ask Author





Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Penerbit: Spring
Tebal: 330 halaman

***
Sinopsis
Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.

Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar
***
Review
Tokoh utama novel ini adalah Morgan gadis SMA, yang memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya via online dirumah. Mungkin awal-awal kalian baca novel ini bertanya-tanya apa yang meninmpa Morgan sehingga mengakibatkan dia harus memiliki ketakutan terhadap dunia luar - selain Ibu dan Adiknya, Ben - dan apartemennya, Morgan tidak berpikir dia bisa hidup jika harus keluar dari tempatnya sekarang. Bagi dia, rumahnya atau apartemen mereka ini satu-satunya tempat teraman.

Inilah yang terus-menerus berputar dikepalaku - what is wrong with Morgan, apa sih yang sebenernya terjadi pada tanggal 15 Oktober, kenapa dia terus-terusan teringat kejadian buruk itu, aku nyaris hopeless saking penasarannya dengan Morgan, bahkan aku sampai browsing dan nanya ke Om Google - sayang aja hasilnya juga kurang bisa menjawab rasa penasaranku tentang kejadian 15 Oktober yang dialami Morgan di novel ini.

Awalnya aku mengira, Morgan hanya shock hebat dan mengalami trauma karena kejadian buruk yang dialaminya dimasa lalu - sehingga dia jadi mengurung diri dirumah, tapi rasanya lebih kompleks dari itu deh. Karena untuk sekedar melangkah keluar rumah aja Morgan gak sanggup melakukannya. Dia bisa tiba-tiba terkena serangan panik hanya dengan melihat tayangan berita di televisi. Jika hal itu terjadi, dia harus segera menelan obat daruratnya. Kondisi yang cukup parah, klo mengingat dia dulunya adalah gadis yang punya banyak teman, berprestasi juga pintar. The big question then, kejadian apa yang mengakibatkan Morgan jadi seperti ini?

Di novel ini lebih menceritakan bagaimana perjuangan Morgan untuk kembali ke kehidupannya dulu dengan bantuan orang-orang sekitarnya. My fav one of course Evan, tetangga barunya yang punya hobi berselancar ~ (imajinasiku langsung terarah ke Fathir dong, yaa kuakui emang kamus cowok ganteng dikepalaku kurang update, tapi ya bodo amat yah ~ Fathir ganteng titik) So yes, Evan  = Fathir, case closed. Thank GOD lho orang-orang seperti Evan itu hadir di kehidupan Morgan, I love his character by the way ~ sangat optimis dan baik hati. Sweet. More than that, aku juga suka peran Ibu Morgan dan juga Brenda, si Psikiater. Semua karakter di novel ini gak ada yang menyebalkan ~ bahkan aku sempat deg-deg-an jika saja Taylor adalah si tokoh antagonisnya, tapi ternyata aku salah. Fiuh!

Anyhow, aku suka banget sama novel ini ~ seolah menekankan berkali-kali seburuk apapun kejadian yang menimpa kita ~ selalu ada orang-orang yang akan membantu kita menghadapi segalanya ~ kalimat "you are not alone" itu benar adanya. Dan kita tidak bisa terus-menerus merasa bahwa cuma kita seorang yang menderita ~ everyone hurts too ~ in another ways.
Nobody is really alone in this world.
Bagaimanapun juga kita tidak boleh menutup mata terhadap kejadian seperti yang dialami Morgan dan ayahnya, karena orang-orang seperti mereka hanyalah korban yang butuh pertolongan, bukan malah sebaliknya.

Very recommended novel, layak masuk TBR kalian ~ terutama yang suka banget topik psikologi (PTSD and/or panic disorder), mental illness, letting go.

Oia, lewat event ini aku juga dapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ke Penulis lho, Marisa Reichardt ~ dari 3 pertanyaanku ada 2 pertanyaan yang dijawab, and I am so HAPPY, karena jawaban Marisa merupakan jawaban terpanjang lhooo, let's find out:

Q: Apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki pengalaman serupa seperti Morgan?


A: Saya mudah cemas, dan saya mengalami kecemasan berlebih seperti itu hampir seumur hidup saya. Bahkan ketika saya masih remaja dan tidak menyadari apa yang terjadi. Saya yang sekarang bisa melihat ke belakang dan menyadari bahwa saya ternyata mengalami gangguan kecemasan berlebih. Saya tidak pernah mengalami gejala yang separah Morgan, tetapi saya merasa seolah saya mengenal Morgan dengan sangat baik.

Q: Saya bertanya-tanya tentang ayah Morgan. Apakah sebagian besar pejuang yang pulang dengan selamat dari medan perang akan mengalami apa yang dia alami, memiliki masalah mental dan trauma? Saya penasaran akan seperti apa novel ini seandainya karakter utamanya adalah ayah Morgan, atau mungkin Aaron.


A: Saya tumbuh besar di sebuah kota militer, jadi dulu saya (sampai sekarang juga) sering menjumpai para anggota militer AS yang menghadapi trauma psikologis akibat perang. Sama seperti bentuk-bentuk lain dari trauma, PTSD sifatnya sangat pribadi dan bentuknya tidak sama pada masing-masing orang. Tidak semua anggota militer mengalami PTSD, dan mereka yang mengalaminya, tidak semua memiliki pengalaman yang sama seperti yang dialami ayah Morgan. Namun semua itu merupakan masalah penting yang butuh mendapat perhatian dan penanganan.

Mengenai sudut pandang yang berbeda, saya senang Anda tertarik mendengar kisah ini dari perspektif karakter lain. Ada sebagian dari diri saya yang dengan senang hati ingin menceritakan kisah ini dari perspektif Taylor. Saya benar-benar bisa melihat,bagaimana dengan membawa sudut pandang orang pertama Aaron akan sangat mencerahkan dan akan menjawab banyak pertanyaan tentang alasannya melakukan apa yang dia lakukan. 

Pilihan saya untuk menulis dari sudut pandang Morgan datang karena saya merasa, setiap kali saya melihat (dan sayangnya sampai sekarang masih terus melihat) berita tentang penembakan massal, fokusnya adalah pada penembak dan tidak begitu banyak pada korban. Kisah-kisah ini cenderung menghilang setelah beberapa minggu dan saya selalu ditinggalkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang terjadi pada para korban selamatnya. Itu sebabnya saya ingin menulis kisah saya dari sudut pandang korban selamat yang mencoba menavigasi kembali hidupnya setelah insiden terjadi.

Gimana? Seru banget kan? Pastinya! Yuk, share pengalaman kamu membaca novel ini, can't wait to hear from you guys ^^

Untuk melihat pertanyaan lain dari para Host Blogtour, sila kunjungi blog mereka masing-masing yaa ~ dan jangan lupa juga untuk mengumpulkan potongan puzzle (seperti dibawah ini) di masing-masing postingan mereka ~ karena nantinya potongan puzzle itu akan kalian pakai untuk GA Final di Fanpage Penerbit Spring.

Jadi WAJIB dikumpulkan ya potongan puzzle.nya ~ setelah komplit terus kalian susun dan jangan lupa UPLOAD di Fanpage Penerbit SPRING (ketika GA FINAL diumumkan oleh mereka) ~ so, yes ~ biar gak ketinggalan kalian wajib pantengin Fanpage Penerbit Spring ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Hadiahnya, tentu aja Novel Underwater ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


PS: GA Final tgl 30 April 2017

Thanks for reading, feel free to leave comments ~ any comment ^^





Posting Komentar

Designed by FlexyCreatives