[Blog Tour] Review Buku + GIVEAWAY


Judul: Majo & Sady vol.2
Penulis: Jung Chul Yeon
Terbit: Maret 2017 (Penerbit Haru)
Tebal: 298 hal.

SINOPSIS

Sady, si wanita karier dan Majo, sang suami yang mengurus rumah tangga—kembali lagi dengan cerita sederhana yang dipenuhi humor dan menggugah perasaan.

Kisah parody kehidupan sehari-hari masyarakat Korea Selatan usia 20-30 tahunan, yang tanpa disadari memiliki pesona tak terbatas.
Saat menikmati kisah mereka, pasti semakin ingin menikah!

***

REVIEW

Kalo kalian sudah membaca Majo & Sady yang vol.1, pasti udah tahu mengenai asal muasal komik ini muncul di Korea - well, tapi klo belum tahu ya gpp sih, kalian bisa kepoin blog salah satu host yang tergabung dalam rangkaian blogtour kali ini ya.


Saya selalu suka K-Toon (label komik Korea) dari Penerbit Haru, baik itu seri Blood Type atau yang satu ini, Majo & Sady, ahahaha (kok cuma dua sih Win, ada banyak sebenenrnya salah satunya, HJ Story, Cat & Dog ~ tapi favorit saya ya cuma 2 itu tadi) #okeabaikan

Jadi komik ini soal apa ya?
Tentang kehidupan sehari-hari pasangan suami istri (yang dilustrasikan sebagai kelinci dan beruang ~ untuk lebih ngena lagi, mereka sepeti Cony and Brown di Line)
Komik ini lucu banget (tapi gak selucu Blood Type, yang bisa bikin ngakak nggak tahu malu) untuk level kelucuan Majo & Sady masih terbilang wajar, meski tetap bikin orang yang duduk disebelah jadi mikir aneh.

Lebih banyak menceritakan tentang kehidupan rumah tangga pasangan suami-istri di Korea sana, serta keseharian mereka (termasuk juga kebiasaan impulsif Istri yang gak tahan untuk belanja online #uhukuhuk #ahem #benerinkerah)

Meskipun Majo & Sady ini berangkat dari kisah nyata yang juga dialami komikusnya, tapi ceritanya nggak membosankan lho justru bikin penasaran, kira-kira hal ajaib apa yang bakal dilakukan Majo atau titah apa yang akan dilontarkan Sady, aduh pasangan ini bener-bener deh.

Untuk yang belum tahu siapa ini Majo, dia adalah sang suami yang bekerja dari rumah sebagai komikus dan juga mengurus rumah tangga. Sedangkan Sady, sang istri, adalah wanita kantoran yang sebagian besar waktunya banyak habis di luar rumah/kantor untuk urusan pekerjaan. Jadi, mereka ini bisa dibilang saling bertukar peran. Seru kan? Bisa kebayang dong gimana heboh dan kekonyolan interaksi diantara pasangan suami-istri ini.

Tapi meskipun K-Toon ini menceritakan tentang Majo dan Sady, sebagai Suami Istri, tapi tetap bisa dinikmati oleh siapa aja kok, tidak ada konten yang terlalu vulgar atau gimana, yah selain klo mereka tinggal satu rumah itu aja sih. Justru malah asik aja klo dibaca oleh yang belum menikah, jadi bisa mengantisipasi atau mungkin meniru apa yang dilakukan pasangan ini di kehidupan nyata dengan pasangan nantinya, muahahaa #digetok ~ di vol 2 ini juga ada foto-foto yang disertakan oleh komikusnya, mungkin biar lebih terasa real ya? Foto itu diambil ketika mereka sedang Wisata ke Itaewon, banyak bertebaran foto makanan dan street food (adeuw, beneran bikin mupeng)

Eh, tahu tidak kalo di Korea itu ada Cafe Majo & Sady
I bet kalian jadi pengen liburan ke Korea setelah ini, well, saya sih pengin banget.



sumber: orica.net


***

GIVEAWAY

Nah, sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau membaca review singkat ini, akan ada hadiah untuk kalian dari Penerbit Haru, yaitu 1 buah notes kece Majo & Sady. Yuk, simak caranya (dijamin gak ribet) - saya juga gak suka dengan GA yang ribet (curcol):


  1. Klik “suka/like” di fanpage Penerbit Haru follow juga blog ini (biar kalian gak ketinggalan info giveaway lainnya)
  2. Follow akun twitter dan instagram @Penerbit Haru
  3. Follow akun instagram @roempibuku
  4. Share post/ tulisan ini ke akun media sosial kamu (twitter) atau jika kamu pengguna instagram repost info mengenai GIVEAWAY yang ada di IG @roempibuku di akun kalian. Jangan lupa juga sertakan hastag #MajoSady1and2
  5. Tulis data kamu di kolom komentar dibawah ini dengan menyertakan nama, akun yang dipakai untuk share info giveaway ini (bisa akun twitter/FB/instagram), alamat e-mail, serta domisili.
  6. Periode giveaway ini berlangsung selama 5 hari, yaitu 20-24 Mei 2017.
  7. Giveaway hanya berlaku bagi yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia ya
  8. Pengumuman pemenang akan dilakukan segera setelah giveaway berakhir.
  9. Itu ajah ^^


***

Final Blogtour & Giveaway

Untuk final GIVEAWAY ini Penerbit Haru akan memberikan Novel Majo & Sady #1 dan Majo & Sady #2 untuk 2 orang pemenang (masing-masing 1) di akhir rangkaian blogtour.
Seperti ciri dari Penerbit Haru, kalian diminta mengumpulkan semua kepingan puzzle huruf dari tiap host blogtour mulai dari awal hingga akhir periode blogtour #MajoSady1and2. Final blogtour ini akan diadakan di Fanpage Penerbit Haru. Jadi, pastikan kamu juga gak ketinggalan untuk mengunjungi fanpage mereka.

So, ini dia kepingan puzzle huruf dari saya:



Review: I Want To Eat Your Pankreas



Judul: I Want to Eat Your Pancreas
Penulis: Sumino Yoru
Penerjemah: Khairun Nisak
Penerbit: Haru
Tanggal terbit: Maret 2017
Jumlah halaman: 309



Awalnya aku agak dibuat dilema sama judul novel ini– semacam, apakah aku bakal baca buku tentang kanibalisme? atau serial murder? Ternyata bukan – syukurlah #fiuh

Dari gossip yang beredar katanya novel ini termasuk yang memenangkan banyak reward lho – penjualannya cukup fantastis – dan bahkan sudah diadaptasi ke sebuah film, tahu Shun Oguri kan, iya doi yang memerankan si ***** - kun itu, emang wajahnya Shun cocok sih yaa – lempeng tanpa ekspresi, ngomong-ngomong, kalian sudah nonton film.nya belum? (etdah, ini kenapa malah bahas hal yang lain sih)

“Menurutmu, ada kemunginan aku tidak membutuhkan pankreasku?” (hal. 9)
(that was – an absurd question, hwkwk)

“Aku akan mandi. Jangan mengintip. Aku melepaskan kulit manusiaku saat mandi” (hal. 121)

Jadi novel ini sebenarnya tentang apa sih?
(baca sinopsisnya) –hwkwkwk, I’m telling you the truth tho, klo mau tahu ya baca sinopsisnya (kidding)

Novel ini menceritakan tentang hubungan pertemanan antara cowok-introvert dengan cewek-extrovert (karakter keduanya sangat bertolak belakang—memang, justru itu yang menjadikan novel ini menarik). Cowok-introvert, sebut saja Aku, secara kebetulan menemukan buku harian milik Sakura Yamauchi, teman sekelasnya yang divonis akan meninggal 1 tahun kedepan, karena pankreasnya yang tidak bisa berfungsi normal lagi. Berawal dari situlah kedekatan Sakura dan Aku terjalin. Sakura sendiri merupakan pribadi yang menyenangkan sangat berkebalikan dengan Aku yang cenderung menutup diri dan tidak punya teman. Singkatnya, Sakura sangat disukai oleh banyak orang dan Aku, tidak.

Karena itu, banyak teman sekelas yang tidak suka ketika keduanya terlihat semakin akrab dari hari kehari—bahkan berita kalau Aku dan Sakura berpergian jauh bersamapun sempat membuat seisi kelas makin tidak menyukai Aku. Let say, “Hai kamu Si Bongkok, jangan ambil Esmeralda kami” –kurang lebih seperti itulah rekasi mereka (maafkan analogiku yang cukup memprihatinkan).

To be honest, pace membacaku terbilang agak lambat ketika membaca novel ini—cukup terganggu dengan sebutan tokoh Aku yang kelewat rumit diucapkan (bahkan lebih rumit dari Dia-Yang-Namanya-Tidak-Boleh-Disebut) hehe –tapi aku suka sekali dengan dialog antara Aku dan Sakura (diatas juga sudah kubilang tadi) Aku yang cenderung sarkastik dan Sakura yang innocent, asal nyeplos—apalagi jika berbicara mengenai kematian yang sering kali tidak pada tempatnya, benar-benar menghibur, hehehe.

“Aku suka makan jeroan. Bila ditanya apa makanan favoritku, akan kujawab jeroan. Aku suka sekali jeroan!”
“Jadi apa yang harus kukatakan kalau kau menyombongkan diri begitu?”
“Duh, tadi lupa pesan nasi putih. Kau mau?” (hal. 31)

“Bisa tidak kita jangan membicarakan perlakuan terhadap mayat sambil makan daging (yakiniku) begini?”
“Pankreasku, boleh kau makan, kok”
“Kau dengar tidak?” (hal. 33)


(aku benar-benar terhibur dengan dua tokoh ini—really, bahasa yang mereka gunakan juga cara keduanya berkomunikasi—benar-benar berlawanan, seolah-olah enggan untuk memahami satu dengan lainnya, tapi justru dengan cara itu keduanya bisa cocok, lucu sekali kan?—duh, mendadak aku jadi kangen sama my best buddy—hwkwkwk)

Apa yang membuat aku kaget plus tercengang adalah—momen ketika Sakura meninggal, benar-benar diluar pemikiranku, twist.nya perlu diacungi jempol, paling suka bagian ini—sekaligus bagian paling nyesek *siapin tisu*dan satu lagi bagian favorit aku di novel ini adalah—ketika akhirnya tahu siapa nama Aku, huwaaaahh—gemes, namanya ternyata cute *eh—abaikan yang barusan*

Kalau disimpulkan novel ini banyak pesan moralnya—terutama tentang persahabatan dan memanfaatkan hidup di sisa umur yang kita miliki, bacaan yang ringan sangat direkomendasikan—at least kalian akan terhibur dengan pembicaraan antara Aku dan Sakura, dan juga tentang pandangan hidup Sakura sendiri terhadap penyakitnya—ending.nya sangat menyentuh (yah meski gak sampe banjir air mata sih)—btw, aku juga suka surat wasiat yang ditulis Sakura.

Especially this part:
“Kau takut menjadikanku sebagai  seseorang yang ada dikehidupanmu, kan?
Kau takut menjadikanku yang akan hilang suatu saat nanti sebagai seorang ‘teman’ atau seorang ‘pacar’
Tidak usah takut. Apapun yang terjadi, manusia harus tetap berhubungan baik dengan manusia lainnya. Sama seperti kita sampai saat ini.”
Designed by FlexyCreatives