Review: The Dead Returns



Judul: The Dead Returns
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Terbit: Agustus 2015
Tebal: 252 halaman


SINOPSIS:
Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing.
Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin,
aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja.
Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas.
Total 35 orang.
Salah satunya adalah pembunuhku

REVIEW:
Ini buku ketiga karya Akiyoshi Rikako yang aku baca, pertama kali baca itu Girls In The Dark (yang rencananya bakal re-read karena dulu pas baca aku gagal paham) terus bacaan yang kedua Holy Mother, bikin mengangga sama twistnya (saya suka - saya suka). So, klo dicompare sama The Death Returns, beda yah, meski sempat bikin kaget ketika bukan cuma dua orang yang waktu itu jatuh dari tebing, melainkan tiga. SHOCK! Tentu ajah.

Jadi novel ini menceritakan tentang si Komaya Nobuo yang bukan murid populer dan pandai bergaul, tiba-tiba saja menghadapi kematian mendadak, dia di dorong jatuh dari tebing oleh seseorang yang tidak dia ketahui siapa, sesaat sebelum dia benar-benar sampai di dasar tebing Koyama mendengar seseorang berteriak dari atas hendak membantunya, tapi nasib berkata lain, orang tersebut juga ikut terjungkal jatuh dari atas tebing. Jadi keduanya sama-sama bernasib sial, perbedaannya hanyalah Koyama sengaja di dorong (artinya ada orang yang ingin membunuhnya) sedangkan orang satunya yang juga ikut terjatuh, dia hanya kebetulan bernasib buruk saja.

Tapi siapa sangka kalau ternyata Koyama tidak meninggal, dia mendapati dirinya terbangun dari rumah sakit dengan beberapa perban dan gips, hanya saja - orang-orang yang mengelilinginya ketika dia membuka mata, bukanlah orang-orang yang dia kenal. Dia sama sekali tidak mengenali mereka. Mereka pun memanggilnya dengan nama lain, Shin-chan. Memangnya siapa Shin-chan?

Iyah, benar sekali Koyama Nobuo - berada di tubuh orang lain, mereka bertukar tubuh, satu-satunya informasi yang didapat Koyama ketika dirinya siuman adalah "anak yang meninggal itu...kasihan sekali" (hal. 44) - bisa dibayangkan ya apa yang ada dipikan Koyama Nobuo saat itu - dia berpikir tubuhnya sudah mati, dengan membawa arwah tubuh yang ditempatinya saat ini.

Jadi tekad satu-satunya adalah, Koyama harus menemukan siapa pembunuhnya - sebab alasan kenapa Koyama bisa datang ketebing saat itu adalah karena dia mendapatkan pesan dari seseorang yang ditempelkan dimejanya, bisa disimpulkan bahwa orang itulah yang hendak membunuh Koyama, dan karena pesan itu ditemukan di meja Koyama, artinya itu dilakukan oleh teman sekelasnya, tapi siapa, dan kenapa dia harus membunuh Koyama?

Sampai disini saja ya - selebihnya kalian harus membaca kelanjutannya - karena klo dibeberkan disini maka ceritanya jadi gak asik lagi, kalian harus ikut merasakan juga dong, sensasi kaget dan deg-deg-an seperti yang aku rasakan, ahahaha #devilishsmirk

Oia, here's my fav quote:
"Rasanya aku juga harus meminta maaf, termasuk pada Sasaki-kun dan Arai-kun, karena aku menghakimi sifat mereka hanya dari penampilannya, bahkan sebelum aku berbincang dan mengenal mereka dengan baik" (hal. 95)

Very rekomended novel, pokoknya!
So far, aku selalu suka karya Akiyoshi Sensei, kejutannya gak biasa!

Posting Komentar

Designed by FlexyCreatives